Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Esensi Api Surgawi


__ADS_3

***


"Ini Xu Lian?"


Tian Feng yang baru kembali dari Dunia Dimensi Obat muncul di samping Ho Chen, namun saat tiba disamping Ho Chen, sudah ada Raja Singa Emas dan juga sesosok gadis kecil berusia tujuh tahunan.


"Iya, inilah wujud Xu Lian!" jawab Ho Chen.


Tian Feng menaik turunkan alisnya melihat perubahan wujud Xu Lian dari Naga kecil yang bisa berubah besar kini bertransformasi ke wujud gadis kecil yang lucu dan menggemaskan, walau ini berada di luar dugaan Tian Feng.


Kulit Xu Lian seputih salju, dan warna matanya sedikit keemasan, yang membuat Xu Lian lebih manis adalah tanda titik hitam di atas bibir bagian kanan.


Rambutnya sedikit keemasan dengan panjang sampai ke pinggang, belum lagi warna gaunnya yang berwarna terang keemasan membuat Xu Lian lebih terlihat manis saat di Padang, hanya saja wajahnya yang cantik dan manis lebih menggemaskan.


Tian Feng mencubit pipi Xu Lian yang putih halus tanpa Noda itu, saat Tian Feng menyentuh kulit gadis kecil tranformasi dari Naga tersebut, Xu Lian langsung merintih karena sakit.


"Aduh.. Sakit Tuan!" kata Xu Lian dengan suara kecilnya.


"Xu Lian, akhirnya kamu bisa bicara juga, aku pikir kamu akan bicara Uwa uwa lagi seperti dulu, dan tubuhmu..?"


Xu Lian mengembungkan pipinya sekaligus menjawabnya, "Memangnya tuan berharap aku berubah wujud seperti apa? Apakah Tuan tidak suka jika aku sudah bisa bicara seperti bahasa Tuan?" kata Xu Lian sekaligus bertanya dengan wajah kesal.


"Eee.. bukan seperti itu, maksudku aku hanya terkejut saja melihat perubahan drastis padamu, tapi kenapa kamu memanggilku Tuan?" tanya Tian Feng.


"Tuan adalah majikanku, jadi wajarkan jika aku memanggil Tuan dengan sebutan Tuan juga?"


"Gadis Naga ini walau kecil tapi pikirannya lebih tua dari wujudnya!" batin Tian Feng.


"Tian, sebenarnya ini hanyalah perubahan wujud sementara, Xu Lian bisa berubah wujud ke bentuk Naga nya jika dia menginginkannya, dan soal perwujudannya yang menjadi gadis kecil, itu adalah sebuah awal, karena walau bertubuh kecil, namun usia serta pemikirannya jauh lebih tua dari yang kamu lihat, bahkan kemungkinan besar usia Xu Lian lebih tua dari diriku!" kata Ho Chen.


"Le...lebih tua dari guru?"


Tian Feng sungguh kehabisan kata-kata, jika memang usai Xu Lian yang menjadi gadis kecil di hadapan ini lebih tua usianya dari Ho Chen, itu artinya usia Xu Lian sudah tidak bisa dihitung lagi mengingat usia Ho Chen yang sangat tua.


"Seharusnya kamu tidak perlu terkejut seperti itu, bukankah usia Tuan juga lebih tua dari penampilan fisik Tuan? Inikan sama kejadiannya dengan kehidupan Tuan!" kata Xu Lian.

__ADS_1


Tian Feng hanya tersenyum canggung mendengar perkataan Xu Lian, walau dirinya juga memiliki tubuh muda, namun dari segi usia, usia Tian Feng sudah lebih dari seratus tahun, namun kasusnya dengan Xu Lian jelas berbeda, karena usia dirinya dengan Xu Lian yang terpaut sangat jauh sekali.


"Tapi Xu Lian, apakah dengan wujud seperti ini kamu masih mau menempel di lenganku?" tanya Tian Feng.


"Kamu berharap seperti itu? Mana mungkin aku bisa menempel lagi di lengan Tuan dalam bentuk gambar, tapi jika Tuan mau, aku masih bisa menempel dan tetap mengikuti Tuan, tapi dengan cara di gendong!" kata Xu Lian.


"Di gendong? Apakah aku harus menggendongmu kemanapun aku pergi? Apakah tidak ada cara lain?"


"Tuan sendiri tadi yang bertanya dan terlebih lagi aku ini kan masih kecil!" kata Xu Lian.


"Kecil apanya, jika kamu berubah ke wujud Naga besarmu, apakah kamu masih mau bilang masih kecil?"


Xu Lian tertawa mendengar ucapan Tian Feng seraya menjawabnya, "Aku hanya bercanda! Tapi aku akan tetap mengikuti Tuan karena setengah dari jiwa Naga Api Emas ku sudah menyatu dengan tubuh Tuan, jika masalah akan bagaimana aku pergi bersama Tuan nanti itu tidak perlu di pikirkan karena aku bisa jalan sendiri dan tidak akan merepotkan Tuan, namun jika ada yang berani mengganggu Tuan, siapapun itu akan merasakan tendangan Kaki ku ini!" kata Xu Lian.


Tian Feng hanya menahan diri agar tidak tertawa, melihat tingkah Xu Lian yang menggemaskan membuat dirinya merasa melihat Xihua, hanya saja jika keduanya di pertemukan, belum tentu Xu Lian mau bermain dengan anak kecil, walau Xu Lian sendiri juga terlihat seperti gadis kecil yang imut, namun pikiran serta mentalnya adalah orang tua.


"Tuan Ho Chen dan Kesatria, semuanya sudah siap, mari kita ke sana!" ajak Raja Singa Emas.


"Singa Emas, siapa yang kamu panggil Kesatria?" tanya Xu Lian kepada Singa Emas sambil berjalan.


"Kenapa kamu memanggilnya Kesatria?"


Singa Emas mulai menceritakan secara singkat akan apa yang telah terjadi sejak Xu Lian berendam di dalam kolam Air Mata Naga, cerita Singa Emas jelas mengejutkan Xu Lian, namun setelah itu dia melirik Tian Feng dengan tersenyum lebar.


"Kamu mungkin tidak tahu, sebenarnya Tuan ku itu dikenal dengan julukan Dewa Sesat di Kahyangan, walau demikian aku sangat suka dengan karakternya, dia cukup liar serta ganas dalam hal pertarungan, hanya segelintir saja lawannya yang bisa selamat, sedangkan sisanya kebanyakan mati di bunuh olehnya!" kata Xu Lian.


"Iya saya tahu itu putri, karena saya sendiri sudah melihatnya, hanya saja kami semua lebih suka memanggilnya dengan julukan Kesatria Tombak Nirwana, itu lebih cocok menurut kami!" kata Singa Emas yang tetap akan memanggil Tian Feng dengan sebutan Kesatria Tombak Nirwana dari pada Dewa Sesat.


"Kesatria Tombak Nirwana ya, nama yang sangat bagus, mungkin nama ini akan segera tersebar dan aku yakin jika Tuan ku pasti akan menjadi salah satu Manusia Dewa terkuat!" kata Xu Lian.


"Putri, apakah Putri benar-benar akan pergi dan ikut dengannya?" tanya Singa Emas.


"Tentu saja Singa Emas, lagi pula sebagian jiwa Naga ku ada padanya, jadi aku akan tetap menemaninya hingga semua urusannya selesai, setelah itu aku akan kembali kesini dan kembali meneruskan tugas dari ayah untuk memimpin Dunia Selatan!" jawab Xu Lian.


Singa Emas tidak bisa berbicara banyak lagi setelah mendengar keputusan Xu Lian, dia sendiri tidak memiliki keberanian untuk menghalanginya, sebab Xu Lian adalah penerus dari Istana Gunung Tingsan serta pemimpin satu-satunya yang akan melindungi Dunia Selatan.

__ADS_1


Mereka semua kini tiba di tempat Pusaka Mata Naga Giok Kaisar berada, walau berada di tempat yang sama, namun ada sedikit perbedaan dari tempat tersebut.


Ada sebuah batu tipis yang sangat lebar sedang melayang di atas Mata Naga Giok Kaisar tersebut, hal itu membuat Tian Feng dan Ho Chen merasa heran.


"Batu itu untuk apa?" tanya Ho Chen.


"Batu itu adalah sebuah bahan tambahan untuk bisa menggunakan Mustika Mata Naga Giok Kaisar!" jawab Singa Emas.


Ho Chen hanya mengangguk kemudian dia meminta Singa Emas untuk mulai membuka kekuatan Mustika Mata Naga Giok Kaisar tersebut.


"Eee.. sebenarnya untuk menggunakan Mustika Mata Naga Giok Kaisar itu membutuhkan darah Naga asli keturunan Raja Naga Api Emas Xu Guang Long, dan darah Putri Naga pasti bisa membukanya!" kata Singa Emas.


"Kalau begitu caranya baiklah!" kata Xu Lian kemudian dia melangkah maju mendekati Mustika tersebut lalu menggigit jarinya.


Darah keemasan segera keluar dari jari Xu Lian, namun darah tersebut bukan darah biasa, melainkan darah Esensi Api Surgawi, yaitu Bunga Teratai Api Emas.


Setetes darah emas tersebut langsung jatuh tepat di Mustika tersebut kemudian Mustika tersebut bercahaya biru terang, dan setelah itu Mustika tersebut seperti terbuka.


Bentuk Mustika tersebut kali ini benar-benar mirip seperti Mata Naga dan menatap ke arah batu tipis yang lebar di atas.


"Sekarang lakukan apa yang ingin Tuan Ho Chen ketahui, Tuan cukup menyalurkan energi murni kemudian ungkapkan keinginan maksud Tuan!" kata Raja Singa.


Ho Chen mengangguk kemudian dia segera mengarahkan dua jarinya ke Mustika tersebut lalu melepaskan energi murninya dan alirkan Mustika Mata Naga Giok Kaisar yang sudah terbuka.


"Pusaka Mata Naga Giok Kaisar, tolong tunjukkan padaku dimana istana An Huang Yi si Kaisar Kegelapan berada!" kata Ho Chen.


Mata Naga Giok Kaisar langsung melepaskan sinar cahaya emas ke batu yang melayang di atasnya dan kemudian muncullah sebuah gambaran galaxi suram yang letaknya sangat jauh sekali, setelah itu gambar tersebut bergerak memasuki Galaxi suram tersebut lalu terlihat ada sebuah istana yang seluruh bangunannya terbuat dari Batu api dan istana tersebut agak gelap.


"Itu adalah Galaxi Hitam, dan disana hanya ada Bintang mati saja! Jadi selama ini dia membangun istananya di galaxi hitam tersebut kemudian di pasang sebuah perisai penghalang!" kata Ho Chen.


"Apakah di Galaxi Hitam itu tidak ada kehidupan lain selain mereka guru?" tanya Tian Feng.


"Aku juga tidak tahu karena aku sendiri tidak pernah melewati galaxi itu, namun aku sangat yakin jika disana tidak akan ada kehidupan apapun selain An Huang Yi dan para pengawalnya!" jawab Ho Chen.


"Kalau begitu kapan kita akan kesana?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


"Sabar dulu, setidaknya kita sudah mengetahui tempatnya, selanjutnya aku akan mengatur rencana penyerangan dengan membawa pasukan kahyangan dan seluruh para Dewa, dan itu akan terjadi di saat pertandingan mu dengan An Huang Yi sudah di mulai di Galaxi Merah!" kata Ho Chen yang sudah lebih dulu memikirkan rencana kedepannya setelah mengetahui letak galaxi yang menjadi Istana An Huang Yi.


__ADS_2