
***
Sudah lebih tiga minggu berlalu sejak penyerangan tiga Pengawal Kaisar Kegelapan ke kediaman Yuan Xia serta hancurnya seluruh kota Xanhuo.
Namun ajaibnya Istana serta jantung kota Kerajaan Wutong yang sudah hancur dan rata dengan tanah itu kembali seperti sedia kala, bahkan para korban yang seharusnya sudah mati ternyata hidup kembali.
Semuanya seperti sebuah mimpi dimana ketika sedang bermimpi hal yang buruk, begitu bangun ternyata tidak terjadi apa-apa.
Bencana yang hampir saja melenyapkan Kerajaan Wutong langsung menjadi pembicaraan seluruh negara serta kerajaan, sebagian beranggapan jika cerita itu hanya di buat-buat sebab kota Xanhuo nyatanya masih ada, bahkan tidak ada tanda-tanda bekas pertarungan di sekitar kota tersebut.
Walau sebagian ada yang tidak percaya, namun lebih banyak yang percaya akan cerita tersebut, mereka percaya setelah mendengar nama Dewa Sesat di kaitkan dalam peristiwa tersebut.
Nama Dewa Sesat sudah di kenal oleh banyak orang di berbagai Negara serta ketiga Kerajaan, terutama di Toakai, Kerjaan Jiuxi dan Xiadong, serta beberapa Negara-negara lainnya.
Aksi Dewa Sesat dalam membinasakan Organisasi Bintang Hitam masih melekat di setiap pikiran semua orang, bagi yang hanya mendengar ceritanya saja sudah sangat mengagumi serta ingin bertemu dengan Dewa Sesat, apalagi bagi yang sudah melihat langsung aksi si Dewa Sesat.
Azura yang masih berada di rumah Tian Feng saat ini menjadi lebih akrab dengan Yuan Xia serta yang lainnya, dan Azura saat ini merasa sangat kepanasan, bukan karena cuaca atau terkena sihir lainnya, melainkan hatinya yang merasa kepanasan saat melihat Qinpi dan Wang Dunrui menjadi sangat akrab serta sepertinya kedua akan menjalin hubungan yang lebih serius.
Azura tidak menduga jika kunjungannya bersama kedua Panglimanya akan membuat salah satu Panglima terkuatnya menemukan pasangannya, hal ini yang membuat Azura merasa iri, walau sebenarnya dia merasa senang karena salah satu Panglima terbaiknya bisa menemukan pasangannya.
"Tuan Azura, apakah hari ini anda sedang ada acara?"
Azura yang masih duduk melihat Qinpi dan Wang Dunrui di taman segera tersadar saat suara Lio Long menyapanya.
"Owh Tuan Lio, mari silahkan duduk! Hari ini aku tidak memiliki acara kemanapun," kata Azura sembari mempersilahkan Lio Long untuk duduk.
Lio Long segera duduk kemudian dia melihat Wang Dunrui yang sedang mengobrol dengan Qinpi, sedangkan tidak jauh dari mereka berdua ada Gaozu dan Yinfei serta Xi Liyi dan Lang Yu.
"Ada apa Tuan Lio? Apakah ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan padaku?" tanya Azura.
"Owh iya maaf aku hampir saja lupa!" kata Lio Long kemudian dia mulai berbicara kepada Azura.
"Begini Tuan, kami semua disini sangat penasaran akan kekuatan yang di miliki oleh Tuan, setahu kami kekuatan puncak Tahap Dewa berada di tahap Dewa Agung, seperti kedua Panglima Tuan itu serta Pengawal Kaisar Kegelapan, begitu juga dengan Ho Chen serta Tian Feng! Namun saat di pertarungan waktu itu, sepertinya kekuatan Dewa Agung sama sekali tidak berarti bagi Tuan, apakah kemampuan Tuan ini melebihi kekuatan Dewa Agung?" tanya Lio Long.
Sejak awal Lio Long ingin sekali menanyakan hal tersebut, hanya saja dia mencari waktu yang tepat untuk mengobrol berdua, walau merasa gugup dan malu untuk bertanya, namun kesempatan kali ini, dia benar-benar menebalkan kulit wajahnya dan memberanikan untuk bertanya.
"Kekuatan ku? Eee sebenarnya kekuatanku memang melebihi puncak Dewa Agung, walau kekuatanku ini sangat besar, namun saat ini kekuatanku ini masih kurang besar jika dibandingkan dengan saudaraku Dewa Sesat!" jawab Azura.
__ADS_1
"Berarti memang benar jika masih ada kekuatan di atas Puncak Dewa Agung?" tanya Lio Long.
Azura menatap Lio Long dengan keheranan kemudian dia balik bertanya, "Apakah selama ini kalian tidak mengetahui kekuatan di atas Dewa Agung?" tanya Azura dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Lio Long.
"Aneh sekali kalian ini, seharusnya kalian yang sudah mampu mencapai tahap Dewa serta memiliki tubuh keabadian sudah mengetahui semuanya, bagiamana bisa Dewa Pelindung Alam Semesta yang dulunya adalah murid kalian sudah lebih dulu mencapai tahap Rana Agung dari pada kalian?" kata Azura yang masih keheranan.
"Rana Agung? Jadi setelah Dewa Agung adalah Rana Agung? Ini sungguh mengejutkan sekali, sekarang saya mengerti kenapa saya tidak bisa merasakan kekuatan Tuan serta Ho Chen dan Tian Feng, jadi kalian ternyata sudah mencapai tahap ini!" kata Lio Long yang tidak menyembunyikan keterkejutannya.
"Begitulah! Sebenarnya kekuatan tahap Rana Agung dibagi menjadi empat, yang pertama adalah Setengah langkah Rana Agung, kemudian Awal Rana Agung, Awal Puncak Rana Agung kemudian Puncak Rana Agung! Jika sudah berada di tahap Awal Rana Agung seperti diriku dan Dewa Pelindung Alam Semesta, itu sudah bisa disebut sebagai Dewa Rana Agung sejati, Apalagi jika Awal Puncak Rana Agung seperti saudaraku bahkan Puncak Rana Agung, itulah yang di sebut dengan Dewa Agung Sejati yang sesungguhnya!" kata Azura.
Tubuh Lio Long bergetar setelah mengetahui semua itu, dia sampai tidak bisa membayangkan akan sekuat apa dirinya andai dirinya memiliki kekuatan tersebut.
"Ho Chen, Tian Feng, kalian berdua benar-benar sudah melampaui kami para pendahulu kalian!" batin Lio Long dengan disertai senyuman pahit.
"Tuan Azura, apakah Tuan mau memberi tahu saya akan bagaimana caranya agar bisa mencapai tahap Rana Agung itu?" tanya Lio Long.
Azura menghela nafas panjang kemudian dia melihat Lio Long kemudian kembali berbicara. "Tidak mudah Tuan Lio, jika ingin memiliki kekuatan Rana Agung secara alami, butuh waktu ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun lamanya, namun jika melewati sebuah perantara atau bantuan lain, maka waktunya tidak akan sampai setahun!" jawab Azura.
"Bantuan lain? Bantuan dalam bentuk apa itu, apakah sejenis Pil, Pusaka, atau benda-benda lainnya?" tanya Lio Long yang lebih ingin mengetahui lebih jauh.
Mendengar penjelasan itu membuat Lio Long yang sangat ingin mengetahuinya segera menjadi lemas, ternyata untuk mencapai tahap Rana Agung memang sangat mustahil mengingat caranya yang juga sulit hingga harus melibatkan sang Buddha.
"Namun sampai saat ini aku tidak tahu bagaiamana cara Dewa Pelindung Alam Semesta bisa mencapai Awal Rana Agung?" kata Azura sembari memegangi dagunya.
"Sejak dulu Ho Chen memang saring memberikan kejutan oleh rahasia-rahasia yang tidak kami ketahui!" kata Lio Long.
"Tuan Lio, aku sudah menjawab semua yang ingin kamu ketahui, sekarang aku ingin bertanya sesuatu juga padamu!" kata Azura.
"Apa yang ingin tuan tanyakan?" tanya Lio Long.
"Tapi Tuan Lio janji tidak akan menertawakan ku serta jangan mengatakan kepada siapapun akan apa yang ingin saya tanyakan ini, Tuan Lio biasakan?"
Lio Long mengerutkan kening mendengar permintaan Azura yang yang terasa aneh, walau merasa bingung dan tidak mengerti, namun Lio Long tetap mengangguk. "Baik saya janji!" kata Lio Long.
Azura melirik kiri dan kanan seperti sedang memastikan jika di ruangan tersebut hanya ada mereka berdua saja.
Azura mendekatkan wajahnya kepada Lio Long kemudian dengan suara pelan dia mulia berbicara, dan saking pelannya hanya mereka berdua saja yang bisa mendengarnya.
__ADS_1
"Tuan, bagaimana caranya agar bisa memiliki istri, atau setidaknya kekasih?" tanya Azura.
"Hah..!!!??"
Lio Long jelas terkejut dengan pertanyaan Azura sampai-sampai dia melongo dengan tatapan heran dan mulut menganga, dia semakin kebingungan dengan pertanyaan tersebut.
"Maksud Tuan apa?" tanya Lio Long.
Azura yang merasa agak malu berusaha menahan diri untuk tidak menyembunyikan wajahnya kemudian kembali mengulangi pertanyaannya.
"Aku sama sekali tidak memiliki istri atau kekasih seumur hidup ku, jadi aku ingin tahu caranya bagaimana agar aku bisa memiliki kekasih serta istri? Saya sangat ingin memiliki pendamping hidup seperti saudara Dewa Sesat yang memiliki dua pasangan hidup!" kata Azura.
Lio Long yang awalnya terkejut kini hanya merapatkan mulut serta pipi terlihat mulai sedikit mengembung karena menahan diri untuk tidak tertawa, namun karena tidak tahan akhirnya dia tertawa juga.
"Hahaha.. Tidak kusangka sosok sekuat Tuan ini yang belum... belum.. Hahahaha....!" Lio Long semakin menertawakan Azura yang ingin belajar mendapatkan jodoh.
Wajah Azura langsung memerah karena malu, dan dengan jarinya, dia dengan cepat mengarahkan sebuah gumpalan tanah dan kemudian menutup mulut Lio Long yang tertawa.
Azura terpaksa melakukan itu karena tawa Lio Long sudah menarik perhatian orang-orang yang berada di taman rumah Yuan Xia.
"Tuan Lio..!" kata Azura.
Lio Long segera melepaskan tanah keras yang menutupi mulutnya, kemudian dengan tawa yang masih tersisa dia berbicara kepada Lio Long.
"Ma..maaf Tuan, tapi sungguh aku sangat terkejut sekali!" kata Lio Long dengan sedikit tawa yang masih tersisa.
"Baik-baik, aku akan merahasiakan ini, jadi tenang saja, dan soal mencari jodoh, sepertinya aku tahu siapa yang bisa membantumu!" kata Lio Long.
"Siapa?" tanya Azura.
"Tuan Putri Xi Liyi!" kata Lio Long.
Azura melihat ke arah Xi Liyi yang masih mengobrol dengan yang lainnya, Azura mengerti jika soal mendapatkan hari wanita, maka dia harus bertanya kepada wanita juga, sebab hanya wanita yang tahu akan perasaan sesama, di tambah lagi Xi Liyi pasti sangat mengetahuinya mengingat dari semua orang yang ada hanya Xi Liyi satu-satunya orang yang memiliki kemampuan Dewa yang memiliki suami.
Saat sedang melihat Xi Liyi dan yang lainnya, tiba-tiba saja Azura merasakan ada kekuatan agung dari arah yang tidak terlalu jauh, dia segera mengubah ekspresinya sebab kekuatan agung yang ia rasakan serasa berada di Puncak Rana Agung.
"Tuan Lio, ada sesuatu yang akan datang, aku harus kesana dulu!" kata Azura kemudian tanpa menunggu jawaban Lio Long, Azura langsung menghilang dari tempat duduknya.
__ADS_1