
***
Yuan Xia dan Lie Yie yang masih berada di dalam kamar sempat kebingungan saat merasa seperti ada beban berat di pundak mereka.
Walau mereka berada dalam ternyata Aura Pembunuh milik Tian Feng mampu menekan siapapun, bahkan orang yang berada di ruangan berbeda sekalipun terkena dampak nya.
Hanya saja tekanannya berbeda dari tekanan yang berada diluar, setidaknya Yuan Xia dan Lie Yie masih bisa bernafas.
Saat tekanan tersebut menghilang, barulah mereka bisa bernafas lega dan mereka berdua kembali mendengar suara pertarungan yang sebelumnya sempat berhenti.
"Yang tadi itu apa? Kenapa aku tadi sangat sulit untuk bergerak?" tanya Lie Yie.
"Mana aku tahu! Mungkin sedang terjadi sesuatu yang besar di luar!" jawab Yuan Xia.
Setelah beberapa saat suara pertarungan di luar semakin berkurang seperti sudah hampir selesai.
Yuan Xia memberanikan diri untuk mengintip keluar, dan setelah dia berhasil melihat, Yuan Xia hanya melihat beberapa mayat tidak jauh dari kamarnya.
"Apa yang terjadi? Apakah pertarungan sudah selesai, dan siapa yang menang?" Lie Yie yang penasaran melemparkan pertanyaan kepada suaminya.
"Sepertinya begitu!" jawab Yuan Xia namun dia tidak tahu siapa yang menang karena yang ia lihat saat ini hanya mayat para anggota kelompok Lingkaran Pisau Darah saja dan ada juga dua orang penjaga nya yang juga tergeletak tak bernyawa.
Yuan Xia dan Lie Yie segera keluar dari kamar dan melihat keseluruh ruangan yang sudah berantakan.
"Xie'er...!" Pandangan Lie Yie langsung mengarah kepada Chie Xie yang terbaring tidak sadarkan diri di samping kursi.
Mereka berdua segera menghampiri Chie Xie dengan perasaan khawatir dan panik, mereka takut telah terjadi sesuatu kepada Chie Xie, dan yang lebih mereka takuti ialah, mereka takut Chie Xie telah tiada.
Lie Yie segera mengangkat kepala Chie Xie sekaligus memanggilnya, sedangkan Yuan Xia lebih dulu memeriksa pergelangan tangan Chie Xie untuk memastikan jika Chie Xie masih hidup atau sudah tiada.
"Xie'er! Xie'er...! Bangun Xie'er!" kata Lie Yie yang menaruh kepala Chie Xie di pahanya kemudian menepuk pipi Chie Xie dengan pelan serta semakin khawatir karena Chie Xie sama sekali tidak menjawabnya.
"Tenanglah Yie'er! Xie'er baik-baik saja! Dia hanya tidak sadarkan diri saja," kata Yuan Xia.
Lie Yie merasa lega setelah mengetahui hal itu sedangkan Yuan Xia mengangkat tubuh Chie Xie dan memindahkannya kedalam kamar.
Lie Yie menjaga Chie Xie di dalam kamar, sedangkan Yuan Xia keluar untuk melihat yang ada di luar.
Sama seperti yang lainnya, Yuan Xia juga tidak mampu menahan rasa mual di perutnya saat melihat daging yang berserakan di atas tanah.
"Ini sama seperti waktu dipertandingan! Apakah ini ulah Tian?" batin Yuan Xia yang menahan mual diperutnya.
Dia masih mendengarkan suara pertarungan di depan, dan setelah sampai disana, dia masih melihat Katashi dan Katsuyuki sudah berhasil mengalahkan Pisau Bumi, sedang Zang Yang membantai para pendekar yang berusaha melarikan diri.
Untuk pertama kalinya Yuan Xia melihat penampilan Zang Yang yang sangat mengerikan, dia bahkan membantai para pendekar yang berusaha kabur tanpa rasa ragu, padahal yang ia tahu Zang Yang adalah pendekar yang baik, rendah hati dan jarang membunuh.
Namun kali ini Zang Yang terlihat berbeda, mulai dari segi penampilan dan juga karakternya yang terlihat buas bagai binatang.
"Ada apa dengan nya? Apakah Guru Zang yang sudah membunuh mereka semua?" batin Yuan Xia kemudian dia mendekati Katashi dan Katsuyuki yang berhasil menahan Pisau Bumi.
"Tuan Katashi, apakah yang membunuh mereka semua dengan kejam adalah Guru Zang?" tanya Yuan Xia.
"Bukan pejabat Yuan! Yang membunuh mereka dengan sangat sadis adalah putramu sendiri Tuan Muda Tian!" jawab Katashi dan perkuat oleh Katsuyuki yang mengangguk.
Memang perbedaan cara membunuh yang Zang Yang lakukan berbeda dengan Tian Feng, Zang Yang hanya membunuh seperti biasa, sedangkan Tian Feng membunuh dengan cara yang lebih mengerikan.
"Tian? Apakah dia sudah kembali? Lalu kemana dia sekarang?" tanya Yuan Xia sekaligus mencari keberadaan Tian Feng.
"Tuan Muda Tian sedang mengejar salah satu dari mereka yang kabur!" jawab Katsuyuki.
Yuan Xia hanya bisa menghela nafas panjang, lagi-lagi Tian Feng sudah menyelamatkan keluarganya, dan ini membuat keluarga Yuan semakin banyak berhutang Budi pada Tian Feng.
"Jangan bunuh yang satu ini! Aku ingin mendapatkan informasi darinya akan apa yang mereka inginkan dan kenapa mereka ingin membunuh ku!" kata Yuan Xia.
"Baik Pejabat Yuan, kami akan menyimpan yang satu ini untuk mu, namun aku tidak berjanji padamu! Jika putramu kembali, aku tidak yakin orang ini akan tetap hidup," jawab Katsuyuki.
__ADS_1
"Nanti aku sendiri yang akan bicara dengan Tian, tapi apakah tidak ada satupun yang mau menghentikan Guru Zang agar tidak membunuh lagi?" tanya Yuan Xia, walau Zang Yang membunuh tidak sekejam Tian Feng, namun Yuan Xia merasa tidak nyaman melihat pembantaian yang di lakukan oleh Zang Yang.
"Eee... menurut ku untuk saat ini belum bisa Tuan, seperti Guru Zang tidak akan mendengarkan siapapun kecuali muridnya sendiri yang memintanya!" jawab Katashi.
Yuan Xia akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa, dia meminta bantuan kepada Katashi untuk pergi ke kediaman Wei Fang agar segera membantunya.
"Maaf Tuan Yuan, tapi aku tidak tahu letak rumah Panglima Wei!" jawab Katashi.
Yuan Xia menepuk jidatnya, dia lupa kalau Katashi adalah pendatang baru, "Kau bisa pergi dengan salah satu penjaga ku!" jawab Yuan Xia.
"Yang mana? sebagian penjaga sudah tiada, dan sisanya terluka!" jawab Katashi.
"Guru Zang, hentikan semua ini! Biar aku yang mengurus semuanya!"
Yuan Xia yang masih kebingungan terkejut saat melihat Wei Fang yang datang membawa sekitar ratusan prajurit bersenjata lengkap.
Zang Yang yang masih sangat menikmati pembantaian yang ia lakukan segera menoleh dan melihat Wei Fang sudah berdiri tidak jauh darinya.
"Panglima Wei! Maafkan aku, namun ini berada diluar kendaliku. Darahku seperti mendidih dan rasanya aku sangat ingin sekali membunuh!" jawab Zang Yang.
Semua para prajurit segera memblokir jalan keluar sehingga para anggota kelompok Lingkaran Pisau Darah yang hanya tersisa tidak lebih dari 10 orang saja.
"Guru Zang, apakah kamu sedang menggunakan sebuah ilmu terlarang?" tanya Wei Fang.
Zang Yang mengangguk dan mulai menjelaskan kepada Wei Fang jika dia sedang menggunakan ilmu rahasia dari perguruan Singa Emas.
Ilmu tersebut mampu membuat orang yang paling takut untuk membunuh sekalipun akan menjadi sangat bringas, namun ada resiko yang harus di terima.
Jika sampai ilmu itu tidak bisa dibatalkan dalam waktu satu hari, maka tubuh serta seluruh jiwa akan benar-benar hilang dan menjadi singa sesungguhnya.
"Ini sangat buruk! Lalu bagaimana cara membatalkan ilmu mu ini?" tanya Wei Fang.
"Aku tidak tahu! Tapi Panglima Wei, masih ada satu cara, jika panglima Wei bisa, tolong lakukan sesuatu untuk ku! Apa Panglima tidak keberatan?"
"Katakan Guru Zang, aku akan dengan senang hati membantu mu agar kamu bisa kembali seperti semula!" jawab Wei Fang.
Wei Fang terkejut mendengar hal itu begitu juga dengan Yuan Xia dan Katashi, "Ini tidak benar Guru Zang, pasti ada cara lain!" kata Yuan Xia.
"Benar sekali Guru Zang, masih ada waktu untuk mencari cara agar kamu tidak berubah, jadi aku mohon bersabarlah dan berusahalah untuk menahan ***** membunuh mu!" kata Wei Fang kemudian dia menotok beberapa titik tertentu di tubuh Zang Yang agar dia tidak bunuh diri.
"Maaf Guru Zang, tapi aku tidak mau Tian salah sangka dan menuduhku telah membunuhmu, jadi aku terpaksa menotok mu sekaligus akan mencari cara agar kamu bisa kembali seperti semula!" kata Wei Fang kemudian dia memerintahkan prajuritnya untuk membawa para anggota kelompok Lingkaran Pisau Darah yang tertangkap di masukkan ke penjara dan juga dia akan mengintrogasi Pisau Bumi.
Yuan Xia merasa lega namun juga cemas. Lega karena akhirnya semuanya sudah aman, namun dia juga cemas mengingat kondisi Zang Yang.
"Semoga Panglima Wei bisa menemukan cara menolong Guru Zang!" batin Yuan Xia kemudian dia meminta Wei Fang agar segera menyembuhkan Zang Yang.
***
"Akhirnya aku lolos juga dari pemuda bertopeng itu!" gumam Pisau Air yang sudah lari keluar dari Kota Xanhuo.
Dia menggunakan seluruh kekuatan untuk bisa lolos dari Tian Feng, ketika dia menoleh kebelakang, dia tidak melihat ada yang mengejar termasuk Tian Feng.
"Sebaiknya aku kembali ke Markas dan mengambil alih kepemimpinan Pisau Langit disana!" kata Pisau Air kemudian dia bergegas pergi kearah markasnya.
Karena Pisau Langit sudah tiada, Pisau Air berencana akan menggantikan kedudukan Pisau Langit sebagai pemimpin utama Lingkaran Pisau Darah sekaligus akan membangun ulang semuanya di atas kepemimpinan nya.
Harta yang di memiliki Lingkaran Pisau Darah sangat besar, walau markasnya berada di tengah hutan, namun hasil dari merampok juga masih tersimpan baik.
Semua harta dari hasil rampokan yang selama puluhan tahun di simpan dapat menyaingi harta kekayaan Kerajaan Wu, bahkan bisa lebih.
Pisau Langit adalah tipe orang yang sangat perhitungan dan juga tidak royal, karena itu dia membangun markas di tengah-tengah hutan dan membuat rumah di pohon agar irit biaya.
Karena itu Pisau Air berencana mengambil alih semua serta akan menguasai seluruh harta peninggalan Pisau Langit.
Tanpa Pisau Air sadari jika sebenarnya Tian Feng masih mengejarnya dan membuntuti nya. Andai dia menoleh ke langit mungkin dia baru bisa tahu jika sebenarnya Tian Feng tidak mengejarnya lewat bawah, melainkan lewat udara.
__ADS_1
Tentu saja dia tidak akan menduga jika ada pendekar yang bisa terbang, karena itu dia merasa sudah berhasil lolos dan Tian Feng tidak mengejarnya lagi karena keahlian Pisau Air adalah berlari sekaligus mengumpulkan informasi.
***
Tian Feng tetap terbang mengikuti Pisau Air, dia terus memperhatikan pergerakan Pisau Air karena dia yakin jika Pisau Air pasti akan kembali ke markas utamanya.
Sesuai tekad Tian Feng, dia akan melenyapkan seluruh kelompok Lingkaran Pisau Darah hingga tidak ada satupun yang bisa bangkit lagi.
Dengan sabar Tian Feng terus mengikutinya sekaligus memperhatikan kedapan melihat apakah berharap bisa menemukan bangunan atau markas Pisau Air.
"Kenapa dia semakin masuk kedalam hutan?"
Tian Feng mengerutkan dahinya saat melihat Pisau Air yang semakin memasuki hutan besar, dia mulai turun dan terbang sedikit rendah agar tidak kehilangan Pisau Air.
Hutan tersebut memiliki banyak sekali pohon-pohon besar dan juga rimbun, jika dia tetap terbang terlalu tinggi, bisa-bisa dia akan kehilangan Pisau Air karena pandangan nya pasti akan terhalang oleh daun dan pohon besar.
Setelah cukup lama dia terbang, akhirnya dia melihat sebuah bangunan yang berada di atas kayu, jaraknya cukup jauh, namun Tian Feng bisa melihat nya dengan sangat jelas.
"Tidak kusangka ternyata Markas mereka berada di sini! Pantas saja sulit mencari tempat mereka, sungguh sangat cerdik!" gumam Tian Feng kemudian dia segera mempercepat terbangnya untuk menghadang Pisau Air.
Di depan Pisau Air menoleh kebelakang, dia merasa jika ada orang yang terus memperhatikan dirinya serta mengikuti dirinya.
"Perasaan ku saja atau memang ada yang sedang mengikuti diriku?" gumam Pisau Air.
Berkali-kali dia menoleh kebelakang, akan tetapi dia tetap tidak melihat siapa-siapa hingga akhirnya tanpa sengaja dia menoleh sedikit keatas kemudian terkejut saat mengetahui jika Tian Feng masih berada di atasnya.
"Mustahil! Apakah pemuda ini bisa terbang? Tidak mungkin! Dia pasti memiliki ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi!!"
Pisau Air menepis pikiran sendiri jika Tian Feng bisa terbang, karena selama seumur hidupnya, dia tidak pernah mendengar ada seorang pendekar yang bisa terbang kecuali di luar Wilayah Kerajaan Wu.
Pisau Air mempercepat gerakannya namun semakin lama kerutan di wajahnya semakin keriput saat melihat Tian Feng sama sekali tidak turun atau menginjak daun agar tubuhnya tetap berada di udara.
"Dia benar-benar bisa terbang!" Pisau Air kini yakin jika Tian Feng bukan menggunakan Ilmu meringankan tubuhnya, melainkan dia sungguh-sungguh melayang di udara
Pisau Air merasa frustasi hingga akhirnya dia berhenti berlari dan menatap kearah Tian Feng yang juga berhenti terbang dan melayang di atas.
Rasa ketakutan mulai menyelimuti perasaannya, dia baru sadar jika Pisau Langit dan dirinya sekaligus semua anggotanya sudah berurusan dengan orang yang salah.
Dimata Pisau Air, Tian Feng terlihat seperti menginjak udara, dan secara perlahan-lahan Tian Feng turun tepat dihadapannya.
"Siapa kamu sebenarnya? Apakah kamu benar-benar orang dari Kerajaan ini?" tanya Pisau Air dengan lutut kakinya yang serasa lemas karena tidak memiliki tenaga akibat rasa takutnya melihat Tian Feng.
"Tentu saja aku berasal dari sini! Jika tidak kenapa aku harus repot-repot membantu Kerajaan ini untuk melenyapkan orang-orang seperti kalian?"
"Kamu bohong! Aku yakin kamu bukan berasal dari Kerajaan Wu, aku yakin kamu pasti pendatang dari Kerajaan Jiu atau mungkin dari Negara lain!" kata Pisau Air.
"Terserah kamu mau beranggapan aku dari mana! Yang jelas aku sudah menemukan lokasi markas kalian dan setelah menghabisi mu, aku akan melenyapkan semua orang-orang disana sekaligus menghancurkan markas kalian!" kata Tian Feng kemudian telapak tangannya mulai di aliri Chi.
Pisau Air tersadar dan baru menyadari jika dirinya telah terjebak, tanpa ia sadari jika dirinya sendiri yang telah menuntun Tian Feng ke markas utamanya.
Merasa tidak punya pilihan, Pisau Air akhirnya berusaha lari sebisa mungkin, namun sayang kecepatan masih jauh dengan Tian Feng.
"Singa Mengejar Bayangan."
"Kuku Singa Mencakar Angin."
Tian Feng melesat dengan kecepatan tinggi dan dia mencakar tubuh Pisau Air hingga Tian Feng mendahului tubuh Pisau Air dan berhenti dalam jarak tiga meter di hadapan Pisau Air yang kini sudah berhenti berlari.
Darah menetes dari kuku tangan Tian Feng, dan saat bersamaan, tubuh Pisau Air jatuh ketanah dan luka robek di bagian lehernya hampir membuat leher Pisau Air putus.
Pisau Air mati dengan mata masih terbuka, sedangkan Tian Feng membersihkan darah yang ada ditangannya kemudian dia meninggal tubuh Pisau Air dan pergi ke arah markas Lingkaran Pisau Darah yang sudah tidak jauh di hadapannya.
***
Selama lebih satu Minggu kedepan saya mungkin akan sibuk, karena tepat di bulan ini sudah genap setahun hari kematian ayah saya, jadi saya akan mengadakan persiapan doa, mungkin hari Minggu atau Senin, tapi saya akan tetap update tenang saja.
__ADS_1
Lagipula Jilid satu akan segera selesai dan akan lanjut ke jilid dua, mungkin tinggal belasan bab lagi "Enjoy and have fun!"