Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Energi Yan Tingkat Sembilan


__ADS_3

***


Tian Feng diajak ke bawah pohon Pir yang ada disamping rumah mereka, disana Ho Chen mulai membantu Tian Feng untuk membetuk Sendi kecilnya terlebih dahulu.


"Kamu sudah memiliki dua Sendi sempurna Tian, sekarang aku akan membantumu membentuk Sendi kecil baru," kata Ho Chen sekaligus memeriksa tubuh Tian Feng dengan mengalirkan energi padanya.


Tian Feng jelas merasa senang, tidak hanya karena Ho Chen yang akan membimbing nya melainkan karena Dunia Dimensi yang ia tempati bagai sebuah surga.


"Tian! Sekarang kamu akan membuat sebuah energi yang berlawanan dari energi yang kamu miliki yaitu Energi Yan! Mungkin ini akan membuat mu sedikit kesulitan, namun nanti jika kamu sudah berhasil maka kedepannya tidak akan sulit bagimu untuk membentuk sendi kecil yang tersisa, jadi bersiaplah!" kata Ho Chen.


Energi Yan adalah energi yang berlawanan dengan Energi Yin, karena Tian Feng sudah memiliki energi Yin, maka nanti Tian Feng akan mengalami kesulitan untuk membentuk Sendi dari Energi Yan.


"Sekarang kamu rasakan hawa panas dari cahaya matahari itu! Seraplah energi nya jika kamu sudah merasakan dan mengerti arti dari Makna Api itu sendiri!" kata Ho Chen.


Tian Feng keluar dari bawah pohon dan duduk berjemur untuk merasakan energi panas serta berusaha memahami sifat panas itu sendiri.


Ho Chen sendiri juga memberikan sedikit pencerahan agar Tian Feng bisa dengan mudah untuk memahaminya.


"Api adalah semangat dan tekad, dan api juga keberanian! Jika kamu menyalakan Api untuk musuhmu, seringkali berbalik membakar dirimu sendiri, jadi jangan menyalakan api yang tidak bisa kamu padamkan! Panas tidak bisa dipisahkan dari api, atau keindahan dari keabadian, dan api tidak pandang bulu, baik besar atau kecil, semua akan dia bakar walau itu adalah logam terbaik sekalipun!"


Tian Feng mendengarkan pencerahan dari Ho Chen sekaligus berusaha mencari makna dari sifat Api itu sendiri.


"Jangan terburu-buru dulu, tenangkan pikiran dan coba kamu renungkan, jika sampai kamu gagal dalam pembentukan Sendi ini, maka sebagian kemampuan mu akan menghilang, jadi lakukan secara hati-hati karena disini kamu bebas tanpa menghawatirkan waktu!" kata Ho Chen membuat Tian Feng menghentikan meditasinya.


"Maksud Dewa apa?" tanya Tian Feng.


Ho Chen menaik turunkan alisnya melihat Tian Feng yang menghentikan meditasinya hanya karena dirinya berbicara seperti itu.


"Kenapa kamu langsung berhenti? Walau aku bilang begitu bukan berarti kamu harus menghentikan Pembentukan Sendi kecil ke-tiga!" kata Ho Chen.


"Ah maafkan saya! Tadi saya hanya terkejut saja saat Dewa bilang jika saya tidak perlu menghawatirkan waktu!" jawab Tian Feng.


"Xian kemana kamu..?" Ho Chen menggunakan energi suara memanggil Xian yang sedang berada di tempat lain bersama dengan Xanzi dan Lianli.


Xian segera terbang dan menancap di samping Ho Chen seraya bertanya kepada Ho Chen, "Ada apa Ho Chen? Kenapa suaramu terdengar kesal?" tanya Xian.


"Apa sebelum kesini kamu dan Xanzi tidak menjelaskan padanya akan Dunia Dimensi ini?" tanya Ho Chen.

__ADS_1


"Belum sempat karena Buddha Maitreya lebih dulu mengirim nya sebelum kami menjelaskannya!" jawab Xian.


"Pantas saja dia terlihat seperti itu!" gumam Ho Chen.


"Owh jadi masalahnya pada Tian? Aku tidak kaget karena kami sendiri juga dibikin pusing oleh pria tua berkulit muda ini! Walau umur sudah tua tapi sikapnya semakin kekanak-kanakan," kata Xian.


Ho Chen kembali tersenyum lembut kepada Tian Feng yang merasa canggung kemudian muncul satu garis lurus berwarna emas didahi Ho Chen, "Lakukan lagi apa yang aku ajarkan tadi, jika tidak aku pastikan akan mendidik mu dengan cara yang lebih halus namun akan membuat mu tidak akan bisa nyaman!" kata Ho Chen.


Tian Feng merasa merinding melihat senyum lembut dari Ho Chen namun firasat Tian Feng merasakan jika itu bukan senyuman lembut, melainkan senyum ancaman.


Tian Feng langsung menurut dan bermeditasi kembali dan tidak lagi berani untuk bertanya sehingga membuat Dewa di hadapannya itu marah.


"Begitu lebih baik!" kata Ho Chen kemudian garis kuning di dahinya menghilang.


"Ayo kita tinggal dia bermeditasi, jangan sampai kita mengganggu konsentrasinya lagi!" Ho Chen mengajak Xian untuk pergi dan membiarkan Tian Feng mencari makna dari sifat Api, lagi pula dia sudah memberikan sedikit pencerahan.


***


Api adalah sebuah luapan-luapan emosi negatif, seperti dendam, marah, dengki, bahkan nafsu syahwat.


Tidak jarang manusia biasa bisa mengalaminya, marah, mendendam, karena memang itulah manusia, manusia diciptakan selain dikaruniai akal, juga dikaruniai nafsu, dan terkadang akal dapat dikalahkan oleh nafsu ketika kita benar2 tidak mampu mengendalikan nafsu tersebut.


"Bagus sekali ini lebih cepat yang aku perkirakan! Aku pikir akan butuh satu atau dua tahun kamu baru bisa memahaminya, namun ternyata hanya butuh Tujuh bulan saja!" kata Ho Chen.


Tian Feng yang sudah berhasil mengetahui makna Api dalam dirinya terkejut karena dia tidak sadar jika dirinya sudah tujuh bulan bermeditasi, dia rasa seperti belum satu bulan.


"Hahaha...! Pikiran mu tidak salah, kamu memang belum satu bulan berada disini, namun di dunia ini waktu lebih cepat dari dunia asalmu dimana setahun disini setara dengan satu bulan!" kata Ho Chen yang mengetahui akan apa yang ada di pikiran Tian Feng.


Tian Feng tidak kaget karena Ho Chen bisa mengetahui pikirannya karena sebelumnya Tian Feng pernah mengalaminya dimana saat Buddha Maitreya menyamar jadi kakek tua.


"Tian jika kamu bisa menyerap inti panas matahari itu kedalam tubuh mu, maka Energi Yan akan dapat kamu miliki! Tapi ingat untuk selalu berhati-hati karena saat ini kamu sudah memiliki Energi Yin!"


Kebanyakan orang selalu salah saat berusaha memiliki dua energi Yin dan Yan, karena ke-dua energi itu bertolak belakang, jika terjadi kesalahan dalam praktik bisa-bisa kemampuan orang itu bisa berkurang bahkan terburuknya bisa mati.


Jika Tian Feng sampai berhasil memiliki ke-dua energi itu, maka Tian Feng akan masuk ketahap Raja Langit.


Semenjak Tian Feng berlatih dibawa bimbingan Ho Chen, Tian Feng sama sekali tidak membatah dan menuruti semua perintah dari Ho Chen, karena Tian Feng benar-benar sangat menghormati dan jujur merasa takut saat Ho Chen mengeluarkan satu garis emas di dahinya.

__ADS_1


Tian Feng bangkit dan kemudian dia mengangkat ke-dua telapak tangannya ke arah matahari untuk menyerap panasnya.


Namun dia gagal dalam percobaan pertamanya dan kemudian dia mencoba lagi namun hasilnya tetap sama saja.


"Energi panas tidak harus menyerap energi matahari, kamu cukup menggunakan energi panas tubuhmu untuk melakukan! Andai kamu hanya mengandalkan matahari, bagiamana jika saat malam? Jadi sebaiknya kamu gunakan saja panas tubuhmu untuk menciptakan api!" kata Ho Chen sekaligus mengacungkan telunjuknya menghadap ke atas


Api muncul dari telunjuk Ho Chen seperti sumbu api di lentera yang menyala, "Jika kamu sudah bisa mengendalikan Api ini, kamu akan bisa melakukan ini!"


Ho Chen melempar api tersebut ke atas dan kemudian manangkapnya kembali dengan telapak tangannya dan kemudian api tersebut diputar dan bergerak mengikuti gerakan tangan Ho Chen.


Tidak sampai disana, Ho Chen juga mengubah api tersebut berubah menjadi biru dan kemudian berubah lagi menjadi ungu bahkan putih dan hitam.


Tian Feng merasa takjub melihat Ho Chen yang mampu mengubah api menjadi beberapa jenis warna, bahkan Ho Chen juga mengubah Api tersebut menjadi seperti petir dan menyambarkannya ke arah batu berukuran sedang sampai hancur.


"Bagiamana? Apakah kamu menginginkannya?" tanya Ho Chen yang sengaja melakukan itu agar Tian Feng tertarik dan bersungguh-sungguh berlatih agar bisa memilikinya.


"Tentu saja Dewa!" jawab Tian Feng.


"Kalau begitu cepat lakukan apa yang sudah aku ajarkan padamu!"


Tian Feng memejamkan matanya dan kemudian dia berusaha merasakan panas tubuhnya sendiri dan kemudian akan mengendalikannya.


"Pegang daun kering ini, jika daun kering ini nanti berasap, itu artinya kamu sudah bisa melakukannya!" kata Ho Chen kemudian meletakkan daun kering di atas telapak tangan Tian Feng.


Tian Feng segera memusatkan panas tubuhnya dan mengumpulkannya di telapak tangannya, namun setelah cukup lama tidak terjadi apapun terhadap daun kering tersebut.


Tian Feng tidak mau menyerah begitu saja, dia berkonsentrasi penuh agar daun itu bisa terbakar, dan dengan bantuan Chi serta panas tubuhnya, akhirnya perlahan-lahan asap tipis mulai keluar dari daun tersebut.


Tian Feng semakin menambah energinya dan asap mulai terlihat dan akhirnya daun itupun terbakar.


"Akhirnya aku berhasil juga!"


Tian Feng tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa bahagianya karena berhasil menciptakan Api sendiri dengan energinya.


"Bagus Tian, dengan ini kamu sudah memiliki Energi Yan dan sekarang kamu hanya perlu menyempurnakannya agar kamu memiliki Energi Yan hingga ke tingkat Sembilan!" kata Ho Chen.


Dengan kata lain Energi Yan yang berhasil Tian Feng miliki baru di tingkat satu, sedangkan penyempurnaan energi Yan harus mencapai tingkat Sembilan.

__ADS_1


Tingkat satu hanya bisa mengeluarkan api saja tanpa bisa mengendalikannya, sedangkan Tingkat sembilan adalah kesempurnaan energi Yan bisa membuat berbagai perubahan jenis api, bahkan akan mampu membuat petir yang mampu meledakkan apapun yang terkena Sambaran petir dari Energi Yan Tingkat Sembilan.


"Jika kamu sudah berhasil menyempurnakan Energi Yan Tingkat Sembilan, maka kamu akan sudah mencapai puncak Tahap Raja Langit, jadi ikuti semua yang akan aku peragakan padamu agar kamu mudah memahaminya!" kata Ho Chen kemudian Ho Chen mulai mengeluarkan Api biasa dari telapak tangannya dan Tian Feng juga mengikutinya.


__ADS_2