Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kamu bukanlah lawanku


__ADS_3

Xie Zin mulai melangkahkan kakinya, bentuk tubuhnya yang sedikit bungkuk terlihat seperti seorang kakek-kakek berusia senja, namun ekor yang terangkat dan ujungnya berada tepat di atas kepalanya membuat semua orang merasa gemetar seolah-olah mereka benar-benar melihat seekor kalajengking besar yang sangat menyeramkan.


"Kalian ingat, lakukan tugas kalian seperti yang sudah di rencanakan, jangan ada yang bergerak sendiri-sendiri karena kalian pasti sudah tahu resikonya bukan?" kata Tian Feng kepada dua Pendekar Cahaya yang ada di belakangnya.


Kedua Pendekar Cahaya tersebut mengangguk, walau sebenarnya mereka masih ragu saat mengetahui jika pihak musuh memiliki tiga Pendekar Cahaya, namun sebelumnya Tian Feng sudah berpesan untuk jangan gegabah.


Secara jumlah kelompok Tian Feng memang kalah, dan secara kekuatan hanya jumlah Pendekar Cahaya saja yang lebih satu orang, namun dalam jumlah kekuatan sisanya, kelompok Tian Feng justru yang lebih unggul karena rata-rata para pendekar yang dibawa oleh Tian Feng adalah para pendekar Tingkat Atas, sedangkan dari kelompok musuh yang jumlahnya mencapai ratusan itu hanya memiliki 20 Pendekar tingkat Atas, dan puluhan pendekar Tingkat Tengah serta awal, sedangkan sisanya bukan pendekar.


Jadi jumlah pendekar keseluruhan yang di miliki oleh kelompok Organisasi Bintang Hitam sebanyak 170 orang termasuk Xie Zin dan tiga Pendekar Cahaya lainnya dan ratusan sisanya adalah manusia biasa, dari kelompok Tian Feng berjumlah 43 orang termasuk Tian Feng dan dua Pendekar Cahaya, namun ke 40 pendekar lainnya adalah pendekar yang mampu melawan tiga sampai empat orang Pendekar Tingkat Awal hingga Tengah.


"Guru Yao, apakah kamu bisa keluar membantuku?" tanya Tian Feng.


"Hem... belum bisa Tian, butuh dua hari lagi bagiku untuk menyempurnakan kembali penahan Ling Qi ku, jika aku memaksakan diri kemungkinan aku hanya bisa bertahan di duniamu selama kurang dari lima menit," jawab Yao Shan.


"Itu sudah lebih dari cukup guru, lagi pula aku hanya ingin guru membantu anggota ku dalam menghadapi kelompok Organisasi Bintang Hitam itu, seharusnya waktu lima menit sudah lebih dari cukup bukan?" ucap Tian Feng seraya bertanya.


"Kau ini..! Jika hanya mereka saja seharusnya kamu sendiri bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu singkat, tapi baiklah aku akan melakukannya, tapi katakan kepada anggota mu untuk mundur sejauh mungkin, mereka cukup berjaga di luar dan memastikan jika tidak akan ada satu orangpun yang boleh meningkatkan tempat ini karena aku akan membinasakan mereka semua kurang dari lima menit!" kata Yao Shan.


"Jangan guru! Tidak semuanya dari mereka itu adalah orang jahat, sebagian dari mereka adalah para manusia biasa yang di paksa untuk menjadi anggota Bintang Hitam, jadi sebaiknya mereka di pisahkan dulu!" kata Tian Feng.


"Ah cerewet..! Baiklah kalau begitu, suruh semua anggota mu untuk membawa pergi orang-orang yang tidak bersalah terlebih dahulu, bawa mereka sejauh mungkin dan sisanya disini serahkan padaku!" kata Yao Shan.


Tian Feng mengangguk, perbicangan dalam pikiran tersebut sama sekali tidak di ketahui oleh siapapun, setelah Tian Feng menjelaskan semuanya kepada dua orang Pendekar Cahaya itu, Tian Feng pun melangkahkan kakinya dan berdiri dihadapan Xin Zin.


"Apakah kamu sudah selesai melamun dan sudah siap untuk mati di ujung jarum ekorku?" tanya Xin Zin sekaligus tubuhnya mulai melayang di udara.


Tian Feng tersenyum tipis kemudian dia juga mulai terbang ke udara dan dia berhenti setelah dirinya sejajar dengan Xin Zin, "Aku tidak yakin apakah aku akan mati di ujung jarum ekor mu yang kotor itu, karena itu mari kita mulai saja!" kata Tian Feng kemudian dia mengarahkan tangan kanannya ke samping dan sebuah Tombak Emas yang memiliki aura kuat muncul di tangan Tian Feng.


Xin Zin sangat terkejut melihat kemunculan tombak emas di tangan Tian Feng, dia bisa merasakan pancaran energi dari tombak tersebut, "Siapa Manusia ini, kenapa dia bisa memiliki pusaka sekuat itu?" batin Xin Zin.


Karena minimnya informasi yang ia dapatkan dari Carolus, Xin Zin sama sekali tidak mengetahui jika sosok di hadapan yang akan ia hadapi itu adalah sosok yang selama ini sudah membuat Organisasi Bintang Hitam selalu dilanda rasa ketakutan.

__ADS_1


"Semuanya, jangan biarkan satu orangpun hidup, habisi mereka semua..!" seru Xin Zin kemudian dia melapaskan energinya sekaligus berubah wujudnya ke wujud Dewa.


"Guru Yao sekarang waktunya!" kata Tian Feng kemudian sebuah cahaya keluar dari dalam Cincinnya dan sesosok tubuh berkabut turun dan berdiri dihadapan kelompok Tian Feng.


"Sosok Spiritual?"


Xin Zin jelas terkejut melihat kemunculan sosok manusia yang hanya berwujud dalam bentuk Spiritual saja, namun pancaran kekuatan yang di miliki oleh sosok Spiritual tersebut berada di tahap Dewa Biasa.


Walau sebelumnya Tian Feng sudah memberitahukan akan kemunculan Yao Shan nantinya yang akan membantu mereka, namun tetap saja mereka masih terkejut karena orang yang di maksud oleh Tian Feng ternyata bukanlah manusia.


"Ha...hantu...!" teriak salah satu dari mereka.


Kedua kelompok kini sama-sama mefokuskan pandangan mereka kearah Yao Shan yang mereka anggap sebagai hantu, namun Yao Shan dengan sigap mengingatkan kelompok Tian Feng jika dirinya muncul untuk membantu mereka.


Pada akhirnya mereka tidak lagi merasa takut dan segera melakukan rencana yang sudah di jelaskan oleh Tian Feng, sedangkan di udara Tian Feng dan Xin Zin juga sama-sama maju dan secara bersamaan membenturkan tombak dengan ekor sehingga membuat guncangan keras dan gelombang kejut di udara.


Tian Feng dalam wujud Dewa Bumi dan Xin Zin dalam wujud siluman serta wujud Dewa Langit kembali saling serang, semakin lama pertarungan mereka semakin naik ke langit sehingga pertarungan mereka hanya bisa didengar dengan suara serta cahaya yang berbenturan oleh mereka yang berada di bawah.


Xin Zin memberikan serangan tusukan beruntun dengan ekornya kearah Tian Feng, sedangkan Tian Feng menahan semua serangan dari ekor tersebut dengan Tombaknya yang terus menerus dialiri petir merah.


"Apakah kamu hanya bisa menyerang dengan ekor mu saja? Jika memang kamu tidak memiliki keahlian yang lain lagi, maka kamu bukanlah lawanku!" kata Tian Feng sehingga membuat Xin Zin sangat geram dan matanya dipenuhi dengan kemarahan yang memuncak.


"Jangan merasa senang dulu Manusia! Baiklah jika kamu ingin melihat akan wujud asliku!" kata Xin Zin kemudian dia menutupi seluruh tubuhnya dengan energi hitam.


Tubuh Xie Zin yang sudah terbungkus keseluruhan oleh energi hitam yang berbentuk bola kini mengambang di langit membuat seluruh awan hitam berkumpul dan badai angin mulia berhembus sangat kencang.


Tian Feng sendiri juga mengangkat Tombak nya ke atas dan pusaran awan hitam yang disertai dengan petir merah kini mulai berkumpul dan menyatu dengan tombak emas di tangan Tian Feng.


"Xian, apakah dengan kemampuan saat ini sudah bisa menggunakan setengah dari kemampuan Tombak ini?" tanya Tian Feng yang masih mengarahkan tombaknya pusaran awan hitam.


"belum bisa Tian, walau kamu sudah memiliki kemampuan Dewa, namun itu masih belum cukup, jadi jangan memaksa!" jawab Xian.

__ADS_1


"Hehehe... Aku ini bertanya, lagi pula aku sudah bukan Tian yang dulu, jadi aku tidak akan bertindak gegabah lagi!" kata Tian Feng.


"Tenyata setelah memiliki istri dan akan menjadi seorang ayah, pikiranmu juga mulai lebih pintar!"


Tian Feng hanya tersenyum tipis kemudian sebuah petir merah besar langsung muncul dan menghantam ujung tombak nya. Petir merah yang menutupi seluruh tubuh Tian Feng juga bercampur dengan aura emas dari Api Teratai Buddha Emas sehingga kemampuan Tian Feng setara dengan Xin Zin.


Disaat yang sama, bola energi hitam yang menyelimuti tubuh Xin Zin juga memudar dan sosok kalajengking besar berwarna hitam menampakkan wujudnya, kedua capit besar membuka tutup capitan nya seperti capit kepiting yang ingin menjepit makanan.


Bulu-bulu hitam halus juga terlihat disetiap enam kakinya dan ekornya kini juga mengeluarkan cairan hitam yang lebih banyak dari sebelumnya.


"Ternyata kamu hanya merubah wujud ke bentuk aslimu saja, aku pikir kamu akan berubah menjadi apa?" kata Tian Feng dengan tatapan mata merah yang mengeluarkan asap merah keemasan.


Xin Zin dalam wujud kalajengking sebenarnya juga sama terkejutnya saat merasakan tekanan kuat dari Tian Feng, belum lagi petir merah yang menutupi tubuh Tian Feng serta Aura emas yang panas membuat kulit tebal Xie Zin seperti mau matang, pusaran awan hitam juga menambah tekanan yang membuat Xin Zin mulai merasa ragu untuk tetap maju.


Masalahnya semua sudah terlanjur terjadi, mau mundur sekalipun juga sangat mustahil, jadi jalan satu-satunya adalah tetap maju bertarung, dengan wujud kalajengking kali ini, Xie Zin sudah memiliki kekuatan fisik dan juga pertahanan dua kali lebih kuat dari sebelumnya.


Xin Zin segera mendekatkan ekornya ke arah kedua capit tangan dan kemudian cairan hitam segera berkumpul di kedua capit besar tersebut. Xin Zin tidak lagi memikirkan apa-apa lagi, yang ada di pikirannya saat ini hanya menyerang dengan seluruh kemampuan besar yang ia miliki.


Melihat Xin Zin yang mulia bergerak maju dengan gumpalan cairan hitamnya yang sudah berkumpul di capitnya, Tian Feng juga mengarahkan ujung tombaknya dan kemudian dia melesat dengan petir merah menyala serta aura emas yang sangat panas dan tekanan dari pusaran awan hitam.


Disaat yang sama, gumpalan cairan hitam milik Xin Zin menyebar kemudian menutupi seluruh capitnya, energi kuat melonjak dan kemudian Xin Zin membuka capit nya dan berniat menjepit tombak Tian Feng sekaligus akan menggunakan capit satunya untuk menjepit leher Tian Feng.


Satu capit kanan Xin Zin berhasil menjepit ujung mata tombak Tian Feng, hal itu membuat Tian Feng setengah terkejut karena sebelumnya belum pernah ada satu makhlukpun yang berhasil bertahan dari serangannya, bahkan Xin Zin bisa bertahan dari sambaran petir merah yang mulia menghantam kulit capitnya.


Tekanan kuat yang biasanya juga bisa menekan lawannya juga mampu di tahan oleh Xin Zin, ini untuk pertama kalinya bagi Tian Feng menemukan lawan yang mampu menahan serangan pamungkas yang sudah membunuh banyak lawan hebat.


Walau terlihat mampu bertahan, namun sebenarnya Xie Zin juga tidak mampu menahan sakitnya dari sengatan sambaran petir, dia banh berusaha bertahan dengan sekuat tenaga lalu dengan serangan satu capit dan ekornya.


Melihat ekor tajam dan satu capit besar hampir mengenai tubuhnya, Tian Feng langsung melepaskan Api Teratai Buddha Emas nya dengan kekuatan besar, dalam sekali lepas badai Api emas langsung menyebar di langit membuat seluruh awan hitam berubah menjadi emas yang sangat panas.


Xie Zin terkejut saat merasakan api yang sangat panas mulai membuat kulitnya mulai berubah kemerahan, panas yang melebihi panas api pada umumnya membuat Xie Zin berteriak keras namun dengan suara deringan yang manakutkan, hal tersebut tidak di sia-siakan oleh Tian Feng, dia segera menghujamkan ujung tombaknya saat capitan Xie Zin mulai terlepas.

__ADS_1


"Dengan ini berakhir sudah..!" tangisan Tian Feng yang disertai dengan dorongan kuat dari kekuatan pusaran awan serta petir merah segera merobek kulit Xie Zin yang keras dan mata Tombaknya menebus perut Xie Zin.


__ADS_2