
Yuan Xia dan Lie Yie tidak diijinkan keluar dari dalam kamar oleh Zang Yang, mereka berdua hanya mondar-mandir dengan perasaan cemas.
"Xia! Lakukanlah sesuatu, jika kita diam saja maka putri kita...!"
Selama ini Lie Yie tidak pernah merasa khawatir terhadap Chie Xie, namun kali ini dia benar-benar takut dan khawatir atas keselamatan Chie Xie yang juga ikut bertarung di luar.
"Apa yang bisa aku lakukan? Andai ada jalan keluar, sudah dari tadi aku pergi ke rumah panglima Wei!" gerutu Yuan Xia.
"Tian... Kamu dimana! Kami sangat membutuhkan mu, cepatlah pulang..!" kata Lie Yie.
Mereka berdua sama-sama tidak menemukan jalan keluar, mereka hanya bisa berharap kedatangan Tian Feng, karena mereka sudah sangat percaya jika hanya Tian Feng yang bisa menyelamatkan Chie Xie.
Di luar kamar tepatnya di ruang tamu, Zang Yang sedang berhadapan dengan Pisau Angin angin dan beberapa anggota Lingkaran Pisau Darah.
Zang Yang yang diserang di beberapa arah dan pisau juga beterbangan dari berbagai arah menuju kearahnya.
Namun dengan keahlian dan kecepatan yang di miliki oleh Zang Yang, dia mampu menepis semua pisau yang berdatangan.
"Lemparan Pisau Terbang."
Pisau Angin melemparkan empat pisau secara bersamaan setelah itu dia menambahkan lagi jumlahnya.
"Auman Singa."
Zang Yang juga melapaskan Auman Singa untuk membalikkan arah Pisau tersebut, namun berikutnya Pisau Angin kembali melemparkan 20 pisau nya dan kali ini dia menggunakan cara yang berbeda.
"Pisau Penguasa Udara."
Ke-dua puluh pisau tersebut melayang di atas kepalanya dan kemudian pisau yang berputar itu menyerang kearah Zang Yang.
Kali ini Zang Yang sulit untuk menghindarinya, dia kesulitan karena beberapa lawannya yang masih menyerangnya.
"Auman Singa ku tidak mungkin bisa menepis semuanya! Andai aku bisa menguasai Ilmu Dewa Singa Suci, aku pasti bisa menghalau semuanya! Saat ini hanya Auman Singa saja yang bisa aku andalkan!" batin Zang Yang.
Karena tidak memiliki pilihan lain, Zang Yang hanya bisa menggunakan Auman saja, namun Zang Yang akan berusaha menggabungkan dengan ilmu meringankan tubuhnya.
"Auman Singa."
Groarrr..!"
Zang Yang melepaskan Auman yang lebih kuat kearah 20 pisau yang menuju kearah. Dia memang berhasil menghempaskan pisau tersebut, namun dari arah lain, masih banyak pisau yang berdatangan.
Dengan keahlian kecepatan ilmu meringankan tubuhnya yang cukup tinggi, Zang Yang melompat menghindari semuanya.
Tanpa Zang Yang sadari jika masih ada satu pisau dari ke-dua puluh pisau yang masih terbang dan dengan cepat pisau tersebut melesat kearah kepala Zang Yang.
Zang Yang terlambat menyadari, namun dia masih bisa menghindari pisau tersebut sehingga pisau tersebut tidak mengenai kepalanya, melainkan mengenai telapak tangannya hingga tembus.
Rasa sakit dari pisau itu sama sekali tidak di hiraukan olen Zang Yang, luka itu bagi Zang Yang tidak seberapa di bandingkan dengan keselamatan Chie Xie yang saat ini sudah mulai terpojok.
"Zang Yang! Ternyata nama besar mu tidak sesuai dengan yang aku lihat. Jika kamu masih ingin hidup, sebaiknya kamu diam karena tujuanku bukan untuk membunuh mu!"
Suara seorang pria lain terdengar dari langit-langit rumah. Zang Yang segera menoleh keatas dan melihat seorang pria paruh baya dengan mengenakan penutup wajah sedang duduk di kayu penyangga.
__ADS_1
"Siapa kamu, dan apa yang kalian mau?" tanya Zang Yang.
"Aku adalah anggota baru, kamu bisa memanggil ku Pisau Air!" jawab pria paruh baya tersebut sambil memainkan sebilah Pisau yang memiliki warna sedikit kebiruan.
Zang Yang mengerutkan dahinya saat merasakan tingkat kekuatan Pisau Air, dia berada di tingkat yang sama dengan dirinya yaitu Pendekar Cahaya Tahap 1, sama seperti Zang Yang, Pisau Air seperti akan menembus Tahap 2.
Zang Yang hanya merasa kesal, pasalnya dia merasakan jika ada dua orang, satu Pisau Air, dan satu lagi sedang duduk menatap kearah Chie Xie.
Masalah pria yang sedang duduk menatap kearah Chie Xie berada di tingkat Pendekar Cahaya Tahap 2, dan itu sangat buruk andai pria paruh baya yang masih duduk itu bangkit dan menyerang balik.
Zang Yang sendiri sebenarnya adalah seorang Pendekar yang ahli dalam pertarungan jarak dekat, walau dia memiliki ilmu meringankan tubuh yang cukup tinggi, namun tetap saja dia hanya bisa menyerang lawannya dari jarak dekat.
Jika sampai ada pendekar yang ahli dalam menyerang dari jarak jauh, maka Zang Yang akan sangat kesulitan untuk bertahan, ditambah lagi jika ada jurus kuat sekali ada pendekar yang memiliki kekuatan yang setara dengan dirinya atau lebih, jelas situsnya akan jauh berbeda.
Zang Yang mencabut pisau yang masih menancap telapak tangan kemudian dia membuang pisau tersebut dan kemudian dia mengikatkan kain di telapak tangannya untuk menghentikan pendarahannya.
"Apakah kamu masih bisa menggunakan jurus Singa mu dalam kondisi seperti itu?" tanya Pisau Air yang masih terlihat santai memainkan Pisaunya.
"Kalian semuanya hanya berani bertarung dari jarak jauh, jika kalian memang seorang pendekar, maka hadapi aku secara Kesatria!" jawab Zang Yang.
"Hahaha...! Apa kamu pikir kami ini bodoh, kami semua sudah mengetahui kelemahan mu dan juga sudah tahu jika kamu sangat berbahaya jika menghadapi mu secara langsung! Karena kita ini sama-sama Pendekar, jelas jika kita memiliki kemampuan yang berbeda-beda juga!" kata Pisau Air kemudian dia melemparkan pisau nya kearah kamar Yuan Xia.
Pisau tersebut menancap di kayu pintu kamar kemudian Pisau Air turun kebawah, namun sama seperti yang lainnya, dia juga menjaga jarak agak jauh dari Zang Yang.
Kini Zang Yang harus berhadapan dengan Pisau Angin dan Air, dan kali ini situasi akan berbeda.
Zang Yang menarik nafas sekaligus mengumpulkan Chi yang ia miliki, "Apa boleh buat, aku terpaksa akan menembus batas kemampuan ku, walau aku tahu ini adalah sebuah pilihan yang salah!" gumam Zang Yang.
Tubuh Zang Yang secara perlahan-lahan memancarkan aura ke-emasan, bahkan suhu di ruangan yang sudah berantakan itu secara perlahan-lahan juga terasa lebih hangat dari sebenarnya.
Mereka semua merasakan hawa yang sangat hangat yang entah dari mana asalnya, namun tidak lama kemudian mereka semua bisa melihat pancaran dari tubuh Zang Yang yang ke-emasan.
"Tahap Akhir Kehidupan - Dewa Singa Suci."
Rambut Zang Yang menjadi kaku dan kemudian tali rambutnya langsung putus. Rambut Zang Yang menyerupai rambut seekor Singa, dan mata Zang Yang juga terlihat berubah seperti mata Singa.
"Kekuatannya meningkat secara drastis! Bagiamana dia bisa melakukannya?" tanya Pisau Angin yang terkejut saat merasakan tingkat kekuatan Zang Yang.
Zang Yang sengaja menembus batas kemampuan dan berusaha menghancurkan dinding pembatas yang selama ini tidak mampu ia tembus.
Kini kekuatan Zang Yang sudah berada di Tingkat Pendekar Cahaya Tahap 2. Dengan kekuatan barunya, Zang Yang pasti mampu menandingi Pisau Air, dan tentu saja kecepatan nya juga akan bertambah.
"Pisau Penguasa Udara."
Pisau Angin kembali melemparkan 20 pisau nya keudara, namun mendadak Zang Yang sudah berada tepat di hadapan.
Grrr..!"
Zang Yang kini terlihat sangat buas, suaranya juga seperti seekor singa yang marah dan tatapan sangat tajam.
Pisau Angin berniat menjauh namun cakaran Zang Yang sudah lebih dulu melukai betisnya.
"Argh..!!"
__ADS_1
Pisau Angin merintih kesakitan sekeligus memegang betisnya yang terkoyak. Pisau Angin merasakan hawa panas di bekas luka cakaran tersebut, dia menoleh kearah Zang Yang yang sudah bergerak dengan cepat menyerang Pisau Air.
Pisau Air melemparkan pisau yang sangat cepat kearah Zang Yang sekaligus berusaha menjaga jarak, namun sepertinya Zang Yang tidak membiarkan Pisau Air menjauh.
Pisau Air yang awalnya sangat percaya diri kini hanya bisa mengumpat dalam hati saat Zang Yang tidak memberinya jarak untuk bisa menyerang dengan pisaunya.
Tatapan Pria paruh baya yang sedang fukos menatap Chie Xie kini teralihkan kearah Zang Yang yang penampilannya sangat acak-acakan.
"Bukankah dia itu Zang Yang? Kenapa kekuatannya bisa meningkat pesat seperti itu?" gumam pria paruh baya yang tidak lain adalah Pisau Langit.
"Dari pada aku mengurusnya, lebih baik aku segera membunuh Yuan Xia!"
Pisau Langit menoleh kearah Pisau Bumi yang sedang berhadapan dengan Katsuyuki kemudian dia melihat Pisau Api yang masih imbang bertarung dengan Katashi.
"Semuanya tidak ada yang bisa menyelesaikan tugas mereka, dasar payah!" gerutu Pisau Langit kemudian dia menatap lagi kearah Chie Xie.
"Dengar,kan baik-baik! Jangan sampai ada luka sedikitpun di kulitnya! Apa kalian paham?"
Para anggotanya yang sedang bertarung dengan Chie Xie hanya bisa melirik kearah Pisau Langit, mereka ingin menjawab jika gadis kecil yang mereka lawan memiliki ilmu beladiri yang lumayan.
Jika mereka tidak bertarung serius, bisa-bisa mereka yang akan terluka. Namun jika serius maka gadis kecil itu pasti akan terluka.
Pisau Langit tidak menunggu lama-lama, dia segera melompat kedalam dan menuju kearah kamar dimana Yuan Xia dan Lie Yie berada.
"Gawat dia pergi ke arah kamar ayah dan ibu!" Chie Xie yang masih bertarung dengan para anak buah Pisau Langit semakin panik.
Dia juga bingung harus berbuat apa. Walau para lawan yang ia hadapi adalah para pendekar bawah, namun mereka berjumlah beberapa orang sehingga Chie Xie tidak bisa mengalahkan semuanya sendiri.
Chie Xie yang merasa panik dan juga bingung secara refleks berteriak memanggil nama Tian Feng dengan sekeras mungkin.
"Tian gege.....!"
Teriakan Chie Xie berhasil membuat semua orang yang sedang bertarung berhenti, begitu juga dengan Pisau Langit.
Mereka semua berhenti karena kaget atas panggilan teriakan Chie Xie. Saat tidak terjadi apa setelah teriakan Chie Xie, pertarungan kembali berlanjut dan Pisau Langit juga kembali pergi menuju ke kamar Yuan Xia.
Pisau Langit berniat mendobrak pintu kamar Yuan Xia, namun mendadak dia merasa ada seseorang memiliki energi besar datang dari arah depan rumah.
"Kekuatan ini...? Apakah ini kekuatan Panglima Wei?" batin Pisau Langit yang mengira jika itu adalah Wei Fang.
Dia mengurungkan niatnya dan berniat melihat ke depan rumah. Pisau Langit juga melihat Zang Yang yang juga sudah berhasil melukai Pisau Angin dan memojokkan Pisau Air juga merasakan akan kehadiran seseorang.
Setelah berada di ruang tengah, Pisau Langit melihat ada seorang pemuda berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng separuh yang berwarna hitam.
Pemuda tersebut terlihat sangat murka, semuanya terlihat saat pemuda itu tiba-tiba saja membunuh beberapa anggotanya dan setelah itu dia langsung menuju kearah Pisah Api.
"Tian gege...!" senyum Chie Xie melebar saat melihat pemuda bertopeng tersebut baru datang dan menghabisi tiga orang anak buah Pisau Langit dengan sangat mudah.
"Pemuda bertopeng? Apakah dia itu pemuda yang ceritakan oleh Yong Shing?" batin Pisau Langit.
Pisau Langit tidak langsung pergi kearah pemuda tersebut, dia ingin melihat kemampuan pemuda bertopeng tersebut lebih dulu, "Aku mau lihat apakah dia memang sehebat yang di kabarkan!" gumam Pisau Langit kemudian dia menatap kearah pintu Kamar Yuan Xia dan berganti pandangan kearah Chie Xie.
"Gadis kecil yang masih segar! Jika sampai pemuda itu memang benar-benar ancaman, maka aku akan kabur dan membawa gadis kecil itu ke markas ku! Lumayan untuk hiburan ku malam nanti!" batin Pisau Langit kemudian dia melihat lagi kearah pemuda bertopeng yang terlihat sangat marah sekali.
__ADS_1
Pemuda tersebut tidak lain adalah Tian Feng yang baru datang dari hutan. terlebih lagi dia terlihat sangat murka saat kedatangan nya disambut dengan pertarungan di rumahnya.
Tian Feng jelas akan sangat marah saat melihat siapa yang menyerang rumah serta keluarganya adalah para anggota kelompok Lingkaran Pisau Darah.