
Suara gemuruh keras yang disertai dengan hembusan badai angin membuat semua pasukan dari kedua belah pihak tertegun sejenak sebelum akhirnya mereka semua melihat kemunculan tubuh tiga sosok bercahaya yang saat ini sudah berada di atas mereka semua.
Tidak ada satupun aktivitas pertarungan akibat kemunculan tiga sosok bercahaya tersebut, semua pasang mata hanya difokuskan kepada mereka bertiga, dua diantaranya memang sudah dikenal, namun sosok yang satu lagi tidak terlalu mereka kenal, kecuali beberapa Dewa saja.
"Bukankah itu adalah Chinmi, dia itu adalah reinkarnasi Buddha Rulay yang saat ini sudah menjadi menantu Kaisar Kegelapan itu bukan, kenapa dia juga bersama dengan Dewa Ho Chen dan Dewa Sesat?"
Sebagian dewa yang mengenali sosok bercahaya yang satunya mulai bertanya-tanya, sebab mereka sudah tahu jika sosok tersebut adalah menantu Kaisar Kegelapan.
Sosok yang saat ini sudah berhasil menggabungkan seluruh kekuatan kegelapan serta menyatukan dua tubuh juga mulai terlihat ragu setelah melihat ketiga sosok yang baru muncul dan berdiri di udara agak jauh darinya.
Sosok tersebut dapat merasakan pancaran kekuatan besar di masing-masing ketiga sosok tersebut.
Walau saat ini dia sudah menyerap lebih dari setengah kekuatan kegelapan serta menggabungkan dua tubuh menjadi satu, namun kemampuan mereka saat ini belum mencapai awal Rana Ilahi Tahap 1, namun setidaknya mereka sudah mampu melebihi kekuatan setengah langkah Rana Ilahi.
"Akhirnya mereka benar-benar datang dan turun tangan sendiri, tapi kenapa ada tiga, bukankah seharusnya ada dua saja?" gumam sosok tersebut.
Sebenarnya mereka memiliki kepercayaan diri karena memiliki teknik rahasia yang disebut sebagai "Segel Penyatuan Kegelapan - Tahap Rana Ilahi." Belum lagi mereka sebenarnya menunggu bantuan yang seharusnya datang jika dua sosok berkekuatan Rana Ilahi itu juga ikut turun tangan, bantuan tersebut adalah bantuan dari para kembaran mereka yang tidak lain adalah para Penjaga Kembar.
Dua sosok tersebut sebenarnya adalah dua diantara kelima Belas Penjaga Kembar Energi Hitam, hanya saja mereka adalah yang paling akhir, yaitu keempat belas dan kelima belas, karena itu kemampuan mereka berada di awal Rana Agung.
"Aura mu hampir sama dengan aura keempat sosok yang kita habisi tadi di Galaxy Hitam, hanya saja yang sedikit lebih kuat dari sebelumnya, apakah kamu juga salah satu dari Lima Belas Penjaga Kembar itu?" tanya salah satu sosok bercahaya itu.
"Kenapa kamu bisa mengetahui kami Penjaga Kembar? Siapa kamu sebenarnya?" tanya sosok tersebut yang terkejut setelah salah satu sosok bercahaya itu mengetahui akan penjaga kembar.
"Ternyata memang benar jika kamu salah satunya! Baiklah tidak perlu basa-basi lagi, karena sekarang kalian berada disini, maka kalian tidak perlu kembali ke dunia kalian!" kata sosok tersebut kemudian dia mengeluarkan Tombak emasnya.
"Junior, biarkan aku yang mengurusnya, lagi pula kita juga butuh informasi darinya akan siapa itu yang disebut sebagai Lima Belas Penjaga Kembar serta apa hubungannya mereka dengan Galaxy kembar, jadi aku ingin dia tetap hidup!"
"Apakah senior yakin?"
"Tentu saja, lagi pula jika kamu yang menghadapinya, aku yakin kamu pasti akan langsung melenyapkannya, karena itu biarkan saja aku yang menghadapinya!"
__ADS_1
"Tian, serahkan saja padanya, dan kita berdua sebaiknya mengurus mereka saja!"
"Hem.. baiklah!"
"Terima kasih!"
Setelah berkata demikian, sosok tersebut langsung menghilang dan muncul lagi seperti hantu di hadapan sosok Penjaga Kembar.
"Berhati-hatilah Chinmi!"
Chinmi menoleh ke arah sumber suara yang memperingatkannya kemudian dia mengangguk dan kembali menatap ke arah Penjaga Kembar yang langsung siaga setelah Chinmi muncul dihadapannya.
"Sekarang lawanmu adalah aku!" kata Chinmi kemudian dia melepaskan aura Kegelapan yang sangat besar sehingga seluruh langit menjadi sangat gelap.
"Kekuatan Kegelapan? Kenapa kamu memiliki kekuatan kegelapan? Apakah kamu adalah sosok yang dicari oleh Yang Mulia Zhi Yin?" tanya Penjaga Kembar saat melihat kekuatan Kegelapan Chinmi.
"Kalian melaksanakan sebuah tugas tapi tidak tahu akan detail tugas kalian sendiri, sungguh makhluk-makhluk yang sangat bodoh!" kata Chinmi kemudian dia mengeluarkan pedangnya.
Chinmi tersenyum tipis melihat rantai hitam yang bergerak ke arahnya, rantai tersebut seperti dua ular yang berlari mengejar mangsa, namun Chinmi dengan sebilah pedangnya yang putih dapat dengan mudahnya memotong ujung rantai tersebut hingga hancur.
Melihat serangannya dapat dipatahkan dengan mudah oleh Chinmi, Penjaga Kembar itu memunculkan rantai lebih banyak lagi, dan kali ini di setiap ujung rantainya memiliki senjata tambahan, ada yang berupa sabit hitam, Palu hitam, Bola logam hitam yang juga memiliki duri yang sangat runcing dan masih banyak lagi jenis senjata tambahan lainnya.
Penjaga Kembar dengan lihainya menggerakkan semua rantai tersebut dan menyerang ke arah Chinmi, setiap ujung senjata mengeluarkan kabut hitam yang terus merembes seperti sebuah senjata beracun, namun sebenarnya tidak ada racun.
Kabut hitam tersebut adalah sebuah energi yang akan mampu melenyapkan jiwa Spiritual, dan jika sampai terkena senjata itu, bisa dipastikan jika orang yang terluka itu akan mengalami dua luka sekaligus, yaitu luka tubuh serta jiwanya.
Hanya saja Chinmi lebih mengetahui akan kekuatan kegelapan tersebut sehingga dia dengan hanya mengandalkan sebilah pedangnya mampu mematahkan setiap serangan Penjaga Kembar.
Pertarungan antara Puncak Rana Ilahi Tahap 1 melawan kekuatan yang belum mencapai awal Rana Ilahi Tahap 1 sudah membuat Kahyangan seperti mau runtuh.
Bagi kedua sosok yang bertarung hanya merasakan jika pertempuran mereka seperti layaknya pertarungan biasa, namun sebenarnya efek dari pertarungan mereka sudah membuat kehancuran yang sangat parah.
__ADS_1
Dua sosok lainnya yang tidak lain adalah Tian Feng dan Ho Chen memperhatikan pertarungan Chinmi melawan Penjaga Kembar itu, mereka bisa melihat jika Chinmi sama sekali tidak kesulitan menghadapi Penjaga Kembar, alasannya mungkin karena kekuatan Penjaga Kembar itu adalah kekuatan kegelapan yang sama dengan dirinya sehingga dia sangat mengetahui kelebihan dan kekurangan lawannya.
"Dewa Ho Chen dan Dewa Sesat, senang bisa melihat kalian lagi disini!" Raja Agung Barat datang menyapa kedua sosok yang sudah pernah bertemu dengannya di Istana Naga Laut Utara.
"Dewa Raja Agung Barat Guang Mu, maaf telah menyusahkan Dewa!" kata Ho Chen.
"Hahaha.. Dewa ini bicara apa? Aku sama sekali tidak merasa disusahkan dengan hal semacam ini, lagi pula melindungi Kahyangan juga menjadi tanggung jawab kami sebagai Raja Agung!" jawab Guang Mu.
Ketiga Raja Agung jelas belum terlalu mengenali Ho Chen dan Tian Feng, namun jika nama Ho Chen sebagai Dewa Pelindung Alam Semesta, mereka sudah pernah sedikit mendengarnya, namun jika bertemu secara langsung, ini baru pertama kalinya mereka bertemu, hanya saja untuk Dewa Sesat Tian Feng, mereka bertiga sama sekali tidak mengetahuinya.
Melihat Guang Mu berbicara seperti itu kedua sosok berkekuatan Rana Ilahi itu, seperti Guang Mu memang mengenalnya, namun mereka tidak memiliki waktu untuk menanyakan atau berkenalan kepada kedua sosok tersebut yang memiliki kemampuan jauh lebih tinggi dari mereka bertiga, karena saat ini kurang dari sebagian pasukan Kegelapan masih bertarung melawan para Prajurit Istana.
"Dewa, maaf sebaiknya kita lanjutkan nanti saja ngobrolnya, sekarang kami harus membereskan kekacauan ini dulu!" kata Ho Chen.
"Kalau begitu baiklah, nanti kita lanjutkan lagi perbincangan kita setelah peperangan ini selesai!" jawab Guang Mu.
Ho Chen mengangguk kemudian dia melihat kearah Chinmi sesaat yang terlihat lebih unggul dari Penjaga Kembar itu kemudian memperhitungkan para pasukan yang bertempur di mana-mana.
"Ayo Tian, kita selesaikan semua kekacauan ini dengan cepat!" ajak Ho Chen.
Tian Feng tersenyum lebar kemudian matanya mulai bersinar terang serta aura yang sangat menakutkan juga terpancar dari tubuhnya.
Dengan tatapan tajam dan buas yang dipenuhi oleh hawa panas serta aura bertarung yang besar, Tian Feng langsung berubah menjadi debu cahaya dan disusul oleh Ho Chen.
Keduanya sama-sama menyebarkan debu cahaya mereka sehingga hampir seluruh Kahyangan tertutup oleh debu yang berkilauan.
Debu yang sudah menyebar kini mulai menghinggapi setiap tubuh para prajurit Kegelapan, dan setiap kali debu itu mengenai tubuh mereka, walau hanya sebutir saja, tubuh para prajurit Kegelapan akan mengeluarkan kabut hitam kemudian tubuh mereka akan terbakar dengan sendirinya.
Hanya saja kilauan debu yang tak terhitung jumlahnya itu sama sekali tidak melukai para pasukan langit ketika tubuh mereka dihinggapi oleh debu-debu tersebut, yang ada mereka justru merasakan jika energi mereka yang sudah terkuras kini kembali pulih seperti sedia kala.
"Sungguh energi besar yang unik, kekuatan ini memiliki kemampuan untuk mengubah apapun menjadi apa yang diinginkan, pantas saja jika diberi nama dengan julukan Rana Ilahi, sebab kemampuan ini akan mampu menciptakan sesuatu namun juga mampu menghancurkan sesuatu, cocok nya ini diberi nama gelar "Zhi" sepertinya cocok, Hahaha!" Raja Agung Barat tertawa sendiri setelah memberikan nama untuk Ho Chen dan Tian Feng, dia jelas tidak sadar jika nama yang asal dia sebutkan adalah nama yang akan segera disebutkan oleh semua para Dewa, bahkan andai kembaran jiwa Tian Feng mau berterus terang jika sebenarnya sosok yang pertama kali memberikan nama julukan "Zhi" kepadanya ada Raja Agung Barat Guang Mu.
__ADS_1
Dan itulah asal mula nama julukan " Zhi" bagi mereka bertiga akan segera dikenal oleh semua makhluk di alam semesta