
Naomi melihat kiri dan kanan, namun dia tidak melihat siapa-siapa selain dirinya dan Tian Feng saja di tempat yang gelap, hal ini membuat perasaan Naomi tidak nyaman.
Tian Feng melangkah mendekati Naomi, namun Naomi buru-buru menghentikan langkah Tian Feng.
"Berhenti di situ, jangan maju lagi!" kata Naomi.
"Naomi, ini aku Tian! Ada apa denganmu?" tanya Tian Feng yang keheranan namun tetap melangkah mendekati Naomi.
"Aku bilang berhenti..!" ucap Naomi kemudian dia bangkit dan berbicara kembali kepada Tian Feng, "Aku tahu itu kamu, namun aku juga sudah tahu akan jati dirimu yang sebenarnya, selama ini kamu sudah membohongi semua orang-orang yang mempercayaimu termasuk aku, Xie Xie, Tuan Yuan, dan Alice! Kenapa kamu melakukan ini Tian-Kun? Owh maaf maksudku Tian Feng si Topeng Iblis!" kata Naomi.
Tian Feng terdiam, dia sudah bisa menebak akan seperti apa reaksi Naomi setelah mengetahui akan jati dirinya yang sebenarnya, namun dia tetap berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang.
"Aku pernah mendengar dari guru Zang Yang jika dulu Pendekar Topeng Iblis pernah datang untuk membunuh Tuan Yuan, aku hanya tidak habis pikir, kenapa kamu bisa membohongi kami semua disaat kami sudah sangat percaya padamu, dan kamu hadir kembali di keluarga yang pernah ingin kamu bunuh! Apa sebenarnya rencanamu? Adakah sesuatu yang bisa kami percaya atas dirimu?" tanya Naomi.
Pertanyaan Naomi begitu dalam, itu wajar saja setelah dia mengetahui jika Tian Feng adalah si Pendekar Topeng Iblis dari Aliran Sesat, sangat sulit rasanya bagi Naomi untuk bisa percaya lagi kepada Tian Feng.
"Maafkan aku Naomi, namun seharusnya kamu sudah mengetahuinya dari Sue Yue, aku yang saat ini bukan Tian Feng yang dulu yang sering melakukan kejahatan, saat ini aku hanya ingin menebus semua dosa-dosa ku dengan menolong orang-orang yang dulu pernah hampir aku celakai!" jawab Tian Feng.
"Menebus dosa yang mana? Menurut sudut pandang ku, kamu justru semakin menambah dosa dengan membohongi kami semua! Pantas saja kamu selalu membunuh lawan-lawanmu dengan kejam dan tanpa berpikir dua kali, ternyata pada dasarnya kamu adalah seorang Iblis yang menutupi wajah iblis mu dengan topeng kebaikan! Ini tidak bisa di biarkan, aku akan memberitahukan semua ini kepada semua orang-orang yang sudah kamu bohongi, termasuk istrimu Alice, dia juga harus mengetahui kebenarannya," kata Naomi.
"Jangan Naomi, aku tidak takut jika mereka tahu akan siapa aku sebenarnya, namun aku takut nantinya mereka akan menjauh dariku sehingga aku tidak bisa menjaga mereka kedepannya, terlebih lagi aku tidak mau lagi kamu membenciku lagi sehingga membuat kita kembali saling menjaga jarak."
Naomi tertegun mendengar ucapan Tian Feng, ada kata-kata Tian Feng yang membuat dirinya menaikan sebelah alisnya, "Apa maksudmu, bukankah kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi? Lagi pula kamu sendiri yang mengatakan itu padaku jika kamu sudah memiliki istri! Apakah kamu sudah lupa akan ucapanmu sendiri?" tanya Naomi.
"Aku tahu dan aku juga tidak lupa, akan tetapi...!" Tian Feng diam sesaat, dia merasa ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Akan tetapi apa, apa yang ingin kamu katakan?" tanya Naomi.
"Naomi, aku tidak tahu apakah permintaan ku ini terdengar egois atau tidak, namun jujur aku ingin kamu juga menjadi pendamping hidupku!" kata Tian Feng dengan nada sedikit ragu.
Naomi sedikit terkejut mendengarnya, dia ingin tersenyum lebar, namun mengurungkannya dan berusaha untuk tetap menjaga imagenya agar tidak di anggap sebagai wanita yang lemah dan mudah terkena rayuan Tian Feng.
"Otakmu kemana? Kamu menginginkan ku untuk menjadi pendamping hidupmu, lalu bagaimana dengan Alice? Apakah kamu mau meninggalkannya begitu saja? Jika iya, maaf aku tidak mau, lebih baik kamu kembali kepada istri mu yang mungkin tidak lama lagi akan melahirkan!" kata Naomi.
__ADS_1
"Aku bukan tipe laki-laki yang suka mencampakkan wanita sembarangan, aku tidak berniat untuk meninggalkan Alice, dan aku juga tidak mau kehilangan dirimu, aku ingin kamu dan Alice sama-sama menjadi istriku!" kata Tian Feng.
"Kamu...?" Naomi menatap Tian Feng dengan tatapan melotot kemudian kembali berbicara, "Dasar laki-laki serakah!" ucap Naomi.
"Aku bukan serakah, namun hanya ingin menjadikan dirimu dan Alice sebagai pendamping hidupku selamanya!" jawab Tian Feng.
"Itu tidak ada bedanya dengan serakah, lagi pula belum tentu Alice mau jika cintamu harus di bagi! Tidak akan ada satu wanita pun yang mau di duakan!" ucap Naomi.
"Bagiamana dengan mu?" tanya Tian Feng.
"Jujur aku juga tidak mau menjadi yang kedua, kami para wanita selalu berharap memiliki suami yang setia dan tidak membagi-bagi cintanya dengan wanita lain selain keluarganya sendiri!" jawab Naomi.
Mendengar jawaban Naomi sepertinya memang tidak mungkin Naomi setuju untuk menjadi istri keduanya, Tian Feng hanya bisa tersenyum tipis kemudian bergumam dalam hati, "Setidaknya aku sudah berusaha mengikuti keinginan mu Sue Yue, aku yakin kamu pasti juga melihat ini!" batin Tian Feng.
Angin dingin yang sangat pelan berhembus dan melewati tubuh Tian Feng, bagi orang lain mungkin akan terasa seperti angin malam biasa, namun Tian Feng bisa merasakan keberadaan Sue Yue disekitar keduanya.
"Baiklah Tian, aku masih menganggap dirimu sebagai orang baik, aku akan menjaga rahasia mu dan tidak akan menceritakannya kepada orang lain, namun sebagai gantinya aku ingin bertemu dengan Alice!" kata Naomi.
"Kenapa kamu ingin bertemu dengan nya? Apakah kamu ingin menyerangnya lagi? Jika memang demikian aku tidak akan melakukannya!"
Tian Feng berusaha berpikir, dia memang tidak menemukan tanda-tanda jika Permintaan Naomi hanyalah sebuah bersandiwara saja, setelah berpikir cukup lama akhirnya dia mulai buka suara, "Baiklah, kapan kamu ingin bertemu dengannya?" tanya Tian Feng.
"Ini sudah malam, jadi besok saja kita kesana!" jawab Naomi.
Tian Feng mengangguk kemudian dia dan Naomi meninggalkan tempat itu dan kembali ke kamar masing-masing, sedangkan di tempat yang tidak jauh dari mereka, Ho Chen sedang berdiri di balik gelapnya malam serta seluruh tubuhnya di selimuti oleh energi yang mampu menyembunyikan keberadaannya.
Ho Chen menggelengkan kepalanya setelah Tian Feng dan Naomi kembali ke tempat mereka, dia sudah mendengar semuanya dan dia tidak menduga jika Tian Feng ternyata sudah beristri, padahal dia hanya pergi selama beberapa bulan saja.
"Dasar Tian, bukannya berlatih meningkatkan kemampuannya malah menikah dan akan segera punya anak, sekarang dia ingin menikahi gadis pemilik energi Yan itu, tapi biarlah, mungkin itu sudah menjadi jodoh nya!" gumam Ho Chen kemudian dia menghilang dan muncul kembali di tempat Lio Long dan Wang Dunrui berada.
***
"Apa maksudmu Ho Chen? apakah kamu yakin jika sekarang pemimpin Organisasi Bintang Hitam membawa seluruh anggotanya untuk datang kesini?" tanya Lio Long.
__ADS_1
"Benar Senior, mereka berani bergerak karena mendapatkan bantuan dari Tanduk Iblis, aku yakin Tanduk Iblis ingin mencari pembunuh setan Api Hitam!" kata Ho Chen.
"Tanduk Iblis? Apakah dia salah satu pengawal Kaisar Kegelapan?" tanya Wang Dunrui yang penasaran.
"Kalau tidak salah ingat, Tanduk Iblis waktu itu pernah datang bersama dengan Kaisar Kegelapan saat Chinmi hampir membunuh Setan Api Hitam, apakah itu yang akan datang?" tanya Lio Long.
"Iya!" jawab Ho Chen.
"Mahluk itu sedikit lebih kuat dari Setan Api Hitam, namun aku yakin kamu pasti bisa mengatasinya bukan?" tanya Lio Long.
Ho Chen mengangguk kemudian dia menjelaskan jika yang akan segera datang semuanya berjumlah lebih dari dua ribu orang, tiga di antaranya memiliki kemampuan Dewa, satu Dewa Bumi, satu lagi Awal Dewa Langit, dan yang terakhir adalah Tanduk Iblis yang memiliki kemampuan hampir masuk ke tahap Dewa Agung.
Pintu ruangan tiba-tiba saja terbuka dan setelah itu Tian Feng masuk kemudian dia melihat keberadaan Ho Chen di dalam ruangan itu, "Guru, sejak kapan guru datang? Kenapa aku tidak bisa merasakan akan keberadaan guru?" tanya Tian Feng.
"Bagaimana kamu bisa tahu jika kamu terlalu sibuk mengurusi wanita untuk menjadi istri keduamu itu? Dari kami semua hanya kamu satu-satunya manusia berkemampuan Dewa yang ingin memiliki dua istri sekaligus!" kata Ho Chen sehingga membuat Tian Feng merasa malu.
Ho Chen melirik ke belakang Tian Feng, begitu juga dengan Lio Long dan Wang Dunrui, sedangkan Tian Feng juga mengetahui akan apa yang mereka lihat.
"Dia adalah arwah Sue Yue, dia adalah adik seperguruan ku yang mati demi menolongku!" kata Tian Feng kemudian dia menoleh kebelakang seraya berkata, "Sue Yue, keberadaan mu mungkin tidak akan di ketahui oleh banyak orang, namun itu semua tidak berguna di hadapan kami semua, jadi kamu tampakkan saja wujudmu! Kamu tidak perlu takut, mereka semua adalah guru-guru ku!" kata Tian Feng.
Setelah berkata demikian sesosok kabur putih segera muncul dan terlihat wajah seorang wanita cantik yang sangat familiar bagi mereka semua.
"Tian, aku sungguh tidak menduga jika kamu benar-benar sudah memiliki kemampuan seorang Dewa, jadi sejak tadi kamu sudah mengetahui keberadaan ku serta menyadari jika aku sendang mengikutimu?" tanya Sue Yue.
Tian Feng mengangguk, hanya saja sebelumnya dia tidak menegurnya agar Naomi tidak terkejut karena hanya Tian Feng saja yang bisa mengetahui keberadaan Sue Yue, terlebih lagi arwah Sue Yue sangat lemah, itu wajar saja karena kemampuan Sue Yue saat meninggal berada di tingkat Pendekar Cahaya.
"Wajahnya mirip Naomi!" kata Wang Dunrui.
"Benar, wajahnya benar-benar sama dengan wajah Naomi!"Lio Long juga mengangguk.
"Sue Yue, ini adalah Guru Wang, dia adalah guru Naomi, dan yang ini adalah Guru Lio Long, dia adalah guru semua pendekar di sini, dan yang ini adalah Guru Ho Chen, guruku sekaligus dia adalah Dewa Pelindung Alam!" kata Tian Feng memperkenalkan masing-masing dari mereka kepada Sue Yue.
"Tian, arwah temanmu sangat lemah, jika dia tetap berada di sini hingga tiga hari lagi, maka Arwahnya pasti akan lenyap karena terserap oleh alam, sebaiknya kamu pindahkan saja dia ke Dunia Dimensi Obat, disana dia akan lebih cocok!" kata Ho Chen.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan kemana-mana, aku hanya ingin terus memantau Tian Feng hingga dia benar-benar bisa menikah dengan Naomi!" tolak Sue Yue membuat Tian Feng seperti mau kehilangan muka di depan guru-gurunya.