
***
Azura dan Tian Feng berada di tempat yang sama, hanya saja lokasi latihan mereka terpisah. Azura bukan sedang berlatih, dia hanya akan melakukan penyatuan dengan Mutiara Abadi pemberian Buddha Rulay, sedangkan Tian Feng melakukan penyatuan dengan Bunga Teratai Batu Mustika Putih yang sudah sempurna sekaligus penyatuan dengan Ketiga Roh Penjaga Pusaka.
Cara penyatuan dengan Bunga Teratai Batu Mustika Putih sama seperti sebelumnya, namun cara menyatukan diri dengan ketiga Roh Penjaga Pusaka sedikit berbeda.
"Xanzi, Xian, Lianli! Aku benar-benar tidak ingin menyatu dengan kalian, aku lebih memilih kalian tetap seperti dulu!" ucap Tian Feng.
Saat ini sosok berwujud cahaya transparan dan satu Naga Api Emas sedang berdiri di hadapannya, mereka adalah Xian, Xanzi, Lianli, Gu Huan si Roh Bunga Teratai Batu Mustika Putih, dan yang terakhir adalah Xu Lian si Naga Api Emas atau Naga Suci Kuno.
"Tidak ada cara lain Tian, jika kamu benar-benar ingin menang melawan An Huang Yi, maka kamu tetap harus melakukan Penyatuan dengan kami bertiga, di tambah dengan sesepuh Gu Huan, maka kamu akan benar-benar mampu mencapai tahap Puncak Rana Agung!" jawab Xanzi.
Ketiga Roh Penjaga Pusaka sebelumnya sudah menjelaskan alasan mereka memilih diam saat Tian Feng memanggilnya, itu karena mereka bertiga juga tidak sanggup jika harus berpisah dengan Tian Feng, sebab setelah mereka bertiga menyatu dengan Tian Feng, maka mereka bertiga akan benar-benar hilang dari alam semesta, yang menyatu dengan Tian Feng adalah energi kehidupan murni ketiganya.
"Tian, kita sudah cukup lama bersama, walau menurut kami terasa singkat, namun itu adalah kenangan yang sangat indah bagi kami, memang aku akui karakter sifatmu yang keras kepala dan selalu sembrono dalam bertindak selalu membuat kami kesal, namun itu juga membuat kami merasa sangat senang telah mengenal serta menjadi teman berpetualangmu!" kata Xanzi kemudian dia ingat saat pertama kali dia dan Tian Feng bertemu.
Baik Tian Feng maupun Xanzi sama-sama ingat saat seorang kakek tua misterius memberikan mata tombak serta Cincin Langit Malam kepada Tian Feng, saat itu Tian Feng masih seorang pendekar biasa.
Bahkan saat pertama kali Xanzi mengenalkan dirinya untuk pertama kalinya kepada Tian Feng, dan sejak saat itu Tian Feng bisa memiliki kemampuan yang melampaui semua para pendekar biasa.
Kenangan demi kenangan bersama dari susah dan senang terus mereka lalui bersama hingga Xian juga tiba saat malam hari. Mengingat semua itu Tian Feng jadi bingung apakah harus senang atau harus sedih karena sebentar lagi baik Xanzi maupun Xian dan Lianli akan lenyap karena energi kehidupan murni mereka akan menyatu dengan Tian Feng.
Berbeda dengan Gu Huan yang baru beberapa hari bertemu dengan Tian Feng, bisa di bilang pertemuan antara Gu Huan dan Tian Feng sangat singkat, bahkan mereka belum terlalu mengenal satu sama lain sehingga tidak ada kesan apapun terhadap Tian Feng.
"Andai aku bisa mengubah takdir, tentu hal ini tidak akan pernah terjadi!" gumam Tian Feng.
"Tian, sudah waktunya bagi kita untuk melakukan penyatuan, terima kasih atas semuanya!" kata Xian yang Cahayanya mulai bergerak dan secara perlahan-lahan mulai bergabung dengan tubuh Tian Feng, sedangkan Tombak Emas nya sendiri saat ini sedang tertancap di tanah disamping Tian Feng,
Tanpa Tian Feng bisa tahan, matanya mulai berair dan setelah itu air matanya jatuh menetes melewati pipinya, dia benar-benar tidak ingin berpisah dengan ketiga Roh Penjaga Pusaka, terutama Xanzi dan Xian.
__ADS_1
Xanzi dan Xian tidak hanya menjadi temannya, melain guru pembimbingnya, walau Tian Feng terlihat tidak menghormati mereka, namun jauh di dalam lubuk hatinya, Xanzi dan Xian sudah dia anggap sebagai gurunya.
"Terima kasih Xanzi, Xian, tanpa kalian aku tidak akan pernah bisa memiliki kemampuan Dewa ini, andai saja masih ada waktu yang lebih banyak, aku ingin membalas kebaikan kalian semua, dan kamu Lianli, terima kasih juga karena sudah pernah pernah membantuku!" kata Tian Feng kepada ketiga Roh Penjaga Pusaka yang cahaya nya mulai menyatu dengan Tian Feng.
"Selamat tinggal Tian!" kata Xanzi dan juga Xian.
"Se...selamat tinggal..!" balas Tian Feng dengan suara berat.
Setelah ucapan balasan Tian Feng selesai terucap, ketiga roh penjaga pusaka itu sudah tidak terdengar lagi suaranya setelah bentuk wujud cahaya transparan mereka sudah berubah ke wujud bola cahaya dan cahaya itu terus menyatu dengan tubuh Tian Feng.
Gu Huan hanya terdiam melihat itu, rasa haru dapat dia rasakan, dia merasa hubungan ikatan pertemanan mereka cukup kuat sehingga terlihat sangat berat untuk saling melepaskan.
Gu Huan mungkin yang paling berbeda, walau dia melakukan penyatuan nanti dengan Tian Feng, dia tidak bisa dibilang lenyap karena dirinya akan tetap menyatu dengan Bunga Teratai Batu Mustika Putih yang akan berada di dalam tubuh Tian Feng, sedangkan ketiga Roh Penjaga Pusaka itu berbeda.
Energi kehidupan murni mereka nanti yang akan menyatu dengan Tian Feng akan menjadi sumber kekuatan untuk bisa mengeluarkan kekuatan Tombak Nirwana yang sesungguhnya.
Xu Lian menurunkan kepalanya melihat raut wajah Tian Feng yang terlihat sedih, ingin rasanya Xu Lian menghibur Tian Feng, namun dia tidak bisa melakukan itu karena proses penyatuan ini tidak boleh ada gangguan dari luar, dan bahkan akan butuh waktu lama bagi Tian Feng untuk bisa menyatukan dirinya dengan energi kehidupan murni milik ketiga Roh Penjaga Pusaka itu.
Naga Api Emas segera menurut kemudian dia mundur sangat jauh lalu melepas Api emas yang berkobar mengelilingi Tian Feng serta membentuk dinding pelindung yang sangat panas
Gu Huan juga mundur dan kemudian dia berdiri di samping Naga Api Emas, Gu Huan menunggu gilirannya untuk menyatu dengan Tian Feng, namun prosesnya akan lebih cepat, karena itu Buddha Rulay meminta Gu Huan untuk menyatu saat Tian Feng sudah menyatukan dirinya dengan ketiga Roh Penjaga Pusaka, karena itu sang Buddha mendahulukan ketiga roh penjaga pusaka.
Jika Tian Feng sanggup, sebelum satu tahun seharusnya Tian Feng sudah berhasil menyatu secara keseluruhan dengan energi kehidupan murni milik ketiga Roh Penjaga Pusaka.
***
Satu bulan sudah terlewati sejak Tian Feng memulai penyatuannya dengan ketiga Roh Penjaga Pusaka, walau bola cahaya gabungan ketiga Roh itu tidak besar, namun butuh waktu yang sangat lama bagi Tian Feng untuk menyerap keseluruhannya.
Dan benar saja, setelah tiga bulan berlalu, ternyata Tian Feng masih belum selesai menyatukan dirinya dengan bola cahaya itu, bahkan setengahnya saja belum sampai.
__ADS_1
Disisi lain di tempat Azura, dia sudah selesai melakukan penyatuannya dengan Mutiara Abadi nya, hanya saja kekuatannya tidak sepenuhnya kembali secepatnya itu, dia juga butuh waktu lagi untuk bisa memulihkan kekuatannya setelah penyatuannya sudah selesai
Waktu terus berjalan dan tidak terasa sudah hampir delapan bulan Tian Feng tetap berada di tempat latihannya, dan setelah delapan bulan itu juga, bola cahaya yang sebelumnya masih utuh kini sudah lebih dari setengah dari bola cahaya itu yang berhasil Tian Feng satukan di dalam tubuhnya.
Aura di tubuh Tian Feng langsung keluar lalu disusul oleh pelepasan energi emas, putih, dan merah secara bersamaan.
Andai dia melakukan ini di dunianya, pasti akan menjadi getaran ini hebat serta bencana, untung saja Dunia Taman Bunga Nirwana ini sangat kuat sekali, bahkan tidak ada retakan sama sekali walau energi yang ia lepaskan akan mampu menimbulkan bencana.besar di dunia nya.
dan tepat saat ke sepuluh bulannya, Azura sudah berhasil memiliki kembali kekuatannya, walau tidak sepenuhnya, namun itu tetap tahap awal Rana Agung.
"Azura, sekarang kamu sudah memiliki kembali kemampuanmu, jadi kamu harus secepatnya kembali duniamu, saat ini semua sukumu sedang menantimu, dan setelah kamu tiba di duniamu, para Dewa Kahyangan juga akan datang untuk melakukan perdamaian!" kata Buddha Rulay.
"Terima kasih Buddha, hamba akan segera kembali ke dunia hamba?" jawab Azura.
Azura tidak menyadari jika tubuhnya dulu yang sangat seram seperti Iblis kini sudah tidak ada, justru wajah Azura terlihat tampan dan kembali wujud manusia setelah berhasil menyatu dengan Mutiara Abadi.
"Buddha maaf sebelumnya karena hamba memiliki beberapa pertanyaan!" kata Azura.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Buddha, tempat apa ini?" tanya Azura.
"Ini adalah Dunia Taman Bunga Nirwana, ini adalah tempat khusus untuk bermeditasi dan juga berlatih, itu karena tempat ini tidak terhubung ke dunia luar, bahkan yang di luar sekalipun tidak akan tahu akan apa yang terjadi disini, dan itu artinya kita semua tidak akan tahu akan apa yang sedang terjadi di luar!" jawab Buddha Rulay.
Azura sedikit bingung mendengar hal itu, bagi Azura tidak mungkin Buddha Rulay tidak bisa merasakan akan apa yang sedang terjadi di luar, Azura tahu jika Buddha Rulay memiliki sifat ramah serta kemampuan Buddha Rulay berada di tahap yang sangat tinggi sekali.
"Azura, jika air yang kotor kita bersihkan, maka air itu akan bisa dibuat untuk membersihkan diri, hal itu juga berguna padamu!" kata Buddha Rulay.
Azura mengerti akan maksud perkataan Buddha Rulay, dimana dirinya yang kini sudah berubah harus bisa menebus kesalahannya dengan berbuat baik, hal itu akan mampu membersihkan semua dosa-dosa dengan kebaikan, dan nantinya hatinya akan terlepas dari belenggu kegelapan.
__ADS_1
Azura akhirnya memilih keluar untuk kembali ke Dunia Bawah sekaligus akan menunggu Dewa yang akan melakukan perdamaian.