
***
"Apa? Kenapa guru baru bilang sekarang kalau besok akan pergi? Jadi bagaimana dengan acara pernikahanku besok?" tanya Tian Feng yang terkejut saat Ho Chen mengatakan jika dirinya akan pergi ke Istana Raja Naga Laut Utara, dan Ho Chen akan pergi tepat saat acara pernikahan Tian Feng dan Naomi akan dilaksanakan.
"Eee.. memangnya tanpa kehadiranku pernikahan kalian tidak akan di laksanakan?" tanya Ho Chen.
Tian Feng tersenyum sekaligus menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya menjawab, "Tidak juga guru, tapi tanpa keberadaan guru nanti rasanya tidak sempurna pernikahanku itu!" jawabnya.
Tian Feng tidak hanya menganggap Ho Chen sebagai gurunya saja, melainkan dia sudah menganggap Ho Chen seperti orang tua, saudara, serta sahabat baginya, karena itu Tian Feng sangat berharap agar Ho Chen juga ada di hari pernikahannya.
"Hem...! Sekarang kamu bisa bilang begitu, saat kamu menikah dengan Alice, kenapa kamu tidak memanggilku?"
"Kalau itu karena pernikahan kami yang mendadak serta hanya di lakukan secara diam-diam, tapi kalau yang ini beda!" jawab Tian Feng.
"Kalau begitu kamu seharusnya tidak membeda-bedakan antara yang pertama dan yang kedua, sebaiknya di pernikahanmu besok, kamu harus duduk dengan kedua istrimu, itu baru adil namanya!" kata Ho Chen.
"Asalkan guru tidak pergi, aku akan melakukannya, lagi pula aku tidak akan membeda-bedakan keduanya!" jawab Tian Feng.
"Bagus, itu baru namanya pria sejati!" kata Ho Chen seraya menepuk pundak Tian Feng.
"Guru tidak jadi pergi kan?" Tian Feng masih mempertanyakan akan rencana kepergian Ho Chen.
"Baik-baik, demi kamu aku akan membatalkannya dan akan pergi setelah acara pernikahanmu selesai!" jawab Ho Chen.
"Terima kasih guru!" Tian Feng menangkupkan kedua tangannya sekaligus memberi hormat sebagai rasa terima kasih nya kepada Ho Chen.
Ho Chen mengangguk kemudian dia menatap ke arah kabut di mana disana terlihat ada beberapa dewa yang berlalu-lalang.
"Tian, apakah kamub yakin dan benar-benar sudah siap untuk menghadapi Kaisar Kegelapan?" tanya Ho Chen.
Selama ini yang masih mengganggu pikirannya hanyalah masalah pertandingan Tian Feng melawan An Huang Yi, yang perlu di pastikan yaitu kesiapan Tian Feng nantinya.
"Aku akan berusaha semampuku guru!" jawab Tian Feng.
"Kekuatan kita memang sangat besar, jadi walau kalian bertarung mati-matian, akan sangat sulit bagi kalian untuk saling membunuh karena kekuatan Rana Agung adalah kekuatan yang sempurna! Aku tidak tahu akan butuh berapa lama bagi kalian untuk bisa menyelesaikan pertarungan itu!"
Tian Feng terdiam karena dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan Ho Chen, namun setelah di ingat-ingat, Tian Feng teringat akan sesuatu. "Guru, aku akan pergi ke dunia dimensi obat dan akan masuk ke dunia dimensi dalam sebentar!" kata Tian Feng kemudian dia langsung duduk bersila.
Ho Chen belum sempat menanyakan akan masud Tian Feng, namun Tian Feng sudah bermeditasi lebih dulu dan Spiritualnya sudah berpindah masuk ke Dunia dimensi obat.
__ADS_1
***
"Aku sama sekali tidak merasakan tingkat kekuatanmu Tian. Biar aku tebak, aku yakin kamu saat ini sudah mencapai tahap Rana Agung, apa aku benar?"
"Benar Guru Yao, saat ini aku sudah mencapai tahap Rana Agung, hanya saja belum mencapai puncak!" jawab Tian Feng.
"Ah tidak apa-apa, kekuatan Rana Agung walau tidak mencapai puncak tetap saja adalah Rana Agung sejati, baik itu awal, tengah maupun puncak, walau berbeda jumlah energi, namun kemampuan Rana Agung tetaplah yang terbesar!" kata Yao Shan.
"Apakah dulu kekuatan guru berada di Rana Agung?" tanya Tian Feng.
"Aku sudah pernah menjawabnya, tapi iya sudah aku akan mengulanginya lagi! Iya kekuatan terakhirku dulu berada di Da Yien, atau Rana Agung, namun masih di tahap awal!" jawab Yao Shan.
"Tian..!"
Ketika Yao Shan dan Tian Feng masih berbicara, suara seorang wanita memanggil Tian Feng.
"Yue Yue.. Kamu habis dari mana?" tanya Tian Feng.
"Aku dari tadi sedang bersama dengan Huo Xiong dan beberapa Binatang Suci Ajaib lainnya di sana!" jawab Sue Yue.
Huo Xiong yang di maksud adalah beruang yang dulu pertama kali bertemu dengan Tian Feng.
Sue Yue terkejut mendengarnya kemudian dia tersenyum lebar kepada Tian Feng. "Apa kamu tidak bicara bohong?" tanya Sue Yue.
"Kamu sudah mengenal aku sudah sangat lama sekali, apa pernah aku bicara bohong padamu?"
Sue Yue menggelengkan kepalanya karena dia juga tahu jika Tian Feng tidak pernah berbohong panah kecuali akan perasaannya dulu yang di sembunyikan sangat dalam oleh Tian Feng.
"Kalau begitu aku sudah merasa tenang, dengan ini aku sudah siap untuk kembali ke akhirat kapanpun itu!" kata Sue Yue.
"Ehh jangan dulu terburu-buru Sue Yue, ingat kamu saat ini sudah memiliki banyak pengetahuan akan ilmu Alkemis dariku, bahkan Tian Feng saja sudah kalah denganmu, jadi aku akan berusaha untuk mencarikan tubuh bagimu agar kamu bisa hidup kembali!" kata Yao Shan.
Tian Feng mengerutkan dahi mendengar hal itu kemudian dia bertanya kepada Yao Shan, "Apakah guru yakin? Ini terlalu berlebihan guru! Menghidupkan kembali orang yang sudah mati bukankah sudah melanggar aturan? Ini tidak benar!" kata Tian Feng.
Yao Shan tersenyum mendengar ceramahan Tian Feng kemudian dia menjawabnya, "Segala sesuatu bisa saja terjadi, apalagi kita juga tidak terikat akan aturan yang tidak kita ketahui, soal melanggar aturan atau tidak, semua itu tergantung bagaimana cara kita melihat dan melakukannya! Kita hanya melakukan sesuatu, namun semuanya tergantung pada takdir, jadi jangan menganggap jika kita sudah melanggar aturan atau apapun itu!" kata Yao Shan.
"Terserah guru mau melakukan apa, sekarang aku tidak memiliki banyak waktu untuk berdebat karena masih ada sesuatu yang lebih penting yang harus aku cari tahu!" kata Tian Feng.
"Memangnya kamu sedang mencari informasi tentang apa? Katakan padaku mungkin aku bisa membantu!"
__ADS_1
Tian Feng menatap Yao Shan dan Sue Yue secara bergantian dan kemudian dia tersadar jika Yao Shan pasti mengetahui sesuatu akan apa yang ia cari.
"Guru, aku ingin mencari informasi akan kelemahan seseorang yang memiliki kemampuan Rana Agung, apakah seseorang yang memiliki kekuatan Rana Agung bisa di bunuh atau tidak?" tanya Tian Feng.
"Pertanyaan yang sangat bagus dan juga kamu bertanya kepada orang yang tepat!" kata Yao Shan.
"Benarkah? Jadi guru tahu akan kelemahan itu?" tanya Tian Feng.
"Kamu ini... Apakah kamu sudah lupa jika kekuatan terakhir dulunya berada di tahap Awal Rana Agung, buktinya aku masih bisa mati dan berakhir menjadi seperti saat ini!"
"Ah iya aku lupa!" kata Tian Feng sembari tersenyum canggung.
"Begini Tian...!"
Yao Shan mulai menjelaskan semua akan apa yang Tian Feng ingin ketahui, Yao Shan berkata jika tidak ada yang benar-benar memiliki kehidupan abadi, bahkan seseorang yang memiliki kemampuan di tahap Rana Agung sekalipun masih bisa dilenyapkan.
Setiap orang memiliki sesuatu yang paling di takuti, itu adalah satu kelemahan terbesar bagi semua mahluk tidak termasuk para Bodhisattva karena Yao Shan sendiri belum pernah bertemu dengan para Bodhisattva.
Yao Shan mengatakan jika dulu dirinya yang paling di anggap paling kuat dari semua Kultivator di dunianya saja juga memiliki satu kelemahan, yaitu takut akan lenyapnya para Klan Yao.
Hal itu membuat ketiga musuhnya yang saat itu baru beranda di tahap setengah langkah Rana Agung berhasil mengalahkannya dengan cara melepaskan sihir penghancur kearah Klan Yao.
Yao Shan yang sangat ketakutan akan binasanya Klan Yao dengan terpaksa menahan sihir penghancur itu dengan tubuhnya sendiri sehingga dirinya terluka parah.
Walau Yao Shan masih bisa memulihkan diri dengan cepat, namun serangan sihir penghancur ketiga gabungan dari tiga lawannya kembali di lepaskan kearah yang sama sehingga membuat Yao Shan yang belum memulihkan dirinya kembali menahan serangan gabungan itu dengan tubuhnya, dan itu semakin membuat Yao Shan semakin mengalami luka yang lebih parah.
Walau Yao Shan saat itu sudah menggunakan perisai pelindung dari Api Teratai Buddha Emas, namun tetap saja sihir penghancur itu tetap bisa melukai nya.
Di saat semakin terdesak, ketiga lawannya langsung memberi serangan sihir elemen dengan ganas ke arah Yao Shan sehingga Yao Shan yang sudah tidak mampu melepaskan energi Api Teratai Buddha Emas untuk membinasakan ketiga lawannya, dan sebagai imbasnya tidak hanya ketiga lawannya yang lenyap dan menyisakan jejak spiritual, namun dirinya sendiri juga terkena imbasnya sehingga tubuhnya hancur dan jejak spiritualnya juga terluka akibat efek dari pembakaran Api Teratai Buddha Emas.
"Apakah itu artinya Api Teratai Buddha Emas akan sanggup mengalahkan Kaisar Kegelapan?" gumam Tian Feng.
"Api Teratai Buddha Emas adalah api suci yang mempu membakar jiwa seseorang hingga lenyap, jadi kemungkinan besar jika Api Teratai Buddha Emas akan sangat sanggup melawannya," jawab Yao Shan.
Tian Feng mengelus-elus lengan kanannya seraya berkata, "Kalau begitu Api Xu Lian jika di gabungkan dengan petir Tombak pasti akan mampu mengalahkan Kaisar Kegelapan itu!" kata Tian Feng.
Tian Feng memang tidak tahu apa yang paling takuti oleh An Huang Yi, andai saja dia tahu jika sebenarnya An Huang Yi merasa takut terhadap tombak nya, Tian Feng tentu tidak perlu repot-repot mencari informasi hingga harus masuk ke Dunia dimensi obat.
"Terima kasih atas penjelasannya guru, sekarang aku harus kembali keluar!" kata Tian Feng kemudian dia segera menghilang karena sudah mendapatkan informasi akan Kelemahan Rana Agung.
__ADS_1