
Qian He segera membungkuk setalah sosok tersebut muncul dan perlahan-lahan turun dan berdiri disampingnya.
Tian Feng menyipitkan matanya setalah itu dia juga berbicara, "Pria muda dengan tubuh kecil, apakah kamu ini adalah Setan Api Hitam Sao Lao Cin?" tanya Tian Feng.
"Owh tidak kusangka jika Pendekar Dewa Sesat juga mengetahui namaku! Kalau begitu sebagai tanda perkenalan, bagaimana kalau kamu menyerah dan ikut aku menghadap ke Yang Mulia Kaisar Kegelapan?" kata Sao Lao Cin dengan wajahnya yang mulai terlihat oleh Tian Feng.
"Kenapa aku harus menyerahkan diri? Apakah Kaisar mu sungguh-sungguh sangat takut padaku?" tanya Tian Feng.
"Hahaha... Kamu ini cukup berani juga Dewa Sesat! Sebenarnya aku juga penasaran kenapa Yang Mulia Kaisar Kegelapan sangat menghawatirkan keberadaanmu, apakah kamu benar-benar orang yang akan mengalahkannya? Jika aku membunuhmu sekarang itu artinya tidak akan ada lagi ancaman dimasa depan!" kata Sao Lao Cin kemudian dia menjentikkan jarinya dan Api Hitam tiba-tiba saja melesat kearah Tian Feng.
"Sihir Raja Api Hitam."
Wang Dunrui segera melepaskan sihir Api Hitam nya dan beradu dengan api hitam milik Sao Lao Cin sehingga kedua api tersebut saling bertabrakan.
"Hem.. Api kecilmu ingin menahan Api hitam ku? Apa kamu pikir bisa menghentikan Api Hitamku ha?" kata Sao Lao Cin kemudian dia menggerakkan jarinya dan Api hitam yang beradu dengan Api Hitam Wang Dunrui langsung membesar.
Api Wang Dunrui jelas tidak akan mampu bersaing dengan Api Sao Lao Cin, bahkan Api Sao Lao Cin terlihat menelan Api milik Wang Dunrui kemudian api hitam Sao Lao Cin bergerak kearah Tian Feng dan Wang Dunrui.
Tian Feng segera mengeluarkan Tombak Emasnya kemudian tubuh Tian Feng langsung berubah ke wujud Dewa sekaligus mengeluarkan seperempat kekuatan Tombak Nirwana.
Langit yang di tutupi oleh awan gelap segera mengeluarkan petir merahnya dan menyambar Tombak Tian Feng, petir merah yang sangat kuat itu langsung menutupi seluruh tubuh Tian Feng hingga terlihat seperti manusia petir merah yang sangat menakutkan serta mengeluarkan energi yang sangat besar.
Tian Feng langsung memutar Tombaknya dengan sangat cepat kedepan sehingga petir merah segera membentuk sebuah perisai dan menahan Api Hitam yang sangat kuat itu.
"Hem ternyata boleh juga, seorang manusia yang baru berada di tahap Dewa Bumi bisa menahan seranganku!" kata Sao Lao Cin yang sedikit terkejut terhadap Tian Feng.
Api Hitam nyatanya tidak menghilang dan terus mendorong perisai petir merah milik Tian Feng, "Api ini sungguh sangat kuat!" gumam Tian Feng kemudian dia langsung mendorong Api itu dengan energi kembali kepada Sao Lao Cin.
Sao Lao Cin membiarkan Api hitam itu mengenai tubuhnya dan kemudian dia menyerap Api hitam lewat pusaran di dadanya.
"Tuan Api Hitam, saya akan menghadapi yang satunya!" kata Qian He menatap kearah Wang Dunrui.
"Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, dan Dewa Sesat ini adalah bagianku!" kata Sao Lao Cin.
"Aku rasa tidak Sao Lao Cin, sebaiknya kamu mencari lawan yang pantas untuk menjadi lawanmu, bagaimana kalau aku yang menghadapimu?"
Sao Lao Cin dan Qian He sama-sama menatap ke awan hitam dan kemudian sebuah cahaya emas muncul dari dalam awan, "Puncak Dewa Agung?" Sao Lao Cin dapat merasakan kekuatan sosok yang baru muncul itu, melihat dari penampilan sosok tersebut yang seperti seorang Dewa, Sao Lao Cin bisa menebak identitas sosok tersebut.
__ADS_1
"Owh jadi Dewa Pelindung Alam Semesta juga akan ikut turun tangan? Apakah kamu tidak takut nanti Kaisar Kegelapan akan mencarimu?" tanya Sao Lao Cin kepada sosok yang mengenakan Zirah Emas serta mengeluarkan aura agung yang sangat kuat, sosok tersebut tidak lain adalah Ho Chen yang baru saja datang.
"Apa sebelumnya kamu tidak mendengar kabar akan apa yang sudah aku lakukan kepada Kaisar mu itu? Aku yakin jika beberapa pengawal lainnya sudah mengetahui jika An Huang Yi sempat kalah olehku!" kata Ho Chen membuat wajah Sao Lao Cin terlihat suram.
"Jangan bicara omong kosong, aku tidak pernah percaya jika kamu pernah mengalahkan Kaisar Kegelapan yang agung!" kata Sao Lao Cin.
"Sao Lao Cin, dulu aku sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menghadapimu, namun saat ini aku sudah lebih dari cukup untuk membunuhmu tanpa perlu bantuan Tan Zuo Xian lagi!" kata Ho Chen kemudian Aura emas segera menyebar keseluruh wilayah hutan reruntuhan kuno yang sudah hancur dan rata bagai tanah gersang.
Sao Lao Cin dan Qian He sama-sama memasang wajah buruk, kekuatan Ho Chen benar-benar berada diatas mereka berdua, walau Kekuatan Sao Lao Cin berada di tahap Dewa Agung, namun dia masih baru berada di tahap awalnya dan sejak dari dulu Sao Lao Cin belum ada peningkatan sama sekali.
Disisi lain Lio Long yang berhadapan dengan Liang Whu juga menghentikan pertarungan mereka saat mereka merasakan Aura besar yang terpancar dari tubuh Ho Chen, "Akhirnya dia datang juga!" kata Lio Long yang bernafas lega, kini dia sudah tidak lagi menghawatirkan keberadaan Sao Lao Cin lagi karena ada Ho Chen yang akan menghadapinya.
Liang Whu sendiri memasang wajah suram, dia tidak menduga jika akan ada Dewa yang datang untuk menolong dunia Tian Feng, dan semua itu berada diluar rencana awal mereka dimana mereka hanya akan melenyapkan para prajurit Wutong serta para Panglima-Panglima perang, dan yang terakhir menangkap Tian Feng, namun kali ini semuanya sudah kacau dan rencana yang sudah di rencanakan selama hampir setahun akhirnya gagal.
"Guru Lio! Aku akan membantumu menghadapinya!" kata Wang Dunrui yang datang untuk membantu Lio Long.
"Bagaimana dengan siluman burung itu?" tanya Lio Long.
"Ada Tian yang akan menghadapinya!" jawab Wang Dunrui.
Lio Long menggelengkan kepalanya kemudian dia mengeluarkan tiga botol yang berisi Pil pemulihan lalu menyerahkannya kepada Wang Dunrui, "Aku bisa menghadapinya sendiri, sebaiknya kamu bagikan ini kepada orang-orang yang terluka!" kata Lio Long.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, sejak tadi aku masih belum menggunakan seluruh kemapuanku, jadi percayalah padaku!" kata Lio Long yang mengetahui akan apa yang di pikirkan oleh Wang Dunrui.
Setelah berpikir sesaat, Wang Dunrui akhirnya mengangguk kemudian dia berbalik sekaligus berkata, "Berhati-hatilah Guru, jika memang guru tidak sanggup menghadapinya, segera panggil aku!" kata Wang Dunrui kemudian dia melesat turun kebawah.
"Baiklah mari kita lanjutkan lagi pertarungan kita yang tertunda tadi, tapi bukan di tempat ini!" kata Lio Long kemudian dia menggunakan Sihir Ruang Waktunya untuk berpindah tempat dan membawa Liang Whu pindah dari tempat itu.
Liang Whu yang masih larut dalam pikirannya sendiri kaget saat Lio Long tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan menyentuh pundaknya sebelum akhirnya dia dan Lio Long sudah berada di luar angkasa.
"Kau benar-benar sangat menjengkelkan orang tua!" kata Liang Whu yang sudah tidak tahan lagi dan ingin segera mengalahkan Lio Long kemudian dia akan pergi sebelum Dewa Pelindung Alam Semesta mendatanginya.
Liang Whu melolong keras dengan melepaskan gelombang energi yang sangat besar, sedangkan Lio Long yang masih memegang pedang putihnya segera mengalirkan energinya .
Liang Whu dan Lio Long langsung maju secara bersamaan dan bertarung dengan sengit dengan serangan jarak dekat dan sama-sama menggunakan energi yang sangat besar.
Di reruntuhan kuno sendiri saat ini rasa takut mulai menyelimuti perasaan Sao Lao Cin, namun dia tidak bisa berpaling begitu saja dari Ho Chen, melihat kemampuan Ho Chen yang lebih tinggi darinya, jalan satu-satunya adalah mencari cara untuk bisa kabur.
__ADS_1
Qian He saat ini juga berhadapan dengan Tian Feng, kemampuan mereka berdua sama-sama berada di tahap yang sama sehingga sulit untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenang jika keduanya mulai bertarung.
Hanya dengan tekanan Aura kekuatan keempat berkemampuan Dewa itu saja sudah cukup membuat semua orang menjadi panas dingin, mereka semua takut jika sampai keempat sosok yang berhadap-hadapan di langit sudah mulai bertarung, bisa-bisa seluruh wilayah Kerajaan Wu akan musnah, bukan musnah karena sebuah pertempuran antar kerajaan, namun justru akan musnah akibat terkena dampak pertempuran keempat sosok yang berwujud dewa di langit.
"Tian, aku serahkan dia padamu!" kata Ho Chen kemudian dia langsung melesat menyerang Sao Lao Cin.
Tian Feng mengangguk kemudian dia memutar mata Tombaknya kebelakang dan melesat menyerang Qian He.
"Sial...!"
"Sihir Api Hitam Abadi."
Sao Lao Cin yang merasa kesal akhirnya melepaskan Api Hitam yang sangat panas menyerang kearah Ho Chen yang melesat bagai kilat kearahnya.
Ho Chen mengangkat tangannya dan kemudian mengibaskan satu kali kedepan sehingga Api Hitam tersebut terbelah karena terkena serangan angin yang sangat kuat.
Untungnya Ho Chen bisa mengendalikan kekuatannya agar tidak menghancurkan daratan dibawahnya sehingga sebisa mungkin akan menggunakan kekuatan yang tidak menimbulkan kerusakan.
Sao Lao Cin jelas panik, dia mundur sekaligus melepaskan bola-bola api hitam kearah Ho Chen berkali-kali, namun nyatanya Ho Chen berhasil menghindarinya dengan sangat mudah dan kemudian di langsung muncul di hadapan Sao Lao Cin.
"Cahaya Buddha Suci - Segel Pemusnah."
Kedua telapak tangan Ho Chen memancarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan kemudian dia membuat sebuah segel Swastika Emas di udara tepatnya di atas Sao Lao Cin.
Sao Lao Cin jelas tahu akan segel tersebut, segel yang di buat oleh Ho Chen adalah segel khusus untuk menyegel kekuatan kegelapan serta akan mengikat tubuh serta jiwa sebelum akhirnya tubuh serta jiwa yang terikat akan hancur menjadi butiran cahaya.
"Pelindung Kegelapan."
Sao Lao Cin langsung membuat pelindung agar tidak terkena sinar segel Cahaya Suci Buddha itu, dengan cepat Sao Lao Cin membungkus tubuhnya dengan energi hitam dan Sao Lao Cin terlihat seperti kepompong.
"Mau berlindung di balik kekuatan kegelapan? Kamu meremehkan ku Sao Lao Cin!" kata Ho Chen kemudian dia memperkuat Cahaya Suci Buddha nya untuk menghancurkan pelindung Sao Lao Cin.
Cahaya Buddha Suci semakin bercahaya, dan kini sinarnya tidak lagi berwarna emas, melainkan berwana putih terang bagai matahari.
Cahaya sekuat itu secara terus-menerus menyinari pelindung Sao Lao Cin dengan tekanan energi yang membuat bongkahan tanah naik keudara seakan-akan memiliki gravitasi disekitar itu.
Krakk!!
__ADS_1
Suara retakan mulai terlihat di pelindung Sao Lao Cin yang menyerupai kepompong hitam itu. Melihat itu Ho Chen semakin meningkatkan kekuatan segelnya sehingga retakan semakin banyak.