
***
Ledakan demi ledakan secara terus-menerus saling bersahut-sahutan di luar angkasa, semua itu di sebabkan oleh pertarungan Ho Chen melawan Tanduk Iblis, Mata Ular dan Yian Shan Dewa Petir Kegelapan.
Ho Chen di dampingi oleh tiga ekor binatang kuat, dua adalah binatang Sihir dan yang satu adalah asli. Dua binatang yang terbentuk dari Sihir ada Naga Petir dan Burung Air Surgawi, sedangkan yang yang asli adalah Naga kecil yang kini merubah wujud kebentuk Naga Api Emas yang besar serta perkasa.
Baik itu Tanduk Iblis maupun dua lainnya sama tidak berdaya melawan semuanya, jangankan semuanya, bahkan melawan Burung Air Surgawi pun juga kesulitan, dan yang paling membuat mereka tidak berdaya adalah Ho Chen dan Naga Api Emas yang mampu menekan kekuatan mereka, bahkan Petir dari Yian Shan sekalipun tidak berpengaruh kepada Naga Api Emas dan juga Ho Chen.
"Sekuat apapun kalian berusaha, hasilnya akan tetap saja, kenapa kalian masih berusaha, padahal kalian sudah tahu sendiri jika kalian saat ini bukanlah lawan yang sepadan denganku, bahkan Chinmi sekalipun harus mempertaruhkan semuanya agar bisa mengalahkanku!" ucap Ho Chen kepada ketiga yang mulai melemah.
"Kau boleh saja merasa paling hebat Dewa Pelindung Alam Semesta, tapi ingat cepat atau lambat salah satu dari kami pasti akan mampu menandingi mu, hingga hari itu tiba nanti, kamu bisa berbangga diri untuk sesaat, tunggulah!" kata Yian Shan.
"Hem? Siapa yang kamu maksud? Apakah Chinmi yang saat ini sudah di segel oleh Buddha, atau Dewa Hitam yang kadang bisa berubah-ubah jenis kelaminnya itu?" tanya Ho Chen.
"Kamu tunggu saja, nanti kamu pasti akan mengetahuinya sendiri, dan mengenai Pangeran Muda, jangan kamu pikir segel Buddha mampu mengadakannya karena kekuatan sejati dari energi hitam lebih besar dari yang kalian pikirkan!" ucap Mata Ular dengan penuh keseriusan.
Ho Chen mengerutkan dahinya mendengar perkataan Mata Ular, sebelumnya dia dapat merasakan kekuatan unik dari pengendali tubuh Chinmi, walau sudah berada di bawah tekanan segel Buddha, nyatanya Chinmi masih belum dapat di bebaskan dari belenggu Energi Hitam.
"Terima kasih atas informasinya, sekarang sudah waktunya bagi kalian untuk meninggalkan kehidupan kalian!" kata Ho Chen kemudian dia mengarahkan kedua telapak tangannya.
Naga Petir dan Burung Air Surgawi segera bergerak saat Ho Chen mengarahkan kedua telapak tangannya kepada Tanduk Iblis dan Mata Ular. Yian Shan berniat bergabung untuk membantu Tanduk Iblis dan Mata Ular, namun tiba-tiba saja raungan keras yang mengandung hawa panas membuat dirinya terlempar jauh.
"G****Roarrrr...!"
Yian Shan terlempar sangat jauh sekali, dia berusaha menstabilkan dirinya, namun belum sempat dia menstabilkan diri, sebuah kibasan ekor besar langsung menghantam kembali tubuhnya sehingga Yian Shan kembali terlempar sekaligus meringis menahan sakit.
Naga Api Emas tidak memberikannya waktu untuk diam, dia kembali melayangkan serangan yang sangat kuat kepada Yian Shan sehingga Yian Shan hanya bisa menerima nasibnya yang mulai babak belur menjadi bulan-bulanan Naga Api Emas.
Disisi lain Tanduk Iblis dan Mata Ular juga menjadi mainan kedua binatang sihir itu, kekuatan hisap Tanduk Iblis sama sekali tidak berpengaruh terhadap kedua binatang itu, yang ada keduanya justru semakin diserang dengan sangat brutal.
Melihat Tanduk Iblis dan Mata Ular sudah tidak berdaya lagi, Ho Chen segera membuat segel tangan yang rumit.
"Segel Suci Pengikat Jiwa."
Sebuah gambar diagram yang terbentuk dari energi dengan gambar pola unik membentang di hadapan Ho Chen, dia memainkan jarinya dan setelah itu sebuah cahaya besar keluar dari diagram energi tersebut dan melesat mengenai tubuh Tanduk Iblis.
"Apa ini..?"
Tanduk Iblis yang terkejut saat merasakan sekujur tubuhnya tiba-tiba tidak bisa di gerakkan menjadi kebingungan, perlahan-lahan tubuhnya mulai mengeras dan mulai berubah menjadi batu.
Mata Ular melihat itu juga terkejut, baru pertama kalinya dia melihat ada segel aneh yang mampu membuat tubuh yang memiliki kekuatan keabadian berubah menjadi batu, tentu saja Mata Ular panik saat melihat Tanduk Iblis yang mulai berubah, Tanduk Iblis berusaha mengarahkan telapak tangannya kearah Mata Ular berniat meminta bantuan Mata Ular, namun baru saja dia berhasil mengangkat tangannya, tangan itu berubah menjadi batu kemudian seluruh tubuhnya juga berubah menjadi batu.
Tanduk Iblis terlihat seperti sebuah pahatan patung yang sempurna, kini Tanduk Iblis sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa, jalan satu-satunya untuk bisa lepas hanyalah melepaskan jiwa Spiritualnya dari tubuhnya.
__ADS_1
Melihat Tanduk Iblis sudah tidak bisa bergerak lagi, Ho Chen kembali menggunakan jarinya dan melepaskan cahaya yang sama kearah Mata Ular.
Mata Ular langsung panik dan segera melesat menjauhinya, namun sayang Naga Petir menghadangnya dan menyambar Mata Ular dengan petir yang keluar dari tanduknya.
Mata Ular mengerang karena rasa sakit dari sambaran petir tersebut, tubuhnya kembali terpental kebelakang. Tubuh Mata Ular yang melesat kebelakang segera di sambut oleh cahaya dari segel Energi diagram tersebut sehingga kini dia juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Si...si..sial!" Mata Ular hanya bisa mengumpat setelah dia mulai melihat kakinya yang berubah menjadi batu dan mulai naik keatas.
"Kau akan menyesalinya Dewa Pelindung Alam Semesta!" ucap Mata Ular kemudian tubuhnya juga berubah menjadi patung.
Ho Chen segera memerintahkan kedua binatang sihir itu untuk menyerang Dewa Petir Kegelapan agar Naga Api Emas datang untuk bersiap menyerap Jiwa Tanduk Iblis dan Mata Ular yang kemungkinan sebentar lagi akan keluar untuk meloloskan diri.
Naga Petir dan Burung Air Surgawi segera terbang dan menyerang Yian Shan sedangkan Naga Api Emas langsung mendekati kedua patung tersebut.
"Aku sudah menempati janjiku, sekarang aku serahkan mereka berdua padamu, sedangkan untuk dia, biar aku yang mengurusnya," kata Ho Chen.
Naga Api Emas mengangguk kemudian dia mulai melebarkan sayapnya untuk membuat pelindung agar Jiwa Spiritual Tanduk Iblis dan Mata Ular tidak bisa kemana-mana saat keluar nantinya.
Ho Chen sendiri segera memainkan jarinya kembali dan kemudian cahaya ketiga juga muncul dan melesat kearah Yian Shan yang sudah tidak berdaya lagi melawan dua binatang sihir itu.
Melihat cahaya melesat kearahnya, Yian Shan hanya bisa menggertakkan giginya, dia melihat kearah Tanduk Iblis dan Mata Ular yang sudah berubah menjadi patung dan di jaga oleh Naga Api Emas, dia hanya bisa menahan rasa penyesalannya karena dengan bodohnya dia pergi menyusul Tanduk Iblis dan Mata Ular untuk ikut menikmati pertarungan, dia tidak menduga jika akan bertemu dengan Ho Chen.
"Yang Mulia Kaisar Kegelapan, tolong selamatkan aku...!" seru Yian Shan dengan sisa energi yang ia miliki.
Ho Chen mengerutkan dahinya melihat kejadian itu, dia melihat menajamkan tatapannya dan kemudian melihat ada celah spasial di belakang Yian Shan, energi hitam tersebut ternyata berasa dari celah spasial tersebut, dan dalam sekali kedipan mata saja, tubuh Yian Shan langsung menghilang masuk ke dalam celah spasial tersebut.
"An Huang Yi, kau menyelamatkan satu pengawalmu dengan merobek dinding dimensi!" gumam Ho Chen.
Dia yakin jika Yian Shan di selamatkan oleh Kaisar Kegelapan, karena hanya Kaisar Kegelapan yang mampu melakukannya.
Celah spasial tersebut juga lenyap bersamaan dengan menghilangnya Yian Shan, kini hanya tersisa patung Tanduk Iblis dan Mata Ular saja yang masih mengambang di luar angkasa sekaligus dijaga oleh Naga Api Emas.
Seperti yang di harapkan oleh Naga Api Emas, kabut putih transparan segera keluar dari kedua patung tersebut, kedua kabut tersebut berniat melesat kabur, namun tiba-tiba saja energi panas keemasan menekannya.
Naga Api Emas segera membuka mulutnya lebar-lebar dan sebuah hisapan kuat segera menarik kedua kabut tersebut masuk kedalam perutnya.
"Tiga telah mati, seharusnya masih tersisa 17 lagi, andai Dewa Petir Kegelapan tidak di selamatkan oleh An Huang Yi, pasti dia akan menjadi yang ke empat!" gumam Ho Chen kemudian dia menghilangkan kedua binatang sihirnya.
Naga Api Emas merasa puas setelah memakan dua Spiritual kuat milik Tanduk Iblis dan Mata Ular, perlahan-lahan tubuhnya menyusut dan kemudian kembali menjadi Naga Kecil dan terbang di dekat Ho Chen.
"Ayo kita kembali, seharusnya Tian Feng dan yang lainnya sudah menyelesaikan sisanya di sana!" kata Ho Chen kepada Naga kecil.
"Uwa.. uwa!"
__ADS_1
Naga kecil mengangguk kemudian Ho Chen menjentikkan jarinya dan mereka berdua menghilang dan kembali lagi ke dunia Tian Feng.
***
"Naga Kecil, ini ada sesuatu yang aku simpan untukmu!" kata Tian Feng kemudian dia mengeluarkan dua botol kaca kecil yang di dalamnya ada Spiritual Carolus dan Xiniu.
"Uwa-uwa..!"
Naga kecil mengibas-ngibaskan ekor karena senang melihat Tian Feng memberinya makanan lagi. Tian Feng tertawa kecil melihat tingkah Naga kecil tersebut kemudian dia membuka kedua tutup botol itu dan kabut transparan segera keluar.
Naga kecil langsung membuka mulutnya dan kemudian hisap kuat segera menarik kedua kabut tersebut. Setelah selesai memakan kedua Spiritual milik Carolus dan Xiniu, Naga kecil terbang berputar-putar karena merasa sangat puas dan kenyang, dia terbang selama beberapa saat sebelum akhirnya kembali lagi ke lengan Tian Feng dan berubah menjadi tato.
"Kakek Louis, sekarang antar aku ke markas tempat persembunyian harta Organisasi Bintang Hitam!" ajak Tian Feng.
Carolus mengangguk kemudian dia dan Tian Feng pergi menggunakan Sihir Ruang Waktu menuju ke Foiberia karena letak persembunyian harta kekayaan Organisasi Bintang kata berada di gudang di Foiberia.
"Ho Chen, kapan kita akan segera menolong Chinmi?" tanya Yinfei.
"Belum saatnya, karena sekarang Chinmi sedang di tahan oleh Buddha, jadi aku akan lebih dulu membawa Tian berlatih di dunia alam Dewa!" jawab Ho Chen.
Karena pertempuran sudah usai, jadi sudah waktunya bagi Ho Chen untuk membawa pergi Tian Feng ke dunia alam Dewa untuk berlatih.
"Kalau begitu kami akan tetap berada disini hingga nanti sudah tiba waktunya bagi kami untuk ikut bergabung dengan kalian melawan kekuatan para Pengawal Kaisar Kegelapan! Kalian setuju kan?" kata Yinfei seraya bertanya kepada Hanzi, Xi Liyi, Lang Yu, Lio Long dan Wang Dunrui.
Kelimanya sama-sama mengangguk, karena saat ini mereka sudah terlanjur terlibat dalam masalah tersebut, maka mereka sudah berniat untuk kembali lagi berjuang bersama-sama seperti dulu.
Tidak lama setelah mereka mengobrol, Tian Feng dan Louis kembali muncul di tempat mereka, Ho Chen segera menghampiri Tian Feng yang matanya terlihat sangat puas.
Tian Feng sudah menguras habis seluruh harta kekayaan Organisasi Bintang Hitam, dia berniat nanti akan membagi setengah harta tersebut menjadi tiga dan akan menyerahkan masing-masing ke Rakyat tiga kerajaan.
"Selesai sudah semuanya!" gumam Tian Feng.
"Masih belum! Masalah besar yang sebenarnya baru saja akan di mulai, jadi kamu harus bersiap-siap untuk ikut denganku ke dunia alam para Dewa!" ucap Ho Chen.
Tian Feng hanya bisa tersenyum pahit, sebenarnya dia ingin istirahat terlebih dahulu, namun sepertinya itu mustahil.
"Ba...!'
Tian Feng ingin menjawabnya, namun belum selesai dia mengucapkan kalimatnya, sebuah suara pria tua menggema terdengar memanggil Ho Chen.
"Chen'er! Segeralah kamu kembali, istrimu memintaku untuk memanggil mu serta suami dari wanita hamil yang kamu kirim ke sekte Gunung Es, saat ini nyawa wanita hamil itu sedang dalam bahaya!" kata suara tersebut.
Tian Feng memasang wajah serius begitu juga dengan Louis dan yang lainnya sedangkan Ho Chen hanya menghela nafas panjang kemudian dia menjawabnya, "Baik guru, aku akan segera pulang!" jawabnya.
__ADS_1