Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Menyerang Kahyangan


__ADS_3

***


Semua para penghuni Kahyangan di buat gempar oleh ledakan yang membentuk gambar Swastika hitam, setelah beberapa saat suara gemuruh keras terdengar di seluruh Kahyangan dan suara teriakan dari berbagai arah juga terdengar.


Tidak ada yang tahu pasti akan apa sebenarnya yang terjadi, namun dari gambar yang terlihat, seperti ada penyusup dari pasukan Kaisar Kegelapan yang berhasil menerobos masuk dan memberikan kode penyerangan.


Suara gemuruh juga masih menjadi misteri, namun terkadang terlihat sebuah cahaya yang melesat dengan kecepatan yang melebihi kecepatan kilat dan setelah itu terdengar suara pekikan jerit dari arah cahaya yang melesat.


Setiap kali cahaya itu melesat, pasti akan tercipta suara gemuruh yang terdengar oleh semua para penghuni Kahyangan, mereka semua di buat linglung sesaat sebelum akhirnya suasana kembali hening.


"Apa yang sebenarnya terjadi, apakah tadi sempat ada serangan?"


"Entahlah!"


Seluruh Dewa dan Dewi serta para prajurit langit saling bertanya-tanya, mereka beranggapan kemungkinan ada serangan, namun setelah suasana kembali tenang, tidak ada tanda-tanda kemunculan apapun.


"Kalian jangan lengah, sebaiknya kalian tetap waspada, kemungkinan yang tadi hanyalah sebagai tanda!" kata salah satu Dewa mengingatkan sebab suara teriakan dari berbagai tempat tadi kemungkinan ada serangan diam-diam, dan mungkin saja teriakan tersebut berasal dari para prajurit yang di bunuh oleh serangan rahasia tersebut.


Saat mereka semua masih sama-sama bingung serta sangat waspada, tiba-tiba saja ada suara bunyi genderang dari istana, suara tersebut adalah sebuah panggilan kepada semua dewa untuk segera berkumpul ke istana langit.


Para Dewa bergegas pergi ke istana setelah mendengar suara panggilan dari genderang tersebut, dan dalam waktu singkat, seluruh Dewa kini berkumpul di aula Istana dan semuanya di buat kaget dengan pemandangan yang mereka lihat.


"Ada apa ini, kenapa ada banyak prajurit yang terbaring disini?" tanya salah satu Dewa.


Mereka semua segera menoleh dan menemukan sesosok yang tidak asing bagi mereka sedang berdiri di hadapan para prajurit yang terbaring lemas, baik itu prajurit laki-laki dan perempuan, semuanya seperti habis di serang hingga terbaring lemah.


"Dewa Sesat, apa maksudnya ini?" tanya salah satu Dewa.


"Dewa Hujan, biarkan Yang Mulia sendiri yang menjelaskannya kepada kalian!" kata Tian Feng.


Semua mata tertuju kepada Kaisar Langit yang wajahnya seperti sangat marah, dan setelah itu Kaisar Langit mulai bersuara.


"Mereka semua adalah para penghianat yang sudah bergabung dengan Kaisar Kegelapan serta membocorkan banyak informasi kepada Kaisar Kegelapan, jadi kalian semua tetap harus waspada, aku yakin masih banyak penghianat lain yang mesih belum tertangkap oleh Dewa Sesat!" kata Kaisar Langit.

__ADS_1


"Para Penghianat? Dari mana Dewa Sesat tahu jika mereka adalah para Penghianat?" tanya Dewa Angin.


Tian Feng tidak menjawab dengan ucapan, dia menggerakkan jarinya kemudian melapaskan baju pelindung para prajurit tersebut.


Baju kedua para prajurit yang terbaring kini terlihat oleh semua dewa, baju hitam dengan gambar Swastika hitam membuat semua mata hanya bisa melotot tidak percaya.


"Yang Mulia, ini hanyalah sedikit yang berhasil hamba tangkap, sisanya ada yang lebih dulu lari, dan yang lain masih berbaur dengan para prajurit yang lain, sekarang hamba akan menyerahkan sisanya kepada Yang Mulia, jangan sampai hamba turun tangan lagi, sebab jika hamba turun tangan untuk yang kedua kalinya, hamba tidak menjamin mereka akan tetap hidup!" kata Tian Feng.


Saat ini Tian Feng masih berbelas kasih dengan tidak membunuh para prajurit yang berjumlah lebih dari 50 prajurit yang berbaring tak berdaya, ini juga sebagai bukti kepada Kaisar Langit serta para dewa jika pengaruh Kegelapan sudah mulai menguasai para prajurit istana.


"Tapi bagaimana caranya agar kami bisa mengetahui jika itu adalah para penghianat?" tanya salah satu Dewa.


"Mereka semua belum mati, jadi mereka adalah petunjuknya, jika tidak kalian bisa menyuruh para prajurit yang lain atau mungkin para Dewa untuk menunjukkan baju lapisan dalam mereka!" jawab Tian Feng.


"Terima kasih atas bantuan Dewa Sesat, dengan ini kita semua jadi tahu jika ternyata di kahyangan sendiri sudah memiliki banyak penghianat, sekarang serahkan saja sisanya kepada kami!" kata Dewa Cai Ling.


Tian Feng mengangguk sekaligus ingin menjawab ucapan Dewa Cai Ling, namun belum sempat dia membuka mulutnya untuk bicara, tiba-tiba saja dia merasakan hawa Kegelapan yang mulai memasuki Kahyangan.


"Sepertinya Zhi Yin yang ingin lebih dulu melancarkan serangan!" gumam Tian Feng dengan tatapan matanya yang menatap ke arah selatan.


Semua Dewa juga mulai merasakan hawa Kegelapan yang semakin mendekat dan sesaat kemudian suara genderang dari pasukan Penjaga di bagian selatan segera menggema di seluruh Kahyangan.


"Ini serangan..!"


Semuanya jelas terkejut dengan serangan mendadak, mereka semua jelas tidak menduga jika pasukan Kegelapan sangat berani melakukan penyerangan ke Kahyangan, di tambah lagi saat ini seluruh dewa sedang berkumpul kecuali keempat Dewa Raja Agung.


"Semua Jenderal Dewa Perang! Persiapkan pasukan kalian untuk berperang," kata Kaisar Langit.


Cao Yuan dan para Jendral Dewa Perang yang lainnya bergegas keluar untuk memimpin pasukan mereka menyambut serangan yang akan segera datang.


"Apa yang membuat mereka cukup berani untuk datang menyerang Kahyangan?" tanya salah satu Dewa.


"Dewa Sesat, apakah ini ada hubungannya dengan putrimu?" tanya Kaisar Langit.

__ADS_1


"Benar Yang Mulia, sepertinya para Penghianat inilah yang sudah membocorkannya kepada Kaisar Kegelapan!" jawab Tian Feng.


"Jika memang demikian, sebaiknya kamu kembali saja untuk melindungi Putrimu, dan serahkan semua ini kepada para pasukan dan dewa yang lain, yang lebih penting sekarang jangan sampai putrimu berhasil di bawah oleh para pasukan Kegelapan!" kata Kaisar Langit.


"Terima kasih Yang Mulia, namun yang mulai tidak perlu menghawatirkan itu, putri hamba akan baik-baik saja!" kata Tian Feng.


Tian Feng sama sekali tidak menghawatirkan akan putrinya, walau serangan ini sebenarnya untuk mendapatkan putrinya, namun tidak akan ada satupun bagi pasukan Kegelapan untuk bisa menembus pelindung milik Ho Chen, kecuali para penghianat.


Para penghianat masih belum memiliki tanda kesetiaan di tubuh mereka, karena itu mereka masih bisa keluar masuk melewati Pelindung tersebut, hanya saja kekuatan para Penghianat itu hanyalah para prajurit yang memiliki kemampuan Raja, hal ini tidak terlalu membahayakan putrinya karena saat ini Xu Lian dan Ho Chen juga ada di sana.


"Sepertinya Kaisar Kegelapan dan Zhi Yin tidak ikut datang memimpin penyerangan!" batin Tian Feng kemudian dia melihat badai awan hitam yang mulai terlihat dari arah selatan.


Badai tersebut sangatlah gelap hingga mantupi sinar matahari, Tian Feng melihat ada sekitar lebih dari sepuluh sosok berkekuatan Dewa Agung dan dua sosok berkekuatan setengah Langkah Rana Agung yang memimpin pasukan Kegelapan.


"Ini adalah garis pertahanan yang cukup kuat!" kata Tian Feng.


Sepuluh sosok berkemampuan Dewa Agung adalah angka yang sangat banyak, bahkan ke dua puluh Pengawal Kaisar Kegelapan terdahulu saja tidak ada yang memiliki kekuatan sebesar itu, belum lagi dua sosok berkemampuan setengah langkah Rana Agung, ini akan menjadi kekuatan terbesar.


Hanya saja kenapa baru kali ini mereka muncul, kemana sebelumnya mereka? Disaat Tian Feng dan Ho Chen serta yang lainnya berusaha mengurangi kekuatan dukungan dari ke dua puluh Pengawal Kegelapan, mereka sangat yakin seharusnya tidak akan ada lagi kekuatan dukungan tersebut, namun melihat ke dua belas sosok pemimpin perang itu, hal itu sudah membuktikan jika sebenarnya Kaisar Kegelapan dan Zhi Yin masih menyembunyikan kekuatan misterius yang lebih besar.


"Pertandingan belum di mulai, namun kalian sendiri yang menyerah hadiah ini padaku!" kata Tian Feng kemudian dia membungkuk badannya kepada Kaisar Kegelapan.


"Hamba akan membantu para Jenderal Dewa Perang dan pasukannya!" kata Tian Feng.


"Tidak perlu Dewa Sesat! Mereka mungkin memiliki Panglima yang kuat-kuat, hanya saja kita juga memiliki Jendral serta dewa yang tidak kalah kuatnya, kamu lihat saja!" kata Kaisar Langit kemudian dia mengeluarkan sebuah batu mustika berwarna putih lalu Kaisar langit mengarahkannya ke luar.


Sebuah Cahaya putih segera melesat kemudian berbelok ke atas lalu meledak menciptakan cahaya terang yang menyebar.


Tian Feng mengerutkan dahinya kemudian dia merasakan ada empat sosok yang melesat dari empat arah penjuru langit, dan setelah itu muncullah empat sosok dengan aura agung yang terpancar dari tubuh mereka.


"Empat Dewa berkemampuan Rana Agung, mereka itu adalah Empat Dewa Raja Agung itu bukan?" tanya Tian Feng.


"Benar sekali, mereka adalah Empat Dewa Raja Agung!" jawab Kaisar Langit

__ADS_1


Tian Feng mengangguk serta mengamati mereka yang saat ini mendekati aula istana, dan sebelumnya Tian Feng sempat bertemu dengan Raja Agung Barat Guang Mu, namun ketiga Raja Agung lainnya, baru kali ini Tian Feng melihatnya.


Dengan berkumpulnya keempat Dewa Raja Agung, tanpa Tian Feng turun tangan sekalipun peperangan yang akan segera pecah bisa di pastikan akan dimenangkan oleh para Dewa, namun untuk mengantisipasi kemunculan Kaisar Kegelapan dan Zhi Yin, Tian Feng akan tetap berjaga-jaga.


__ADS_2