
Ao Shun dan putrinya segera kembali ke istana dan Tian Feng serta Ho Chen juga mengikuti mereka, tentu saja Tian Feng dan Ho Chen tidak langsung pergi, mereka akan tetap berada disana untuk memastikan keamanan serta melindungi semuanya dari ancaman An Huang Yi.
Kembalinya Yun Yun ke istana di sambut meriah oleh para mahluk penghuni bawah laut yang bentuknya bermacam-macam itu, andai kejadian tersebut terjadi di luar, maka pasti akan sangat ramai serta meriah.
Selama hampir seharian Yun Yun tidak keluar dari dalam kamarnya, sedangkan para mahluk laut atau rakyat Laut Utara sudah tidak sabar untuk melihat putri Naga yang sudah lama pergi.
Ho Chen dan Tian Feng disana juga semakin mendapatkan pelayanan istimewa, sebab karena mereka ber dualah Putri Naga Laut Utara bisa kembali, dan setelah hampir seharian Yun Yun tidak keluar, akhirnya suara penyambutan dari penjaga istana menggema di dalam istana.
"Putri Naga Laut Utara Tuan Putri Ao Shen Yun memasuki istana..!"
Semua yang ada disana langsung memfokuskan tatapan mereka kearah pintu dalam istana, sedangkan Tian Feng sendiri merasa heran kenapa semua mahluk aneh itu ingin sekali melihat Yun Yun.
Setelah berselang tidak lama, tatapan Tian Feng juga melihat kearah Pintu dalam istana tersebut dan kemudian sesosok wanita bergaun merah mulai muncul dari dalam.
Tian Feng kaget melihat sosok yang muncul dari dalam tersebut sampai-sampai dia tidak mengedipkan matanya saat menatap sosok yang mengenakan gaun merah yang indah.
Sosok tersebut tidak lain adalah Yun Yun yang sudah merubah kembali penampilannya menjadi wanita anggun dengan wajah yang sangat cantik yang mampu membuat Tian Feng tidak bisa berkedip.
Dia tidak menduga jika Yun Yun sangat cantik jika sudah merubah penampilannya, kecantikan luar biasa bagai anugrah surgawi itu mampu membius siapapun yang menatap matanya yang indah.
Disamping Tian Feng sendiri saat ini ada Ho Chen yang juga menatap Yun Yun, namun sesekali dia menatap Tian Feng dan kemudian kembali kepada Yun Yun secara bergantian dan dengan pemikiran yang berbeda.
"Andai Tian seorang wanita, dia pasti akan secantik dia, tapi sayang dia terlahir sebagai seorang pria!" batin Ho Chen kemudian dia menepuk pundak Tian Feng seraya berkata, "Tian, palingkan wajahmu dan ingat, dua istrimu saja hingga saat ini belum habis, jadi sadarlah!" kata Ho Chen
Tian Feng yang terkejut dan tersadar saat pundaknya di tepuk oleh Ho Chen hanya tersenyum tipis mendengar teguran Ho Chen.
"Iya-iya aku tentu tidak akan lupa!" jawab Tian Feng namun dengan sedikit malu karena dia sudah ketahuan sempat tertarik dengan kecantikan Yun Yun.
"Harus kamu tahu Tian, sebenarnya Nona Yun Yun tidak memiliki wajah secantik itu, walau tidak banyak yang berubah jika dia menunjukkan wujud aslinya, namun tetap saja dia berasal dari Ras Naga, kamu lihat sendiri wujud Naga seperti ayahnya itu, jadi kamu pasti tahu akan seperti apa wajah wujud yang sebenarnya dari Yun Yun bukan?"
Tian Feng segera mengamati Ao Shun yang wajahnya terlihat seram dengan tanduk Naga di kepalanya, setelah melihat itu, barulah Tian Feng sadar jika seharusnya Yun Yun juga memiliki tanduk Naga mengingat dirinya adalah keturunan Ao Shun.
__ADS_1
"Jadi ini semua adalah sihir agar bisa merubah wujudnya!" gumam Tian Feng.
"Tidak, ini bukan sihir, melainkan hasil dari mutasi perubahan setelah mencapai tahap tertinggi!" jawab Ho Chen.
Tian Feng memperhatikan Yun Yun dengan seksama, walau terlihat tidak tidak nyata, namun Tian Feng akui jika Yun Yun memang sangat cantik dan pantas jika kecantikannya di sejajarkan dengan Naomi dan Alice.
Semua yang ada disana segera memberi hormat kepada Yun Yun setelah itu semuanya segera bersorak sorai, mereka tidak tahu bahkan kebahagiaan mereka saat ini berada di bawah ancaman dari sosok yang paling di takuti di seluruh alam semesta.
"Terima kasih atas sambutan kalian akan ke kepulanganku kembali!" kata Yun Yun dengan nada suara yang benar-benar berubah menjadi suara wanita yang lembut dengan nada halus.
Yun Yun menatap Ho Chen dan Tian Feng kemudian kembali berkata, "Semuanya ini tidak akan terjadi tanpa bantuan kedua Dewa, jadi terimalah rasa hormat dan terima kasih kami atas pertolongan kalian berdua ini!" kata Yun Yun seraya membungkukkan badan sedikit.
"Tuan Putri Ao Shen Yun, ini hanyalah sebuah bantuan kecil kami, jadi janganlah merasa berhutang apapun kepada kami!" kata Ho Chen.
"Dewa Pelindung Alam Semesta terlalu merendah, siapa yang tidak mengenalimu, seluruh Alam Semesta sudah mengetahui keagunganmu yang menjadi salah satu Dewa suci!" kata Yun Yun.
"Hahaha.. Ini hanyalah sebuah keberuntunganku yang di angkat menjadi Dewa untuk melindungi alam semesta, hanya saja aku masih belum bisa memikul tanggung jawab ini sepenuhnya!" jawab Ho Chen dengan senyuman pahit.
Ho Chen merasa jika dirinya telah gagal melindungi alam semesta, salah satu kegagalannya adalah dengan musnahnya beberapa Galaxi akibat ulah An Huang Yi, hal ini yang membuat dirinya telah gagal dalam melindungi Alam Semesta.
"Ayah, kenapa ayah memanggil mereka begitu?" tanya Yun Yun.
"Iya karena itu nama mereka, yang satu adalah Dewa Ho Chen sang Dewa Pelindung Alam Semesta, dan yang satu adalah muridnya yang bernama Tian Feng!" jawab Ao Shun.
Yun Yun merasa heran dengan ucapan ayahnya kemudian dia bertanya kembali kepada Ao Shun, "Apakah ayah benar-benar tidak tahu siapa dia itu?" tanya lagi Yun Yun.
"Iya, eh maksudku tidak! Kami baru berkenalan sekitar sebulan yang lalu, dan memang itu yang aku tahu!" jawab Ao Shun.
"Ayah, sebenarnya mereka berdua adalah dua sosok yang paling di takuti oleh Kaisar Kegelapan," kata Yun Yun sedangkan Ao Shun mengerutkan keningnya dan terus mendengarkan penjelasan Putrinya tanpa memotongnya.
"Jika Dewa Pelindung Alam Semesta di segani karena kemampuannya yang sudah terbukti mampu membuat para Pengawal Kaisar Kegelapan ketakutan, sedangkan yang satunya adalah sosok yang sudah memiliki takdir untuk melawan Kaisar Kegelapan, dia adalah si Dewa Sesat pemilik pusaka Tombak Nirwana!" kata Yun Yun.
__ADS_1
Suara Yun Yun memang tidak terlalu keras, namun suaranya itu seperti suara Guntur yang mengagetkan semua yang ada disana termasuk Ao Shun sendiri.
Dia menatap Tian Feng dengan tatapan tidak percaya, setelah diingat-ingat lagi oleh Ao Shun, dia memang sejak awal tidak bisa merasakan kemampuan Tian Feng, bahkan aura agung yang terpancar dari dalam tubuhnya itu semakin memperkuat keyakinan Ao Shun jika yang ada dihadapannya saat ini mungkin benar-benar adalah si Dewa Sesat yang di kabarkan akan bertarung dengan Kaisar Kegelapan di Galaxi Merah.
"Ja...jadi anda adalah si Dewa Sesat itu? Maafkan atas ketidak tahuan saya, mata saya sudah terlalu tua sehingga tidak mengetahui anda Dewa Sesat!" kata Ao Shun yang langsung berubah sikap 90 derajat setelah mengetahui identitas Tian Feng.
"Raja Naga, ini hanyalah sebuah gelar yang tidak seberapa, saya merasa tidak pantas menerima penghormatan besar apapun, apalagi menerima kehormatan dari Dewa Naga!" kata Tian Feng sekaligus menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan penghormatannya lebih dulu kepada Ao Shun yang sudah lebih dulu menjadi seniornya dalam hal pengalaman dan juga usia.
"Mana bisa seperti itu, kami justru merasa terhormat karena Dewa Sesat datang ke istana kami, terlebih lagi Dewa Sesat telah menolong putri saya, ini adalah sebuah hutang yang tidak akan mungkin mampu untuk kami bayar, jadi terimalah rasa Hormat kami kepada Dewa Pelindung Alam Semesta dan Dewa Sesat!" kata Ao Shun yang menghampiri Ho Chen serta Tian Feng kemudian memberi hormat.
Semua yang ada disana segera mengikuti Ao Shun untuk memberi hormat mereka, namun Tian Feng dengan cepat mengangkat tubuh Ao Shun agar tidak terus membungkuk.
"Raja Naga, saya mohon jangan seperti ini! Apalah gunanya sebuah gelar dan kekuatan besar jika tidak bisa menghormati senior yang lebih berpengalaman? Jadi bangkitlah dan lanjutkan acara ini!" pinta Tian Feng.
"Anda masih sangat mudah dan juga sangat sopan dan menjunjung tinggi moral serta menghormati sosok yang lebih senior tanpa memandang rendah dan tinggi derajatnya, kami sangat salut, andai Dewa Sesat tidak keberatan, saya ingin menjadikan Yun'er sebagai pendamping Dewa Sesat, itupun jika Dewa Sesat setuju, dan begitu juga dengan Yun'er!" kata Ao Shun.
"Ayah..!" Yun Yun langsung melotot kepada Ao Shun dengan wajah merah karena malu karena tiba-tiba ayahnya mendadak ingin kembali menjodohkan dirinya, namun kali ini dengan Tian Feng.
Tian Feng dan Ho Chen sama terkejutnya mendengar hal itu sampai-sampai Ho Chen batuk-batuk. "Kenapa sebegitu beruntungnya Tian ini?" batin Ho Chen yang masih terbatuk-batuk.
"Raja, ini terlalu berlebihan, saya rasa ini tidak pantas..!"
"Owh maafkan saya Dewa Sesat, saya jadi lupa, memang tidak pantas putri saya jika harus bersanding dengan Dewa besar seperti anda!" kata Ao Shun yang langsung memotong perkataan Tian Feng karena dia yakin Tian Feng pasti akan menolaknya mengingat Yun Yun pernah menjadi pengikut musuhnya.
"Raja jangan salah sangka, bukan putri Yun Yun yang tidak pantas untuk saya, melainkan saya yang tidak pantas untuk menjadi pendampingnya, karena sebenarnya saya sudah memiliki dua istri dan satu putri!" jawab Tian Feng yang tidak akan menutupi akan dirinya yang sudah berkeluarga, bahkan hingga mengakui jika dirinya sudah memiliki dua istri.
"Dua istri?" Ao Shun jelas terkejut begitu juga dengan Yun Yun, namun keterkejutan tersebut tidak lama.
"Memiliki lebih dari satu istri untuk Dewa sehebat anda sudah biasa, jika Yun'er bersedia, mungkin dia mau menjadi yang ketiga?" kata Ao Shun yang semakin membuat Yun Yun merasa malu seolah-olah dirinya seperti tidak berharga lagi.
Walau Yun Yun sediri juga tidak keberatan, hanya saja ini terlalu berlebihan seolah-olah dirinya sama sekali tidak memiliki harga diri di hadapan Tian Feng.
__ADS_1
"Maaf Raja, saya tetap tidak bisa menerima kebaikan Raja, karena kita berdua berbeda Ras!" jawab Tian Feng sehingga menyandarkan Ao Shun jika Yun Yun dan Tian Feng memang berbeda Ras, jadi tidak mungkin rasanya seorang manusia menikahi seekor Naga.
Acara kembali dilanjutkan dan acara tersebut semakin meriah setelah identitas Tian Feng di ketahui oleh mereka, walau hanya mendengar kabarnya saja, namun sekarang mereka sudah melihat sendiri sosok si Dewa Sesat.