
***
Dinding Pelindung yang menutupi seluruh Galaxi Hitam secara perlahan-lahan mulai terlihat retakan dari pusat mata Tombak Tian Feng.
Retakan tersebut mulai menyebar seperti sarang laba-laba, dan dengan tambahan tekanan yang di perkuat, hanya dengan satu hentakan saja Pelindung tersebut pasti akan hancur.
Tian Feng langsung menambahkan energinya sehingga petir merah semakin membesar, dan ketika dia hampir berhasil memecahkannya, sebuah serangan Energi melesat kearah dengan kecepatan tinggi.
Tian Feng yang menyadari akan kedatangan serangan energi tersebut segera mengaum keras sehingga aumannya mampu mementalkan Energi tersebut kembali kebelakang.
Setelah berhasil mengembalikan serangan yang entah dari mana datangnya, muncul lagi tiga serangan energi yang datang secata bersamaan kerah Tian Feng.
Tian Feng berdecak kesal kemudian tanpa pikir panjang, dia menarik kembali tombaknya lalu melepaskan energi petir merah ke arah tiga serangan energi yang datang kearahnya.
Ledakan yang sangat besar segera tercipta saat Petir merah itu bertabrakan dengan ketiga energi misterius dan ledakan tersebut membuat Dinding Pelindung pecah.
"Berani sekali manusia sepertimu membuat kekacauan di tempat ini! Apakah kamu sudah bosan hidup manusia?" sebuah suara terdengar menggema di segala penjuru alam semesta dan berbicara kepada Tian Feng.
"Untuk apa aku harus takut? Lagi pula kedatanganku kesini memang berniat untuk membuat kekacauan!" jawab Tian Feng.
Suara tersebut terdengar tertawa dan setelah itu muncullah Kabut hitam tebal yang berputar di hadapan Tian Feng seperti angin ****** beliung. Kabut tersebut pecah menjadi empat dan masing-masing setiap kabut mulai berubah ke wujud sesosok manusia mengenakan jubah hitam.
Tian Feng menaikkan sebelah alisnya melihat ke empat sosok tersebut, dia dapat merasakan masing-masing kekuatan mereka yang berada di Setengah langkah Rana Ilahi.
"Kaisar Kegelapan masih menyimpan kekuatan yang lain? Apakah ini benar-benar milik Kaisar Kegelapan atau Zhi Yin?" gumam Tian Feng.
Selama ini dia sama sekali tidak pernah mendengar akan mereka, baik itu melalui Zhi Shan, maupun dari kembaran jiwanya.
"Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian menyerangku?" tanya Tian Feng.
"Kami adalah Penjaga yang di panggil dengan sebutan Lima Belas Penjaga Kembar milik Yang Mulia Energi Hitam, karena kamu sudah berani mengganggu Tuan kami, maka kamu tidak akan perlu berharap untuk kembali," kata salah satu dari mereka.
Tidak ada satupun dari keempat sosok misterius yang mengaku sebagai penjaga kembar itu yang dapat dilihat wajahnya, penutup kepala mereka itu membuat wajah para Penjaga Kembar tertutup oleh kegelapan yang tidak bisa ditembus oleh cahaya.
"Lima belas?"
__ADS_1
Tian Feng hanya melihat mereka berempat saja, dan jika ada Lima belas, berati masih ada beberapa sosok lagi yang belum muncul.
"Kau memang memiliki kekuatan yang cukup besar, namun kekuatanmu itu tidak akan ada artinya bagi kami, sekarang kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu itu!" kata sosok tersebut kemudian dua sosok menghilang dan muncul kembali di belakang Tian Feng.
Tian Feng tidak mengerti kenapa mereka harus membagi menjadi dua depan dan belakang, walau masing-masing dari mereka memiliki kekuatan di bawahnya, namun dengan gabungan serangan mereka berempat, Tian Feng akan kesulitan untuk menghadapi mereka sekaligus.
Keempat sosok tersebut tidak menunggu Tian Feng berpikir lebih lama lagi, mereka berempat langsung melepaskan energi mereka yang sangat besar.
Suara desiran energi seperti angin menyebar kesegala arah, dan tekanan gabungan auara hitam yang meluas menyelimuti mereka berlima.
Tian Feng tidak diam begitu saja, dia juga melepaskan energi sehingga dua kekuatan saling mendorong satu sama lain.
Aura putih dan emas yang membentuk sebuah bola menutupi tubuh Tian Feng secara perlahan-lahan membesar, sedangkan aura hitam terus berusaha menekan aura Tian Feng.
Kedua kekuatan yang mampu meruntuhkan gunung-gunung itu jika di lepaskan di dunia terus berlanjut selama beberapa detik dan setelah itu keempat sosok penjaga mengeluarkan rantai hitam dan secara bersamaan menyerang Tian Feng dari arah depan dan belakangnya.
Empat rantai hitam yang mengandung kekuatan Kegelepan yang sangat kuat menyerang bagai sebuah jaring yang ingin menangkap ikan di lautan.
Dengan satu tombak ditangannya, Tian Feng bertahan dengan menepis setiap rantai yang datang serta sesekali melepas energi petirny ke rantai-rantai tersebut.
Untungnya Tian Feng bukan lagi Tian Feng yang dulu yang belum terlalu mahir dalam menggunakan tombak, dengan jurus tombak yang sudah dia sempurnakan, setiap serangan yang datang akan mampu dia tahan sehingga serangan rantai tersebut tidak mampu menyentuh tubuh Tian Feng.
Seperti perkiraan mereka sebelumnya yang di sampaikan kepada Zhi Yin, jika mereka ingin mengalahkan Tian Feng, mereka membutuhkan dua penjaga kembar lagi untuk bisa mengalahkannya, sebab dari tingkat kekuatan saja sudah seimbang, apalagi untuk mengalahkan Tian Feng, itu tidak akan mudah, sebab Tian Feng pasti memiliki keterampilan bertarung yang tinggi.
Serangan yang tidak ada berhentinya itu sebenarnya juga membuat Tian Feng sedikit kesulitan, namun dia berusaha untuk berpikir dalam mengambil langkah serangan yang baik.
Menyerang dan bertahan dalam sebuah pertarungan memang hal yang biasa dilakukan oleh semua Petarung, namun jika menghadapi serangan gabungan yang memiliki kekuatan yang hampir sama, itu sedikit sulit, ditambah lagi harus berpikir dalam mengatur strategi dan langkah yang harus di ambil untuk memberikan serangan.
Jika salah perhitungan dalam mengambil tindakan dan strateginya tidak seperti yang di harapkan, itu bisa berakibat fatal, tidak peduli seberapa kuat orang itu, jika salah dalam mengambil tindakan, yang ada justru akan kalah.
Setelah bertahan dan memikirkan strategi yang tepat, jalan satu-satunya yang di ambil oleh Tian Feng adalah menggabungkan dua tiga kekuatan yang belum dia gunakan.
Tian Feng mulai mengeluarkan Api emasnya kemudian di gabungkan dengan petir emas, kedua energi itu yang berasal dari keluarga surgawi itu langsung membentuk sebuah zirah emas yang sangat kokoh, dan kecepatan gerakan Tian Feng juga meningkat tajam.
Petir Merah, Petir Emas, dan Api Emas bergabung menjadi satu sehingga setiap ujung rantai yang mendekat pasti akan hancur saat menyentuh zirah Tian Feng.
__ADS_1
Langkah selanjutnya yang di ambil oleh Tian Feng adalah menggunakan kekuatan energi milik Batu Mustika Putih, sehingga empat kekuatan surgawi yang menyatu benar-benar mampu menghancurkan tekanan energi hitam yang menyelimutinya.
Cahaya terang yang mampu menerangi sebagian Galaxi Hitam membuat keempat Penjaga Kembar itu harus terseret mundur dengan setangah dari rantai mereka yang hancur oleh Cahaya dari tubuh Tian Feng.
Tian Feng tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, tubuhnya langsung berubah menjadi butiran cahaya kemudian bergerak kearah salah satu lawannya dengan cara menghilang lalu muncul dengan memberikan serangan tombak yang sangat kuat.
Satu serangan dengan energi penuh itu langsung menebus tubuh Penjaga Kembar itu, hanya saja karena lawannya memiliki kekuatan Rana Ilahi, walau hanya setengah langkah saja, namun penjaga tersebut sudah bisa membuat tubuhnya menjadi ilusi.
"Percuma saja!" kata Tian Feng dengan mata yang menyala dan disertai dengan senyuman dingin kepada penjaga yang tubuhnya berhasil di tembus oleh tombaknya.
Tian Feng langsung melepaskan petir merahnya sehingga tubuh penjaga itu yang berubah ke tubuh Ilusi langsung tertahan oleh petir merah.
Tubuhnya yang ilusi itu seharusnya bisa lolos, namun karena petir merah mampu mengikat tubuh Penjaga tersebut, akhirnya Penjaga tersebut tidak bisa meloloskan diri dan tubuhnya yang ilusi kini kembali lagi seperti semula.
Begitu tubuh penjaga tersebut menjadi padat, Petir merah langsung menyebar menutupi seluruh tubuh sang penjaga itu, dan sudah bisa di pastikan jika penjaga itu pasti akan lenyap oleh petir merah yang menjadi kekuatan utama sang Tombak.
Ketiga Penjaga Kembar yang tersisa jelas terkejut saat melihat tubuh rekannya yang tertutup oleh petir merah, mereka hanya terseret mundur selama sekian detik saja, namun dalam waktu sekian detik itu ternyata sudah cukup bagi Tian Feng untuk memberikan serangan balasan yang membuat salah satu Penjaga Kembar terkena serangan Tian Feng.
Ketiganya benar-benar tidak memiliki waktu untuk terkejut lebih lama lagi, mereka bergegas bergerak dengan cara seperti kilat untuk menolong kembaran mereka sebelum terlambat.
Tian Feng melirik ketiga Penjaga yang sama-sama melesat kearah dengan ujung rantai yang juga diarahkan padanya, Tian Feng segera menekan kekuatan petir tombaknya yang masih menancap di tubuh salah satu Penjaga Kembar tersebut hingga tubuh Penjaga Kembar hancur di dalam lilitan petir merah dan kemudian lenyap tanpa menyisakan apapun.
Tian Feng kembali melapaskan energi gabungan dari Energi Surgawi nya untuk menyambut ketiga serangan serangan kilat yang menuju kearahnya.
Ketiga Penjaga Kembar yang terlihat sangat marah itu karena satu rekannya sudah di lenyapkan oleh Tian Feng dengan energi yang meluap-luap berteriak keras.
Teriakan kemarahan yang di sertai dengan serangan itu membuat Galaxi Hitam ikut bergetar akibat pekikan kuat, hanya saja ketika ketiga serangan itu hampir menjangkau Tian Feng, dua sosok lain tiba-tiba saja muncul di hadapan Tian Feng dan langsung menahan dua serangan rantai itu.
"Tian, maaf sudah membuatmu menunggu lama, sekarang serahkan dua sosok ini pada kami, dan kamu atasi yang satunya!" kata salah satu sosok tersebut.
"Ayo junior, sekarang kita akan berjuang bersama-sama!"
Tian Feng yang tampak tertegun sesaat karena kemunculan dua sosok tersebut akhirnya tersadar, dia tersenyum seraya mengangguk kemudian langsung menyambut serangan satunya yang tersisa seraya berkata, "Terima kasih senior!" gumam Tian Feng kemudian dia segera membalas serangan kepada lawan yang tersisa dengan kekuatan yang sangat besar.
Kedua sosok yang baru muncul itu serta memblokir dua serangan Penjaga Kembar tidak lain adalah Ho Chen dan Chinmi, kedua senior yang sudah kembali bersatu dan secara bersamaan berjalan di jalan yang sama kini akan menjadi teman seperjuangan, tentu saja pada dasarnya mereka adalah guru dan murid dan juga tugas saudara satu seperguruan, yaitu sama-sama murid sang Buddha.
__ADS_1