
Alam semesta pada awalnya hanyalah sebuah ruang gelap yang hampa, kekosongan mulai terisi dengan terbentuknya berbagai macam bintang yang kemudian mulai memiliki kehidupan, namun pada akhirnya semuanya akan kembali ke awal, yaitu kehampaan.
Begitu halnya dengan hati dan jiwa seseorang yang masih kosong saat baru di lahirkan, seiring berjalannya waktu, hati dan jiwa mulai terisi akan berbagai pemahaman serta ilmu pengetahuan, setelah pengetahuan berada dipuncak tertinggi, seseorang mulai lupa akan jati dirinya, seseorang akan merasa lebih hebat dan dan lebih tinggi derajatnya sehingga akan memandang rendah pihak lain yang memiliki pengetahuan rendah, dia lupa jika suatu saat seluruh pemahaman dan pengetahuan itu hanyalah sebuah mimpi yang pasti akan hilang saat terbangun, dan pada akhirnya akan kembali pada penciptaan pertama, yaitu kekosongan yang tidak memiliki makna apapun.
Pemahaman seperti ini memang terkesan sederhana namun memiliki makna yang mendalam bagi yang mengerti akan maksud dari semua itu, itulah kalimat yang dimaksud "Dalam Hati tidak ada rasa! Dalam tubuh hanya ada Jiwa kosong! Segalanya hanyalah Sebuah mimpi yang bisa hilang saat terbangun!" yang saat ini sedang berusaha Tian Feng pahami.
Dari pada bersikap sombong lebih baik merendah, karena jika sombong takutnya masih ada orang lain yang memiliki pemahaman yang lebih tinggi, namun semuanya kembali ke pada diri masing-masing.
Tian Feng memang membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengerti akan makna diri sendiri, walau dia sudah bisa memahami konsep penyatuan untuk menjadi dirinya sebagai alam itu sendiri, namun butuh pemahaman diri sendiri untuk lebih menyempurnakan seluruh pengetahuan yang sudah dia pelajari.
Sembilan hari memang waktu yang begitu singkat, namun setidaknya sudah setengah pemahaman pembenahan diri yang sudah ia telan dalam sebuah pehaman yang begitu Khidmat.
Ini adalah pencapaian yang bahkan kembaran jiwanya sekalipun belum tentu bisa mencapai kecepatan pehaman yang saat ini Tian Feng dapatkan, padahal pada awal Tian Feng paling malas untuk berpikir dan mencari sebuah idealisme yang menurutnya sangat membosankan, namun begitu bisa memahaminya, justru pengetahuannya akan sebuah pemahaman malah meningkat pesat, semua ini tidak lain karena bimbingan awal dari kembaran jiwanya yang berasal dari masa depan.
Aura agung yang begitu besar terpancar dari dalam tubuh Tian Feng, pancaran aura tersebut menyebar memenuhi Dunia dimensi dalam, warna keemasan dan putih berpadu dalam satu lautan energi yang kemudian pecah seperti sebuah gelombang laut yang menghantam permukaan tebing.
Dunia dimensi dalam di buat memang untuk latihan singkat, karena waktu disana memang di buat lebih cepat, namun ada batasan bagi Dunia dimensi dalam dalam menahan sebuah energi.
Kekuatan Tian Feng saat ini sebenarnya sudah tidak cocok lagi jika harus di tumpahkan di dalam Dunia dimensi dalam, dunia dimensi tersebut tidak akan mampu menampung tumpahan energi Tian Feng sehingga melebihi kapasitasnya.
Layakanya seperti sebuah guci, jika disisi air dalam jumlah yang berlebih, maka air tersebut pasti akan tumpah, dan itulah kasus Tian Feng saat ini, dimana auar serta energinya yang memenuhi seluruh Dunia dimensi dalam akhirnya mendobrak dinding tak kasat mata hingga gunung di Dunia Dimensi Obat harus bersiap untuk kebanjiran aura serta energi milik Tian Feng.
Yao Shan yang duduk dengan tenang langsung membuka matanya setelah merasakan aura kuat serta energi yang mulai mengisi Dunia Dimensi Obat nya.
"Energi ini begitu sejuk dan juga kuat, ini tidak seperti energi biasa yang selalu merusak apapun, apakah ini energi asli dari kekuatan Rana Ilahi itu?" batin Yao Shan.
Dinding Dunia dimensi dalam yang pecah kini membuat tubuh Tian Feng terlihat oleh Yao Shan, cahaya keemasan yang bercampur dengan putih yang terpancar dari tubuh Tian Feng membuat Yao Shan seperti melihat sebuah cahaya sinar bulan purnama.
__ADS_1
Dari sudut pandang Yao Shan, energi yang terus mengalir keluar membanjiri tamanan taman obatnya juga mengandung energi kehidupan yang begitu besar.
Jika ini adalah energi biasa yang dilepaskan oleh energi milik Dewa Agung serta Rana Agung, Yao Shan pasti akan berusaha mati-matian untuk menghalaunya agar tidak membanjiri tanaman obatnya yang berharga, namun energi Tian Feng yang membanjiri tanaman obatnya sama sekali tidak di halau olehnya, sebab energi bukan jenis energi pembunuh ataupun penghancur, justru energi tersebut mengandung energi kehidupan yang akan membuat tanaman obatnya akan semakin segar.
Setelah berbeselang beberapa waktu kemudian, energi yang membanjiri hampir sebagian Dunia Dimensi Obat mulai bergerak kembali ke arah Tian Feng, bahkan aura yang menyebar juga ikut kembali.
Yao Shan menyipitkan matanya melihat pusaran hisap dari tubuh Tian Feng, daya hisap yang sangat luar biasa itu membuat Yao Shan mengernyit serta merasa ngeri.
"Sungguh menakutkan, andai aku yang menyerap seluruh energi ini saat masih memiliki tubuh, mungkin tubuhku akan langsung meledak!" gumam Yao Shan yang merasa ngeri dengan Tian Feng yang terlihat akan menyerap seluruh energi yang tumpah membanjiri sebagai Dunia Dimensi Obatnya.
Dalam kasus ini mungkin terlihat sangat gila, lupakan Yao Shan yang hanya bisa berandai-andai, bahkan jika para Dewa bersatu untuk menyerap energi yang kaya akan sumber kehidupan yang melimpah itu juga belum tentu akan sanggup jika harus menyerap semuanya, tidak perduli seberapa besar dantin mereka untuk menampungnya.
Nyatanya Tian Feng saat ini benar-benar telah membuktikan jika dirinya memang memiliki kemampuan yang kemungkinan mampu membuat sebuah kehidupan baru atau mungkin menciptakan sesuatu dengan energinya.
Daya hisap yang sangat luar biasa itu menyerap seluruh energi hingga suara hembusan angin liar juga turut mengantar energi itu menunju ke pusaran hisap dari tubuh Tian Feng.
Setelah semua energi dan aura yang membanjiri Dunia Dimensi Obat terhisap, sebuah gelombang cahaya segera terpancar dari tubuh Tian Feng.
Gelombang cahaya berkali-kali menyebar sebelum akhirnya semuanya hilang dan kembali normal seperti sedia kala.
Tian Feng membuka matanya lalu mulai menghembuskan nafasnya secara perlahan, angin keruh yang keluar dari hembusan nafasnya menggambarkan betapa sulitnya Tian Feng dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan, dia memutar matanya dan hanya melihat Yao Shan yang berdiri di bawah pohon agak jauh darinya.
"Sepertinya Dunia dimensi dalam sudah rusak!" gumam Tian Feng kemudian dia bangkit lalu berubah menjadi kilat dan muncul kembali di samping Yao Shan seperti hantu.
Yao Shan hanya memasang senyum hangat walau sebenarnya dia syok saat mengingat betapa mengerikannya melihat pemandangan yang terakhir.
"Tian, kekuatanmu itu terlalu besar, aku harap kamu tidak akan mencoba melepaskan kekuatanmu disini, jika tidak mungkin para Binatang Suci Ajaib akan lari kocar-kacir karena takut, dan kemungkinan besar Dunia Dimensi Obat ku ini akan bernasib sama dengan Dunia dimensi dalam itu!" kata Yao Shan sembari melihat ke kaki gunung.
__ADS_1
Tian Feng hanya tersenyum canggung kemudian dia juga melihat Dunai dimensi dalam yang sudah rusak.
"Maafkan aku guru, memang Senior Ho Chen membuat Dunia dimensi dalam itu untuk diriku agar berlatih, namun ketahanan Dunia dimensi dalam hanya mampu menahan kekuatan Dewa Agung, jika Rana Agung mungkin masih bisa bertahan, namun jika untuk kekuatan ku sekarang..!" Tian Feng hanya menggaruk kepalanya kemudian dia menatap Yao Shan.
"Tapi guru tidak perlu cemas, aku akan membuatkan Dunia Dimensi yang baru disini, dan Dimensi baru ini mungkin akan lebih kuat untuk menahan ledakan energi seperti yang aku miliki, dan yang pasti Dunia Dimensi yang akan aku buat pasti akan berguna untuk mu atau mungkin untuk siapapun yang ingin berlatih, baik itu untuk keturunanmu di masa depan!" kata Tian Feng.
"Hahaha... Kau memang pantas, sangat pantas!" kata Yao Shan dengan tertawa.
Yao Shan sungguh merasa bersyukur karena telah bertemu dengan Tian Feng dan menjadikan sebagai murid.
Sebagai guru, Yao Shan sebenarnya merasa malu melihat perkembangan Tian Feng, dia sendiri tidak pernah memberikan latihan apapun selain cara membuat obat serta mewariskan Api Teratai Buddha Emas.
Dalam segi kekuatan, Tian Feng sudah jauh melebihi dirinya, bahkan mungkin dirinya hanya berada di bawah kakinya, hal ini sungguh terasa memalukan, andai jaraknya hanya setahap saja, mungkin tidak masalah, namun saat ini jarak kesenjangan kedua guru dan murid itu sangat jauh.
Untung saja Yao Shan bukan menjadi guru untuk melatih bakat Tian Feng dalam hal kekuatan, dia sebenarnya menjadi guru Alkemis untuk Tian Feng. Sedangkan Tian Feng belum memiliki kemajuan akan Ilmu Alkemis, dan hanya berhenti di Alkemis Lima Bintang, jika sampai Tian Feng juga memiliki bakat akan ilmu Alkemis serta melebihinya, mau di taruh dimana mukanya.
Tian Feng mengangkat sebelah tangannya dan kemudian kekuatan samar mulai mengangkat banyak tanah di kaki gunung kemudian dengan sekali jentikan jarinya, dinding Dunia dimensi dalam yang tidak kembali tertutup dan berubah menjadi dinding gunung.
Tian Feng mengarahkan telapak tangannya kearah Dunia dimensi dalam yang sudah diperbaiki dari jauh, Tian Feng mengalirkan energinya ke dalam Dunia dimensi dalam, seperti yang pernah di lakukan oleh Ho Chen, bedanya Tian Feng melakukan dari jauh sedangkan Ho Chen melakukan dari salam Dunia ciptaannya.
Fungsi dari energi yang ia transmisikan adalah untuk mengatur suhu serta waktu di Dalam Dunia Dimensi tersebut, namun Tian Feng menambah energi kehidupan yang murni agar siapapun nanti yang ingin berlatih bisa menyerap energi tersebut sebagai tambahan energinya.
"Dunia Dimensi baru sudah tercipta, sekarang terserah guru mau menamainya apa, yang jelas Dunia Dimensi baru itu tidak ada bedanya dengan Dunai dimensi dalam, hanya saja ada tambahan energi kehidupan murni di dalamnya yang nanti bisa meningkatkan energi seseorang yang baru belajar ataupun yang sudah lama, selama dia tidak memiliki kekuatan Rana Ilahi, maka energi tersebut bisa dia serap!" kata Tian Feng.
Energi kehidupan yang di tambahkan oleh Tian Feng kedalam Dunia Dimensi baru itu tidak akan pernah habis selama yang menyerapnya bukan seseorang yang memiliki kekuatan Rana Ilahi.
Yao Shan mengangguk serta muncul rasa kegembiraan di wajahnya yang tua, walau saat ini dia masih dalam wujud jiwa Spiritual, setidaknya dia juga masih bisa berlatih disana, dan kedepannya setelah dia berhasil bangkit serta memiliki tubuh baru, Yao Shan pasti akan berusaha untuk menembus tahap Rana Ilahi.
__ADS_1
"Aku harus keluar guru, mungkin aku akan mengirim kembali mereka kesini setelah aku dan Senior pergi ke Galaxi Hitam!" kata Tian Feng.
Setelah berpamitan, Tian Feng segera keluar dari Dunia Dimensi Obat karena dia sendiri sudah tiga hari berada disana.