
Tian Feng merenung sesaat setelah kembaran jiwanya selesai memberikan penjelasannya, namun ada satu yang membuat Tian Feng masih penasaran.
"Sekarang aku mengerti, hanya saja ada satu hal yang tidak aku ketahui, yaitu bagaiamana caranya bisa sampai ke tahap yang lebih tinggi dari Rana Agung, dan apa namanya?" tanya Tian Feng.
Kembaran jiwa Tian Feng menatap Tian Feng dalam diam membuat Tian Feng merasa canggung karena merasa seperti salah bicara, namun tidak lama kemudian kembaran jiwanya kembali tersenyum.
"Cara untuk bisa mencapai tahap yang lebih tinggi dari Rana Agung sebenarnya tidaklah sulit seperti tahap-tahap di bawahnya, Tahap ini di sebut sebagai Tahap Rana Ilahi!" kata kembaran jiwanya.
"Rana Ilahi? Sepertinya Xanzi pernah menyebutkan nama ini saat pertemuan ku dengannya pertama kali!" kata Tian Feng.
Tian Feng memang tidak terlalu menghiraukan penjelasan Xanzi saat itu, karena penjelas Xanzi terlalu sulit untuk dimengerti, namun sekarang dia baru sadar jika semua perkataan Xanzi semuanya benar.
"Qin Tan Xanzi memang pernah memberitahukanmu, karena sekarang kamu sudah mengetahuinya, yang perlu kamu ketahui berikutnya adalah cara naik ketahap itu, caranya adalah..!" kembaran jiwa Tian Feng mulai menjelaskan secara detail tentang cara naik ke tahap Rana Ilahi.
Rana Ilahi bukan di dapat dari cara berlatih atau mengumpulkan energi sebanyak-banyaknya, namun yang di perlukan adalah pemahaman akan sebuah penciptaan.
Walau terdengar sederhana, namun sebenarnya butuh kebijakan serta ilmu pengetahuan yang tinggi agar benar-benar bisa memahaminya, karena itu Tian Feng harus bisa mengartikan sebuah kalimat atau tulisan yang ada Kahyangan bahkan di Nirwana.
Agar lebih memahaminya lagi, Tian Feng harus bisa mengerti makna dari cinta dan kebijakan atau hikmah, sebab kedua makna tersebut akan mampu membuat siapa saja bisa memiliki ilmu istimewa "Filsafat" setelah itu orang itu akan memahami tentang Penciptaan Alam Semesta dan Manusia.
"Sangat membingungkan! Aku lebih suka berlatih keras untuk menjadi semakin kuat dan tidak pernah berusaha berpikir untuk menerapkan istilah," kata Tian Feng.
Kembaran jiwa Tian Feng tersenyum tipis mendengar keluhan Tian Feng. "memiliki Idealisme itu perlu agar bisa memiliki pengetahuan dan kebenaran yang tinggi, dan bisa memiliki pendirian bahwa wujud yang paling dalam dari kenyataan ialah yang bersifat kerohanian, dan pengetahuan itu tidak lain dari kejadian dalam jiwa manusia, sedang kenyataan yang diketahui manusia itu seharusnya berada di luarnya," kata kembaran jiwa Tian Feng.
Melihat Tian Feng yang sepertinya sulit untuk memahaminya, kembaran jiwanya hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya berkata, "Tidak perlu memikirkannya terlalu dalam, ikuti saja arus takdirmu, dan selama masih ada aku disini, aku pasti akan membantumu untuk bisa memahami semua itu," ucapnya kemudian dia menyentuh dada Tian Feng.
__ADS_1
"Sekarang sudah waktunya energi yang aku berikan padamu di buka, setelah aku membukanya, maka Energimu akan bertambah dan pastinya kamu akan bisa mencapai Puncak Rana Agung!"
Tian Feng hanya mengangguk saja, saat ini dia lebih memilih untuk mendengarkan semua yang di katakan oleh kembaran jiwanya, karena hanya dia satu-satunya yang bisa membantu dirinya agar bisa naik ke tahap Rana Ilahi.
Telapak tangan kembaran jiwa Tian Feng yang menyentuh dada Tian Feng bercahaya keemasan, setelah itu kembaran jiwanya melepaskan tangannya dari dada Tian Feng dan membiarkan Tian Feng untuk mengatur sendiri energi yang sudah di buka olehnya.
Tian Feng merasakan sekujur tubuhnya seperti mati rasa, hanya rasa energi yang terus-menerus bertambah di dalam Dantian nya.
Semakin lama energi yang terus terisi itu semakin bertambah banyak hingga Tian Feng merasa jika tubuhnya seperti mau meledak, hanya saja Tian Feng tetap berusaha fokus untuk bisa menyaring seluruh energi yang terus bertambah seperti tidak pernah habis.
Tubuh Tian Feng yang ada di luar mulai bergetar hingga energi yang ia dapatkan di Alam Jiwa merembes hingga keluar membuat ruangan tempat meditasinya ikut bergetar.
Padahal ruangan tersebut sudah dipasang sihir pelindung oleh Tian Feng, namun ternyata sihir pelindung tersebut tidak bisa menahan luapan dari lonjakan energi yang merembes keluar dari tubuh Tian Feng.
Ho Chen, Ao Shun dan Yun Yun terkejut saat merasakan energi yang sangat besar dari dalam ruang meditasi yang saat ini ada Tian Feng di dalamnya.
Seluruh mahluk bawah laut menjadi panik karena getaran hebat itu kini mulai mengguncang dasar laut serta di atas laut telah menciptakan gelombang besar yang menerjang hingga ke daratan.
"Gawat, jika Dewa Sesat tidak segera menarik kembali energinya, bisa-bisa istana ini akan hancur!" kata Ao Shun.
"Raja Naga tidak perlu cemas, aku akan masuk kedalam dan akan berusaha menghentikan Tian!" kata Ho Chen.
Ho Chen tidak menunggu reaksi Ao Shun, dia bergegas pergi menuju ke arah ruang meditasi tersebut dengan di temani oleh Yun Yun.
Sebenernya Ho Chen berniat menggunakan sihir ruang waktunya, namun saat di coba, ternyata tidak bisa, seolah-olah ada pelindung dari dalam, namun Ho Chen yakin jika itu memang sihir pelindung, dan bisa jadi sihir tersebut adalah milik Tian Feng untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
Guncangan besar itu sudah hampir meruntuhkan Istana Naga Laut Utara, namun saat semuanya berpikir jika istana akan hancur, energi tersebut kini menghilang tepat saat Yun Yun berniat untuk membuka pintu ruangan tersebut untuk Ho Chen.
"Sepertinya Tian sudah menyelesaikan meditasinya!" kata Ho Chen yang langsung mengurungkan niatnya untuk masuk setelah Energi besar milik Tian Feng mulai berkurang dan kemudian menghilang.
"Lalu bagaimana Dewa, apakah kita akan masuk?" tanya Yun Yun.
"Tidak, kita tunggu saja dulu! Jika Tian kembali mengeluarkan energi seperti tadi, maka kita akan langsung masuk untuk menghentikannya!" jawab Ho Chen.
Yun Yun mengangguk kemudian keduanya sama-sama menunggu di depan pintu karang sekaligus berjaga-jaga takut kejadian barusan terulang kembali.
Namun pada saat akan duduk, tiba-tiba saja Pintu Karang itu bergeser membuat Yun Yun keheranan, sebab pintu itu hanya bisa di buka dari luar saja, jadi jika yang ada di dalam akan keluar, biasanya ada tanda khusus sebagai penanda, namun tidak untuk saat ini.
"Kenapa bisa terbuka sendiri pintu ini?" tanya Yun Yun sedangkan Ho Chen tidak mempedulikan hal itu, dia lebih fokus menatap kearah dalam ruangan tersebut karena merasa pancaran yang sangat besar dan juga kuat.
Yun Yun juga baru bisa merasakan hal yang sama seperti Ho Chen, dia juga menatap kedalam dan kemudian Tian Feng terlihat berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Guru, Tuan Putri! Kenapa kalian menjagaku di depan pintu?" tanya Tian Feng yang keheranan melihat mereka berdua berada di depan pintu karang.
Ho Chen tidak menjawabnya begitu juga dengan Yun Yun, keduanya sama-sama menatap Tian Feng dengan ekspresi seperti baru pertama kali bertemu.
"Ada apa dengan kalian ini?" tanya Tian Feng yang jadi salah tingkah karena terus di tatap oleh Ho Chen dan Yun Yun.
"Tian! Kekuatanmu...? Bagaimana kekuatanmu bisa mencapai Puncak Rana Agung secepat ini?" tanya Ho Chen.
Tian Feng segera mengerti dengan maksud tatapan gurunya dan juga Yun Yun padanya. "Nanti akan aku ceritakan padamu guru!" kata Tian Feng sekaligus memperhatikan ke sekelilingnya yang berantakan seperti telah terjadi sesuatu.
__ADS_1
***
Baru pulang liburan bersama anak dan istri, jadi hanya bisa nulis satu bab karena waktunya tidak cukup untuk dua bab.