
***
"Lang Yu, kenapa sejak aku berpisah dengannya dia semakin melemah?" gumam Xian membuat Tian Feng yang hampir mengeluarkan energinya berhenti seketika dan dia berhenti tepat di samping seorang pria berbadan kekar dengan mengenakan pakaian seperti seorang Raja.
Lang Yu jelas terkejut dengan kemunculan Tian Feng, dia belum melihat atau mengenal Tian Feng, apalagi Tian Feng yang masih menutup setengah wajahnya dengan kain sehingga membuat Lang Yu menjaga jarak dari Tian Feng.
"Tenanglah Senior Lang, dia ini adalah murid Ho Chen!" kata Wang Dunrui yang menghampiri Lang Yu setelah dia berhasil menjaga jarak dengan Carolus.
"Owh..!" Lang Yu jelas terkejut kemudian dia memperhatikan Tian Feng dari atas sampai bawah, dia dapat merasakan tingkat kekuatan Tian Feng yang berada di tahap puncak Dewa Langit.
"Apakah ini tuan mu sebelum diriku?" tanya Tian Feng.
"Iya, sekarang cepat keluar aku agar aku bisa berkomunikasi dengannya!" ucap Xian.
Tian Feng mengangguk namun sebelum dia mengeluarkan tombaknya dia lebih dulu menyapa Lang Yu. "Senior Lang, namaku Tian Feng, aku hanya ingin menyampaikan jika ada yang ingin bertemu dengan senior!" kata Tian Feng setelah selesai menangkupkan tangannya kepada Tian Feng.
"Siapa?" tanya Lang Yu.
Tian Feng tidak menjawab, dia justru mengeluarkan Tombak nya dan kemudian menyerahkannya kepada Lang Yu seraya berkata, "Roh penjaga pusaka ini yang ingin bertemu dengan senior!" jawab Tian Feng seraya menyerahkan tombak nya kepada Lang Yu.
Lang Yu yang masih keheranan menerima tombak itu, dia sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan Roh Penjaga Pusaka selain dari Roh yang ada di dalam Toya Emas miliknya dulu.
"Siapakah yang ingin bertemu dengan ku?" tanya Lang Yu.
"Aku Lang Yu! Kenapa kamu sekarang terlihat jauh lebih lemah?" tanya Xian.
"Tan Zuo Xian? Apakah itu kamu?" tanya Lang Yu.
"Ternyata ingatanmu masih tajam, walau sudah lama kita berpisah, namun kamu masih mengenali suara ku," kata Xian.
"Kalian bicaralah di sana, dan Guru Wang, tolong bantu para anggota kita dibawah, sedangkan dia biar aku yang urus!" kata Tian Feng kepada Wang Dunrui.
Wang Dunrui mengangguk kemudian dia melihat kearah Lang Yu yang terlihat seorang bicara sendiri kemudian dia segera terbang menuju ke para pasukan yang sedang bertempur.
"Berani-beraninya kalian mengabaikan Pimpinan ini! Aku tidak akan berbelas kasih kepada kalian!" gerutu Carolus kemudian dia membuat sebuah lingkaran hitam menyerupai Cakram di telapak tangannya.
"Kamu tidak akan berbelas kasih kepada kami? Apakah kamu orang yang bernama Carolus itu?" tanya Tian Feng.
"Iya, Akulah Carolus pimpinan utama Organisasi Bintang Hitam, sekarang kamu sudah tahu siapa aku bukan, jadi pergilah sebelum aku memotong tubuhmu dengan Cakram Hitam ini!" ucap Carolus.
"Jangan banyak bicara, coba saja kamu gunakan mainan mu, aku lihat seberapa hebatnya Pimpinan Organisasi Bintang Hitam itu!" ucap Tian Feng kemudian dia terbang ke arah Carolus tanpa membawa tombak nya karena sedang berada di tangan Lang Yu.
"Sombong sekali kamu? Baiklah aku akan mengabulkan keinginanmu itu!" ucap Carolus kemudian dia melempar Cakram Hitam nya menuju kearah Tian Feng.
Tian Feng langsung menghindari serangan tersebut kemudian dengan satu telunjuknya, dia berhasil merebut Cakram tersebut dengan jarinya kemudian dia melemparkan nya kembali kearah Carolus.
__ADS_1
Carolus membuat Cakram energi yang lain kemudian melemparkannya ke arah Cakram yang kembalikan oleh Tian Feng.
Kedua Cakram saling bertabrakan menyebabkan ledakan di udara, walau tidak terlalu besar, namun daya kejut yang di hasilkan membuat banyak bangunan roboh.
Hati Tian Feng terasa renyuh melihat bangunan para warga desa yang hancur, dia mengepalkan kedua tangannya kemudian melesat dengan seruan keras, "Kau tidak akan aku maafkan!" seru Tian Feng kemudian kepalan tangannya terbungkus oleh Logam hitam yang berkilau dan dengan kuat dia melepaskan pukulan kuat dada Carolus.
"Hem..! Jadi kamu yang dijuluki Dewa Sesat? Aku pikir kamu sangat kuat sehingga membuat Kaisar kami sangat menghawatirkan dirimu!
Kepalan Tian Feng yang hampir menyentuh dada Carolus tiba-tiba saja di tahan oleh tangan seseorang yang entah datang dari arah mana, Tian Feng menarik kembali tangannya kemudian dia melihat sosok berjubah hitam yang berdiri di samping Carolus.
"Tuan ini...?" Carolus sama sekali tidak mengenali sosok tersebut sehingga dia kebingungan dengan sosok yang menolongnya.
"Namaku Yian Shan, kau bisa memanggilku Dewa Petir Kegelapan!" kata Yian Shan.
Carolus terkejut setelah mengetahui sosok yang datang menolongnya, dia adalah Yian Shan dan di juluki sebagai Dewa Petir Kegelapan, walau bukan asli Dewa Petir, namun Yian Shan sangat hebat dalam mengendalikan petir, dan bahkan setara dengan Dewa Petir yang sesungguhnya.
Carolus memang tidak pernah bertemu dengan Yian Shan, namun dia sering mendengar nama Yian Shan yang menjadi Pengawal terkuat yang menempati posisi ke 17. Kini sudah ada tiga Pengawal Kaisar Kegelapan yang hadir dalam pertempuran ini, dengan keberadaan Yian Shan, Carolus yakin pertempuran ini akan menjadi di menangkan oleh pihaknya.
"Aku hanya merasa bosan saja menunggu kedatangan yang lain yang pergi ke dunia bawah, melihat Mata Ular pergi membantu Tanduk Iblis, aku juga ingin ikut andil, siapa tahu aku bisa menemukan lawan yang hebat!" kata Yian Shan.
Tian Feng mengelus-elus pergelangan tangannya serasa kesemutan, saat Yian Shan menahan tangannya yang sudah tertutupi oleh Logam, Tian Feng dapat merasakan ada sesuatu yang di alirkan oleh Yian Shan lewat sentuhan tangannya.
"Dia memiliki kekuatan melebihi Puncak Dewa Langit!" gumam Tian Feng.
Tian Feng yakin jika dia masih mampu untuk melawan sosok baru yang menolong Carolus, namun jika harus menghadapi sosok itu dengan Carolus secara bersamaan, bukan tidak bisa bagi Tian Feng untuk mengalahkan keduanya, namun harga yang harus diterima oleh Tian Feng jelas tidak murah, setidaknya dia akan terluka, dan lebih parahnya bisa-bisa Tian Feng dan dua lawannya akan sama-sama mati.
"Pertandingan?"
Tian Feng kebingungan dengan kata-kata dari Yian Shan, dia sama sekali belum mengetahui akan hal itu karena tidak ada yang memberitahunya, bahkan Ho Chen yang sering pergi ke kahyangan saja belum mengabarinya.
"Bersiaplah Dewa Sesat, walau aku tidak bisa membunuhmu, namun aku masih bisa menghilangkan salah satu kali serta tanganmu!" kata Yian Shan kemudian dia melepaskan energi yang mengeluarkan percikan petir di sekujur tubuhnya.
Carolus juga mengumpulkan energinya dan beberapa piringan energi hitam mulai bermunculan. Yian Shan dan Carolus bergandengan tangan dan bersama-sama maju menyerang Tian Feng.
Melihat keduanya benar-benar berkerja sama menyerangnya, Tian Feng mengarahkan telapak tangannya kearah Lang Yu dan menarik Tombak Nirwana yang masih bersama dengan Lang Yu.
Lang Yu yang tidak tahu jika Tombak itu akan di ambil kembali oleh Tian Feng hanya bisa menghela nafas, dia belum selesai berbicara dengan Xian, namun Tian Feng sudah mengambilnya kembali, Lang Yu sadar saat ini Tian Feng akan berhadapan dengan lawan yang lebih kuat.
"Kenapa Yian Shan berada disini?" gumam Tanduk Iblis yang masih berhadapan dengan Cao Yuan dan Xi Liyi.
Mata Ular juga sama terkejutnya melihat kemunculan Yian Shan, dia mengambil jarak dari Yinfei dan Lio Long kemudian bergumam sendiri, "Kali ini semua orang disini harus menahan mata mereka dari serangan kilat petirnya!" gumamnya.
Kemunculan Yian Shan yang secara mendadak itu kini menjadi pusat perhatian banyak Pendekar lain, kekuatan yang sulit untuk di ukir itu hanya bisa di yakini jika Yian Shan memiliki kemampuan yang melampaui Puncak Dewa Langit.
Tombak yang melayang ke arah Tian Feng dengan kecepatan tinggi tiba-tiba saja di hantam oleh sebuah serangan petir yang berasal dari jari Yian Shan. Tian Feng jelas terkejut karena serangan Yian Shan sangat cepat dan tidak bisa di lihat oleh mata.
__ADS_1
Dia menambahkan daya tarik energinya agar Tombak nya tidak terlempar jauh, namun mendadak ada serangan dari arah lain yang mengarah ke lengannya.
Piringan Cakram energi hitam Carolus yang berjumlah lima biji berputar dan menggagalkan Tian Feng yang berniat menarik Tombak nya kembali, alhasil Tian Feng batal menarik tombaknya dan memilih menghindar.
"Terlalu lambat..!"
Tian Feng yang baru berhasil menghindari piringan Cakram terkejut saat Yian Shan muncul di sampingnya dengan telapak tangan yang bercahaya terang.
Tian Feng yang belum sempat menghindarinya segera diserang oleh Yian Shan dengan tangan yang bercahaya terang dan percikan seperti listrik yang menyebar beberapa senti segera mengenai pergelangan tangan kanannya.
"Argh...!"
Tian Feng mengerang kesakitan saat Yian Shan memotong pergelangan tangannya hingga terputus, serangan yang begitu cepat itu membuat semua orang terkejut termasuk Wang Dunrui dan yang lainnya yang sedang membantu para Pendekar lainnya, termasuk Lio Long.
Semuanya bisa melihat telapak tangan kanan Tian Feng yang terpotong dan saat ini mulai jatuh kebawah, Yian Shan mengarahkan telunjuknya dan kemudian sambaran petir segera menghancurkan telapak tangan Tian Feng yang masih jatuh dari udara.
Tian Feng memegang pergelangan tangannya yang kini sudah terpotong, dia menatap kearah Yian Shan dan Carolus yang tertawa melihat Tian Feng yang kehilangan tangannya.
"Hahaha.. bukankah sudah ku bilang jika aku masih bisa menghilangkan salah satu dari anggota tubuhmu!" ucap Yian Shan dengan tertawa keras.
"Kali ini kamu pasti habis Dewa Sesat! Owh tidak karena kamu sudah kehilangan satu tangan, maka kamu lebih cocok di juluki sebagai Dewa Buntung!" kata Carolus yang juga merasa puas karena kini Tian Feng sudah cacat dan pastinya dia tidak akan bisa bertarung dengan kekuatan penuh.
"Kalian jangan merasa senang dulu! Apakah kalian pikir aku akan bisa dengan mudah kalian kalahkan dengan serangan seperti itu? Sekarang lihatlah, aku akan menunjukkan akan seperti apa rasa kekecewaan itu!" ucap Tian Feng yang masih menggenggam lengannya dengan berkeringat.
Yian Shan dan Carolus semakin tertawa keras seraya berkata, "Apa yang akan bisa kamu lakukan dengan kondisi mu sekarang, hah?" tanya Yian Shan dengan tertawa lebih kencang.
Langit malam yang di tutupi oleh awan hitam tebal kini semakin banyak, sambaran petir kesegala arah membuat penglihatan orang biasa bisa melihat malam dengan sangat jelas, namun yang ada disana rata-rata adalah para pendekar dan tentu tanpa bantuan cahaya kilatan petir sekalipun, mereka masih bisa melihat dan merasakan sebuah kekuatan yang mulai meningkat dari dalam tubuh Tian Feng.
"Apa yang akan dia lakukan?" semua orang yang terkejut kini di buat penasaran oleh Tian Feng, bahkan Yian Shan dan Carolus yang tertawa segera berhenti dan keterkejutan dan ketidak percayaan kini muncul di raut wajah mereka.
Tian Feng berteriak keras dengan suara bagai suara gemuruh guntur yang menggelegar, energi nya tiba-tiba saja melonjak dan darah yang terus keluar dari pergelangan tangannya mendadak berhenti.
Daging dan tulang lengan Tian Feng mulai bereaksi, secara perlahan-lahan daging itu mulai tumbuh. Tian Feng mengarahkan lengannya yang terpotong itu ke samping dan kemudian muncullah lengan sebuah telapak tangan baru.
"Tidak mungkin? Kenapa dia bisa memiliki Ilmu regenerasi?" kata Yian Shan yang terkejut karena ternyata tubuh Tian Feng bisa beregenerasi.
Tidak hanya Yian Shan saja, namun semua yang ada disana juga sama-sama terkejut melihat Tian Feng yang menumbuhkan kembali telapak tangan yang sudah terpotong.
"Dia bukan lagi manusia!"
Kata-kata itu hampir terucap oleh semua orang, mereka kini melihat jika Tian Feng tidak pantas lagi disebut sebagai manusia biasa.
"Aku tidak menyangka kamu memiliki tubuh regenerasi Tian!" Ho Chen tiba-tiba saja muncul di samping Tian Feng membuat Yian Shan terkejut melihatnya.
"Dewa Pelindung Alam Semesta? Sejak kapan dia berada disini?" seru Yian Shan dengan raut wajah yang mulai terlihat suram, begitu juga dengan raut wajah Tanduk Iblis dan Mata Ular, mereka bertiga jelas sangat mengenal sosok yang terakhir itu.
__ADS_1
"Ini berkat dari kekuatan Batu Mustika putih yang aku dapatkan guru!" jawab Tian Feng.