Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
hukuman berat


__ADS_3

***


Ho Chen, Tian Feng dan keluarga mereka bersama-sama menikmati kebersamaan, mereka berkumpul dan saling mengobrol di ruang tamu.


Xu Lian sendiri saat ini sedang menemani Xihua bermain, walau Xu Lian terlihat kecil, namun dia sifatnya sebenarnya lebih condong ke orang tua.


"Dewi, ada Dayang utusan Permaisuri ingin bertemu dengan Dewi!" kata salah satu pelayan kepad Qiao Lin.


"Suruh dia masuk!" kata Qiao Lin kemudian pelayanan tersebut membungkuk lalu pergi kembali keluar.


Setelah beberapa saat, terlihat ada lima dayang yang mengenakan gaun putih dengan memiliki tali ikat rambut yang terbuat dari bulu halus berwarna putih, penampilan sangat mempesona serta anggun.


Qiao Lin sedikit mengerutkan dahinya melihat kelima dayang yang datang kearahnya, dan setelah tiba di hadapan mereka semua, kelima dayang tersebut segera membungkuk memberi hormat.


"Salam Hormat kepada Dewi Es!" kata salah satu dayang.


"Kalian dayang baru? Sebelumnya aku tidak pernah melihat kalian berada di kediaman Permaisuri?" tanya Qiao Lin.


"Benar sekali Dewi, kami baru saja di angkat menjadi dayang. Sebelumnya kami hanyalah pelayan yang sering melayani para tamu penting ditaman!" jawab dayang tersebut.


"Owh pantas!" Qiao Lin mengangguk.


"Ibu, mereka cantik-cantik!" kata Xihua yang datang ke samping Alice karena tertarik akan daya pesona penampilan para Dayang tersebut.


"Iya, mereka sangat cantik dan anggun!" jawab Alice yang juga mengakuinya.


Kelima dayang tersebut melirik ke arah Xihua dan Alice kemudian tersenyum lembut kepada mereka berdua, sedangkan Naomi sendiri segera menghampiri Alice dan melihat para Dayang tersebut.


"Ada keperluan apa mereka datang kesini?" tanya Naomi.


"Entahlah!" jawab Alice.


Tian Feng dan Ho Chen melirik mereka berlima kemudian samar-samar senyum Tian Feng mulai terlihat, sedangkan Ho Chen menghampiri mereka berlima.


"Ada apa Yang Mulia Permaisuri menyuruh kalian datang kesini?" tanya Ho Chen.


"Dewa, Yang Mulia Permaisuri meminta kami untuk membawa Istri Pertama Dewa Sesat untuk ikut dengan kami pergi menemui Permaisuri, beliau juga ingin melihat ibu dan anak ini, karena sejak pertama mereka datang, Yang Mulia belum pernah bertatap muka dengan mereka berdua!" jawab Dayang tersebut.


Tian Feng memutar air teh di dalam cangkirnya kemudian dia meminum habis air tersebut lalu bangkit dan menghampiri mereka berlima.


"Kalian Tahu, rumah ini saat ini memiliki segel khusus untuk melindungi keluarga ku, jika memang Yang Mulia Permaisuri ingin bertemu dengan istri dan anakku, beliau bisa datang sendiri kesini!" kata Tian Feng.

__ADS_1


Kelima dayang tersebut saling berpandangan satu sama lain, rasa gugup membuat mereka sulit untuk berbicara, apalagi dua sosok di hadapan mereka adalah sosok paling di segani oleh para Dewa.


"Kami hanya menjalankan tugas dari Yang Mulia Dewa!" jawab salah satu dari mereka.


"Iya-iya, aku tahu kalian hanya melaksanakan tugas, hanya saja aku tidak yakin jika yang menyuruh kalian adalah Yang Mulia Permaisuri, jangan berani-berani berbohong di hadapanku! Sebaiknya kalian jujur saja, siapa sebenarnya yang menyuruh kalian?" tanya Tian Feng.


"Kami tidak berani berbohong kepada Dewa, sungguh kami mendapatkan perintah dari Permaisuri!" kata dayang yang lain.


"Bagus, jadi kalian tetap tidak mau jujur? Baiklah, sepertinya harus ada sedikit dorongan penyemangat agar kalian mau berbicara secara jujur, bagiamana?" kata Tian Feng kemudian muncul Api Emas di jarinya.


Ruangan mendadak sedikit lebih hangat setelah Tian Feng mengeluarkan Api Emas dari jarinya.


"Ada apa dengan mu suamiku?" tanya Alice yang kebingungan atas sikap Tian Feng yang aneh dan serasa seperti sensitif.


"Ayah, kenapa Ayah memarahi bibi-bibi yang cantik itu?" tanya Xihua.


"Xihua, sebaiknya kamu disini saja!" Xu Lian memanggil Xihua karena dia tidak ingin Xihua ikut campur urusan orang Dewasa.


Awalnya Xihua enggan menuruti Xu Lian, namun karena Xu Lian sangat pandai merayu, akhirnya Xihua menurut juga.


"Alice, Naomi, kalian kesamping dulu!" kata Tian Feng kepada kedua istrinya.


Alice dan Naomi saling berpandangan karena sama-sama tidak mengerti, jangan mereka berdua, bahkan Qiao Lin juga sama bingungnya.


"Masih keras kepala juga kalian, baiklah karena kalian tetap tidak mau mengaku, terimalah sihir Bunga Api Surga ini!" kata Tian Feng kemudian melepaskan Apinya kearah para dayang tersebut.


Para Dayang yang terkejut saat melihat bunga Api yang menuju ke arah mereka melangkah mundur dengan wajah pucat, mereka semua jelas sangat ketakutan.


"Tian, apa yang kamu lakukan? Berhenti menakut-nakuti mereka! Mereka itu hanyalah para dayang Permaisuri," kata Qiao Lin.


Tian Feng hanya tersenyum namun dia sama sekali tidak menarik kembali apinya, dan tanpa alasan yang jelas, Api Tian Feng langsung mengenai salah satu dari mereka.


Qiao Lin jelas sangat marah melihat hal itu, dia menatap Tian Feng dengan tatapan marah dan ingin mengutuk Tian Feng, namun dia belum sempat memarahinya, Tian Feng sudah lebih dulu berbicara kepada Qiao Lin seraya menunjuk ke arah salah satu Dayang yang pakaiannya mulai terbakar.


"Lihatlah siapa dia sebenarnya?" kata Tian Feng.


Qiao Lin segera menoleh begitu juga dengan semuanya, dan betapa terkejutnya dia setelah apa yang mereka lihat.


Pakaian salah satu dayang tersebut langsung terbakar, namun setelah itu dayang yang terbakar tersebut melapaskan pakaiannya dan terlihat pakaian keduanya.


Pakaian keduanya adalah gaun berwarna hitam dengan gambar pola Swastika berwarna hitam, gambar pola itu tentu sangat di kenali oleh siapapun, siapa lagi jika bukan pengikut Kaisar Kegelapan.

__ADS_1


"Sial!" gerutu salah satu dayang tersebut karena identitasnya yang sudah terbongkar.


"Bagiamana sekarang, apakah aku salah karena tidak mempercayai mereka? Aku yakin Senior Ho Chen juga pasti mengetahuinya!" kata Tian Feng.


"Apakah ini benar?" tanya Qiao Lin.


"Iya, aku sudah mengetahuinya, karena itu aku tidak menghalangi Tian!" jawab Ho Chen.


"Sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui apakah mereka benar-benar datang karena di utus oleh Permaisuri atau tidak, logikanya jika Permaisuri benar-benar ingin bertemu dengan Istriku, beliau tidak akan mungkin hanya mengutus para dayang-dayang nya, setidaknya permaisuri akan mengutus beberapa Dewi!" kata Tian Feng, namun alasan yang sebenarnya adalah, karena Tian Feng dan Ho Chen sudah tahu mereka dengan melihat akan masa depan Alice dan Xihua.


Tian Feng ingat jika Kembaran jiwanya pernah berkata kepada Tian Feng saat berlatih di Dunia Dimensi Hampa. "Aku hanya berusaha membantumu agar bisa mencapai tahap Rana Ilahi sebelum kamu bertarung dengan Kaisar Kegelapan, namun aku tidak bisa mengubah takdir, semuanya aku serahkan kembali kepada mu!"


Menurut kisah cerita kembaran jiwanya, dulu dia kehilangan Xihua dan istri-istrinya karena saat itu dia masih berada di tahap Rana Agung, dan kejadian tersebut tepat saat dirinya berhadapan dengan Kaisar Kegelapan yang ternyata Kaisar Kegelapan sudah berada di tahap setengah langkah Rana Ilahi tahap 1.


Tidak hanya dirinya kalah, dia juga harus kehilangan semua keluarganya, dan di waktu yang sama, Energi Hitam melenyapkan Kaisar Kegelapan karena dia sudah tidak lagi membutuhkannya setelah mendapatkan tubuh Xihua.


Bisa di bilang jika pencapaian Tian Feng saat ini lebih cepat dari yang di harapkan, hanya saja kemungkinan besarnya jika Kaisar Kegelapan juga akan mencapai tahap yang setara, namun setidaknya Tian Feng sudah bisa melindungi keluarganya sendiri saat ini.


Tubuh Tian Feng tiba-tiba berubah menjadi cahaya dan kemudian tubuhnya muncul lagi di hadapan para dayang tersebut sehingga kelima dayang itu langsung mundur menjaga jarak.


"Apakah sekarang kalian masih mau mengelak? Percuma saja sekarang jika kalian ingin menipuku, lebih baik kamu dan yang lainnya di luar pelindung segera menyerah sebelum kalian menyesal, mungkin aku masih bisa berbaik hati, namun jika kalian tetap memaksa..!" tatapan Tian Feng menjadi jauh lebih dingin setelah berkata demikian.


"Bagaimana anda bisa tahu jika kami berbohong serta mengetahui jika masih banyak anggota kami diluar?" tanya salah satu dari mereka.


"Kalian tidak memenuhi syarat untuk mengajukan pertanyaan padaku!" kata Tian Feng.


"Tuan, serahkan saja mereka padaku, tuan tidak perlu repot-repot meladeni mereka!" kata Xu Lian yang muncul di samping Tian Feng.


Kelima dayang hanya saling berpandangan sebelum akhirnya salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah bola seukuran kepalan tangan Xihua lalu mengalirkan energi ke bola tersebut setelah itu dia melemparkan bola tersebut ke atas.


Bola tersebut meledak dan ledakan asap hitam membentuk gambar Swastika hitam terukir di udara.


Itu adalah sebuah pemberitahuan kepada para anggota yang lain jika rencana mereka gagal dan diketahui, dan dengan tanda tersebut mereka juga bisa mempersiapkan diri untuk perubahan situasi buruk.


Tian Feng hanya tersenyum tipis melihat tanda di atas yang semakin melebar. "Memberikan kode hanya akan membuat para penghianat diluar sana akan menerima hukuman berat dariku! Xu Lian aku serahkan mereka padamu!" kata Tian Feng.


"Tuan tenang saja, mereka ini hanya masalah mudah bagiku!" kata Xu Lian kemudian tubuhnya yang kecil mulai memancarkan aura emas yang panas.


Tian Feng mengangguk kemudian tubuhnya berkedip dan berubah menjadi cahaya lalu menghilang dari hadapan semuanya.


"Dia sendiri saja sudah bisa mengurus semua ini!" kata Ho Chen.

__ADS_1


Dengan kemampuan Tian Feng saat ini, siapa yang akan bisa menandinginya, bahkan dirinya sekalipun saat ini juga bukan lawan yang cocok dengan Tian Feng.


Kelima dayang yang berada di hadapan Xu Lian hanya membutuhkan waktu sepersekian detik untuk di lumpuhkan oleh Xu Lian, walau tubuh Xu Lian seperti Xihua, namun kekuatan yang di milikinya sudah berada di Puncak Rana Agung.


__ADS_2