Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Energi Api melawan Darah


__ADS_3

Naomi dan Wang Dunrui sama sekali tidak terpengaruh oleh Hujan darah yang mengguyur seluruh istana, justru setiap tetesan darah yang mengenai tubuh mereka akan berubah menjadi uap dan menghilang, semua itu karena Api biru yang membungkus tubuh mereka berdua.


Keduanya kini turun di samping Wei Fang kemudian Wang Dunrui menciptakan sebuah perisai pelindung di sekujur tubuh Wei Fang.


"Terima kasih Tuan Wang!" kata Wei Fang sekaligus menangkupkan kedua tangannya.


"Hujan darah ini sungguh mengerikan!" kata Wang Dunrui memperhatikan setiap tetes hujan darah yang jatuh.


"Apakah guru bisa menggantikan hujan ini?" tanya Naomi.


Wang Dunrui mengangguk kemudian dia menatap Wen Lin yang mundur sedikit demi sedikit, "Aku serahkan dia padamu, biar aku yang menghentikan hujan darah ini!" kata Wang Dunrui.


"Serahkan saja padaku, dan Panglima, kamu seharusnya membantu yang lain saja!" kata Naomi.


Wei Fang mengangguk kemudian dia menatap Wen Lin sekaligus tersenyum lebar kepadanya, "Aku akan membantu pangeran terlebih dahulu!" kata Wei Fang kemudian dia pergi ke dalam istana untuk membantu Zhi Yei Fai menangkap Zhi Yu Zhuan.


Kini hanya tersisa Naomi dan Wen Lin saja, keduanya saling bertatap-tatapan untuk beberapa waktu kemudian Naomi menghela nafas panjang dan api biru yang membungkus tubuhnya semakin berkobar.


"Kau orang dari Toakai kenapa ikut campur masalah di Kerajaan lain? Apakah kamu tidak takut jika nanti Organisasi Bintang Hitam menghancurkan Negara mu?" kata Wen Lin yang mengandalkan nama Organisasi nya untuk menekan Naomi.


"Untuk apa aku harus takut kepada Organisasi mu, lagi pula kamu sendiri kenapa bisa berada disini? Bukankah ini sama saja, jika kamu yang jauh-jauh datang dari Jiuxi bisa datang untuk menyerang Wutong saja bisa datang, kenapa aku harus tidak?" kata Naomi.


Wen Lin berdecak kesal mendengar jawaban gadis di hadapannya, secara tidak langsung Gadis di hadapannya memang sengaja datang untuk melawan Organisasi Bintang Hitam serta menolong Kerajaan Wutong.


"Anak kecil, jangan kamu pikir karena kamu memiliki kemampuan Raja Alam aku jadi takut padamu! Ingat kamu itu masih sangat ingusan untuk melawan orang yang lebih tua serta berpengalaman seperti ratu ini!" kata Wen Lin kemudian dia mengubah seluruh kulit tangannya menjadi hitam.


"Energi Elemen logam? Hem.. Aku ingin tahu apakah logam mu sanggup menahan panasnya api ku ini?" kata Naomi kemudian dia mulai melepaskan Api biru yang lebih besar sehingga panasnya berkali-kali lipat.


Disaat yang sama di langit tepatnya di awan darah, ada semburan Api hitam yang menyebar dengan luas melebihi awan merah di udara, Api hitam tersebut adalah api milik Wang Dunrui yang membakar seluruh gumpalan awan darah sehingga hujan berhenti seketika itu juga.


Perasaan Wen Lin semakin menjadi buruk saat Hujan Darah nya berhasil di hentikan oleh Wang Dunrui, dia hanya bisa mengumpat keras kepada Carolus yang telah mengirim dirinya dengan menggunakan sihir ruang waktu untuk pergi ke Kerajaan Wutong saat Carolus merasakan panggilan dari Cincin pemberiannya.

__ADS_1


Awalnya Wen Lin merasa di atas langit karena dia tidak merasakan ada yang memiliki kemampuan di atas dirinya, namun sekarang semuanya berubah sejak Naomi dan Wang Dunrui yang muncul entah dari mana, hal ini membuat semuanya berubah karena kedatangan Naomi dan Wang Dunrui bisa membalikkan keadaan.


Andai Wen Lin memiliki ilmu sihir ruang waktu, dia pasti akan memilih kabur, hanya saja masih ada satu cara untuk bisa lolos dari marabahaya yang saat ini sedang mengancamnya, yaitu dengan meminta bantuan lewat Cincin yang di pegang oleh Zhi Yu Zhuan, namun Zhi Yu Zhuan saat ini sedang tidak bersamanya sehingga harapannya untuk bisa selamat kemungkinan sangat tipis.


"Sepertinya mustahil bagiku untuk tidak melawan gadis ini!" gumam Wen Lin kemudian dia melepaskan cadar merahnya.


Wajah Wen Lin terlihat lumayan cantik di usia yang sudah lebih dari 50 tahun, dia mengekarkan jari-jari yang sudah berubah menjadi logam hitam kemudian kuku hitam dan panjang mulai muncul, panjang kukunya lebih dari lima senti, dan setiap kali beradu suara dentingan besi yang berbenturan terdengar oleh Naomi.


Naomi hanya tersenyum tipis kemudian dia mengumpulkan energi Api biru di kedua telapak tangannya sehingga seluruh lengannya tertutupi oleh Api biru.


"Akan aku robek wajah cantikmu itu gadis kecil!"


Wen Lin segera melesat dengan kecepatan tinggi dengan menggunakan kedua cakar logamnya, dia langsung melepas serangan dari jarak dekat.


"Kuku Cakar Besi."


Wen Lin langsung menyerang dengan sangat gesit dengan kedua cakarnya yang tajam, setiap cakar yang ia lepaskan akan melepaskan energi yang mampu mengoyak apapun yang di kenainya, bahkan angin sekalipun seperti terbelah oleh cakarannya.


Oleh karena itu Wen Lin sebisa mungkin merapat diri untuk menyerang Naomi, dengan serangan cakaran yang di kombinasikan dengan serangan lain seperti tendangan dan pukulan serta serangan siku, dia merasa sudah berhasil mendesak Naomi.


Sayangnya pemikiran Wen Lin hanya bertahan sesaat setelah Naomi mencabut dua Pedang serta melapisi pedangnya dengan energi Api nya yang sangat panas.


Naomi adalah seorang kesatria Samurai wanita yang sangat lihai dalam serangan jarak dekat, tentu saja jurus pedang andalannya adalah jurus Pedang Naginata, jurus tarian dua pedang yang di kombinasikan dengan energi Api Biru membuat setiap serangan balasan Naomi berbalik menyudutkan Wen Lin.


Walau kedua lengan Wen Lin sudah menjadi sekeras logam, namun ternyata serangan jurus pedang Naginata Naomi berhasil membuat banyak goresan, bahkan Wen Lin tidak sanggup untuk melenturkan pedang Naomi karena energi Api yang menyelimutinya.


"Kamu hanya memiliki satu macam jurus dengan energi logam sebagai andalan utama saja! Bagaimana kamu bisa yakin ingin mengalahkan ku? Apakah kamu tidak berniat untuk menggunakan hujan darah lagi? Jika memang sudah tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan, maka pertarungan ini akan aku akhiri saja!" kata Naomi kemudian Api biru yang menyelimuti pedang nya berkobar lebih besar.


Nafas Wen Lin yang mulai tidak setabil memandang Naomi dengan tatapan di penuhi rasa ketidak percayaan, untuk pertama kalinya dia benar-benar dibuat tidak berdaya oleh seorang gadis muda, terlebih lagi jarak kekuatannya sangat jauh berbeda.


"Tu.. tunggu nona! Bagiamana jika kita lupakan saja masalah hari ini, aku akan menganggap ini sebagai pelajaran dan aku berjanji tidak akan menyimpan dendam kepadamu di masa depan!" kata Wen Lin yang mulai merasa takut sehingga berusaha bernegosiasi.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku percaya kepada ucapan dari anggota Organisasi Bintang Hitam seperti kamu, lagi pula melakukan negosiasi dengan ku juga percuma, andaipun kamu bisa selamat dari ku hari ini, namun di masa depan Pendekar Dewa Sesat pasti akan datang ke markas kalian di Jiuxi, jadi sebaiknya kamu bersiap saja untuk aku lelehkan," kata Naomi kemudian dia mulai merentangkan kedua Pedangnya kesamping.


Wen Lin benar-benar semakin memasang wajah buruk, ternyata rencananya untuk bernegosiasi dengan Naomi juga tidak berhasil, bahkan saat Naomi menyebutkan nama Dewa Sesat membuat Wajah Wen Lin semakin tenggelam.


Nama sosok Dewa Sesat sudah menjadi momok paling menggemparkan Organisasi Bintang Hitam, setiap kali namanya disebut akan membuat para Anggota Organisasi Bintang Hitam akan merasa ketakutan seperti mendengar Nama Dewa Kematian yang akan mencabut nyawa mereka, padahal untuk anggota baru Organisasi Bintang Hitam belum ada yang pernah bertemu dengannya, namun cukup hanya mendengar namanya saja sudah membuat wajah anggota Organisasi Bintang Hitam akan memucat.


Merasa tidak memiliki pilihan lain lagi selain melawan dengan seluruh kemampuan yang tersisa, Wen Lin kembali menggunakan darahnya untuk melawan Api Biru Naomi, walau dia tahu jika semua usaha pasti akan sia-sia saja.


"Teknik Raja Api."


"Kutukan Darah Dingin."


Seluruh suhu langsung berubah menjadi panas saat Api Biru menyebar membantuk kolam Api, sedangkan air darah seperti banjir mengalir menjadi gelombang darah yang sangat menakutkan.


Energi Api melawan Darah yang saling beradu terlihat jelas hingga keluar tembok. Semua para prajurit yang berada di luar sama-sama memasang wajah ketakutan, bahkan Wei Fang yang sudah berhasil menangkap Zhi Yu Zhuan juga membawa Zhi Yei Fai dan yang lainnya untuk segera keluar agar tidak terkena dampak kedua ilmu yang saling beradu itu.


Semua orang yang masih berada di dalam istana langsung berlarian keluar dari dalam istana, termasuk Ma Xia Li dan dua lainnya, sayangnya sesampai di luar, ratusan anak panah dan tombak segera menyambut ketiganya di luar gerbang sehingga ketiganya hanya bisa berlutut tanpa bisa melawan saat semua mata tombak dan panah menghadap kearah mereka.


Ledakan demi ledakan segera tercipta saat kedua ilmu saling membentur, tanah yang bergetar membuat retakan besar yang menjalar merusak banyak tembok bangunan istana, angin badai panas yang sangat besar membuat awan hitam berkumpul menutupi langit.


Setalah berselang beberapa saat, kolam Api biru langsung menelan gelombang darah seperti lautan api besar kemudian membakarnya dengan kobaran Api yang memiliki suhu sangat tinggi. Suara erangan teriakan Wen Lin yang di tenggelamkan di dalam kolam Api itu hanya bertahan sesaat sebelum akhirnya tidak ada lagi terdengar suara teriakan Wen Lin.


Asap tebal menutupi seluruh dalam istana, tidak ada yang tahu pasti apa yang sudah terjadi di dalam, namun Wang Dunrui bisa melihat dengan jelas dari udara.


Saat asap tebal itu menipis, yang terlihat hanya seorang gadis yang berdiri tanpa ada satu lukapun yang terlihat, bahkan pakaiannya terlihat sangat baik-baik saja, namun keberadaan Wen Lin justru tidak terlihat oleh Wei Fang.


Wei Fang dan beberapa panglima dan juga Zhi Yei Fai bergegas menghampiri Naomi yang berdiri di bekas pertarungannya, seluruh area samping istana benar-benar sudah hancur, bahkan sebagian ada yang habis terbakar.


"Kemana Wanita tadi itu?" tanya Wei Fang kepada Naomi.


Wang Dunrui juga turun dan berdiri di samping Naomi, sedangkan Naomi menyarungkan kembali kedua pedangnya seraya menjawab, "Wanita itu sudah menjadi debu." jawab Naomi membuat Wei Fang menelan ludah.

__ADS_1


"Aku harus bisa menembus ke tahap Raja Alam seperti nona Naomi!" batin Wei Fang.


__ADS_2