
"Apa rencana mu Dewa?" tanya Ao Shun.
"Begini Raja Naga, lima hari yang lalu, kami sudah mendapatkan informasi jika sebenarnya Putri Naga Ao Shen Yun sering berkunjung kesini, namun dia hanya berhenti di atas langit dan hanya menatap tempat kelahirannya dari jauh!" kata Ho Chen.
"Benarkah? Seharusnya jika dia memang sering berada disini, saya bisa merasakannya karena dia memiliki satu Jiwa Naga dengan saya!" kata Ao Shun.
"Mungkin, tapi sepertinya itu tidak akan bisa, mungkin karena jiwanya yang sudah terhalang oleh kekuatan Energi Hitam!" jawab Ho Chen.
"Jadi apa rencana Dewa?" tanya Ao Shun.
"Rencana kami cukup sederhana, kami hanya perlu memergokinya saja, dan setelah kami mengunci semua area agar putri Ao Shen Yun tidak lari, Raja bisa menghampirinya dan membujuknya untuk kembali!" jawab Ho Chen.
"Apakah dia nanti akan mau mendengarkan ku serta mau di ajak kembali?" keraguan Ao Shun masih menyelimuti hati serta pikirannya.
"Kenapa Raja tidak mengetahui isi hati anak sendiri? Bukankah sebenarnya Putri Ao Shen Yun sangat menurut padamu?"
Ao Shun tersenyum dengan menatap kesebuah panggung kemudian mengingat kembali masa dimana Ao Shen Yun masih bersama dengannya.
Panggung tersebut dulunya adalah tempat latihan paling di sukai oleh Ao Shen Yun, dia akan selalu menantang siapapun untuk bertanding dengannya, hal itu membuat Ao Shun semakin takut jika nanti putrinya di takuti karena sifatnya yang tidak menunjukkan dirinya sebagai Naga wanita.
Ao Shun akhirnya memutuskan sebuah keputusan yang akhirnya membuat dirinya harus berpisah dengan putri bungsu kesayangannya itu.
Ao Shun berencana menjodohkan putrinya dengan Pangeran Naga dari laut timur, dan itu dia lakukan tanpa meminta persetujuan dari putrinya.
Akhirnya Ao Shen Yun mendengar sendiri kabar tersebut sehingga dia sangat marah, sebab dirinya sama sekali tidak ingin di jodohkan, apalagi yang akan menjadi calon suaminya adalah saudara sepupunya.
__ADS_1
Pertengkaran antara ayah dan anak itu berakhir dengan kepergian Ao Shen Yun yang memilih pergi meninggalkan istana.
Ao Shun mengira jika putrinya tidak akan lama pergi dan yakin jika Ao Shen Yun pasti kembali, namun setelah berhari-hari tidak kembali, dia akhirnya mencarinya ke segala arah hingga harus melibatkan seluruh pasukan dan juga ke empat Raja Naga.
Setelah berbulan-bulan tidak membuahkan hasil, Ao Shun meminta bantuan kepada semua Raja Naga Air Tawar untuk ikut mencari putrinya, namun semuanya tidak ada yang membuahkan hasil.
Setelah bertahun-tahun Ao Shen Yun tidak kunjung kembali, Ao Shun mengira jika kemungkinan ada yang menangkap putrinya itu, dan para pasukan Naga dari semua penguasa segera berkumpul dan mulai mencurigai para musuh-musuh mereka, dan Azura juga termasuk dalam daftar.
Pertempuran di Dunia bawah pecah sehingga membuat Dunia bawah kacau, satu persatu musuh-musuh mereka bantai, namun tetap tidak menentukan jawaban serta menemukan tanda-tanda keberadaan Ao Shen Yun.
Beruntungnya mereka belum sempat pergi ke istana Azura yang saat itu masih menjadi Kaisar Iblis, sebab jika seluruh pasukan Naga datang menyerang kesana sekalipun, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa selain kehancuran mereka sendiri, terlebih lagi saat itu Kaisar Azura belum mengetahui jika dia juga masuk dalam daftar salah satu musuh yang menculik Ao Shen Yun.
Tepat saat lima belas tahun lamanya, barulah mereka mengetahui jika Ao Shen Yun berada di tempat lain, dan dia ternyata bergabung dengan Kaisar Kegelapan.
Tentu saja Ao Shun mengetahui akan siapa itu Kaisar Kegelapan sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa, justru semakin merasa terpukul dan menyesal karena putrinya kini sudah berubah sepenuhnya menjadi pengikut Kaisar Kegelapan.
Walau sudah tahu akan kebenarannya, namun para musuh mereka tidak ada yang berniat balas dendam, sebab sangat mustahil untuk membalas mengingat saat itu seluruh raja Raja Naga Penguasa sudah bersatu.
"Bagiamana Raja Naga? Apakah Raja setuju mengikuti rencana kami sehingga kami tidak perlu menyakiti putri Raja Naga?" tanya Ho Chen.
Ao Shun berpikir sesaat kemudian menatap Ho Chen dan Tian Feng secara bergantian lalu melemparkan pertanyaan kepada Ho Chen dan Tian Feng.
"Jika memang kalian yakin akan berhasil, lalu bagiamana jika nantinya Kaisar Kegelapan itu datang dan menyerang kami lalu membawa putriku kembali?" tanya Ao Shun.
"Raja, jika raja percaya kepada kami, maka kamipun akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Putri Raja, dan jika Kaisar Kegelapan itu datang, maka dia akan berhadapan dengan kami!" jawab Tian Feng.
__ADS_1
Ao Shun menyipitkan matanya kemudian mulai mengukur kekuatan Tian Feng, namun dia gagal karena tidak bisa merasakan apapun selain aura agung yang terpancar darinya.
"Apakah kalian lupa siapa itu Kaisar Kegelapan? Bahkan beberapa bulan yang lalu saja Kaisar itu sempat mengguncang Dunia ini saat menyerang Istana Kaisar Azura!" kata Ao Shun yang hanya mendengar sepenggal kabar saja.
"Tentu saja saya tahu, namun itu tidak menjadi alasan bagi kami untuk takut, sebab segala sesuatunya pasti memiliki lawan, begitu pula dengan Kaisar Kegelapan, dia juga akan segera bertemu dengan lawan yang sepadan yang akan mampu mengalahkannya!" jawab Ho Chen.
"Soal itu kami semua juga sudah mendengarnya, Kaisar Kegelapan akan melakukan pertarungan nantinya di Galaxi Merah melawan Dewa Sesat bukan? Tapi sampai sekarang aku belum melihat siapa itu Dewa Sesat dan seperti apa sosok serta wajahnya, jadi apakah mungkin Dewa Sesat itu akan mampu menandingi Kaisar Kegelapan itu?"
Tian Feng tersenyum kecut mendengar pertanyaan Ao Shun, sebenarnya untuk saat ini, dia memang masih belum mampu, hanya saja jika harus di paksakan untuk bertarung, maka Tian Feng akan menggunakan senjata yang akan mampu mengalahkannya, yaitu Tombak Nirwana.
Walau tingkat kemampuannya berada di bawah An Huang Yi, dengan Tombak Nirwana di tangannya, dia pasti bisa mengalahkannya.
"Selama Raja mau memberikan dukungan dan yakin kepada Dewa Sesat, dia pasti akan mampu menandingi dan mengalahkannya!" kata Ho Chen seraya melirik Tian Feng.
"Baik jika memang seperti itu, aku akan mengikuti rencana kalian berdua," kata Ao Shun.
"Kalau begitu sekarang kita tinggal menunggu kapan putri anda itu datang, jadi untuk saat ini kalian harus melakukan aktivitas seperti biasa agar dia tidak curiga saat memperhatikan semuanya dari langit, setelah itu kami berdua akan segera menghentikan gerakannya!" kata Ho Chen.
Ao Shun mengangguk kemudian dia meminta kepada para Panglima dan para pejabat istana Naga untuk tidak menyebar kabar tersebut kepada siapapun, bahkan kepada keluarga mereka sendiri juga dilarang agar kabar itu tidak tersebar dan membuat para penghuni Laut Utara menjadi lebih waspada karena bisa-bisa akan di curigai oleh Ao Shen Yun.
"Tian, kita pasang sihir di langit agar saat dia datang, kita bisa mengetahuinya!" kata Ho Chen.
"Baik, serahkan saja semuanya padaku guru," jawab Tian Feng kemudian dia segera menghilang dari hadapan Ho Chen lalu muncul lagi di atas lautan.
Tian Feng menatap langit kemudian dia mulai terbang sangat tinggi sekali setelah itu dia langsung menggunakan sihir perisai energi yang tidak terlihat serta tidak bisa dirasakan.
__ADS_1
Setelah selesai membuat perisai tersebut, Tian Feng langsung kembali lagi ke dalam istana bersama Ho Chen, dan semuanya hanya tinggal menunggu kedatangan Ao Shen Yun.