
***
"Panglima Gaozu, berani sekali kamu mencampuri urusan kami? Apa kamu tidak takut jika nanti Yang Mulia Kaisar Kegelapan menyerang Dunia kalian?" kata Yo Xian.
"Hem... Bukankah sebelum Kaisar kalian sudah melakukannya? Untuk apa kami harus takut kepada gerombolan pecundang licik seperti kalian? Lagi pula semenjak kejadian saat itu, kita sudah menjadi musuh dan selamanya akan tetap jadi musuh!" jawab Gaozu.
Yo Xian hanya bisa berdecak kesal, sebelumnya dia sudah merasa senang karena tidak ada lawan yang akan menyulitkannya, namun sekarang semuanya berubah hanya dalam waktu singkat.
Kemunculan Gaozu dan Qinpi saja sudah lebih dari cukup untuk membalikkan keadaan, dan rencana yang sebelumnya sudah di atur kini telah gagal.
"Panglima Tan, sebaiknya kita melawannya bersama-sama, jika kita bertarung sendiri-sendiri, maka kita tidak akan pernah bisa kembali dengan selamat," kata Yo Xian kepada Tan Zuo Ming yang berada di bawahnya.
Tan Zuo Ming menatap Yo Xian dengan tatapan marah kemudian dia memarahinya. "Bukankah sebelum sudah aku katakan padamu agar mencari informasi terlebih dahulu, namun begitu dapat informasi, kamu bukannya melapor malah justru bergerak sendiri hingga terjadi kekacauan ini, jadi sekarang siapa yang salah? Hadapi sendiri masalahmu itu dan aku akan mengurus masalahku sendiri!" kata Tan Zuo Ming.
Yo Xian memasang wajah suram mendengar penolakan Tan Zuo Ming untuk membantu menghadapi Gaozu, walau dia tau jika semua ini adalah kesalahannya, namun sebagai sesama Pengawal Kaisar Kegelapan seharusnya bisa bekerja sama dalam situasi apapun.
"Panglima Gerbang Barat! Aku sarankan kamu untuk mengurungkan niatmu itu karena sekarang Dunia ini berada di bawah perlindungan kami, jika kamu tetap melanjutkan untuk mencelakai keluarga Dewa Sesat, aku pastikan kamu akan berhadapan dengan lawan yang lebih mengerikan dari kami berdua!" kata Gaozu.
Tan Zuo Ming langsung bereaksi mendengar hal itu kemudian kembali memperhatikan kesekelilingnya seraya bertanya, "Apa maksudmu Panglima Suo Zan? Dimana dia bersembunyi?" tanya Tan Zuo Ming namun dengan nada sedikit gugup.
"Hahaha... Pertanyaan mu seperti mengandung keberanian, namun nada suaramu mengandung ketakutan! Apakah jika Suo Zan muncul kamu berani menghadapinya? Bahkan Dewa Hitam sekalipun tidak akan berani memanggilnya!" kata Gaozu membuat raut wajah Tan Zuo Ming berubah merah karena malu.
"Masa bodoh dengan kalian semua, sekarang aku akan menghancurkan tempat ini beserta seluruh makhluk hidupnya!" seru Tan Zuo Ming dengan nada nyaring.
"Panglima Tan, apa maksudmu?" tanya Yo Xian.
"Yo Xian, walau kemampuan Panglima Gaozu dan Qinpi sangat besar, namun dia tidak akan mampu menghentikan ini!" kata Tan Zuo Ming kemudian dia mengangkat kedua tangannya ke atas dan kemudian seluruh awan hitam yang tebal berputar dan berkumpul di atas Tan Zuo Ming.
__ADS_1
Gaozu menaikkan sebelah alisnya melihat apa yang sedang di lakukan oleh Tan Zuo Ming, dengan sekali lihat saja, Gaozu langsung mengerti akan maksud Tan Zuo Ming.
"Peledakan energi murni ya? Jadi kamu ingin berniat menghancurkan tempat ini dengan menggunakan energi murni mu?" tanya Gaozu.
"Heh, jadi kamu mengetahuinya juga rupanya! Tentu saja aku akan melakukannya, tidak peduli apakah nanti kamu akan membunuhku atau tidak, yang jelas untuk saat ini kamu dan saudarimu tidak akan bisa menghentikan ini!" kata Tan Zuo Ming kemudian seluruh batu dan kerikil yang ada di bawah mulai terangkat ke udara akibat tarikan gravitasi dari energi yang berkumpul di kumpulan awan hitam tebal tersebut.
Peledakan energi murni adalah salah satu energi penghancur paling kuat dan efektif, untuk menggunakannya, seseorang harus berada di atas Dewa Langit, minim di tahap Dewa Agung, caranya adalah mengumpulkan seluruh energi murni di dalam tubuhnya kemudian dikumpulkan dalam satu titik lalu di padatkan, setelah semua itu selesai dilakukan, maka akan ada fenomena aneh dimana tanah akan terbelah lalu akan naik keudara karena energi murni tersebut memiliki daya tarik gravitasi yang sangat besar.
Setelah energi tersebut selesai di bentuk dengan sempurna, maka energi tersebut siap untuk di lepaskan, dan jika sudah di lepaskan, maka daya ledaknya akan mampu menghancurkan setengah dari dunia, bahkan mungkin mampu melenyapkan satu dunia atau bintang, dan semua itu tergantung seberapa besar energi murni yang dimiliki penggunanya.
Yinfei dan Lio Long melihat itu langsung mengetahuinya karena mereka dulu juga pernah menghadapi mahluk yang memiliki energi murni paling besar, mereka adalah Tiga Mahluk Legenda Di Luar angkasa.
"Panglima Gerbang Barat! Jangan dulu merasa yakin bisa menghancurkan tempat ini dengan Ledakan energi murni, karena aku juga ada disini untuk melindungi Dunia ini dari kehancuran!"
Tan Zuo Ming yang masih fokus memadatkan energi murninya terkejut dengan suara agung tidak jauh darinya, dia segera menoleh dan melihat sosok yang mampu membuat seluruh energinya seperti hilang.
"Ka...Kai..Kaisar Iblis Azura..!"
Azura yang sejak awal hanya diam karena masih menunggu kemunculan menantu Kaisar Kegelapan akhirnya keluar setelah melihat Tan Zuo Ming yang nekat ingin melepaskan Peledakan energi murni.
Azura hanya tersenyum dingin dengan tatapan yang sangat tajam yang mampu membuat Tan Zuo Ming menarik kembali energi murninya karena rasa takut yang luar biasa.
"Ka..Kaisar Iblis! Ke..kenapa Kaisar berada disini?" tanya Tan Zuo Ming.
"Seharusnya kamu sudah mengetahui jawabannya dari Gaozu, jadi aku tidak perlu lagi menjawab bukan?" jawab Azura kemudian dia menunjuk kearah Yo Xian yang juga ketakutan.
"Kehancuran tempat ini akibat ulah kalian, jadi kalian harus membayarnya dengan kehancuran kalian sendiri!" kata Azura kemudian jarinya memancarkan cahaya terang lalu melesat kearah Yo Xian.
__ADS_1
Cahaya terang yang muncul dari jari Azura langsung membesar dan kemudian menghantam tubuh Yo Xian yang tidak sempat bereaksi, bahkan cahaya besar itu menutupi tubuh Yo Xian hingga tak terlihat.
Hanya suara jeritan keras Yo Xian yang terdengar saat tubuhnya tertutup oleh cahaya tersebut kemudian suaranya lenyap dan hanya menyisakan cahaya yang membelah awan hitam.
Tan Zuo Ming hanya menelan ludahnya saat melihat Yo Xian lenyap terkena satu serangan jati Azura yang sangat kuat, bahkan setitik debu sisa Yo Xian pun tidak terlihat, itu menandakan jika Yo Xian lenyap hingga ke jiwa Spiritualnya.
Kejadian tersebut tidak hanya mengejutkan Tan Zuo Ming, bahkan Dewi Peramal yang sedang kewalahan menghadapi Qinpi juga sama terkejutnya termasuk Yinfei dan yang lainnya.
"Luar biasa sekali! Dia dapat melenyapkan kakek tua itu hanya dengan satu jarinya saja, kita saja yang sudah bekerja sama tidak mampu melakukannya, namun dia itu? Aih si Tian ini, kenapa dia bisa memiliki teman hebat-hebat seperti mereka?" kata Wei Fang.
Melihat Yo Xian yang sudah tiada, Dewi Peramal ingin mundur dengan cara menggunakan sihir ruang waktu, namun sayang karena Qinpi sudah mengetahuinya sehingga dia dengan cepat melepaskan tebasan pedangnya yang sangat kuat.
"Mau kabur dari ku? Kalau begitu pergilah ke akhirat!" kata Qinpi kemudian dia mengayunkan pedangnya.
"Pedang Awan Menutup Langit."
Qinpi langsung melapaskan tebasan kuat yang mampu menciptakan energi pedang besar yang terbentuk dari kumpulan awan langsung melesat kearah Dewi Peramal yang sedang membuat segel Sihir Ruang Waktu.
Dewi Peramal tidak sempat menyelesaikan segelnya karena tebasan pedang Qinpi lebih dulu sampai dan langsung mengenainya.
"Argh...Panglima....!"
Dewi Peramal berteriak sekaligus berusaha memanggil Tan Zuo Ming, namun dia tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena energi pedang awan milik Qinpi yang mengandung partikel penghancur itu sudah lebih dulu melenyapkan Dewi Peramal tanpa menyisakan apapun.
Namun saat tubuh Dewi Peramal lenyap, ada kabut tipis yang bergerak menjauh, namun Qinpi segera mengejarnya dan kemudian kembali memberikan satu tebasan lagi hingga kabut dari sisa Spiritual Dewi Peramal itu lenyap.
Hanya dalam waktu singkat saja, dua Pengawal Kaisar Kegelapan musnah oleh Azura dan Qinpi, sekarang hanya tinggal menyisakan satu Pengawal saja yaitu Panglima Gerbang Barat Tan Zuo Ming sendirian.
__ADS_1
***
Mungkin besok malam saya libur karena ada pengajian Akbar tepat di depan rumah, tapi itu masih mungkin.