
Kai Jhin tidak sempat menoleh ataupun menghindar karena Tian Feng lebih dulu memukul pundaknya hingga Kai Jhin terhempas jauh.
Dengan kecepatan yang dimiliki oleh Tian Feng saat ini, dia berhasil menyusul Kai Jhin yang masih terhempas.
Tian Feng memberikan satu tendangan kuat keperut Kai Jhin sehingga Kai Jhin kembali terlempar kearah yang berlawanan.
"Tapak Raja Iblis Penghisap Jiwa."
Tian Feng kembali muncul dibelakang Kai Jhin kemudian dia mencengkram kepala Kai Jhin dengan telapak tangan yang berwarna merah.
Kai Jhin yang masih merasakan kesakitan jelas tidak tinggal diam, dia segera melepaskan aura hitam yang lebih kuat lagi dan kemudian berhasil melepaskan diri dari cengkeraman tangan Tian Feng.
"Tidak kuduga kamu masih memiliki kemampuan yang disembunyikan! Tapi kenapa kamu terlihat ingin membunuhku dengan cepat? Apakah ada sesuatu yang sedang menunggumu? Atau kemapuan mu itu memiliki resiko atau batas tertentu?" tanya Kai Jhin setelah berhasil lolos dari maut.
Tian Feng berdecak kesal, cara dia memberikan serangan beruntun kepada Kai Jhin ternyata disadari olehnya, terlebih lagi Kai Jhin ternyata masih memiliki energi yang baru dia keluarkan.
Sekarang energi Kai Jhin kembali meningkat, walau tidak sebanyak milik Tian Feng, namun Kai Jhin sudah mencurigai kemampuan Tian Feng yang mungkin memiliki batas waktu.
"Dasar ceroboh! Lihat apa yang sudah kamu perbuat! Sekarang dia sudah tahu kelemahan mu, dan aku pastikan dia akan mengulur waktu hingga kamu kehabisan waktu," kata Zanxi dengan nada geram atas kecerobohan Tian Feng.
Seharusnya Tian Feng segera membunuh Kai Jhin dan bukan memukulinya kesana-kemari, sekarang Kai Jhin justru sudah mengetahuinya.
Walau Tian Feng saat ini sangat kuat, namun Kai Jhin pasti akan mencari cara untuk menjaga jarak dan juga mengulur waktu.
"Jika memang demikian, aku akan membunuhnya bagiamana pun caranya!" kata Tian Feng kemudian dia kembali menyerang dengan kekuatan penuh.
Kilatan-kilatan listrik berwarna biru keluar dari tubuh Tian Feng dan kecepatan Tian Feng dua kali lebih cepat sebelumnya.
"Cakar Singa Merobek Mangsa."
Tian Feng muncul tepat dihadapan Kai Jhin kemudian memberikan serangan cakaran yang sangat kuat, namun Kai Jhin berhasil menghindari cakaran Tian Feng dengan cara turun kebawah.
"Huf.. hampir saja! Andai aku terkena jurusnya yang barusan, bisa-bisa tubuhku akan terbelah menjadi beberapa bagian," batin Kai Jhin sekaligus bernafas lega dan mengelap keringat di keningnya.
Tian Feng kembali muncul dihadapan Kai Jhin dan kemudian dia melepaskan tendangan kuat kedada Kai Jhin.
Dengan kedua lengannya, Kai Jhin berhasil menahan tendangan tersebut, namun tetap saja dia terseret mundur hingga ratusan meter, dan pasir mulai beterbangan menutupi pandangan semua orang termasuk Tian Feng dan Kai Jhin.
Tian Feng mengarahkan kedua telapak tangannya dan kemudian pusaran angin besar segera menggulung pasir dan menunju kearah Kai Jhin.
"Badai Awan Hitam."
Kai Jhin akhirnya juga melepaskan energi angin yang sama, namun ada awan hitam dipusaran angin yang dilepas oleh Kai Jhin.
Pasir semakin berhamburan kemana-mana hingga mencapai ketempat para Pendekar yang sudah berada sangat jauh di tempat pertarungan.
"Sungguh pertarungan yang luar biasa! Ini tidak lagi bisa disebut sebagai pertarungan para pendekar lagi, melainkan pertarungan tingkat yang lebih tinggi!" kata Wei Fang.
"Benar sekali Wei Fang! Aku juga tidak menduga jika ada Pendekar yang memiliki kekuatan sebesar ini, dan juga Pemuda bertopeng itu yang ternyata juga memiliki kemampuan luar biasa!" jawab Bing Ling Ling kemudian dia berjalan kearah Biksu yang sedang mengobati beberapa orang yang terluka.
"Adik! Apakah kamu pernah mendengar nama Ajaran Kegelapan? Siapa tahu ada salah satu kitab dikuil!" tanya Bai Ling Ling.
Bai Ming hanya menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak pernah mengetahui atau menemukan kitab akan ajaran kegelapan.
Bai Ling Ling terdiam memikirkan kemunculan Organisasi Bintang Hitam yang menyebar ajaran Kegelapan.
"Guru Zang, bagiamana kondisi anak dan cucumu?" tanya Wei Fang kepada Zang Yang yang baru datang padanya.
"Mereka sudah sadar, akan tetapi masih lemah! Sekarang mereka berdua dibawa oleh Huan Bao ke Perguruan Gurun Barat!" jawab Zang Yang kemudian dia menatap kearah Tian Feng yang masih beradu ilmu dengan Kai Jhin.
Zang Yang sama sekali tidak bisa melihat, disamping jaraknya yang sangat jauh, ditambah dengan angin ribut yang sangat kencang dan juga pasir yang berhamburan menutupi pandangan Zang Yang dan semua orang.
"Tidak kusangka Tian menyembunyikan kemampuannya dari gurunya sendiri! Dengan kemampuan sebesar yang ia tunjukkan tadi, dia lebih pantas menjadi satu-satunya Pendekar terkuat di Kerajaan Wu ini!" kata Zang Yang.
"Aku setuju akan pendapatmu Guru Zang! Tian memang lebih pantas menduduki peringkat pertama, karena hanya dia satu-satunya Pendekar yang bisa terbang di wilayah kita ini," kata Wei Fang.
__ADS_1
"Dari pada kalian membicarakannya, sebaiknya kalian membantunya!" kata Bai Ling Ling.
Zang Yang dan Wei Fang serta pendekar yang lain menatap kearah Bai Ling Ling secara bersamaan.
"Dewi Salju! Bagiamana kami bisa membantu Pendekar Dewa Sesat? Kemampuan kami semua yang ada disini bukanlah tandingan Pendekar dari Organisasi Bintang Hitam itu!" kata salah satu pendekar.
"Bukan itu maksudku! Begini, jika kalian percaya kepada dewa, maka mintalah bantuan para Dewa agar Pemuda Bertopeng itu bisa memenangkan pertarungannya, jika kalian tidak tahu caranya, maka mintalah bimbingan pada adikku!" kata Bing Ling Ling sambil menatap kearah Bai Ming.
"Amithafa..! Berdoa sesuatu hal yang tidak disertai dengan keyakinan yang mendalam, akan sangat sulit untuk doa itu sampai kelangit! Namun dari pada hanya berdiam diri tanpa berbuat apa-apa, maka aku akan berdoa dan memohon kepada Dewa langit, siapa tahu akan ada keajaiban," kata Bai Ming.
Selama hidup, Bai Ming tidak pernah berdoa meminta hal aneh apapun, dia hanya fukos memperdalam Dharma sekaligus ilmu Tubuh Besinya.
Bai Ming segera duduk dan diikuti oleh kakaknya Bai Ling Ling setelah itu disusul oleh Wei Fang, Zang Yang, dan semua pendekar.
Ditempat yang sedikit berjauhan, Tiayan Zin juga bingung harus berbuat apa, dia bersama dengan anggota Organisasi Bintang Hitam yang dibawa oleh Kai Jhin hanya bisa menunggu saja.
"Pemuda itu ternyata memiliki kemampuan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya! Andai pemuda itu menang, maka tamat sudah riwayat ku!" batin Taiyan Zin kemudian dia melihat kesemua anggota Kai Jhin.
"Saudara-saudara sekalian, tempat ini tidak aman bagi kita! Sebaiknya kita kembali saja ke tempatku! Aku yakin Tian Kai Jhin pasti bisa mengalahkan Pemuda itu!" kata Taiyan Zin.
Sebenarnya mereka semua tidak ada yang berani meninggalkan tempat itu jika tidak ada perintah dari Kai Jhin, namun mereka juga berpikir jika masih berada ditempat itu, bisa-bisa mereka akan mati akibat terkena dampak dari pertarungan Kai Jhin.
Akhirnya mereka semua memutuskan untuk mengikuti saran Taiyan Zin untuk kembali ke tempat Organisasi Tiga Bunga.
"Tunggu dulu, bagaimana kalau Pelindung ke delapan belas bertanya?" salah satu dari mereka teringat akan salah satu Pelindung yang berada di Organisasi Tiga Bunga.
"Biar aku yang menjelaskannya kepada Tuan Sao Ping, jadi kalian tidak perlu khawatir lagi! Ayo kita bergegas meninggalkan tempat ini!" kata Taiyan Zin kemudian dia pergi meninggalkan wilayah Kuburan Seribu Pedang.
Para Anggota Organisasi Bintang Hitam tidak tahu jika sebenarnya Taiyan Zin takut. Andai mereka tahu jika semua itu hanya akal-akalan Taiyan Zin, mereka pasti akan membunuh Taiyan Zin.
Ditempat pertarungan, Kai Jhin sudah berkali-kali terkena serangan Tian Feng, namun Tian Feng selalu saja gagal saat akan membunuhnya.
"Dia benar-benar sangat licin bagai belut! gerutu Tian Feng.
"Tian waktumu sudah hampir habis, jika kamu tidak bisa mengalahkannya maka ini akan sangat berbahaya sekali bagimu!"
"Jika kamu tidak berhasil membunuh orang itu, maka secara terpaksa aku akan mengambilnya alih tubuhmu, dan kamu sudah tahu resikonya jika sampai aku mengambil alih tubuhmu!" kata Zanxi.
"Jika tidak ada cara lain tidak masalah, aku rela menanggung resikonya asal dia mati!" kata Tian Feng.
"Berusahalah dulu sebelum menyerah!" kata Zanxi yang memberi dorongan semangat kepada Tian Feng.
Tian Feng kembali menyerang dengan kecepatan sebelumnya, kali ini dia lebih cepat memberikan serangan yang sangat mematikan.
"Amukan Raja Iblis - Pencabut Nyawa."
Tian Feng memberikan serangan tinju keperut Kai Jhin. Awalnya Kai Jhin sangat kebingungan karena serangan Tian Feng tidak berdampak apapun.
Tidak seperti serangan Tian Feng sebelumnya yang membuat Kai Jhin serasa tulang-tulangnya seperti mau pindah posisi, serangan yang sekarang justru tidak memiliki rasa sakit apapun.
Namun Kai Jhin tetap tidak menurunkan kewaspadaan nya, dia segera mengeluarkan Aura Hitam untuk melindungi tubuhnya, dan tidak lama kemudian sebuah pusaran angin kecil segera berputar dibekas pukulan Tian Feng.
Pusaran angin tersebut berusaha menembus Aura Hitam Kai Jhin, sedangkan Kai Jhin segera mementalkan pusaran angin tersebut.
Saat angin tersebut berhasil dilempar, pusaran tersebut memadat diudara dan kemudian meledak.
Kai Jhin terkejut saat merasakan tekanan dari ledakan tersebut, andai dia terlambat sedikit saja, bisa-bisa Pusaran angin tersebut akan menghancurkan tubuhnya.
"Dia memiliki bermacam ilmu semengerikan ini? Dia sungguh lawan yang sangat berbahaya, setidaknya kemampuan yang dimilikinya setara dengan Pengawal ke Sepuluh!" gumam Kai Jhin kemudian dia melihat kearah Tian Feng.
Mata Kai Jhin melebar dan tersenyum lebar saat merasakan energi Tian Feng yang mulai menurun.
"Hahaha...! Seperti yang kuduga, ternyata kemampuan yang kamu miliki memiliki batas waktu, sekarang giliran ku!" kata Kai Jhin.
Saat ini Tian Feng sudah benar-benar kehabisan waktu, energinya menurun secara drastis dan nafasnya mulai memburu.
__ADS_1
"Dasar bodoh!" Zanxi mengumpat kepada Tian Feng.
Tian Feng hanya tersenyum kecut, dengan sisa energi yang dimilikinya, dia berusaha menghindari serangan Kai Jhin.
Kai Jhin membuat energi berbentuk sebuah pedang dan kemudian dia menyerang Tian Feng dengan pedang hitam yang terbuat dari energi.
Kai Jhin melepaskan serangan tusukan dan tebasan ke arah dada dan perut Tian Feng, sedangkan Tian Feng hanya menghindar dan menepis serangan Kai Jhin yang sangat cepat dan pada akhirnya tusukan pedang hitam Kai Jhin berhasil menembus dada Tian Feng.
"Argahhh..!"
Tian Feng muntah darah saat Kai Jhin mencabut pedang hitamnya yang menembus dada Tian Feng.
Saat melihat pasir yang mulai menghilang, Wei Fang dan Zang Yang serta semuanya sama-sama bernafas lega, mereka berpikir pertarungan sudah berakhir dan kemudian mereka segera pergi untuk melihat akan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
Saat Wei Fang dan Zang Yang serta semuanya berlari dan mulai melihat kearah Tian Feng, mereka semua terkejut saat melihat Kai Jhin mau menusuk Tian Feng untuk yang kedua kalinya.
Masalah nya mereka semua melihat Tian Feng sudah jatuh berlutut tidak berdaya, dan terlihat jelas jika Tian Feng sudah berhasil dikalahkan oleh Kai Jhin.
"Tian..! Tidaaak...!" Zang Yang yang berteriak lebih dulu kemudian dia segera berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan Tian Feng.
Wei Fang dan Bai Ming, Li Xiang Fai, serta Bai Ling Ling juga melompat dan berharap bisa menggagalkan Kai Jhin yang akan menusuk Tian Feng.
Seberapa cepat usaha dan langkah yang sudah mereka kerahkan, nyatanya pedang hitam Kai Jhin sudah lebih dulu menembus dada Tian Feng untuk yang ke-dua kalinya.
"Tidak...!" Zang Yang yang berlari langsung berhenti saat melihat Tian Feng yang menengadahkan kepalanya keatas dan darah segera keluar dari mulut serta bekas tusukan dari Kai Jhin.
Zang Yang jatuh berlutut, kakinya serasa tidak memiliki tenaga lagi saat melihat Tian Feng yang jatuh diatas pasir dan tergeletak begitu saja.
Wei Fang dan semua pendekar juga menghentikan langkah mereka saat melihat Tian Feng yang jatuh dan sepertinya tidak akan bisa tertolong lagi.
Wei Fang segera menghampiri Zang Yang, sangat terlihat jelas jika Zang Yang sangat terpukul melihat Tian Feng.
"Gu.. guru Zang..!" Wei Fang berusaha menenangkan Zang Yang.
"Ini salahku, seharusnya aku melindunginya dan tidak mementingkan yang lain! Ini salahku.. salahku!"
Zang Yang terus menyalahkan diri sendiri karena sudah mengingkari sumpah yang pernah ia ucapkan untuk selalu melindungi keluarga Yuan apapun taruhannya.
Namun saat melihat Zian Wen dan Lin Ling tidak sadarkan diri, dia jadi lupa dan justru lebih dulu menolong ke-duanya.
Padahal sudah jelas jika Zian Wen dan Lin Ling hanya tidak sadarkan diri, dan waktu itu masih ada Gu Yuao yang menolong mereka.
"Guru Zang, berhentilah menyalahkan diri sendiri! Jika kamu ingin menyalahkan diri sendiri seperti ini, maka kami juga sama bersalahnya karena telah menyerahkan semuanya kepada Tian, lagi pula dia ikut kesini atas permintaan ku! jadi aku juga ikut bertanggung jawab akan hal ini!" kata Wei Fang.
Kai Jhin menatap kearah semua para Pendekar saat melihat Tian Feng sudah tidak bergerak lagi, "Sekarang kalian semua harus ikut bergabung denganku! Jika tidak kalian akan menyusul anak ini ke alam baka!" kata Kai Jhin dengan suara yang menggema.
Semua pendekar saling berpandangan, mereka bingung harus berbuat apa, dari semua penderkar yang kebingungan, hanya Zang Yang yang bangkit kemudian dia melepaskan seluruh energi yang dimilikinya.
"Walau aku harus mati disini, aku tidak keberatan asal bisa membalas kematian muridku, kalaupun harus mati, maka aku bangga karena mati bersama dengan muridku!" kata Zang Yang.
"Guru Zang jangan gegabah!" kata Wei Fang, namun Zang Yang tidak lagi memperdulikan perkataan Wei Fang.
Mata Zang Yang yang dipenuhi rasa bersalah serta dendam segera melompat dan bergerak kearah Kai Jhin.
"Dasar pendekar bodoh!" kata Kai Jhin kemudian dia mengubah pedangnya menjadi anak panah yang melayang.
"Matilah kau...!"
Kai Jhin melempar anak panahnya kearah Zang Yang dan dengan sangat cepat anak panah tersebut melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi mengarah ke tubuh Zang Yang.
Saat anak panah tersebut hampir menusuk Zang Yang, tiba-tiba saja Tian Feng muncul lagi dan menahan anak panah hitam itu dengan dua jarinya.
"Apa..!?"
Kai Jhin terkejut dan melihat kearah Tian Feng yang seharusnya masih terbaring, dan ternyata Tian Feng sudah tidak ada di sampingnya.
__ADS_1
"Kau yang memaksaku melakukan ini Manusia! jadi kamu harus membayar semua ini dengan nyawamu!" suara Tian Feng ternyata sudah berubah membuat Zang Yang sangat terkejut mendengar suara Tian Feng yang terdengar lebih tua layaknya suara seorang pria berumur 40 sampai 50 tahunan.