Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
para Penolong


__ADS_3

Jilid 3: Tahap Dewa keabadian


***


"Hei lihat ada orang terbaring disana, ayo kita tolong!"


Beberapa nelayan yang tidak sengaja lewat pesisir pantai melihat seorang gadis berbaju merah muda sedang terbaring tidak sadarkan diri.


"Dia masih hidup! Cepat bantu angkat dia dan bawa kerumah ku," kata seorang pria tua.


Mereka semua berjumlah Lima orang dan dua diantara adalah seorang wanita yang satu wanita paruh baya dan yang satu masih gadis.


"Yun'er katakan pada nenekmu untuk menyiapkan obat, sepertinya gadis ini sedang terluka cukup parah, mungkin dia korban penganiayaan," kata kakek tersebut kepada gadis yang ikut bersamanya.


"Baik kek!" jawab gadis tersebut kemudian dia segera berlari sedangkan sisanya membantu mengangkat Alice yang tidak sadarkan diri dengan bajunya berantakan.


Gadis tersebut dengan tergesa-gesa berlari dan memanggil-manggil neneknya dari depan rumah kecil.


"Nenek! Nenek..!" panggil gadis tersebut.


Tidak lama kemudian keluar seorang nenek-nenek dari dalam sekaligus bertanya kepada gadis tersebut.


"Ada Yun'er, kenapa kamu berteriak seperti itu memanggilku?" tanya nenek tersebut.


"Nek, tadi kami menemukan seorang gadis tergeletak di pinggir pantai, sepertinya gadis itu dari Foiberia dan juga ada beberapa luka di tubuhnya, sekarang Kakek Xan sedang membawanya kesini dan kakek menyuruh nenek menyiapkan obat!" kata gadis tersebut.


"Owh baiklah, tapi kamu bantu nenek juga ya?"


Gadis tersebut mengangguk kemudian dia dan nenek tersebut masuk kedalam rumah untuk mempersiapkan tempat istirahat untuk Alice yang masih dalam perjalanan.


Setelah beberapa saat, orang-orang yang membawa Alice pun tiba, mereka segera membawa Alice kedalam dan membaringkannya di sebuah tumpukan jerami yang menjadi alas tidur mereka di sana.


"Baringkan dia pelan-pelan!" kata Kakek tersebut.


Setelah selesai meletakkan Alice, kini nenek tersebut datang karena ingin memeriksa dulu luka apa saja yang di alami oleh Alice.

__ADS_1


"Ini seperti bekas terbakar, dan gadis ini juga mengalami luka dalam yang cukup parah! Yun'er cepat bawakan air hangat kesini, dan kalian semua cepat keluar karena aku akan membersihkan luka di tubuh gadis ini!" kata Nenek tersebut.


Kakek dan beberapa orang yang berada disana segera keluar karena nenek itu akan membuka baju Alice dan membersihkan beberapa luka di tubuh Alice termasuk ada bekas luka bakar di beberapa bagian.


"Nenek! Ada tanda gambar di bahu kakak ini!" kata gadis tersebut sekaligus menunjukkan gambar simbol Swastika berwarna Hitam di punggung Alice.


"Swastika Hitam? Kenapa gadis Foiberia ini memiliki tanda seperti ini? Apakah dia memiliki hubungan dengan Organisasi besar Bintang Hitam?" gumam nenek tersebut.


"Nenek tahu gambar ini?" tanya gadis tersebut.


"Itu gambar Swastika, dulu kami pernah mengobati beberapa pengikut Organisasi Bintang Hitam, dan semua pengikut itu memiliki tanda Swastika hitam ini di tubuh mereka!" kata nenek tersebut sembari membersihkan luka-luka di tubuh Alice.


"Yun'er bawa kemari tumbukan daun peri itu!"


Gadis tersebut segera mengambilkan akan apa yang diminta oleh sang nenek, kemudian nenek tersebut mulai menempelkannya di setiap luka di tubuh Alice.


Nenek tersebut juga meminumkan dua butir pil kepada Alice kemudian dia mulai menutupi luka-luka tersebut dan mengganti pakaian Alice dengan pakaian milik gadis itu.


Setalah semuanya selesai, Alice di biarkan dan nenek itu hanya menunggu Alice tersadar saja nantinya.


***


Alice terkejut saat membuka mata mendapatkan dirinya berada disebuah tempat yang di penuhi oleh kabut tebal dan sepanjang mata memandang tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan dan hanya dirinya seorang yang ada di tempat aneh tersebut.


"Sepertinya ini adalah alam baka!" gumam Alice yang tidak sadar jika saat ini dia berada di bawah alam sadarnya.


"Alice..! Kenapa kamu berani berhianat? Apakah kamu lupa siapa yang sudah memberikanmu kekuatan?"


Sebuah suara tiba-tiba saja menggema membuat Alice tidak mampu mendengar suara yang mengandung energi yang sangat besar itu.


"Ma..maafkan hamba Yang Mulia Dewa Hitam, hamba hanya mengikuti apa yang menurut hati hamba benar!" jawab Alice.


Alice juga merasa heran kenapa sosok hitam yang memberinya kekuatan bisa berada di Alam baka, hanya saja Alice tidak menanyakannya.


"Menuruti hati? Apakah kamu lupa jika seluruh jiwa dan ragamu hanya untuk Kaisar Dewa Kegelapan? Apakah kamu ingin melawan Dewa mu?" tanya suara tersebut.

__ADS_1


"Ha..hamba tidak bermaksud demikian!"


"Sudahlah! Sekarang aku benar-benar sudah kecewa kepadamu, sekarang juga aku akan memberimu hukuman atas penghianatan mu itu, jadi bersiaplah!" kata suara tersebut kemudian sosok tersebut muncul dimana sosok tersebut sangat besar serta memiliki dua tanduk dengan gigi-gigi yang besar dan panjang.


Alice ingin membuat perisai pelindung sekaligus berniat kabur sebisa mungkin, namun energinya tidak bisa di keluarkan dan dia hanya bisa mendengar tawa sosok itu yang kuat.


Alice yang merasa ketakutan karena dia sama sekali tidak memiliki Chi terkejut dan dia melihat jika raksasa itu ingin menangkapnya dan kemudian ingin menggigit tubuhnya dengan mulut besarnya.


"Tidak jangan..! Tuan Tian tolong aku..!" itu yang ada dipikiran Alice saat ini.


Alice ingin berteriak namun suaranya tidak bisa di keluarkan dan nafasnya terasa sesak.


Disaat-saat ketakutan Alice sudah mencapai puncak, dia berteriak keras sekaligus bangkit dan duduk dengan nafas memburu serta keringat mulai muncul di keningnya.


Alice yang tersadar secara perlahan menarik nafas dan dia baru sadar jika dirinya tadi hanya bermimpi saja.


Alice terkejut saat melihat pakaiannya yang sudah diganti, dia melihat kesekelilingnya dan melihat dua orang sedang berjalan kearahnya serta tersenyum lembut.


"Akhirnya Nona sudah sadar!" kata Nenek tersebut.


Alice merasa heran melihat kesekelilingnya, kemudian dia memegang baju yang ia kenakan.


..."Siapa yang mengganti pakaianku?" tanya Alice....


"Saya yang mengganti pakaian anda Nona!" jawab nenek tersebut.


"Memangnya siapa kalian dan kenapa aku bisa berada disini?" tanya Alice.


"Namaku adalah Mai Yinli, dan ini cucuku He Xie Yun! Kami menemukan Nona tergeletak di pinggir pesisir dengan kondisi terluka," jawab nenek tersebut yang bernama Mai Yinli.


Alice teringat jika dirinya yang berusaha menghentikan serangan kakeknya saat berusaha menyambut serangan tersebut, namun saat cahaya putih muncul, tiba-tiba saja ada sesuatu yang mendorong dirinya dengan sangat keras sehingga dirinya terlempar dan tidak tahu lagi setelahnya.


Alice ingin bangkit namun kepalanya serasa pusing sehingga dia kembali duduk sekaligus memegang kepalanya yang serasa dunia sedang berputar.


"Sebaiknya Nona jangan bergerak dulu karena luka dalam yang dialami nona masih belum sembuh!" kata Nenek Mai Yunli.

__ADS_1


Alice membaringkan badannya karena kepalanya masih pusing sedang Mai Yunli kembali memeriksa kondisi Alice.


Alice membiarkan para Penolong dirinya itu mengobatinya karena dirinya juga ingin secepatnya bisa sembuh dan mencari keberadaan Tian Feng.


__ADS_2