Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Dunia Dimensi Hampa


__ADS_3

"Kalau ada satu kata yang bisa di ucapkan dengan sebuah kalimat, semuanya akan aku katakan jika tidak ada yang kuat ataupun yang lemah, semuanya akan berakhir dalam ketiadaan jika tidak memiliki kemampuan berpikir yang tepat!"


"Satu kata yang sulit dalam sebuah kalimat! Apakah maksudnya adalah sebuah ucapan yang mungkin memiliki rahasia alam, atau sebuah bahasa yang memiliki makna akan sebuah kalimat yang lain? Ini sedikit sulit karena setiap kalimat pasti memiliki makna tertentu!" kata Ho Chen yang berusaha memecahnya.


"Kalau menurutku mungkin sebuah penyampaian sesuatu akan sebuah pemahaman, ya mungkin akan seruan atau sebuah pencerahan dari sesuatu seperti guru, orang Tua atau mungkin dari para Dewa atau para Buddha!" kata Xu Lian.


"Kamu memang memiliki pemikiran yang hebat, sepertinya kejeniusan Raja Naga Suci Kuno di wariskan padamu!" kata Ho Chen kemudian kembali melanjutkan perkataannya.


"Pemahamanmu cukup masuk akal Xu Lian, dan sepertinya maksud dari Satu kata yang dalam sebuah kalimat adalah sebuah pencerahan dari pembimbing! Emm...? Apakah artinya harus menemui sang Buddha dulu agar bisa mendapatkan pencerahan?" ucap Ho Chen.


Tian Feng dan Singa Emas hanya bisa mendengarkan keduanya yang masih berusaha mengartikan setiap kalimat, terlebih lagi Ho Chen yang sejak awal sama sekali tidak mengerti sehingga terpaksa hanya menjadi pendengar dan akan menunggu hasil akhirnya.


Jika di berikan pilihan antara berlatih dan berpikir, Tian Feng akan lebih memilih untuk berlatih secara fisik, dan itu tidak akan membebani pikirannya.


"Tian, biar aku memperlurus cara pikir mereka!"


Tian Feng yang masih mendengarkan Ho Chen dan Xu Lian sedikit terkejut saat suara kembaran jiwanya berbicara dalam Alam Jiwa.


Tian Feng mengangguk kemudian kembaran jiwanya kembali menyatu dengan Tian Feng lalu memotong pembicaraan Ho Chen dan Xu Lian.


"Sebuah kalimat yang bisa diutarakan adalah makna dari sebuah ilmu pengetahuan, tidak semua yang kita ketahui dapat kita jelajahi selain menemukan sang penunjuk jalan!" kata Tian Feng yang tiba-tiba saja memotong mereka.


Ho Chen dan Xu Lian terkejut mendengar Tian Feng berbicara dengan bahasa yang sedikit rumit, seolah-olah dia telah menemukan pencerahan akan arti kalimat yang pertama.


"Apa maksudmu Tian?" tanya Ho Chen.


Tian Feng tersenyum kemudian dia melebarkan kelima jarinya dan kembali berbicara.


"Lima jariku ini adalah sebuah perumpamaannya, coba kalian bayangkan sendiri, bagiamana mungkin tangan yang memiliki masing lima jari ini bisa di gerakkan sendiri tanpa adanya perintah dari hati dan pikiran, apakah menurut kalian bisa?" tanya Tian Feng.


Ho Chen merenung sesaat sedangkan Xu Lian justru tersenyum lebar kepada Tian Feng kemudian berbicara padanya, "Kalau kamu sudah tahu sejak awal, kenapa baru kali ini kamu mengatakannya? Andai sejak awal kamu memberi tahu kami, maka kami tidak perlu repot-repot mengartikan kalimat yang pertama!" kata Xu Lian.


"Hem? Apakah kamu memahami sesuatu?" tanya Ho Chen.


"Iya, sebenarnya maksud Tuan Tian adalah, untuk bisa mencapai tahap Rana Ilahi, cara pertama harus memiliki pembimbing yang mengetahui cara untuk naik ke tahap itu, tidak mungkin bagi kita untuk bisa mencapai tahap tersebut tanpa ada guru yang ahli, nanti guru tersebut akan menyampaikan cara untuk naik ketahap Rana Ilahi, dan itulah yang dimaksud dengan kata, "Kalau ada satu kata yang bisa di ucapkan dengan sebuah kalimat!" kata Xu Lian.


"Ternyata kamu lebih cerdas dari yang aku pikirkan Tian!" kata Ho Chen.


Ho Chen jelas tidak akan menyadarinya jika saat ini yang ada di hadapannya adalah dua jiwa yang menyatu, karena itu Tian Feng bisa memecahkan kalimat tersebut karena pada dasarnya kembaran jiwanya memang mengetahuinya.

__ADS_1


Kembaran jiwa Tian Feng yang masih misterius itu sebenarnya berniat sedikit membantu Tian Feng dan Ho Chen agar sedikit memahaminya, hanya dengan petunjuk pertama saja, maka Tian Feng dan Ho Chen akan sangat mudah untuk melanjutkan sisanya.


"Jika demikian, jalan satu-satunya adalah pergi ke Nirwana untuk menemui Buddha, hanya dia satu-satunya yang bisa memberikan bimbingan kepada kita!" kata Ho Chen.


"Kalau begitu kita pergi sekarang ke sana!" ajak Xu Lian.


"Tidak perlu..!"


!?"


Ho Chen, Xu Lian, Raja Singa Emas menoleh ke sumber suara yang tiba-tiba saja terdengar di tengah-tengah obrolan mereka, sedangkan Tian Feng dalam diam hanya tersenyum tipis kemudian menutup matanya seolah menyadari jika ada sosok lain yang sedang mengamati mereka.


"Aneh, yang tadi itu suara siapa? Kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaan siapapun?" tanya Xu Lian.


"Suara ini? Senior Zhi Shan, apakah itu anda?" tanya Ho Chen yang sedikit mengingat suara pria sepuh yang belum menampakkan dirinya.


"Hahaha... ternyata kamu masih mengenali suaraku!" kata suara tersebut kemudian butiran debu cahaya putih mulai berdatangan dari berbagai arah lalu berkumpul menjadi satu bola cahaya besar hampir seukuran tubuh Manusia.


Cahaya tersebut mulai membentuk sesosok tubuh transparan sebening kaca setelah itu sosok tersebut turun secara perlahan kemudian mendarat tepat di hadapan mereka semua.


"Zhi Shan! Ternyata itu benar-benar dirimu, sudah lama kita tidak bertemu, lalu kenapa Energi kekuatanmu juga menurun?" kata Tian Feng yang masih menutup matanya.


Tian Feng tersenyum kemudian mulai membuka matanya dan menatap Zhi Shan.


"Kau muncul disini pasti memiliki rencana yang sama denganku, hanya saja aku curiga apakah kamu sudah memberitahu dia akan apa yang akan terjadi di masa depan?" kata Tian Feng.


"Tunggu, maaf sebelumnya Senior Zhi Shan, kenapa anda memanggil Tian dengan nama Zhi Tian? Dan kamu Tian, kapan kamu bertemu dengan Senior Zhi Shan?" tanya Ho Chen.


Xu Lian dan Singa Emas yang merasa kebingungan hanya bisa mematung melihat sosok Zhi Shan yang tubuhnya terlihat seperti kaca bening, ini pertama kalinya mereka melihat sosok misterius ini sehingga mereka merasa sangat aneh saja.


"Ho Chen, bukankah sebelumnya sudah aku katakan padamu jika tidak lama lagi akan ada tiga sosok lain yang akan memiliki kekuatan Rana Ilahi, dan salah satu adalah muridmu ini!" kata Zhi Shan.


"Saya ingat itu, tapi kenapa anda memanggilnya Zhi Tian?" tanya lagi Ho Chen.


"Iya karena dia akan memiliki kekuatan Rana Ilahi, dan saat ini yang ada dihadapanmu sebenarnya adalah dua sosok yang menyatu, dan satu sosok adalah sebuah jiwa Spiritual Tian Feng dari masa depan, dia adalah Zhi Tian Feng!" jawab Zhi Shan.


Kata "Zhi" sebenarnya adalah julukan bagi mereka yang berhasil mencapai tahap Rana Ilahi serta memiliki gelar sebagai Kesatria Nirwana, walau dalam bahasa yang benar bukan "Zhi" melainkan "Shi" atau lebih tepatnya "Qishi" (Kesatria) dan kata awal "Zhi" adalah gabungan dari kedua kekuatan sebagai pemilik kekuatan yang Fana.


"Jadi... jadi kamu...!?" Ho Chen benar-benar terkejut setelah mengetahui jika ternyata jiwa dari masa depan Tian Feng juga ada bersama mereka dan sekarang menyatu dengan tubuh Tian Feng.

__ADS_1


"Benar sekali senior Ho Chen, maaf jika aku memanggilmu senior dan bukan guru, karena kata ini sebenarnya kamu sendiri yang memintanya nanti saat kita sudah sama-sama berada di tahap yang sama!" jawab Tian Feng.


"Aku.. tahap yang sama?" Ho Chen tidak mengerti maksud perkataan Tian Feng.


"Hem..? Apakah kamu belum memberitahu dia?" Tian Feng bertanya kepada Zhi Shan.


"Belum, aku hanya memberitahukan dia akan dirimu dimasa depan!" jawab Zhi Shan.


"Tuan Ho Chen, berarti anda juga akan menjadi salah satu dari Kesatria ini? Ini sungguh sangat mengejutkan sekali!" kata Singa Emas.


"Tepat sekali Singa Emas, senior Ho Chen juga salah satu dari kami bertiga, namun Zhi Shan tidak termasuk karena dia bukan manusia seperti kami, hanya saja aku masih bingung, kenapa senior Zhi Ho tidak datang menyusul kita kesini?" kata Tian Feng seraya mengelus dagunya.


"Siapa itu Zhi Ho?" tanya Ho Chen.


Tian Feng menatap Ho Chen kemudian dia mendekatinya seraya menjawab, "Senior Zhi Ho adalah guruku, atau lebih tepatnya adalah dirimu Senior!" jawab Tian Feng.


"Zhi? Zhi Shan, Zhi Tian, dan Zhi Ho? Satu adalah bentuk dari energi cahaya dan akan serta dirimu adalah manusia, lalu siapa yang satunya lagi? Apakah dia adalah Xu Lian?" kata Ho Chen yang sebelumnya menduga jika salah satu dari tiga sosok yang akan mencapai tahap Rana Ilahi adalah Xu Lian.


Anggapan Ho Chen diperkuat dengan keyakinannya, sebab kekuatan Xu Lian sendiri sudah mencapai Puncak Rana Agung, dan terlebih lagi dia sangat cerdas melebihi dirinya.


"Hanya tiga sosok saja yang seluruhnya adalah manusia, jangan menghitung yang berasal dari Ras lain karena pada dasarnya Ras Naga Suci Kuno memang memiliki kekuatan yang meningkat secara alami!" jawab Zhi Shan yang artinya jika Xu Lian dan dirinya tidak termasuk dalam hitungan.


Ho Chen akhirnya mengerti akan semuanya, walau dia sendiri sempat terkejut karena sudah mengetahui jika dirinya juga memiliki kesempatan untuk mencapai tahap Rana Ilahi dan akan memiliki nama panggilan Zhi Ho, namun sekarang dia masih penasaran akan satu sosok lagi yang belum dijelaskan akan siapa sosok satu lagi tersebut.


"Ho Chen, karena jiwa masa depanmu tidak ada, biarkan aku yang akan menuntun dirimu, sesuai janjiku padamu saat pertemuan kita beberapa bulan yang lalu jika aku akan membantu dirimu agar bisa mencapai puncak Rana Agung, setelah itu kalian bisa bersama-sama untuk naik ketahap berikutnya, namun yang jelas kalian akan berlatih di tempat lain yang memiliki waktu lebih lambat mengingat waktu yang dimiliki oleh Tian untuk bertarung di Galaxi merah sudah dekat!" kata Zhi Shan.


"Zhi Shan, aku tidak bisa terus menerus menyatu dengan tubuh ini, jadi aku serahkan semuanya padamu, dan nanti jika sudah tiba waktunya, maka aku akan benar-benar menyatu dengan tubuh ini!" kata kembaran Tian Feng.


"Baik, serahkan semuanya padaku Zhi Tian!" jawab Zhi Shan dan Tian Feng mengangguk pelan setelah itu jiwa Spiritual Zhi Tian kembali ke Alam Jiwa.


"Kalian tunggu saja disini, aku akan pergi membawa berdua menuju ke Dimensi Hampa untuk berlatih, mungkin akan butuh waktu sekitar lima sampai enam bulan bagi mereka untuk kembali!" kata Zhi Shan kepada Xu Lian dan Singa Emas.


"Tidak, saya akan membawa Xu Lian!" kata Tian Feng.


"Tidak bisa Tian, kamu tidak boleh membawa siapapun selain dirimu dan Ho Chen!" jawab Zhi Shan.


"Tenang saja Senior, walau saya akan membawanya, namun saya akan memasukkan Xu Lian ke Dunia Dimensi Obat agar bisa menemani Putri saya!" kata Tian Feng.


"Terserah kamu saja!" kata Zhi Shan.

__ADS_1


Akhirnya Xu Lian yang diijinkan untuk tetap mengikuti Tian Feng segera dibawa oleh Tian Feng ke Dunia Dimensi Obat, dan setelah menitipkan Istana Gunung Tingsan kepada Singa Emas, Zhi Shan membawa pergi Ho Chen dan Tian Feng pergi ke Dunia Dimensi Hampa untuk berlatih.


__ADS_2