
***
"Alice, berhati-hatilah dan rawat baik-baik Xihua, ingat bimbing Xihua agar kelak dia menjadi orang baik!" kata Qiao Lin.
"Terima kasih atas semuanya guru, aku akan selalu mengingat pesanmu!" jawab Alice.
"Guru Qiao Lin, apakah guru yakin memberikan kitab ini padaku?"
Qiao Lin tersenyum mendengar Chie Xie yang mempertanyakan akan Qiao Lin yang memberikan Kitab Kristal Es padanya. "Tentu saja aku yakin, lagi pula Teknik Kristal Es sudah tidak akan di butuhkan lagi dimasa depan!" jawab Qiao Lin.
Sebenarnya Qiao Ho sudah meramalkan masa depan akan bagiamana pertumbuhan hidup di dunianya, peradaban manusia di masa depan yang akan berubah seiring berjalannya waktu, walau tidak tahu secata pasti akan seperti apa perubahan yang berhasil dia ramalnya, namun yang jelas di masa depan manusia sudah tidak lagi akan mempelajari ilmu bela diri, dan tanah Kekaisaran Yun suatu saat nanti juga akan berubah.
Manusia di masa depan akan jatuh di titik terlemah karena mereka akan mendewakan sesuatu yang mereka ciptakan sendiri, langit akan menjadi lebih suram dan manusia hanya akan bergantung pada logam yang di bentuk sedemikian rupa.
"Ayo kita berangkat!" ajak Ho Chen.
Tian Feng dan Louis dan yang lainnya saling berpegangan, sedangkan Qiao Lin, Qiao Ho dan para murid Sekte lainnya hanya tersenyum hangat seraya menyampaikan kata-kata perpisahan.
Tidak lama setelah itu mereka semua menghilang setelah Ho Chen menjentikkan jarinya, hanya ada bekas tapak kaki mereka di atas debu es yang tebal, dan Qiao Lin hanya menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya.
"Sudah saatnya bagiku juga untuk pergi meninggalkan dunia ini!" gumam Qiao Lin kemudian dia membuat segel tangan dan mulai mengaktifkan sihirnya.
Tubuh Qiao Lin terbang ke udara dan itu disaksikan oleh para murid Sekte. Setelah terbang cukup tinggi, tubuh Qiao Lin memancarkan Cahaya biru terang yang menerangi seluruh wilayah sekte, bahkan cahaya itu memiliki suhu yang sangat dingin.
Selendang biru muncul di kedua bahu Qiao Lin, dan di dahinya terlihat sebuah sinpai emas yang memiliki permata biru serta ada tambahan ukiran seperti sayap burung di samping kiri dan kanannya.
"Leluhur, apakah leluhur berniat kembali lagi ke Kahyangan?" tanya salah satu murid.
"Iya, sudah waktunya aku pulang karena sudah lama aku meninggalkan rumah ku di Kahyangan!" jawab Qiao Lin dengan suara lembut namun dapat di dengar oleh semua murid.
"Kapan kamu akan datang kembali kesini Lin'er?" tanya Qiao Ho yang tiba-tiba saja muncul di samping Qiao Lin.
"Mungkin sangat lama kakek, yang jelas setelah ini aku sudah tidak akan ikut campur akan masalah di dunia ini lagi, karena Ho Chen sudah memintaku untuk tidak datang lagi selema beberapa ratus tahun lagi kesini!" jawab Qiao Lin.
__ADS_1
"Baiklah kalau memang begitu, lagi pula aku dan senior Feng Ying akan bermeditasi juga dalam waktu yang sangat lama di bawah laut belum, dan mungkin kami berdua juga tidak akan ikut campur lagi akan dunia ini!" kata Qiao Ho.
"Hem..! Kalau begitu baiklah Kek, nanti jika waktunya sudah tiba, aku akan kembali untuk menemui kakek, selamat tinggal kek!" kata Qiao Lin.
Qiao Ho hanya mengangguk kemudian dia melihat Qiao Lin yang mulai memunculkan sebuah sayap es yang terbuat dari energinya, Qiao Lin terlihat seperti Dewi burung Es di mata semua para murid dibawah.
Setelah kedua sayap Es itu terbentuk, Qiao Lin membentangkan sayap tersebut kemudian dalam sekali kepak, Qiao Lin melesat bagai cahaya kilat menembus awan tebal di langit.
Qiao Ho tidak langsung pergi, dia lebih dulu menyerahkan semua urusan sekte kepada keturunan Ho Chen, setelah semuanya selesai barulah Qiao Ho juga pergi untuk bermeditasi bersama Feng Ying di bawah lautan yang membeku.
***
Setelah selesainya pertempuran antara pasukan Organisasi Bintang Hitam melawan para pendekar yang bersatu membentuk pasukan, kini Wilayah Kerajaan Wutong terlihat kembali normal.
Sudah tidak ada lagi rasa takut di hati semua orang, bahkan setelah lima hari berlalu sejak selesainya pertempuran, semua para prajurit bergembira menyambut kepulangan Wei Fang yang sudah lima hari menghilang.
Berbeda dengan semua orang yang merasa senang karena sudah terbebas dari jerat Organisasi Bintang Hitam, rumah Yuan Xia sendiri saat ini telihat sangat sepi.
Walau ada beberapa pelayan dan para penjaga dirumahnya, namun rumah tersebut tetap terasa sepi, semua ini di akibatkan oleh Lie Yie yang sedang sakit dan tubuhnya kurus.
Walau dia sudah tahu jika Tian Feng dan Chie Xie saat ini sedang pergi bersama Ho Chen, namun tetap saja Yuan Xia merasa sangat khawatir, terlebih lagi terhadap kondisi istrinya yang semakin hari semakin memburuk.
"Kemana sebenarnya mereka pergi, dan kenaka Chie Xie tidak mau menjelaskan akan kondisi ibunya kepada Tian?" gumam Yuan Xia yang bertanya kepada diri sendiri.
"Tuan..Tuan..!"
Saat Yuan Xia masing mondar-mandir bagai setrika, seorang penjaga tiba-tiba saja datang dan memanggil-manggil Yuan Xia.
"Ada apa Penjaga?" tanya Yuan Xia.
"Maaf Tuan, saya hanya ingin melapor jika Nona Muda dan Tuan muda saat ini berada di depan rumah, mereka semua ada enam orang dan ditambah satu bayi," kata penjaga tersebut.
"Kenapa kalian membiarkannya di luar? Aih kalian ini...!"
__ADS_1
Yuan Xia merasa geram sekaligus merasa senang dia ingin segera keluar, namun dari arah pintu, telihat Tian Feng dan lainnya melangkah masuk, dan yang paling lebih dulu menyapa adalah Chie Xie.
"Ayah..!" kata Chie Xie kemudian dia berlari dan memeluk ayahnya.
"Xie'er kemana saja kamu dan kakakmu pergi, dan bayi itu...? Apakah bayi itu adalah anak Tian" tanya Yuan Xia.
"Iya ayah!" jawab Chie Xie.
"Ayah, maaf karena aku datang terlambat!" kata Tian Feng.
"Ah Tian! Akhirnya kamu kembali lagi kesini, ayo segera temui ibumu di dalam, dan mana cucuk Ayo bawa kesini karena aku ingin melihatnya!" kata Yuan Xia.
Alice segera menghampiri Yuan Xia kemudian dia memberikan Xihua pada Yuan Xia untuk di gendong.
Yuan Xia tersenyum lebar dan menggendong Xihua seraya bercanda dengannya, tentu saja Xihua masih belum bisa melihat dan belum mengerti apa-apa, karena itu Xihua hanya bisa diam saat Yuan Xia bercanda padanya.
"Ayo kita bawa anakmu ini kepada Ibumu, siapa tahu setelah melihat mu dan anak ini, dia bisa sembuh!" kata Yuan Xia.
Louis, Naomi dan Ho Chen memilih duduk di kursi, mereka hanya bisa melihat Tian Feng, Chie Xie, Alice dan Yuan Xia masuk kedalam sebuah kamar tempat Lie Yie berada.
"Nona Naomi, kenapa kamu tidak ikut masuk kedalam?" tanya Ho Chen.
"Tidak guru Ho Chen, untuk apa aku masuk jika Tian tidak mengajakku?" jawab Naomi.
Louis melirik Ho Chen dengan alis mata setengah terangkat, Louis merasa jika Ho Chen sengaja memanas-manasi Naomi dengan pertanyaannya.
"Jangan mencurigai aku seperti itu Tuan Louis, aku ini hanya bertanya saja dan tidak berniat memanas-manasi dia!" kata Ho Chen yang menjawab akan apa yang di pikirkan oleh Louis.
"Eh.. Maaf!" jawab Louis.
Mereka bertiga hanya duduk menunggu Tian Feng dan yang lainnya yang berada di kamar Lie Yie, ketiga mulai mendengar suara tangisan pecah dari dalam kamar, dan itu suara tangisan Lie Yie.
***
__ADS_1
Karena sebentar lagi lebaran, jadi saya agak sibuk mengantarkan istri saya berbelanja untuk persiapan lebaran, karena itu semalam saya tidak sempat nulis.🙏