
***
Seperti yang sudah di rencanakan oleh Yao Shan yang di sampaikan lewat Tian Feng, para anggota Organisasi Bintang Hitam yang bukan para Pendekar segera di bawa ke tempat yang agak jauh dari lokasi markas, dan kini hanya tersisa sekitar 169 pendekar yang masih berada disana, dan mereka adalah anggota asli yang datang dari Wilayah Kerajaan Jiuxi.
"Tuan Lian, apakah kita akan bisa mengalahkannya?"
"Aku tidak tahu, selama ini aku tidak pernah bertarung melawan hantu!" jawab orang yang panggil Tuan Lian.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita membuat segel pertahanan secara bersamaan, siapa tahu itu juga bisa efektif untuk hantu, apakah kamu setuju Lian Fang?" tanya salah satu pria paruh baya berbadan kekar.
"Em, setidak kita bisa mencobanya!" jawab Lian Fang kemudian dia berseru keras, "Semuanya segera bentuk formasi segel pertahanan..!" serunya dengan keras.
Semua pendekar dari yang lemah hingga yang kuat langsung menyebar kemudian mereka mulia membuat mantra tangan sekaligus menyatukan energi Chi mereka untuk membuat segel pertahanan.
Sebuah energi hitam melayang di udara kemudian membentuk sebuah gambar Swastika Hitam yang mengeluarkan aura cukup kuat, aura hitam yang sangat kuat tersebut mulai memadat kemudian menjadi sebuah tirai hitam yang menutupi seluruh markas.
Segel pertahanan sebenarnya hanya untuk mengekang sebuah kekuatan besar dari dalam, namun dengan kekuatan para Pendekar, tentu saja yang mampu mereka kekang hanyalah para pendekar yang memiliki kemampuan di tahap Raja.
Hanya saja mereka memiliki harapan semoga segel pertahanan juga bisa berpengaruh kepada Yao Shan yang menurut mereka adalah sesosok hantu gentayangan, hanya saja mereka tidak memperhatikan kekuatan besar yang dimiliki oleh Yao Shan.
"Hem? Kalian ini terlalu percaya diri, segel selemah ini tidak akan pernah cukup untuk menahanku!" gerutu Yao Shan kemudian dia mengangkat sebelah tangan ke arah dinding perisai pertahanan tersebut.
Hawa di sekitar menjadi lebih hangat kemudian suhunya semakin naik dan terus meningkat hingga panasnya mulai terasa seperti sedang berdiri di dekat lava panas yang keluar dari dalam tanah.
Sebuah getaran mulai terasa ketika telapak tangan Yao Shan mulai memunculkan sebuah getaran api yang tak terlihat, ketika semuanya merasa jika rencana mereka sudah berhasil ketika melihat Yao Shan tidak bergerak, namun harapan mereka semua harus pupus ketika tirai hitam Pelindung itu mulai bergetar.
Sebuah kobaran Api perak samar-samar bergerak lalu mulai menyebar dan membentuk sebuah badai angin panas membuat konsentrasi para anggota Organisasi Bintang Hitam yang masih fokus mempertahankan kekuatan segel pertahanan menjadi terganggu.
Begitu badai Api perak samar-samar terlihat, Lian Fang tidak sempat bereaksi ketika dia melihat salah satu anggotanya tiba-tiba saja berteriak lalu tubuhnya tiba-tiba berubah hancur menjadi debu dan lenyap dalam waktu singkat.
"Hati-hati semuanya..!" seru Lian Fang sekaligus memberikan kode agar bisa kabur.
Masalahnya Yao Shan seperti tidak memperhatikan, dia lebih fokus terhadap badai Api peraknya kemudian dia mulai mengarahkan telapak tangannya dan Api tak terlihat kembali menyembur kearah mereka semua yang mulai bergerak mundur.
"Tidak akan ada yang bisa lolos dari panas Api Perak ku ini!" kata Yao Shan kemudian dia mengarahkan kedua telapak tangannya kearah para anggota Organisasi Bintang Hitam yang terus melangkah mundur.
Badai Api tak terlihat langsung berhembus dengan sangat cepat menerjang kelompok Organisasi Bintang Hitam yang lari terbirit-birit karena takut, sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang bisa terbang, semuanya hanya mengandalkan ilmu meringankan tubuh mereka masing-masing untuk bisa lolos dari terjangan badai panas Yao Shan.
Pekikan teriakan kesakitan mulia mengisi udara dan suara mereka terdengar sangat menyayat hati orang yang mendengarnya. Para anggota Pendekar di pihak Tian Feng hanya bisa melihat kejadian mengerikan itu dengan tubuh gemetar serta menelan seteguk air liur masing-masing.
Walau Yao Shan berada di pihak mereka, namun tetap saja mereka merasa melihat Yao Shan seperti Hantu penasaran yang haus darah.
Sepertinya yang di katakan oleh Yao Shan sebelumnya kepada Tian Feng jika dia akan menyelesaikan semua itu dalam waktu kurang dari lima menit, dan itu benar-benar dia lakukan karena dirinya juga di kejar oleh waktu.
Kini markas yang sebelumnya ramai kini menjadi sunyi, hanya suara sisa desiran angin yang menerbangkan tumpukan abu bekas anggota Organisasi Bintang Hitam yang sudah tiada.
"Sebenarnya apa fungsinya Tuan itu menyewa jasa kita? Kita sama sekali tidak berbuat apa-apa dan hanya bisa menjadi penonton saja seperti ini!" kata salah satu Pendekar Cahaya.
"Kamu benar sekali, namun jangan lupa jika kita sebenarnya masih memiliki tugas lain, yaitu membawa mereka yang bukan anggota asli Organisasi Bintang Hitam," jawab rekannya.
"Sebaiknya kita menunggu Tuan kita menyelesaikan pertarungannya di Langit, setelah itu kita baru tahu tugas apa yang akan kita lakukan selanjutnya," ucap Pendekar Cahaya tersebut kemudian menatap kearah langit yang jauh di mana langit masih sangat gelap karena tertutupi oleh awan hitam yang sangat tebal serta kilatan-kilatan petir merah yang menyambar di langit.
Jarak pertarungan Tian Feng melawan Xia Zin sangat jauh sehingga mereka tidak bisa melihat apapun selain suara gemuruh guntur dan kilatan cahaya merah yang bercampur dengan cahaya emas.
***
__ADS_1
Tian Feng benar-benar tidak mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi, seharusnya tusukan Tombak nya akan mampu menghancurkan organ dalam Xie Zin dengan petir merahnya, namun Xie Zin hanya bisa bertahan setelah perutnya di tembus oleh Tombak Nirwana nya.
Xie Zin segera melepaskan diri dan mundur beberapa meter kebelakang dengan kulit tebalnya yang memerah serta kulit perutnya yang berlubang dan meneteskan darah berwarna hijau.
Tubuh Xie Zin mengeluarkan asap dan kemudian kepala manusianya muncul namun tubuhnya masih berwujud kalajengking.
glukk!!!
Xie Zin memuntahkan seteguk darah dan kemudian salah satu kakinya menyentuh luka di bagian perutnya lalu luka tersebut mengeluarkan asap dan akhirnya menutup.
"Dia memiliki tubuh yang bisa beregenerasi? Tian sepertinya akan sangat sulit untuk membunuh Binatang Iblis Ajaib ini, bahkan dengan Petir Dewa Naga sekalipun tidak akan bisa menghabisinya begitu saja!" kata Xanzi yang mengamati luka Xie Zin yang menutup setelah mengeluarkan asap.
"Apa benar dia tidak akan bisa di bunuh? Pasti ada cara tertentu atau setidaknya dia memiliki kelemahan lain?" tanya Tian Feng yang juga terkejut melihat luka Xie Zin yang menutup lagi dan bahkan dia mulia kembali terlihat pulih kembali seolah-olah serangan pamungkas nya tidak berarti apa-apa baginya.
"Sebenarnya itu masih tahap awal, jika saja Kalajengking itu benar-benar memiliki kekuatan regenerasi yang sempurna, maka dia akan benar-benar menjadi lawan paling berat bagimu, walau kamu menggunakan setengah kekuatan tombak sekalipun, itu tidak akan cukup untuk menghabisinya!" kata Xian.
"Tahap awal kekuatan tubuh Regenerasi? Ini kabar baru bagiku, apakah aku juga bisa memiliki kekuatan ini?" tanya Tian Feng.
"Tentu saja bisa, namun ada satu hal yang perlu kamu lakukan jika ingin memiliki kekuatan tubuh Regenerasi ini!" ucap Xian.
"Apa itu?" Tian Feng penasaran, dia masih memperhatikan Xie Zin yang masih memulihkan dirinya.
"Kamu harus merebut Mustika putih yang ada di dalam tubuh kalajengking itu, setelah itu kamu harus menanamkannya di dalam tubuhmu jika kamu benar-benar ingin memiliki kekuatan tubuh Regenerasi!" jawab Xian.
"Mustika putih? Apa iku sejenis dengan mustika siluman?" tanya Tian Feng.
"Hampir mirip, namun bentuk mustika ini berbeda! Di seluruh alam semesta ini hanya ada Lima batu Mustika putih saja, batu itu sebenarnya adalah pecahan dari batu angkasa yang memiliki energi besar!"
Xian menjelaskan jika batu Mustika putih itu sebenarnya adalah batu Nirwana yang terlempar dan terbang mengarungi seluruh alam semesta, namun di suatu hari Kaisar Iblis tiba-tiba saja mengetahui keberadaan batu itu sehingga Kaisar Iblis berambisi untuk memiliki batu Mustika putih seutuhnya, namun karena kekuatan batu Mustika putih terlalu besar, Kaisar Iblis tidak sanggup menahannya kemudian dia sangat marah lalu membelah batu tersebut menjadi lima bagian.
"Jadi begitu..! Kalau begitu aku hanya perlu mencari letak batu Mustika putih itu yang di sembunyikan di dalam tubuhnya, setelah berhasil di keluarkan maka dia tidak akan lagi memiliki kekuatan tubuh Regenerasi lagi bukan?" ucap Tian Feng yang berasumsi sendiri.
"Benar, namun sepertinya itu tidak mudah!" jawab Xian.
"Serahkan saja itu padaku! aku pasti akan menemukan letak batu itu dengan cepat!" kata Lianli.
"Benarkah? Lalu bagaimana caramu untuk bisa menemukannya?" tanya Tian Feng.
"Manusia keparat, kamu benar-benar sudah membuatku sangat marah..!" Xie Zin yang sudah memulihkan kondisinya kini menjadi sangat geram kemudian dia langsung melesat kearah Tian Feng.
"Racun Langit Malam."
Serangan Xie Zin yang menggunakan racunnya kini lebih ganas saat dia menggunakannya dalam wujud kalajengking, dia benar-benar sangat ingin melelehkan tubuh Tian Feng dengan racunnya.
"Tian cepat tukar tempat denganku!" kata Lianli yang membuat Tian Feng terkejut.
"Apa maks...!?" Tian Feng ingin bertanya namun Lianli segera memotongnya.
"Jangan banyak bertanya, percayalah tidak akan terjadi apa-apa setelah aku menggunakan tubuhmu!" kata Lianli.
Lianli tidak lagi menunggu keputusan Tian Feng, dia segera mengambil alih tubuh Tian Feng dengan paksa kemudian dia langsung menutup mata dan mengarahkan Tombaknya ke belakang.
"Tombak Angin Penghancur Langit, Tebasan Menembus Langit."
Xie Zin yang belum menyadari jika kekuatan Tian Feng kini meningkat pesat, namun ketika serangan ekor dan capitnya hampir sampai ke tubuh Tian Feng, sebuah Aura berwarna biru tiba-tiba keluar dari tubuh Tian Feng, di saat yang bersamaan, mata Tian Feng terbuka dan dia menatap Xie Zin lalu dia mengayunkan tombak nya kearah ekor Xin Zin.
__ADS_1
Ekor Xin Zin yang hampir mengenai kepala Tian Feng langsung di sambut dengan gagang Tombak yang kini juga merubah energi petir merahnya menjadi petir berwarna biru.
Ekor Xin Zin langsung terputus menjadi dua lalu Tombak Tian Feng kembali memberikan sabetan kuat ke arah capit kanannya, ujung mata Tombak Tian Feng menjadi lebih tajam dan mampu menembus kulit tebal capit Xie Zin.
Xie Zin terkejut melihat perubahan mendadak dari serangan Tian Feng, serangan tidak hanya lebih cepat dan tajam, namun kekuatannya yang sudah berubah menjadi tiga kali lebih kuat dari sebelumnya.
"Petir apa yang kamu gunakan?" tanya Tian Feng yang bertukar posisi dengan Lianli.
"Petir Kaisar, kekuatan ini berasal dari Raja Dewa Api Biru, salah satu Api suci yang sama dengan Api Teratai Buddha Emas, hanya saja sifatnya lebih lembut namun sangat kuat!" jawab Lianli.
Xin Zin sendiri kini mundur lebih jauh dengan tatapan penuh dengan keterkejutan, "Bagaimana mungkin dia bisa meningkatkan kekuatan hingga ketahap Dewa Langit?" batik Xin Zin sekaligus berusaha menggunakan kekuatan tubuh Regenerasi nya.
"Ketemu..!" kata Lianli.
Lianli sengaja memotong ekor dan melukai capit Xin Zin agar Xin Zin kembali menggunakan kekuatan tubuh Regenerasi yang ia miliki, dengan demikian Lianli memiliki peluang untuk mencari letak batu Mustika putih yang di sembunyikan oleh Xin Zin di dalam tubuhnya.
"Katakan dimana dia menyembunyikannya!" kata Tian Feng.
"Di bahu kirinya!" jawab Lianli.
"Kalau begitu kita bertukar tempat lagi, kali ini aku akan mengeluarkan batu Mustika itu."
"Baik!" Lianli tidak menolak, dia mengambil alih tubuh Tian Feng hanya untuk melacak keberadaan batu Mustika putih.
Tian Feng segera mengambil alih tubuhnya kembali kemudian dia melapaskan Api Teratai Buddha Emas sehingga badai Api Emas langsung menyebar.
"Cih sialan!" gerutu Xin Zin saat menyadari jika Tian Feng kali ini tidak akan membiarkan dirinya untuk memulihkan dirinya lagi
Tian Feng langsung menggunakan sihir ruang waktunya, dia berpindah tempat ke sebelah kiri Xin Zin kemudian menusukkan mata tombak nya ke bahu kiri Xin Zin.
Xin Zin yang belum sempat memulihkan ekor serta luka capitnya terlambat untuk bergerak mundur sehingga membuat mata Tombak Tian Feng yang sudah menyala keemasan oleh Api nya langsung menusuk pundaknya.
"Argh..!!"
Xin Zin mengerang sangat keras ketika mata Tombak Tian Feng menebus kulitnya yang sangat keras. Tian Feng langsung meningkatkan kekuatan Api Teratai Buddha Emas nya sehingga Api emas tersebut berkobar lebih besar.
Sebuah batu sebesar kepalan tangan bayi berbentuk lonjong langsung keluar dari bahu kiri Xin Zin, batu tersebut bercahaya sangat terang, dan disaat yang bersamaan Xin Zin langsung kehilangan banyak energinya.
Dengan keluarnya batu Mustika putih dari dalam tubuhnya, maka dia tidak bisa lagi menggunakan kekuatan tubuh Regenerasi nya sehingga seluruh energinya langsung terkuras.
Tian Feng tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dia kembali menghujamkan tombaknya ke arah leher Xin Zin sehingga Xin Zin tidak bisa berteriak.
Tian Feng menarik kembali Tombak kemudian memberikan serangan sabetan tombak yang kini kembali dialiri petir merah serta api emas ke leher Xin Zin sehingga leher Xin Zin langsung terputus.
Sebuah kabut putih tipis segera keluar dan dengan cepat bergerak menjauh dari Tian Feng, namun semua itu juga tidak luput dari pandangan Tian Feng, "Mau kabur ya?"
Tian Feng mengarahkan lengan kanannya kemudian tato Naga emas bergerak dan keluar dalam wujud Naga Emas kecil.
"Uwa-uwa..!"
Tatapan Naga Emas kecil yang bercahaya kuning menatap tajam kearah kabut putih tersebut kemudian dia segera melesat untuk memakan jiwa Spiritual Xin Zin.
Di saat Naga Emas kecil mengurus makanannya, Tian Feng lebih fokus kepada batu Mustika putih yang melayang-layang di udara.
"Inikah batu Mustika putih yang bisa membuat pemiliknya memiliki kekuatan tubuh Regenerasi itu?" batin Tian Feng kemudian dia segera mengambilnya.
__ADS_1