Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Rencana


__ADS_3

***


"Yuan Xia, bisakah kamu ceritakan padaku kenapa Yang Mulia Zhi Xian bisa meninggal, sakit apa dia sebenarnya?" tanya Wei Fang.


"Sebenarnya saya juga tidak tahu Panglima! Menurut Tabib yang memeriksa nya, Yang Mulia meninggal karena saluran pernafasannya tersumbat, akan tetapi saya tidak yakin akan penjelasan itu!" jawab Yuan Xia.


"Jika hanya karena saluran pernafasannya yang tersumbat, bukankah seharusnya masih bisa ditangani dengan beberapa metode, seperti beberapa terapi? Tabib istana adalah tabib terhebat dan sudah terpilih, jadi mana mungkin penyakit begitu saja tabib istana tidak bisa mengobatinya? Ini sangat aneh sekali!" kata Wei Fang.


"Maaf jika saya menyela pembicaraan Panglima! Jika Panglima mengijinkan, saya ingin menyampaikan pendapat saya!" kata Tian Feng.


"Silahkan Anak muda, aku juga ingin mendengar pendapat siapapun termasuk kamu!" kata Wei Fang.


Tian Feng mengangguk kemudian dia menyampaikan pendapatnya kepada Wei Fang dan Yuan Xia.


"Ada tiga macam jenis penyakit yang bisa menyumbat saluran pernafasan, yang pertama karena jantung yang tidak lagi berfungsi sehingga darah tidak bisa mengalir dengan normal, akibatnya paru-paru tidak mampu menyerap dan menghembuskan udara.


Yang ke-dua mungkin Yang Mulia memang memiliki penyakit seperti Asma yang bisa menyumbat saluran pernafasan, dan yang Ke-tiga, ada kemungkinan paru-paru yang mulia tidak berfungsi karena hal dari luar!" kata Tian Feng.


"Hal dari luar?" Yuan Xia kebingungan dan tidak mengerti maksud Tian Feng.


"Iya dari luar! Artinya ada sesuatu yang di sengaja oleh seseorang agar Yang Mulia kesulitan untuk bernafas, salah satu contoh adalah racun!" jawab Tian Feng.


"Memang masuk akal sekali penjelasan mu itu anak muda, yang ku tahu Zhi Xian selalu menjaga kesehatan, dan terlebih lagi dia tidak memiliki penyakit Asma, jadi yang terakhir dari pendapat mu, aku rasa itu penyebabnya!" kata Wei Fang.


"Tapi siapa orang yang berani berbuat demikian kepada Yang Mulia?" tanya Yuan Xia.


"Itu dia yang harus di selidiki lagi!" jawab Wei Fang.


"Apakah Panglima mencurigai seseorang?" tanya Yuan Xia.


"Iya, aku mencurigai satu orang saja!" jawab Wei Fang.


"Siapa orang itu Panglima?" Yuan Xia semakin penasaran.


"Dia adalah Raja yang tidak resmi itu, Zhi Yu Zhuan!"


Yuan Xia tidak terkejut mendengarnya, sebenarnya dia juga tidak suka kepada Zhi Yu Zhuan, menurutnya Zhi Yu Zhuan sangat tidak pantas menjadi Raja, sifatnya yang buruk serta Zhi Yu Zhuan semena-mena dalam memerintah Kerajaan.


Jika hal ini tetap di biarkan, maka kedepannya Kerajaan Wu akan menghadapi keterpurukan, dan bisa jadi Kerajaan Wu akan runtuh.


"Mungkin kamu tidak tahu, sejak dulu Zhi Yu Zhuan sangat menginginkan tahta Kerajaan ini, namun dia tidak berani karena dia tidak memiliki dukungan, akan tetapi sekarang sepertinya dia sudah mempunyai orang-orang yang sangat mendukung nya."


Wei Fang tidak bisa menuduh Zhi Yu Zhuan begitu saja, dia masih belum memiliki bukti yang kuat, namun bukan berarti dia akan tetap membiarkan Zhi Yu Zhuan duduk di singgasana begitu saja.


Tian Feng sendiri langsung mengerti semuanya, dia sendiri yakin orang-orang yang mendukung Zhi Yu Zhuan adalah Yong Shing dan Ma Xia Li.


Menurut Tian Feng, hanya ke-dua pejabat itu saja yang memiliki sifat paling licik dari yang lainnya, bahkan dia curiga jika Zhi Xian mati karena di racun oleh mereka bertiga.


"Yuan! Sekarang kita ubah topik pembahasan kita dulu! Hingga saat ini aku masih penasaran dengan putra mu ini, sebenarnya dia itu murid siapa? Apakah dia itu muridnya Dewa Mabuk, atau murid pendekar dari hutan siluman? Akan tetapi dia juga bisa menggunakan ilmu dari Perguruan Singa Emas! Sebenarnya yang mana yang benar?" tanya Wei Fang.


Tian Feng hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Wei Fang kepada Yuan Xia, dia tahu jika Wei Fang pasti kebingungan karena dia memiliki beberapa ilmu berbeda, namun Tian Feng belum menunjukkan jurus Dewa Mabuknya di hadapan Wei Fang.


"Jika soal itu sebaiknya Panglima tanyakan sendiri pada orangnya secara langsung!" jawab Yuan Xia.


Wei Fang menatap kearah Tian Feng kemudian dia bertanya langsung padanya, "Bisa kamu ceritakan padaku bagiamana perjalan mu bisa memiliki tiga ilmu beladiri yang berbeda, siapa gurumu yang sebenarnya?" tanya Wei Fang.

__ADS_1


Tian Feng tidak keberatan dan menjelaskan jika dirinya memang menguasai tiga jurus yang berbeda, akan tetapi yang saat ini jarang ia gunakan adalah jurus Dewa Mabuk.


Tian Feng bukannya tidak mau menggunakannya, hanya saja jika harus berpura-pura mabuk rasanya masih kurang.


Jurus Dewa mabuk akan lebih hebat jika penggunanya sedang dalam pengaruh alkohol, masalahnya Tian Feng masih harus menunggu satu atau dua tahun lagi untuk bisa meminum arak, walau usianya saat ini sudah memungkinkan baginya untuk minum arak, namun dia harus kembali minum sedikit demi sedikit dulu.


Dahulu Tian Feng selalu tahan dan sangat toleran terhadap alkohol, sebanyak apapun dia minum, dia tidak akan mabuk berat.


Namun sekarang berbeda, dia sudah lama tidak minum alkohol sehingga Tian Feng tidak berani jika memaksakan diri, bisa-bisa dia akan mabuk berat jadi bukannya menang justru akan mati dengan mudah karena mabuk berat.


"Hebat sekali kamu tidak hanya memiliki tiga jurus yang berbeda, namun juga memiliki energi yang sangat besar! Aku yakin dengan kekuatan mu saat ini, kamu bisa menjadi pendekar nomor 1 di seluruh wilayah Kerajaan ini, akan tetapi...!"


Wu Feng menghentikan kalimatnya, dia masih tidak bisa melupakan saat Tian Feng tidak mampu mengendalikan kekuatan sendiri, bahkan Wei Fang dan yang lainnya hampir saja mati andai Tian Feng tidak lekas sadar.


Tian Feng seolah mengerti akan apa yang di pikirkan oleh Wei Fang, dia hanya tersenyum tipis kemudian kembali berbicara kepada Wei Fang.


"Panglima maafkan saya, karena saya kalian semua hampir saja celaka!" kata Tian Feng.


"Sudahlah anak muda, lagi pula itu sudah berlalu dan kami juga masih baik-baik saja!" jawab Wei Fang sambil tertawa kecil.


Yuan Xia hanya menatap mereka berdua dengan kebingungan, dia sama sekali tidak tahu akan apa yang sudah terjadi saat dirinya dan Zang Yang kembali ke rumahnya.


"Panglima, bolehkah saya bertanya sesuatu?"


"Apa yang ingin kamu tanyakan anak muda? Katakanlah mungkin aku bisa menjawab nya!" jawab Wei Fang.


"Apakah di Wilayah Kerajaan ini ada pendekar yang ahli dalam menggunakan senjata tombak?"


Wei Fang mengerutkan dahinya, pertanyaan Tian Feng membuat dirinya bingung.


"Benarkah? Siapa namanya dan apa nama perguruannya?" tanya Tian Feng dengan penuh semangat.


"Aku tidak tahu namanya, namun jika tidak salah Pendekar yang ahli dalam ilmu Tombak itu berada di sebuah kuil, namanya kuil Sengshan!"


Awalnya Tian Feng memang senang mendengar nya, namun setelah itu senyumannya menghilang dan berubah menjadi keputusasaan.


"Kerajaan Jiu sangat jauh dari sini, butuh waktu yang sangat lama untuk bisa tiba di sana, belum lagi harus berjalan berputar melewati Negara Toakai!" gumam Tian Feng dengan wajah terlihat lesu.


Jarak antara Kerajaan Wu dan Kerajaan Jiu memang sangat jauh, butuh waktu lebih dari setahun untuk bisa tiba disana, tidak peduli mau menggunakan cara apa, perjalan kesana tetap akan memakan waktu yang sangat lama.


"Tian, kenapa kamu tiba-tiba bertanya masalah pendekar yang ahli dalam ilmu Tombak? Apakah kamu berencana ingin mempelajarinya?" tanya Yuan Xia.


"Iya ayah, aku ingin sekali mempelajari jurus Tombak, akan tetapi keberadaan pendekar yang ahli ilmu Tombak itu sangat jauh sekali! Andai saja ada ilmu yang bisa membuat seorang pendekar bisa terbang!"


Wei Fang tertawa saat Tian Feng berandai-andai seperti itu, "Hahaha.. Kamu ini lucu juga anak muda! Mana ada ilmu yang bisa membuat orang bisa terbang? Kamu menghayal terlalu tinggi!" kata Wei Fang.


Tian Feng hanya tersenyum malu, namun dia sendiri sangat yakin jika kemungkinan ilmu terbang itu memang ada.


"Jika kamu benar-benar ingin pergi ke wilayah Kerajaan Jiu, kamu harus membawa surat dan juga stempel Kerajaan Wu, agar nanti saat ada pemeriksaan disana, identitas kamu bisa di ketahui dan kamu tidak akan dianggap sebagai pendatang gelap!" kata Wei Fang menjelaskan.


Tian Feng berpikir sejenak, dia ingin sekali kesana, namun jarak yang sangat jauh itu membuat Tian Feng sedikit ragu.


"Aku bingung, kamu sudah menguasai tiga jurus yang berbeda dan semua jurus yang kamu kuasai bukan jurus biasa, tapi kenapa kamu masih ingin mempelajari jurus yang lain? Apakah tiga jurus itu masih belum cukup?" Wei Fang akhirnya mempertanyakan kebingungannya terhadap Tian Feng.


"Saya hanya ingin menambah ilmu saja Panglima, lagi pula sangat jarang menemukan seorang pendekar yang ahli dalam ilmu Tombak, jadi menurut saya tidak ada salahnya mempelajari satu atau dua jurus lagi," jawab Tian Feng, namun pikirannya masih mengukur jarak antar Kerajaan Wu dan Jiu.

__ADS_1


Demi bisa menguasai ilmu Tombak, akhirnya Tian Feng membulatkan niatnya untuk tetap pergi ke Kerajaan Jiu, namun setalah semua urusan Yuan Xia sudah selesai, "Sepertinya memang tidak ada cara lain lagi! Apapun yang terjadi aku tetap harus kesana," batin Tian Feng.


"Yuan, aku harap besok kamu dan putramu ikut hadir di istana! Besok aku ingin mengumpulkan semua dewan dan juga para sesepuh istana terkait pengangkatan Zhi Yu Zhuan yang tida resmi itu! Apakah kalian mau ikut hadir di sana?" tanya Wei Fang.


"Panglima, bagaimanapun juga saya ini adalah Pejabat istana, jadi sudah sepantasnya bagi saya untuk datang!" jawab Yuan Xia.


"Lalu bagaimana dengan mu anak muda?"


"Saya usahakan akan ikut hadir di sana!" jawab Tian Feng.


"Bagus, aku senang mendengar jawaban mu itu, kalau begitu mari kita nikmati pertemuan kita malam ini! Mari bersulang."


Wei Fang mengangkat cangkirnya dan kemudian di ikuti oleh Yuan Xia dan Tian Feng.


***


Dirumah Wei Fang sedang menikmati jamuan malam, namun di Rumah Zhi Yu Zhuan justru di sangat tegang.


"Kurang ajar! Wei Fang, Ying Lo, kalian semua sudah berani merendahkan ku!"


Zhi Yu Zhuan yang kesal menghancurkan satu-persatu barang-barang yang ada di ruang tamu, dia masih kesal dan marah karena Wei Fang sama sekali tidak menganggap dirinya sebagai raja.


"Tenanglah Yang Mulia, jika kita panik seperti ini, kita tidak akan bisa menemukan jalan keluarnya!" Ma Xia Li menenangkan Zhi Yu Zhuan.


"Tenang? Apa kamu pikir aku bisa tenang jika situasinya seperti ini? Berpikirlah sebelum bicara Pejabat Ma!" kata Zhi Yu Zhuan dengan mata memerah menatap kearah Ma Xia Li.


"Ampun Yang Mulia, maksud hamba sebaiknya kita cari solusi dengan kepala dingin! Jika kita ketakutan dan terus khawatir, maka kita akan makin kesulitan mencari jalan keluarnya!" kata Ma Xia Li dengan membungkuk.


Zhi Yu Zhuan terdiam sambil memikirkan perkataan Ma Xia Li, "Kemana Yong Shing, hingga selarut ini kenapa dia tidak datang juga?" tanya Zhi Yu Zhuan.


"Yong Shing sedang pergi menemui tuan Yama Denji, dia ingin meminta racun yang sama seperti racun yang kita berikan kepada Zang Yang!" jawab Ma Xia Li.


"Meminta racun itu lagi? Untuk apa?" tanya Zhi Yu Zhuan.


"Begini Yang Mulia, kami mendengar kabar dari beberapa Dewan jika besok Panglima Wei akan meminta semuanya untuk berkumpul di aula istana! Sepertinya Panglima Wei ingin membahas Yang Mulia yang jadi raja secara tidak resmi!"


"Apa hubungannya racun itu dengan pertemuan besok?" Zhi Yu Zhuan masih tidak mengerti.


"Yong Shing berencana untuk meracuni beberapa pejabat yang tidak mendukung kita, dia juga berencana ingin meminta racun yang bisa membunuh Panglima Wei! Jika Panglima Wei tiada, maka tidak akan ada lagi yang berani menghalangi rencana kita lagi!" kata Ma Xia Li.


Zhi Yu Zhuan terlihat masih khawatir walau sudah mendengar rencana Yong Shing, "Rencana kalian terdengar mudah, namun apa kalian sudah lupa jika Wei Fang itu bukan pendekar biasa? Terlebih lagi anak Yuan Xia itu, dia adalah ancaman terbesar kita kedepannya dari pada Panglima Wei!"


Ma Xia Li baru teringat terhadap Tian Feng, dia sendiri sempat melihat pertarungan Tian Feng melawan Tiga ketua Organisasi Tiga Bunga.


"Benar juga! Anak itu lebih hebat dari Panglima Wei, bahkan dia kebal terhadap racun! Jika sampai anak itu ikut Yuan Xia ke pertemuan itu, maka dia pasti akan mengetahui racun yang sudah kita taruh ke minuman itu!" kata Ma Xia Li.


Ma Xia Li tidak mungkin tahu jika sebenarnya Tian Feng tidak kebal terhadap racun, dia bisa kebal saat itu karena menggunakan ilmu Tubuh Iblis, jika tidak dia pasti akan terkena racun milik Cin Peng.


"Kalau begitu kasih tahu Yong Shing agar jangan gegabah, jika besok ternyata anak Yuan Xia juga ikut, maka batalkan semua rencana kalian itu!" kata Zhi Yu Zhuan.


"Baik Yang Mulia, hamba akan memberitahukan dia nanti jika dia sudah tiba!" jawab Ma Xia Li.


"Baiklah, sebaiknya malam ini kamu menunggu Yong Shing datang, aku mau masuk kedalam! Kepalaku rasanya sangat sakit memikirkan hal ini."


Zhi Yu Zhuan masuk kedalam kamarnya meninggalkan Ma Xia Li sendirian, sedangkan Ma Xia Li langsung keluar untuk menunggu kedatangan Yong Shing.

__ADS_1


__ADS_2