
***
Aula Istana Kerajaan Wutong saat ini mulai di penuhi banyak orang, mereka semua yang ada disana adalah para pejabat Menteri-menteri yang penasaran akan sosok Pendekar Dewa Sesat, hanya segelintir orang yang mengenalnya, dan sisanya hanya mendengar kabarnya saja.
Sebagian orang yang berada disana menatap Yuan Xia dan Tian Feng yang duduk berdampingan, sedangkan di samping Tian Feng ada Wei Fang dan Ho Chen.
Tentu saja Wei Fang yang sangat mengenal akan siapa Tian Feng, hanya dia satu-satunya orang dari pihak kerajaan yang memiliki hubungan dekat secara langsung, hal itu membuat para petinggi lainnya merasa iri kepada Wei Fang, mereka hanya menyalahkan diri sendiri yang tidak cukup beruntung karena tidak terlalu akrab dengan keluarga Yuan.
"Yang mulia, hari ini semua orang yang ingin yang mulia undang sudah hadir disini, di sini ada Tuan Muda Yuan Tian bersama gurunya, dan disana ada Tuan Louis, dia adalah kakek mertua dari istri Tuan muda Yuan Tian!" kata Wei Fang kepada Zhi Yei Fai yang duduk di singgasana dan didampingi oleh Ibu Ratu Sie.
Zhi Yei Fai bangkit kemudian dia segera memberikan hormat seraya berkata, "Suatu kehormatan bagi saya dan istana karena kahadiran para tokoh terkuat, saya merasa tidak pantas jika harus duduk ditempat yang lebih tinggi dari kalian, jadi ijinkan saya duduk sejajar agar tidak ada yang lebih tinggi ataupun rendah!" kata Zhi Yei Fai.
"Yang Mulia apa yang Yang Mulia katakan?" para panglima yang lain terkejut sekaligus bertanya.
"Para Panglima semua, walau saya saat ini sudah menjadi raja resmi, namun saya ini tetaplah orang biasa yang memiliki usia lebih muda dari kalian semua, tahta dan kekusaanku bukan untuk dibanggakan sehingga harus merasa memiliki derajat yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan Tuan muda Tian, saya masih belum ada apa-apanya!" ucap Zhi Yei Fai.
Tian Feng dan Ho Chen hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Zhi Yei Fai yang benar-benar terlihat sangat merendah walau dia berstatus sebagai seorang Raja, hanya saja Ho Chen dan Tian Feng bukanlah orang yang bisa terpengaruh oleh sebuah kata-kata walaupun orang itu sangat merendah diri sendiri.
"Kamu tidak perlu berkata seperti itu Raja muda Zhi, lakukan saja tugasmu sebagai Raja, bertingkahlah layaknya sebagai seorang pemimpin, jangan pernah kamu mengatakan hal yang orang lain katakan padamu!" kata Tian Feng.
Zhi Yei Fai dan semua orang yang ada disana sama-sama menatap Tian Feng dengan tatapan tidak percaya, walau Tian Feng tidak menjelaskan maksud dari perkataannya, namun semua orang mengerti jika sebenarnya yang ucapkan oleh Zhi Yei Fai bukan asli dari dalam hatinya, melainkan ada yang sudah mengajari Zhi Yei Fai untuk berkata seperti itu agar dirinya terlihat sangat merendah di hadapan Tian Feng dan Ho Chen, semua demi bisa menarik hati Tian Feng serta Ho Chen agar mau bergabung dengan Kerajaan.
Para menteri dan panglima yang hadir disana saling berpandangan, andai tadi yang bicara orang biasa, mungkin mereka sudah memberi hukuman karena akan dianggap berbicara pancang.
Namun yang bicara saat ini adalah Tian Feng, tentu saja semua tahu akan siapa Tian Feng, mereka jelas tidak berani untuk menatap Tian Feng terlalu lama, bahkan menunjuknya saja tidak berani, hanya orang bodoh yang berani menyinggung seseorang yang memiliki kemampuan Absolut.
"Sudah sebaiknya kita bicara keinti pembahasan saja!" kata Tian Feng.
Tubuh Zhi Yei Fai sedikit gemetar, dia masih belum berpengalaman menjadi seorang Raja, karena itu dia gugup dan dia melemparkan pandangannya kepada Ibu Ratu yang masih duduk di samping kursi singgasana.
__ADS_1
Ratu Sie mengerti akan maksud tatapan putranya, dia segera melirik Wei Fang seraya mengangguk kepadanya.
Wei Fang menghela nafas kemudian dia bangkit dan mulia berbicara. "Ehem... Sebenarnya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada mu Tian serta guru dan para kesatria dewa lainnya yang sudah membantu Kerajaan Wutong, kami mewakili seluruh rakyat Kerajaan Wutong hanya bisa mengucapkan kata terima kasih karena kami belum bisa membalas jasa kalian dengan harta!" kata Wei Fang kemudian dia melangkah dan berdiri ditengah-tengah aula.
"Kamu salah jika mengira kami datang untuk membantu Kerajaan ini Panglima, kami semua datang hanya demi melindungi seluruh penduduk dunia ini termasuk seluruh wilayah baik itu Kerajaan ataupun Negara-negara lain dari pemusnaan!" jawab Ho Chen.
"Iya saya sudah tahu itu, hanya saja semuanya terjadi di Kerajaan kami, andai tidak ada kalian, mungkin kerajaan kami yang akan lebih dulu musnah!" kata Wei Fang.
Ho Chen hanya tersenyum tipis kemudian dia tidak lagi menjawab, sedangkan Wei Fang kembali melanjutkan perkataannya.
"Tuan Louis, sebenarnya kami ingin mengajakmu bergabung dengan Kerajaan kami, walau dulunya Tuan ini pernah menjadi musuh kami, namun sekarang Tuan sudah kami maafkan, dan bersediakah Tuan bersekutu dan bergabung dengan kami?" kata Wei Fang seraya bertanya.
Louis yang sejak awal hanya diam melirik kearah Tian Feng yang terlihat tidak terlalu menanggapi tawaran Wei Fang padanya, namun karena sebelumnya dia memutuskan untuk bergabung, akhirnya Louis pun menjawab.
"Begini Panglima, aku tidak keberatan bergabung dengan Kerajaan kalian, namun ada satu hal yang lebih dulu ingin aku sampaikan sebelum bergabung."
"Jika aku sudah bergabung, maka itu hanya diriku seorang dan tidak mewakili Negara Foiberia, jadi semua ini tidak ada sangkut pautnya dengan Nagara Foiberia, dan jangan menganggap aku ini adalah perwakilan dari Negara ku!" kata Louis.
"Owh tentu saja, saya sudah tahu akan hal itu!" jawab Wei Fang.
Yang Wei Fang inginkan hanyalah Louis agar bergabung dengan Kerajaan nya, jadi dia tidak akan menganggap jika Foiberia benar-benar adalah sekutunya, jadi hanya Louis sendiri saja yang di anggap sebagai sekutunya, dan kekuatan Louis sudah lebih dari cukup dari pada kekuatan seluruh rakyat Negara Foiberia.
"Baiklah kalau begitu, aku setuju dan akan bergabung dengan kalian, namun aku tidak ingin memiliki jabatan apapun, jika ada masalah nanti di kerajaan, maka aku akan datang membantu kerajaan!" kata Louis.
"Tapi tuan, jika tuan menolak jabatan nanti, apakah tuan akan menolak jika kami nantinya memberi tuan sebuah pasilitas seperti tempat tinggal contohnya?"
"Tidak masalah, asal kalian tidak terlalu mengatur-atur pergerakan ku!" jawab Louis.
"Owh tentu-tentu, kami akan membebaskan tuan dari semua yang ingin Tuan lakukan, selama itu bukan tindakan kriminal yang membahayakan!" kata Wei Fang.
__ADS_1
"Aku ini bukanlah Louis yang dulu!" Louis berkata dengan pelan namun ucapannya masih terdengar oleh semua orang.
"Tian, bagaiamana dengan mu serta gurumu?" tanya Wei Fang.
"Maafkan aku panglima, tapi kami berdua tidak bisa bergabung karena kami masih memiliki tugas yang lebih besar yang harus kami selesaikan!" jawab Tian Feng.
Ho Chen diam-diam tersenyum mendengar Tian Feng yang menolak permintaan Wei Fang, ini sesuai dengan yang ia harapkan.
Seperti yang pernah dikatakan oleh Yuan Xia jika tidak akan ada yang berani memaksa Tian Feng untuk bergabung, hanya dengan satu jawaban saja sudah membuat Wei Fang mengangguk tanpa melanjutkan keinginannya untuk memaksa Tian Feng ikut bergabung.
"Iya baiklah kalau begitu, jika demikian mulai hari ini Tuan Louis dari Foiberia sudah resmi menjadi sekutu kami, semua orang harus menghormatinya!" kata Wei Fang.
Semua orang kecuali Tian Feng dan Ho Chen langsung berdiri dan menangkupkan tangan mereka kepada Louis seraya berkata, "Selamat bergabung dengan kami Tuan Louis!" ucap semuanya.
Louis hanya membalas semua dengan gerakan tubuh membungkuk dan tangan kanan menyentuh dada, ini sebagai tanda terima kasih serta penghormatan adat Foiberia.
"Tian, selesai dari sini tidak ada acara lain lagi bukan?" tanya Ho Chen dengan pikirannya.
"Tidak ada guru, mungkin aku hanya akan ada dirumah sehari ini menggendong Xihua!" jawab Tian Feng.
"Kalau begitu bisakah besok kita pergi ke Dunia Alam para Dewa?" tanya Ho Chen.
"Iya bisa!" jawab Tian Feng.
.
Ho Chen tersenyum lega, sedangkan Tian Feng masih mencari cara menyampaikan semua itu kepada Lie Yie.
Karena merasa buntu, akhirnya dia hanya akan mengandalkan Xihua sebagai ganti dirinya selama dia pergi nanti, Tian Feng yakin Lie Yie pasti tidak akan menolak.
__ADS_1