Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kekacauan diacara pernikahan


__ADS_3

Acara pernikahan anak Walikota berlangsung dengan meriah dengan menghadirkan antraksi dari pemain sirkus, belum lagi makanan yang disajikan sangat menggiurkan selera.


Hal ini sangat ditunggu-tunggu oleh Alice karena dia yakin Tian Feng pasti akan membuka topengnya saat makan.


Alice sangat ingin melihat wajah Tian Feng sekali lagi, namun dia sama sekali tidak pernah melihatnya hanya saat pertama kali bertemu saja.


"Tuan Tian! Ayo kita makan," ajak Alice.


"Aku masih kenyang!" jawab Tian Feng.


"Kenyang? Kenyang makan apa? Sejak tadi sore aku tidak melihatmu makan apapun?" tanya Alice.


Alice bukannya tidak tahu, dia hanya pura-pura tidak tahu jika sebenarnya seseorang yang memiliki kemampuan Tahap Raja Bumi keatas tidak akan mudah lapar.


Dirinya juga sama, dia hanya menyerap Chi sebagai pengganti asupan pengganti karbohidrat dan kalori.


Jika makan sekali saja, maka pendekar yang sudah mencapai tahap Raja Bumi keatas akan mampu bertahan selama berbulan-bulan, mungkin hanya minum saja yang di butuhkan agar cairan di dalam tubuh tidak berkurang.


"Tadi waktu aku baru tiba di kuil, aku sempat makan disana!" jawab Tian Feng.


"Itukan tadi sore, sekarang sudah malam dan tidak enak juga jika kita tidak makan jamuan yang sudah disiapkan untuk para tamu undangan! Jadi makan ya?" paksa lagi Alice.


"Tidak terima kasih!" Tian Feng tetap menolak.


Akhirnya Alice hanya bisa menahan rasa kekecewaan nya karena sama sekali tidak berhasil membujuk Tian Feng untuk makan agar dia berkesempatan melihat wajah Tian Feng untuk yang ke-dua kalinya.


Para tamu undangan ada yang menikmati hidangan, ada yang mengobrol dan ada juga yang melihat aksi antraksi dari para pemain sirkus.


Tidak lama setelah itu, suara gong terdengar menggema menandakan jika ke-dua mempelai akan hadir di tengah-tengah mereka.


Dan benar saja, ke-dua mempelai pengantin muncul dengan mengenakan busana merah dengan adat budaya yang ada di tempat itu.

__ADS_1


"Cantik sekali wanitanya! Jika aku menikah nanti aku ingin merayakannya dengan acara semeriah ini!" kata Alice sekaligus melirik kearah Tian Feng.


Namun Tian Feng sama sekali tidak merespon atas ucapan Alice sehingga Alice merasa sangat geram bukan main, andai tidak demi rencananya, dia ingin melepaskan satu pukulan keras ke perut Tian Feng agar Tian Feng yang cuek itu musnah jadi butiran debu.


Walikota Luwuen juga berada disamping mempelai wanita dimana mempelai wanita itu adalah calon manantunya.


"Kalian berdua berilah hormat kepada para leluhur serta kepada para tamu undangan agar kalian mendapatkan restu," kata Walikota.


Ke-dua pengantin segera memberikan hormat mereka menghadap ke papan nama para leluhur, setelah itu mereka berbalik dan berencana ingin memberikan hormat mereka kepada para Tamu undangan namun kejadian yang mengejutkan membuat semua orang yang ada disana kaget.


Seorang pemuda tiba-tiba saja melompat dan memegang lengan si mempelai wanita membuat Walikota terkejut dan menegurnya.


"Anak muda, siapa kamu? Cepat lepaskan tangan menantuku!" kata Walikota.


Si mempelai pria segera memegang tangan pemuda itu, namun tangan satu si pemuda mengeluarkan pisau dan berniat memotong tangan mempelai pria yang sudah resmi menjadi suami wanita yang ia pegang tangannya.


"Jangan coba-coba menghalangi aku! Jika tidak pisau ini akan memotong leher Zie Wen!" ancam pemuda itu sekaligus menempelkan pisau tersebut ke leher mempelai wanita.


Tian Feng melihat mata pemuda itu di penuhi dengan rasa keputusasaan dan mata yang memerah serta membengkak menandakan jika pemuda itu habis menangis.


"Shi Zian! Apa yang kamu lakukan?" tanya si mempelai wanita dengan nada sedikit takut karena pisau yang menempel dilehernya.


"Wen apakah hingga saat ini kamu masih tidak mengerti juga akan perasaan ku padamu? Sejak kecil kita bersama, dan selama 15 tahun kita selalu membagi rasa suka dan duka! Apakah selama itu kamu tidak merasakan atas sikap dan keperdulianku padamu Wen?" tanya pemuda itu.


"Kau adalah teman dan sahabat terbaik yang pernah aku miliki Zian! Selama ini aku selalu menganggap mu sebagai sahabat!" kata wanita tersebut.


"Wen..! Kau sungguh keterlaluan! Seharusnya kamu mengerti jika pengorbanan yang selama ini aku lakukan padamu adalah bentuk sebagai pengungkapan rasa perasaanku padamu! Aku ingin kamu mengerti walau hanya sedikit saja atas perasaanku ini! Tapi yang selalu ada dihatimu hanya Zhun Cai dan Zhun Cai saja!" kata Shi Zian dengan suara semakin serak.


Tian Feng tersenyum tipis mendengarnya, kini dia paham jika pemuda yang awalnya terlihat ingin mengacau ternyata adalah teman masa kecil si mempelai wanita.


Bisa simpulkan jika yang terjadi di hadapannya saat ini adalah kisah asmara yang terpendam, namun karena terlambat menyampaikan rasa perasaannya kepada teman wanitanya, kini pemuda itu berbuat nekad dan baru mengatakan isi hatinya yang selama ini dia pendam, padahal sudah tahu jika dia sudah terlambat.

__ADS_1


Tian Feng jelas tidak bisa membantu siapapun karena ini urusan perasaan, walau demikian tidak menutup kemungkinan jika pemuda itu nantinya akan lebih nekad lagi.


Bisa saja dia membunuh wanita yang ia cintai dan terakhir dia bisa bunuh diri, itu bisa terjadi karena kebanyakan orang selalu dibutakan oleh cinta sehingga akan mampu berbuat sesuatu yang bisa membahayakan orang lain serta dirinya.


"Wen jangan banyak bergerak! Kamu tenang saja jangan takut!" kata Zhun Cai selaku suaminya.


"Diam..! Berani kamu memanggil namanya sekali lagi, maka pisau ini akan mengambil nyawanya!" bentak Shi Zian.


"Zian Maafkan aku jika ternyata kamu memiliki perasaan padaku! Andai kamu lebih terbuka mungkin aku tidak akan menerima cinta Zhun Cai, tapi sekarang kamu sudah terlambat!" kata Zie Wen.


"Terlambat? Hahaha..! Bagiku tidak ada yang terlambat Wen! Jika aku membunuh Zhun Cai, maka kamu tidak akan pernah ada yang memiliki, dan akhirnya hanya aku yang bisa menikahimu!" kata Shi Zian.


Semua orang semakin ketakutan melihat Shi Zian yang mulai kehilangan akalnya.


"Anak muda! Tolong buang pisau itu sekarang! Kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik," kata Walikota berusaha menenangkan Shi Zian.


"Diam kau walikota! Kamu telah membuat wanita yang aku cintai menjadi istri anakmu, hanya karena kamu memiliki banyak uang, kamu seenaknya saja merebut cintaku!" kata Shi Zian dengan tatapan marah.


"Ini menarik sekali! Apakah dia benar-benar akan membunuh suami kekasihnya atau tidak ya?" kata Alice membuat semua orang yang mendengarnya menoleh dan menatap Alice dengan heran.


Tian Feng juga sama terkejutnya dengan perkataan Alice, dia langsung menyenggol Alice agar diam.


"Kenapa kamu menyenggolku? Apakah ada yang salah dengan kata-kata ku? Kan sudah jelas jika dia melakukan itu karena si pasangannya yang ia cintai tidak peka dan tidak mau mengerti akan pengorbanan seorang teman! Jadi menurutku sikap pemuda itu ada benarnya," kata Alice.


Tian Feng sungguh tidak menduga jika Alice akan berkata seperti itu, disamping malu Tian Feng juga merasa kesal karena kini semua tatapan semua orang terarah kepada mereka berdua.


Disisi lain Xanzi sedikit merasakan ada pancaran aura energi hitam saat Tian Feng menyenggol Alice, namun itu hanya sesaat karena Tian Feng hanya menyenggolnya sebentar saja.


Xanzi ingin Tian Feng memegang Alice sekali lagi, namun Xanzi ingin Tian Feng memegang Alice dengan waktu agak lama agar dia bisa memeriksa lebih jauh lagi.


Namun Alice menyadari dari sorot mata Tian Feng. Alice merasa Tian Feng mengetahui sesuatu saat dia menyenggolnya, Alice segera menjauh dengan alasan tidak senang dengan tatapan Tian Feng, namun sebenarnya dia ingin menyembunyikan Aura Hitam nya lebih dalam lagi agar Tian Feng tidak bisa merasakannya lagi.

__ADS_1


Kekacauan diacara pernikahan Anak Walikota membuat semua pemain sirkus dan orang-orang yang ada disana berkumpul untuk mengetahui akan apa yang sebenarnya telah terjadi, sedangkan Tian Feng menyusul Alice agar bisa memegangnya, namun ternyata Alice sudah berhasil menekan Aura Hitam nya serta menyegelnya sesaat agar Tian Feng tidak bisa merasakannya lagi.


__ADS_2