
"Katashi-dono, apakah rumah besar itu adalah rumah Pejabat Yuan?" tanya salah satu Shinobi.
"Seharusnya iya, menurut informasi dari Shinobi yang menjadi pengawal Tuan Yama Denji, rumah itulah sasaran kita!" jawab Katashi.
"Sepertinya ada sekitar 10 penjaga yang menyebar di beberapa tempat, akan tetapi itu bukan masalah! Kita akan menunggu di sini hingga tengah malam, jika semua orang di sana sudah terlelap, kita bantai semuanya dan jangan lupa untuk memenggal kepala anak Yuan Xia, kalian mengerti?"
Semua Shinobi yang berlutut satu kaki mengangguk, mereka berada cukup jauh dari rumah Yuan Xia dan bersembunyi di balik bayangan.
Sesekali mereka mengamati kesekitar dan melihat beberapa orang yang berlalu lalang hingga akhirnya dari kejauhan mereka melihat ada tiga orang yang menunggangi kuda dan menuju kerumah Yuan Xia.
Dua orang pria paruh baya dan satu lagi seorang pemuda dengan mengenakan topeng yang hanya setengah saja.
***
"Kenapa Panglima Wei tidak membahas akan kematian Yang Mulia? Padahal semalam kita sempat membahas masalah ini!" kata Yuan Xia.
"Mungkin Panglima lupa!" jawab Tian Feng.
"Guru Zang, ada apa? Kenapa guru sejak keluar dari istana seperti sedang memikirkan sesuatu?" tanya Tian Feng saat melihat Zang Yang yang melamun di atas kuda.
"Ehh.. Tian, aku merasa aneh dengan sikap Pejabat Ma, kenapa tiba-tiba saja dia keluar tanpa permisi? Padahal pertemuan masih belum di mulai?" tanya Zang Yang.
"Emm.. benar juga Guru Zang, sikap Saudara Ma sejak awal memang terlihat aneh sekali!" Yuan Xia juga teringat.
Tian Feng hanya tersenyum tipis di balik topengnya, dia sendiri yakin jika Yuan Xia tidak tahu jika Ma Xia Li dan Yong Shing adalah dua orang yang selalu ingin mencelakakan keluarga nya.
"Manusia!"
Tian Feng menoleh kiri dan kanan mencari sumber suara yang tiba-tiba saja terdengar di telinganya.
"Manusia!"
"Apa Guru mendengar suara seseorang?" tanya Tian Feng.
Zang Yang dan Yuan Xia saling berpandangan kemudian menatap Tian Feng dengan keheranan.
"Suara? Suara orang banyak, dari tadi kita melewati banyak orang, jadi suara siapa yang kamu maksud?" tanya Zang Yang.
"Hai Manusia! Mau sampai kapan kamu menyimpan diriku di dalam Cincin mu?"
Mendengar perkataan itu, Tian Feng langsung ingat akan pemilik suara tersebut, "Owh maaf aku lupa eee... Zanxi!" kata Tian Feng.
"Tian, kamu bicara dengan siapa?" tanya Yuan Xia.
"Apakah kalian tidak mendengar suara Zanxi?"
Yuan Xia dan Zang Yang semakin kebingungan terhadap Tian Feng, "Xanzi? Siapa dia? dan aku tidak mendengar suara siapa-siapa lagi selain suaramu yang bicara sendiri seperti orang gila!" kata Zang Yang.
Tian Feng menggaruk kepalanya sendiri, "Ini aneh sekali, apakah cuma aku saja yang mendengar suara Zanxi?" gumam Tian Feng.
"Hahaha...! Tentu saja hanya kamu saja yang bisa mendengar suaraku, sedangkan yang lain tidak akan pernah bisa mendengar nya," suara tawa Zanxi membuat telinga Tian Feng serasa penuh.
Tian Feng segera mengelus Cincin Langit Malam nya dan kemudian mata tombak berwarna emas muncul di telapak tangannya, hal itu membuat Yuan Xia dan Zang Yang terkejut.
"Tian, dari mana asal mata tombak itu? Kenapa benda itu muncul secara tiba-tiba?" tanya Zang Yang.
Tian Feng tersenyum canggung, dia yakin Zang Yang dan Yuan Xia pasti terkejut dan menanyakannya, seperti saat dia melihat kakek misterius itu memunculkan ke-dua benda itu di hadapan Tian Feng.
"Ini adalah sebuah pusaka Nirwana guru! Nanti saja aku jelaskan saat kita tiba di rumah!" kata Tian Feng.
Zang Yang dan Yuan Xia yang masih penasaran akhirnya hanya bisa diam, mereka berdua sama-sama saling merasa pusing karena rasa penasaran mereka terhadap Mata Tombak yang kata Tian Feng adalah Pusaka Nirwana, terlebih lagi Tian Feng terlihat tidak ingin membahasnya.
"Mungkin karena kebanyakan jurus yang di pelajarinya otaknya jadi terganggu!" gumam Zang Yang dan Yuan Xia sendiri hanya bisa kebingungan saja.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa melihat lagi terangnya di dunia luar ini! Kau sungguh keterlaluan sekali, padahal aku sudah memberitahu mu sebelumnya, tapi kamu justru tidak mengingat ku!" kata Zanxi yang hanya terdengar suaranya saja.
Tian Feng ingin menjawabnya namun Zanxi lebih dulu bersuara, "Jika kamu tidak ingin di anggap gila, kamu cukup berbicara di dalam hati dan pikiran mu saja, dengan begitu kau tidak akan terlihat seperti orang yang sedang berbicara sendiri!"
Tian Feng sedikit kebingungan, namun dia tetap bertanya dengan berbicara secara langsung, "Bagaimana mungkin kamu bisa mendengar jika aku bicara lewat pikiranku?" tanya Tian Feng sehingga kedua orang tua di sampingnya juga menoleh dan melihat Tian Feng dengan penuh kecemasan.
"Guru Zang, apakah kamu kenal dengan salah satu tabib yang bisa mengobati orang yang sedang bicara sendiri?"
Zang Yang hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Yuan Xia yang juga berpikir hal yang sama dengannya.
"Kenapa kamu tidak mencobanya dulu!" kata Zanxi.
"Apa kamu yakin bisa mendengar ku?" kini Tian Feng bertanya lewat pikirannya untuk membuktikan perkataan Zanxi.
"Tentu saja aku mendengar nya! Sudahlah sekarang ada hal yang lebih penting yang ingin aku bahas dengan mu, jadi kamu jangan lagi memasukkan ku kedalam Cincin Langit Malam mu itu!"
"Baik-baik aku tidak akan melakukannya lagi," jawab Tian Feng.
"Tadi aku juga mendengar obrolan kalian itu, pria itu tadi menyebut nama Organisasi Bintang Hitam, sekaligus orang yang di juluki dua puluh Pengawal Bintang Hitam, aku yakin organisasi yang dimaksud adalah kumpulan yang mendewakan Kaisar Kegelapan!"
"Kaisar Kegelapan? Siapa dia itu?" tanya Tian Feng.
"Kaisar Kegelapan adalah Dewa nya kegelapan, dia adalah musuh besar para Dewa serta musuh bebuyutan Bodhisattva! Kekuatan Kaisar Kegelapan tidak terbatas, dan dia juga memiliki tubuh abadi."
Tian Feng merasa cerita Zanxi seperti tidak masuk akal seolah-olah Zanxi terlalu memandang tinggi Kaisar Kegelapan.
"Kau boleh tidak percaya, namun kamu harus percaya jika tidak lama lagi Kegelapan akan segera menyelimuti seluruh alam semesta, dan itu akan terjadi disaat semua mahluk hidup di alam semesta sudah tidak lagi mempercayai keberadaan para dewa, dan membuang ajaran Dharma dari sang Buddha!"
"Jika dia memang sekuat itu, apakah masih ada yang bisa mengalahkannya?" tanya Tian Feng.
"Tentu saja ada! namun kekuatan biasa saja tidak akan cukup untuk melenyapkan nya! akan tetapi ada satu senjata yang bisa melenyapkan dia!"
"Senjata apa itu?" Tian Feng semakin penasaran.
"Tombak Nirwana yang sudah di satukan dengan sempurna!"
"Jika memang tombak Nirwana bisa melenyapkannya, kenapa Tombak itu harus di pecah menjadi tiga bagian? Dan kenapa tidak para Dewa saja yang menggunakannya?"
Tian Feng merasa jika semua terdengar aneh, Tombak Nirwana hanyalah sebuah alat atau senjata, jika memang Tombak itu bisa di gunakan untuk menyelamatkan Alam Semesta, kenapa tidak dewa saja yang menggunakannya untuk melawan Kaisar Kegelapan?
"Pertanyaan mu sangat pas sekali! Baiklah aku akan menjelaskan nya jadi dengar baik-baik agar kamu mengerti alasan Buddha memilih dirimu sebagai pemegang Tombak Nirwana," kata Zanxi kemudian dia mulai menjelaskan dan menceritakan akan asal-usul Kaisar Kegelapan dan juga Tombak Nirwana.
Kekuatan Kaisar Kegelapan dulunya adalah kekuatan Surga yang sama seperti milik Bodhisattva, Kaisar Kegelapan adalah Buddha Suci, namun kesucian itu berubah menjadi kegelapan saat dia memilih untuk berpaling dari Dharma.
Kekuatan Dewa Agung yang sudah berubah menjadi hitam keluar dan membentuk sebuah kekuatan yang tercipta dari dua sifat terkuat dari Kekuatan Rana Agung dan Kekuatan Kegelapan Abadi, dan akhirnya terciptalah sebilah Tombak yang memiliki kekuatan sangat dahsyat.
Namun masalahnya Tombak itu memiliki dua kekuatan berlawanan sehingga para Dewa sekalipun tidak bisa menyentuh atau menegang Tombak tersebut termasuk Sang Buddha.
Kekuatan yang sangat besar dan tak terkendali membuat seluruh alam semesta terguncang, bahkan Alam Nirwana pun juga ikut terguncang serta sangat panas, karena itu Sang Buddha memecah Tombak tersebut menjadi tiga bagian agar kekuatan yang tidak mengacaukan Alam semesta.
Jika Tombak itu sudah jatuh ke Tuan yang tepat yanh bisa mengendalikan kekuatannya, maka Tombak itu akan memberikan kekuatan Rana Agung kepada Tuannya sehingga dia akan bisa menandingi Kaisar Kegelapan.
Akan tetapi tidak sembarang orang atau Dewa yang bisa menjadi Tuan bagi Tombak tersebut, karena hanya orang atau Dewa yang pernah memiliki hati kegelapan yang bisa sadar dan berusaha untuk menemukan Cahaya.
Karena itu orang yang tepat untuk menjadi Tuan bagi Tombak tersebut adalah Tian Feng. Zanxi tahu akan masalalu Tian Feng yang kelam serta Tian Feng yang berjalan di jalan kegelapan, setalah itu dia bisa sadar dan berusaha mencari jalan Cahaya dengan cara dan aturannya sendiri.
"Emm... jadi begitu! Lalu kamu sendiri siapa?" Tian Feng bertanya akan identitas Zanxi.
"Karena kamu adalah calon Tuan ku jadi aku juga akan menjelaskan akan siapa diriku ini dan juga dua penjaga dari dua pecahan lainnya."
Zanxi adalah salah satu dari tiga Penjaga Nirwana, namun sebenarnya dia adalah kekuatan dari Tombak itu sendiri yang di pecah menjadi tiga.
"Kami ada namun wujud kami adalah Fana, ada namun juga tiada, kami bisa merubah wujud membentuk seperti apa yang kami inginkan, namun kami tidak bisa selamanya berada di luar terlalu lama.
__ADS_1
Mungkin kamu hanya bisa mendengarkan suara ku, akan tetapi aku sendiri juga bisa membantu kamu jika kamu sedang dalam kesulitan!" kata Zanxi.
"Bagaimana caramu membantuku? Kamu saja tidak bisa menampakkan wujud mu?"
"Banyak! Aku bisa menceramahi mu, mengajakmu bercerita, atau juga mengajarimu sesuatu!" jawab Zanxi.
"Hanya itu saja? Apa untungnya bagiku?" tanya lagi Tian Feng yang menurut Tian Feng bantuan yang di sebutkan Zanxi sama sekali tidak berguna.
"Hahaha... Baik-baik! Begini jika kamu nanti bertemu dengan lawan yang lebih kuat dari mu, seperti salah satu dari dua puluh Pengawal Kaisar Kegelapan, aku bisa menyatu dengan tubuhmu! Tidak seperti yang kamu alami, kamu bisa mengendalikan kekuatan ku.
Namun itu semua ada batasannya, kecuali kamu sudah mencapai Tingkat Dewa Abadi, maka kamu akan bisa menggunakan kekuatan kami bertiga hingga mencapai kekuatan Dewa Agung, bahkan kami bisa naik lagi ke Rana Agung hingga Rana Ilahi," kata Zanxi.
"Tingkat Dewa Agung? Apakah sekarang aku sudah hampir sampai ke tingkat itu?" tanya Tian Feng yang baru mendengar ada tingkatan Dewa.
"Masih belum, bahkan masih sangat jauh! Sebelum kamu mencapai tingkat itu, kamu harus bisa menyempurnakan Sembilan Sendi yang terkunci di dalam tubuhmu, jika berhasil maka kamu bisa mencapai Tingkat Raja Alam dan setelah itu Tingkat Dewa Abadi," jawab Zanxi.
"Apakah Tingkat Dewa Abadi itu adalah Tingkat Dewa Agung?"
"masih belum, kekuatan Dewa Abadi masih dibawa Dewa Agung."
Zanxi menjelaskan untuk bisa memiliki kekuatan Dewa, setidaknya butuh latihan keras, sedangkan tingkat kekuatan ada tujuh tingkat Dewa yaitu.
Raja Bumi.
Raja Langit.
Raja Alam.
Dewa Abadi yang memiliki Tiga Tingkatan dan yang ketiga adalah Puncak dari kekuatan Dewa Abadi.
Dewa Agung yang memiliki dua tingkatan.
Rana Agung .
dan yang terakhir adalah Rana Ilahi.
Rana Ilahi adalah kekuatan puncak tertinggi dari para dewa, dan yang memilikinya hanya Sang Bodhisattva Siddharta Gautama, namun masih ada dua lagi yang hampir menyusul Sang Buddha, Yaitu Kaisar Langit dan juga Dewi Welas Asih.
Nama Rana Ilahi sendiri artinya adalah Kekuatan Surga atau kekuatan Nirwana, sedangkan kekuatan terakhir dari Kaisar Kegelapan yang di ketahui oleh Zanxi ada di tingkat Dewa Agung, namun itu dulu, sedangkan sekarang Zanxi tidak tahu.
"Baiklah sekarang aku mau bertanya padamu, apakah kamu mau jika aku mengajarimu cara agar bisa terbang?" tanya Zanxi.
"Apakah aku bisa? Jika ia tentu aku mau!" Tian Feng jelas tidak akan menolak jika Zanxi benar-benar bisa mengajari dirinya untuk bisa terbang.
"Tentu bisa, dengan kekuatan mu saat ini kami tentu bisa terbang seperti Bodhisattva yang kamu temui waktu itu, namun jumlah energimu itu juga terbatas, jadi kamu tidak akan bisa terbang secara terus menerus, mungkin kamu bisa terbang sejauh beberapa Mil, dan setelah itu kamu harus istirahat untuk mengisi kembali Energi yang sudah terkuras!"
"Em tidak masalah, yang penting aku bisa terbang dulu, aku hanya ingin bisa pergi ke Kerajaan Jiu untuk berlatih ilmu Tombak disana!" kata Tian Feng.
"Baiklah jika demikian nanti malam aku akan mengajarimu melalui petunjuk suaraku!"
"Hahaha terima kasih Zanxi, akhirnya aku akan bisa terbang!" Tian Feng ingin melompat karena merasa senang, namun dia mengurungkan niatnya karena tidak mau akan di anggap gila oleh Zang Yang dan juga Yuan Xia.
"Sikap Tian sungguh aneh!" gumam Zang Yang yang sejak tadi memperhatikan Tian Feng.
"Tian, setibanya di rumah kamu harus istirahat, sepertinya kamu terlihat sangat kelelahan!" kata Yuan Xia, dia mengira mungkin Tian Feng sangat kelelahan sehingga berprilaku aneh.
Tian Feng berusaha tersenyum dan mengangguk, namun dia mengerti maksud perkataan Yuan Xia.
Tian Feng mempercepat langkah kudanya, namun mendadak firasatnya merasakan ada beberapa pasang mata yang sedang mengawasinya dari jauh.
Tian Feng langsung melirik kearah yang ia rasa ada orang yang sedang bersembunyi kemudian dia tersenyum tipis.
"Sepertinya akan ada pesta malam ini!" kata Tian Feng dan kemudian dia memacu kudanya lebih dulu agar secepatnya sampai ke rumah.
__ADS_1
"Pesta malam ini? Aku sama sekali tidak merencanakan pesta malam ini akan tetapi seminggu lagi! Kenapa dia bilang akan ada pesta malam ini?" tanya Yuan Xia.
"Sudah lupakan saja! Mungkin dia hanya menebak saja!" jawab Zang Yang dan kemudian mereka berdua bergegas menyusul Tian Feng.