Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
meminta restu dari Kaisar Langit


__ADS_3

***


"Tian? Kamu sudah kembali dari Nirwana?" Ho Chen yang sedang mengobrol dengan istri dan Naomi terkejut saat Tian Feng tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka semua.


Tian Feng tersenyum seraya menjawab, "Sudah guru!" jawabnya.


"Em... Sepertinya kekuatanku masih dibawah kekuatanmu!" Ho Chen dapat merasakan jika kekuatan Tian Feng masih berada di atasnya.


"Selemat guru, akhirnya guru bisa mencapai tahap Rana Agung!" Tian Feng juga bisa merasakan jika gurunya sudah mencapai tahap Rana Agung, walau berada di tahap awal, namun itu adalah pencapaian yang cukup besar, mengingat dirinya yang dulu harus melewati setengah langkah Rana Agung, sedangkan gurunya yang waktu itu masih berada di puncak Dewa Agung kini langsung naik ke tahap Awal Rana Agung.


"Sudahlah jangan lagi membahas akan masalahnya naiknya kemampuan kita! Sekarang aku ingin tahu apakah Buddha Rulay berpesan sesuatu padamu?" tanya Ho Chen.


Tian Feng ingin menjawab, namun Qiao Lin buru-buru menyenggol Ho Chen lalu memotong pembicaraan mereka berdua.


"Tian, Bukankah kamu baru tiba, sudah setahun lamanya kamu pergi, apakah kamu tidak merasa ada yang sudah sangat merindukanmu saat ini?"


Ho Chen menaikkan alisnya sebelum akhirnya teringat kepada Naomi yang hanya berdiri diam dengan memasang wajah kesal.


"Owh iya benar juga, kalau begitu kalian ngobrol saja dulu berdua! Ayo kita pergi ke sana Lin'er!" kata Ho Chen kemudian dia dan Qiao Lin pergi meninggalkan Tian Feng dan Naomi.


Tian Feng melihat wajah Naomi yang terlihat kesal, dia buru-buru menghampirinya lalu menyapanya dengan sapaan lembut.


"Naomi, maaf..!"


Tian Feng belum menyelesaikan kalimatnya karena Naomi buru-buru memalingkan wajah dengan mendengus kesal seraya menjawab, "Untuk apa kamu minta maaf? Setelah lama kamu pergi dan menyuruhku sabar menanti, begitu tiba kamu sama sekali tidak melihat ataupun melirik aku!" kata Naomi.


"Ma..maaf, bukannya aku tidak memperhatikanmu, tapi tadi guru yang lebih dulu mengajak aku berbicara, jadi...!"


Tian Feng kembali tidak bisa melanjutkan kalimatnya setelah Naomi tiba-tiba saja berbalik dan menutup bibir Tian Feng dengan jarinya.


"Jangan lagi banyak bicara Tian-Kun! Kamu tahu betapa tersiksanya aku yang harus menunggumu disini?" kata Naomi kemudian dia memeluk Tian Feng untuk melepaskan kerinduannya.


Tian Feng segera membalas pelukan Naomi kemudian Tian Feng mengangkat kepala Naomi agar menatapnya lalu mencium bibir Naomi yang berwarna merah muda dan lembut.


Disisi lain Ho Chen dan Qiao Lin melihat dua pasangan yang saling bercumbu melepas rindu itu hanya bisa saling senggol lalu Qiao Lin melemparkan pertanyaan kepada Ho Chen.

__ADS_1


"Pernahkah kamu melakukan seperti itu setelah pergi sangat lama lalu pulang?" tanya Qiao Lin.


Ho Chen menaikkan alisnya lalu menatap Qiao Lin dengan perasaan heran. "Kamu ini seperti orang yang masih baru jatuh cinta saja seperti mereka, apakah saat kita masih baru menikah aku tidak pernah semesra Tian Feng?"


Qiao Lin tersenyum lembut kemudian dia merangkul Ho Chen seraya berkata, "Walau kita sudah lama menjadi pasangan hidup, namun rasa sayangku tidak akan pernah berubah, hanya saja kamu jangan seperti muridmu itu, sudah memiliki a


istri dan anak, namun dia masih ingin menikah lagi," kata Qiao Lin.


"Aku bukan Tian, aku akan selalu tetap setia bersamamu! Tapi soal kasus asmara Tian ini berbeda, Naomi adalah gadis yang sangat Tian cintai, sedangkan istrinya itu Tian dapatkan dari sebuah ensiden yang tak disengaja!" kata Ho Chen.


"Iya aku tahu itu! Naomi sudah sering menceritakan hal itu, hanya saja istrinya Tian mengijinkan Tian Feng untuk menikahi Naomi, jadi mereka berdua sudah mendapatkan ijin dari istri tertua untuk bersatu!" kata Qiao Lin.


Ho Chen melirik Qiao Lin lalu bertanya padanya, "Lalu kapan kamu akan mengijinkanku menikah lagi seperti Istrinya Tian Feng?" tanya Ho Chen.


Qiao Lin jelas terkejut mendengar pertanyaan Ho Chen kemudian dengan lirikan tajam dia menjawabnya, "Aku akan mengijinkanmu jika kamu memenuhi tiga hal dariku!"


Ho Chen mengerutkan dahinya, dia tidak menduga jika Qiao Lin akan menanggapi pertanyaan yang hanya dia anggap sebagai candaan.


"Yang pertama, kamu harus menemukan wanita yang tidak kalau cantiknya dengan diriku!" kata Qiao Lin.


"Yang kedua, setidaknya wanita itu lebih kuat dariku!"


Persyaratan kedua sedikit sulit bagi Ho Chen, sebab Yihua saja berada jauh di bawah Qiao Lin, sedangkan untuk wanita lain yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari Qiao Lin di kahyangan banyak, jadi persyaratan kedua sangat sulit bagi Ho Chen untuk di penuhi.


"Yang ketiga...! Kamu harus melangkahi dulu mayatku!" kata Qiao Lin.


Ho Chen hanya tersenyum sekaligus menggelengkan kepala seraya menjawab, "Jika memang tidak mau mengijinkanku menikah ya katakan saja, kenapa harus memberikan syarat seperti itu? Apalagi syarat yang ketiga!" kata Ho Chen.


"Makanya jangan pernah berpikir jika aku akan mengijinkanmu untuk menikah lagi, aku tahu, jika kamu aku ijinkan kamu pasti akan langsung menikahi Yihua bukan? Itu tidak akan pernah terjadi walaupun di dalam mimpi!" kata Qiao Lin.


"Jangan terlalu menganggap serius candaaku, bagiamanapun juga kamu tetaplah istri tercantik satu-satunya yang akan selalu menemaniku selamanya, jadi aku tidak akan pernah menikah lagi walau kamu memberiku ijin!" kata Ho Chen.


"Mulut seorang pria itu tidak mudah dipercaya, semuanya sama saja, dimana jika ada melihat mangsa baru jika memiliki kesempatan para pria pasti akan langsung menerkamnya!" kata Qiao Lin.


"Tidak-tidak, kamu kan tahu jika aku ini tipe pria yang setia! Jadi jangan pernah meragukan kesetiaan ku padamu!"

__ADS_1


Ho Chen memeluk Qiao Lin dengan mesra dan Qiao Lin tersenyum di dalam pelukan Ho Chen. Qiao Lin tidak pernah ragu atas kesetiaan suaminya itu, karena itu dia juga tidak terlalu menanggapinya dengan serius.


Tian Feng dan Naomi kini sama-sama menatap ke arah Istana Langit, lalu Tian Feng menggenggam tangan Naomi seraya berkata, "Hari ini aku akan memenuhi janjiku padamu, aku akan menikahimu setelah kembali dan sebelum aku bertanding melawan Kaisar Kegelapan!" kata Tian Feng.


"Tapi Tian-Kun, jika kamu ingin menikahiku, ayahku harus ikut hadir karena jika ayahku tidak hadir, pernikahan kita sama saja bohong!" kata Naomi.


Adat Negara Toakai memang selalu di pegang oleh para masyarakat disana, terlebih lagi bagi seorang wanita, tentu saja Tian Feng juga tahu akan adat itu, karena adat tersebut juga sama dengan adat di Kerajaan Wutong, kecuali para pria, bagi kaum pria bebas, siapapun bisa menikah tanpa perlu ada kedua orang tuanya, cukup menjadikan orang lain sebagai pengganti orang tuanya, para pria pun sudah bisa memiliki istri.


"Owh, kalau begitu kita akan kembali ke dunia kita, dan aku akan menikahimu di depan ayahmu serta para leluhur Klan Tsuki!" kata Tian Feng.


"Kamu tidak perlu pergi ke sana Tian, biar aku utus salah satu Dewa untuk menjemput ayah Naomi kesini, dan kalian bisa menikah disini dengan disaksikan langsung oleh Kaisar Langit dan semua dewa dan dewi di kahyangan ini!" kata Ho Chen yang datang bersama Qiao Lin.


"Tapi guru..!?"


"Naomi, kamu tenang saja, nanti aku juga akan menyuruh dewa untuk mengikut sertakan semuanya, mereka adalah gurumu Wang Dunrui, lalu teman-teman ku para Manusia Dewa, kemudian Istri dan putri Tian, begitu juga dengan keluarga yang lain, dari adiknya Tian, hingga ayah dan ibunya Tian, jadi semuanya akan dijemput jika itu memang harus di lakukan!" kata Ho Chen.


"Guru, apakah bisa ayah dan ibu ikut kesini? Mereka adalah manusia biasa, jadi mana mungkin mereka bisa datang ke tempat ini?" tanah Tian Feng.


"Aku rasa bisa, hanya saja mereka tidak akan tahu dan tidak akan di beritahu jika semua yang ada disini adalah para Dewa, lagi pula mereka akan langsung dibawa ke aula Istana agar tidak tahu jika sebenarnya mereka sedang berada di Kahyangan dunianya para dewa!" kata Ho Chen.


"Baik jika demikian, aku serahkan semuanya kepada Guru!" kata Tian Feng.


Ho Chen mengangguk kemudian dia menjentikkan jarinya dan menghilang dari hadapan Tian Feng dan Naomi serta Qiao Lin, Ho Chen pergi menemui salah satu dewa dari 12 dewa utusan untuk menyampaikan pesan akan acara pernikahan Tian Feng dengan Naomi, tentu saja sekaligus menjemput semuanya.


Ho Chen juga berpesan agar Dewa utusan itu tidak memberitahukan jika Tian Feng akan menikah di Kahyangan, agar mereka tidak tahu nantinya, kedua mata mereka nantinya akan di tutup dengan sihir tertentu agar mereka merasa melihat dunia biasa.


"Ayo Naomi, ikutlah denganku, kita akan pergi ke tempat ibu suri sekaligus meminta restu padanya akan pernikahanmu ini!" kata Qiao Lin kemudian dia berbicara kepada Tian Feng.


"Tian, pergilah ke Istana dan temui Kaisar, katakan juga akan rencanamu yang akan menikah serta meminta restu dari Kaisar Langit serta para dewa lainnya!" kata Qiao Lin.


Tian Feng hanya mengangguk, namun hatinya sedikit malu jika harus pergi dan bicara seperti itu kepada Kaisar Langit, apalagi disana akan ada banyak dewa yang hadir.


Walau ini adalah sebuah keberuntungan bisa mendapatkan restu langsung dari Kaisar Langit serta para Dewa, namun tetap saja Tian Feng merasa sedikit canggung untuk menyimpan kan semuanya kepada Kaisar.


Dengan membulatkan tekad serta karena janji kepada Naomi, Tian Feng berusaha menebalkan kulit wajahnya kemudian dia pergi ke Istana Langit untuk menemui Kaisar Langit serta akan menyampaikan akan perihal acara pernikahannya yang akan di laksanakan di Kahyangan.

__ADS_1


__ADS_2