
***
"Maaf biksu saya mau bertanya! Apakah teman saya yang bernama Tian Feng masih berada di dalam kuil?"
"Owh Tuan Muda Tian! Dia sudah lama tidak berada disini, mungkin sekitar sebulan lebih dia pergi!"
"Emm.. Apakah Biksu tahu kemana perginya? Apakah dia kembali ke Kerajaan Wu?"
"Maaf Nona saya tidak tahu! Yang mengetahui semua itu hanya Kepala Biksu saja, jadi sebaiknya Nona masuk saja ke dalam dan bertanya kepada beliau!"
"Eh.. Tidak terima kasih!"
!!?"
Alice yang sejak beberapa hari mengamati Kuil Sengshan dari jauh demi mengawasi Tian Feng merasa penasaran sehingga bertanya kepada salah satu biksu yang kebetulan berada di depan gerbang Kuil.
Sejak awal dia mengawasi Kuil tersebut mulai dari udara dan darat, hanya dua kali dia melihat Tian Feng sedang berlatih.
Setelah dia kembali sebentar untuk melakukan pertemuan antara semua Pengawal Organisasi terkait dengan rencana kakeknya yang akan membawa sembilan Pengawal terkuatnya untuk dibawa ke Kerajaan Wu, Alice kembali lagi untuk mengawasi Tian Feng, namun selama tiga Minggu ini dia tidak melihatnya.
Kini terjawab sudah jika sebenarnya Tian Feng sudah tidak ada di Kuil itu, Alice menduga jika kemungkinan besar Tian Feng kembali ke Kerajaan Wu.
"Apakah dia mengetahui rencana Kakek? Tapi bagaimana bisa?" batin Alice.
Alice memang tidak ikut pergi dan mengutus para Pengawal Organisasi terkuat untuk pergi membantu kakeknya yang akan menaklukkan Kerajaan Wu serta akan menyerang keluarga Tian Feng sebagai bentuk pembalasan karena Tian Feng sudah membunuh beberapa Pengawal Organisasi.
Namun Alice sendiri juga tidak memberitahukan keberadaan Tian Feng kepada Kakeknya karena dia yakin Tian Feng akan berada di Kuil Sengshan dalam waktu lama.
Alice sendiri juga menolak untuk masuk bukan tanpa alasan, di dalam kuil, dia sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatannya sehingga dia tidak mau lagi masuk kedalam.
"Terima kasih Biksu, saya mohon pamit!" kata Alice dengan sopan kemudian dia pergi meninggalkan beberapa biksu yang masih terlihat kebingungan terhadap Alice.
__ADS_1
Setelah Alice berjalan cukup jauh, Alice segera terbang menunju ke pusat kota, namun dia berhenti di tengah-tengah sembari memikirkan sesuatu.
"Jika benar Tian Feng itu kembali ke Kerajaan Wu, itu artinya Kakek dan sepuluh Pengawal Organisasi akan berhadapan dengan nya! Ini berbahaya, sebaiknya aku menyusul kakek saja!" batin Alice kemudian dia berbalik arah dan terbang dengan kecepatan tinggi untuk menyusul Kakeknya serta sembilan Pengawal Organisasinya.
Sebenarnya Alice sendiri juga bingung, apakah dia menghawatirkan Kakek serta para pengawalnya, atau justru menghawatirkan Tian Feng yang akan berhadapan dengan Kakek dan para pengawal terkuatnya.
Dengan perasaan yang masih berkecamuk, Naomi tetap melanjutkan pengejarannya untuk menyusul mereka yang akan menyerang Kerajaan Wu dengan serangan besar-besaran.
***
Dari semua Pengawal yang ikut hadir saat itu, hanya Hedelles, Qeyzya, Patrick, Damon dan Sunoriki.
Mereka berlima yakin jika Tian Feng sudah mati dibunuh oleh Qeyzya sehingga mereka tidak langsung kembali dan justru pergi ke Kerajaan Wu dengan menggunakan Sunoriki sebagai penunjuk arah.
Target mereka sebenarnya adalah Keluarga Yuan, dengan kematian Kai Jhin, Kwe Shin Fukayna dan Raneb masih belum sebanding dengan kematian Tian Feng saja, jadi Qeyzya berencana melenyapkan seluruh keluarga Tian Feng karena takut kedepannya akan muncul lagi salah satu keluarga Tian Feng yang mungkin akan memiliki kekuatan yang melebihi Tian Feng.
Namun perjalanan mereka kesana butuh waktu, dan saat ini mereka baru memasuki pelabuhan Toakai dan sedang menunggu kapal untuk berlayar, karena sebelumnya kapal yang akan menuju ke Kerajaan Wu sudah berangkat.
Hedelles hanya menggelengkan kepalanya sekaligus menjawabnya, "Entahlah, aku sendiri hanya mengikuti firasat ku saja!" Hedelles menjawab pertanyaan Damon.
"Sunoriki! Apakah kamu pernah mendengar jika Ketua Louis dulu memiliki seorang murid di Kerajaan Wu, apakah kamu tahu siapa dia?" Qeyzya sendiri berbicara dengan Sunoriki sekaligus bertanya padanya.
"Iya aku tahu! Namanya adalah Jia Tai Yan, Pimpinan utama Organisasi Tiga Bunga!" jawab Sunoriki.
"Seberapa kuat dia? Apakah dia sama kuat dengan dirimu?" tanya Patrick yang menghadap ke laut.
"Kemampuannya hampir setara dengan Kwe Shin, hanya saja aku belum melihatnya!" jawab Sunoriki.
"Sayang sekali kita masih harus menunggu lima hari lagi sini! Andai saja kita bisa lebih cepat, mungkin kita sudah dekat dengan Kerajaan Wu saat ini!" kata Qeyzya.
"Bagiamana kalau kita terbang saja? lagi pula dengan kemampuan kita seharusnya kita bisa menyusul kapal itu bukan?" tanya Damon.
__ADS_1
"Kamu ini seperti baru mengetahui hal ini saja! Bukankah sudah jelas jika kita terbang di atas lautan, maka energi kita akan berkurang! Cepat si iya, tapi pada akhirnya energi hitam kita akan banyak yang berkurang karena di serap oleh Aura Laut!" kata Hedelles.
Memang itu adalah salah satu kelemahan dari semua anggota Organisasi Bintang Hitam, yaitu Laut.
Hingga saat ini tidak ada yang mengetahui apa penyebabnya dan mengapa lautan bisa menjadi pantangan bagi setiap Pengawal Organisasi Bintang Hitam kecuali Louis dan Alice.
"Kamu benar sekali Hedelles, aku juga masih berusaha mencari tahu serta meminta bantuan Armando untuk menyelidiki masalah ini! Apakah ini memang murni pantangan serta kelemahan kita, atau memang ada kesengajaan agar kita tidak berhianat?" kata Qeyzya.
"Sebenernya aku juga merasa curiga kepada Pimpinan utama Organisasi kita Si Alice itu! Padahal dulu sebelum dia diangkat menggantikan kedudukan kakeknya, kita semua masih aman-aman saja, mau terbang di atas lautan luas hingga bertahun-tahun pun tidak ada masalah, namun sekarang, kita hanya terbang sehari saja sudah kehilangan banyak energi!" Patrick berkomentar.
Hedelles mengepalkan Ke-dua tangannya dengan mata di penuhi kemarahan dan menggerutu, "Andai saja kita bisa mengalahkan Alice, ingin rasanya aku meminum darahnya dan memakan hatinya!" kata Hedelles dengan mengarahkan jari-jarinya seperti mau meremas.
"Hahaha..! Kamu ingin meminum darahnya atau ingin menidurinya Hedelles?" kata Damon yang mengetahui sifat Hedelles yang haus akan wanita.
"Ke-dua-duanya jika bisa!" jawab Hedelles.
"Cwih..! Menjijikkan.." kata Qeyzya sambil meludah.
"Hei Qeyzya jangan munafik begitu jadi orang! Aku tahu sudah tidak terhitung lagi berapa laki-laki yang sudah menidurimu, jadi jangan naif seperti itu kepada kami!" kata Patrick.
"Aku memang sering tidur dengan banyak laki-laki, tapi semuanya itu adalah para pemuda yang gagah, dari pada kalian yang sudah berusia lanjut? Itu sangat menjijikkan."
Dari kelima orang yang ada disana, hanya Qeyzya dan Sunoriki saja wanitanya, jadi pembicaraan mereka membuat risih Sunoriki, karena dialah yang paling muda dari semuanya.
"Lupakan pembicaraan tadi! Apakah kalian lupa akan tujuan kita?" potong Sunoriki.
"Tentu saja tidak, tapi apa boleh buat, kita hanya bisa menunggu kapal saja untuk bisa kesana, karena terbang pun juga akan sia-sia!" jawab Hedelles.
mereka berlima pada akhirnya hanya bisa menginap disana sekaligus menunggu kapal berikutnya, tentu saja mereka tidak tahu jika di belakang mereka akan segera menyusul Louis dan para Pengawal lainnya serta Alice yang juga menyusul, jadi semua Pengawal Organisasi Bintang Hitam pergi mendatangi Kerajaan Wu, belum termasuk para pasukan dari Kerajaan Xia.
Jadi total yang akan mendatangi Kerajaan Wu dari pihak Organisasi Bintang Hitam berjumlah 16 orang terkuat, dan yang terlemah hanya Sunoriki saja.
__ADS_1
Akan tetapi yang akan lebih dulu tiba di sana pastinya adalah Qeyzya dan empat rekannya, sedangkan Luois dan yang lainnya masih lama karena jarak tempuhnya yang sangat jauh.