Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kerahkan seluruh kemampuanmu Dewa Ho Chen


__ADS_3

***


"Tian, dia benar-benar tidak memiliki celah sedikitpun!" ucap Ho Chen.


"Serahkan saja semuanya padaku, Senior cukup memberikan serangan pengalihan, walau dia sangat kuat, semua yang kuat pasti memiliki titik buta!" kata Tian Feng.


Keduanya kembali menyerang dengan menggunakan serangan kombinasi gabungan.


Sejak Zhi Yin terkena serangan tusukan tombak, dia semakin membuat pertahan kuat sehingga sama sekali terlihat tidak memiliki celah.


Menyerang serta bertahan adalah dua hal yang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi harus bertahan dari serangan yang sama kuatnya, nyatanya Zhi Yin bisa melakukannya walau sudah di serang dengan dua serangan kombinasi.


Badai energi tidak henti-hentinya berhembus di seluruh Galaxy Merah, badai yang begitu kuat mengakibatkan banyak kerusakan di beberapa bintang, namun tidak terlalu parah karena pertarungan mereka agak jauh dari bintang-bintang yang bertebaran di Galaxy Merah.


Zhi Yin benar-benar sangat kesal kepada Ho Chen, sebab Ho Chen selalu saja mengganggu konsentrasinya untuk bertarung melawan Tian Feng.


Walau serangan Ho Chen tidak terlalu memberikan dampak apapun kepada dirinya, namun tetap saja dia harus membagi konsentrasinya.


"Tahap Ilahi - Amukan Jiwa Tersesat."


Zhi Yin membuat mantra sihir kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah depan dan sekita itu juga, sebuah pusaran pintu dimensi segera muncul lalu kabut-kabut hitam yang jumlahnya sangat banyak mulai keluar.


Setiap kabut hitam tersebut memiliki wajah yang sangat seram seperti arwah penasaran yang jahat. Gigi tajam serta kuku panjang hitamnya, mereka semua menyerang Tian Feng serta Ho Chen dari segala arah.


"Badai Api Teratai Buddha Emas."


Tian Feng mengibaskan sebelah tangannya kemudian Api Emas langsung menyebar lalu berhembus menjadi badai Api yang sangat panas menyapu semua arwah yang datang ke arahnya.


"Tebasan Pedang Raja Api."


Ho Chen juga melepaskan tebasan berkali-kali, dan setiap tebasannya akan melepaskan Api Biru yang sangat panas lalu menerjang para arwah yang dilepaskan oleh Zhi Yin.


Serangan api keduanya sangat efektif untuk membakar arwah tersebut, hal itu juga sudah diperhitungkan oleh Zhi Yin.


"Rantai Pengikat Jiwa."


Zhi Yin menggunakan kesempatan ketika Tian Feng dan Ho Chen sama-sama sibuk menghalau para arwah yang terus berdatangan, dengan kecepatan gerakannya, Zhi Yin melepaskan beberapa Rantai Hitam ke arah ruang kosong dan kemudian rantai tersebut masuk ke dalamnya seperti melewati dimensi lain.


Rantai tersebut kembali muncul tepat di belakang Ho Chen yang masih sibuk melepaskan tebasan Api Birunya ke arah para arwah yang terus berdatangan dan tidak ada habis-habisnya.


Tubuh Ho Chen langsung dijerat oleh beberapa rantai hitam yang langsung mengikat seluruh tubuhnya, rantai hitam tersebut ternyata memiliki sesuatu yang mampu untuk menekan kekuatan Ho Chen sehingga Ho Chen langsung tidak berdaya untuk bergerak.

__ADS_1


Walau dia sudah berusaha untuk menggunakan Teknik Pembakaran Jiwa, namun nyatanya rantai yang mengikat tubuhnya itu seperti memiliki segel kuat yang tidak bisa dipatahkan.


Ho Chen benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa sehingga dia bisa menjadi sasaran empuk para Arwah penasaran yang mulai mendekatinya.


Tian Feng menyadari jika Ho Chen dalam bahaya, dan dengan cepat dia berpindah tempat ke hadapan Ho Chen dan setelah itu dia melepaskan Api Emas nya dengan cara meledakkan apinya sehingga menciptakan gelongbang Api panas yang langsung melenyapkan semua para arwah tersebut.


Walau semua Arwah sudah berhasil dilenyapkan, nyatanya arwah-arwah penasaran tersebut kembali bermunculan dari pusaran Pintu dimensi.


"Tahan sedikit Senior!" kata Tian Feng kemudian dia langsung memegang rantai hitam tersebut lalu mengalirkan Api Emasnya sehingga rantai tersebut mulai bergetar kemudian lilitannya mulai kendor setelah itu kembali lagi ke pada Zhi Yin.


"Terima kasih Tian, aku tidak menduga jika rantai itu memiliki segel!" kata Ho Chen.


"Walau dia adalah wanita, namun dia benar-benar sangat tangguh, sangat sulit untuk membuat dia berpisah dengan tubuh An Huang Yi!" kata Tian Feng.


"Apakah kamu juga bisa menggunakan Segel Kurungan Buddha?" tanya Ho Chen.


"Segel Kurungan Buddha? Aku tidak pernah mempelajari ilmu-ilmu Buddha, tapi aku pasti bisa melakukannya, senior beritahu saja caranya, tapi untuk apa segel itu?" tanya Tian Feng.


"Aku juga tidak yakin, namun ini juga bisa dicoba untuk menyegelnya, dengan kemampuanku saat ini, jika aku menggunakan segel itu padanya, tingkat keberhasilannya mungkin 10 dari 100, namun jika dengan kemampuanmu, mungkin tingkat keberhasilannya bisa mungkin 50 dari 100!" kata Ho Chen.


"Tidak ada salahnya kita coba, lagi pula kita harus mengulur waktu hingga Senior Chinmi kembali!" kata Tian Feng.


Ho Chen mengangguk kemudian dia menyentuh kening Tian Feng untuk mengirim cara menggunakan Segel Kurungan Buddha.


"Aku akan membuat pengalihan dan kamu bisa melepaskannya saat dia lengah!" kata Ho Chen.


"Baik, tapi Senior harus tetap berhati-hati!" kata Tian Feng.


Ho Chen mengangguk kemudian dia menatap ke arah lautan arwah yang menuju ke arahnya.


"Teknik Raja Api - Membakar Jiwa."


Tubuh Ho Chen langsung diselimuti oleh Api Biru, dan kemudian dia mengangkat pedangnya.


"Teknik Raja Api - Roh Raja Api."


Pedang Cakrawala Ho Chen juga mulai tertutup oleh Api Biru kemudian pedang tersebut bergerak dengan sendirinya menyerang para arwah penasaran tersebut.


Setiap kali pedang tersebut melewati para arwah penasaran, arwah tersebut langsung terbakar akibat terkena imbas dari hawa panas yang begitu tinggi.


Disaat Pedang Tian Feng menghalau para arwah penasaran tersebut, Ho Chen juga melesat melewati mereka semua dengan kecepatan kilat sehingga angin bekas dirinya terbang juga akan menyisakan aura panas yang mampu membakar para arwah tersebut.

__ADS_1


Ho Chen segera muncul di hadapan Zhi Yin kemudian merubah hawa panasnya kembali ke kabut putih yang sangat dingin.


"Serangga lemah sepertimu ingin menghadapi ku? Tapi baik juga, aku akan lebih dulu menghabisimu agar tidak ada lagi yang mengganggu pertarunganku dengan dia!" kata Zhi Yin sembari menunjuk ke arah Tian Feng yang saat ini sedang memejamkan matanya.


"Maaf saja, walau kamu lebih kuat dariku, namun tidak akan mudah bagimu untuk bisa menghabisiku!" jawab Ho Chen kemudian kabut yang keluar dari tubuhnya semakin tebal.


"Sungguh besar sekali rasa percaya dirimu, kalau begitu tunjukkan padaku kekuatan mu yang sesungguhnya!" kata Zhi Yin kemudian energi hitam segera mengelilingi tubuh Zhi Yin sehingga gaunnya juga ikut bergerak.


"Sepertinya aku harus menggunakan teknik itu saja agar aku sedikit bisa mengimbanginya, setidaknya aku masih bisa mengulur waktu!" batin Ho Chen kemudian dia membuat segel tangan lalu berseru keras.


"Teknik Penyatuan Lima Unsur Elemen."


Kabut tebal yang dingin langsung berputar seperti terkena angin tornado, namun putarannya hanya di tubuh Ho Chen.


Zhi Yin mengerutkan kening saat merasakan energi Ho Chen yang meningkat secara drastis, di tambah lagi pusaran kabut tersebut ternyata memiliki empat elemen yang berbeda, dan itu terlihat saat ada sedikit pusaran Api, Angin, Kabut yang merupakan elemen Air yang sudah naik ke tahap pembekuan lalu disusul oleh bebatuan yang juga ikut ditarik oleh pusaran tersebut.


"Em.. begitu, kamu berencana akan menggunakan empat elemen sekaligus, itu adalah cara yang lemah!" kata Zhi Yin kemudian dia langsung menyerang Ho Chen dengan rantai hitam nya.


Rantai hitam tersebut langsung menerobos masuk kedalam pusaran, hanya baru saja setengah masuk kedalam pusaran empat elemen, rantai tersebut langsung hancur berkeping-keping membuat Zhi Yin terkejut.


"Bagaimana bisa seperti itu?" tanya Zhi Yin sekaligus menarik kembali sisa rantainya.


"Kau boleh saja menganggap ini lemah, namun sebenarnya ini adalah teknik rahasia yang aku kembangkan sendiri, sekarang rasakanlah Kekuatan rahasia ku ini!" seru Ho Chen kemudian dia meraung dengan sangat keras.


Pusaran empat Elemen tersebut semakin kuat serta membuat banyak pecahan-pecahan batu sisa Dunia Kristal Api ikut di hisap dan kemudian pusaran empat elemen tersebut langsung masuk dalam tubuh Ho Chen.


Zhi Yin memang dapat merasakan kekuatan Ho Chen yang semakin meningkat, bahkan kekuatannya hampir memasuki awal Rana Ilahi Tahap 2 dan kemudian tangan kanan Ho Chen diselimuti oleh elemen Api Biru, dan tangan kirinya di selimuti oleh Elemen Kristal Es, di susul oleh kaki kanan yang seperti ada pusaran angin, namun itu sebenarnya adalah Elemen Angin yang menyelimuti kaki kanan Ho Chen, dan yang terakhir kaki kirinya yang juga tertutup oleh batu sebagai elemen tanah.


"Bersiaplah!" kata Ho Chen kemudian dia segera menyerang Zhi Yin dengan keempat elemen yang menyatu dengan bagian tubuhnya.


Setiap serangan yang dilepaskan akan melepaskan elemen sesuai dari serangan yang dia lepas.


Saat Tangan kanannya melepaskan pukulan tinju, maka pukulan tersebut akan melepas energi Api biru yang langsung mengarah ke tubuh Zhi Yin.


Zhi Yin ingin menepisnya, namun Ho Chen lebih dulu muncul dan memberikan tendangan kaki kirinya sehingga mampu mengeluarkan elemen tanah yang langsung menghantam pinggang Zhi Yin.


Walau Zhi Yin hanya merasakan sedikit sakit saat terkena serangan tersebut, namun Zhi Yin masih terlihat biasa-biasa saja tanpa ada luka sedikitpun dari tubuhnya.


"Kerahkan semua kemampuanmu Dewa Ho Chen!" kata sekaligus membersihkan gaunnya yang kotor karena terkena serangan Elemen Tanah.


Ho Chen sedikit kesal saat melihat Zhi Yin membersihkan gaun yang terkena serangannya, namun dia langsung kembali memberikan serangan yang memiliki gerakan lebih cepat serta akurat.

__ADS_1


Disisi lain, Tian Feng sudah mulai membentuk sebuah bola emas seukuran kepalan tangan Xihua, dan itu adalah bola emas yang nantinya akan di coba untuk menyegel Zhi Yin.


"Segel Kurungan Buddha, sudah siap!" kata Tian Feng.


__ADS_2