
***
Ilmu Sihir Ruang Waktu milik Tian Feng semakin meningkat setelah dirinya berhasil mencapai Tahap Raja Alam.
Tian Feng kini mampu berpindah tempat dari Kerajaan Jiu ke Kerajaan Wu hanya dalam waktu singkat, namun semua tetap harus menggunakan ingatan tentang tempat-tempat yang pernah di datanginya.
Kini Tian Feng sudah tiba tepat di halaman rumah membuat para Prajurit yang berjaga disana langsung kaget karena kemunculan Tian Feng yang seperti keluar dari udara kosong.
Para prajurit secara refleks mengarahkan tombak dan pedang mereka ke arah Tian Feng karena panik dan kaget.
Tidak ada yang mengenali jika yang ada dihadapan mereka saat ini adalah Tian Feng, sebab Tian Feng muncul tanpa mengenakan topengnya.
"Siapa kamu?"
Sekitar lebih dari 20 prajurit mengelilingi Tian Feng serta mengarahkan senjata mereka untuk berjaga-jaga, mereka takut pemuda yang ada dihadapannya itu ingin mencelakakan Yuan Xia.
Tian Feng tidak marah saat melihat keterkejutan mereka, dia tahu jika ini untuk pertama kalinya para prajurit itu melihat wajahnya, ditambah lagi ini sebagai bentuk perlindungan kepada keluarga Yuan.
"Maaf karena telah mengejutkan kalian semua! Aku Tian dan aku ingin masuk ke rumah ku," kata Tian Feng.
"Apakah benar Tuan ini Tuan Muda Tian? Apa buktinya?" tanya salah satu prajurit.
Tian Feng mengerti bukti apa yang mereka ingin lihat jika dirinya adalah Tian Feng, yaitu dengan menunjukkan Topeng yang biasa iya kenakan.
Namun sebelum Tian Feng menunjukkan topengnya, suara seorang gadis yang tidak asing menyapa Tian Feng.
"Gege kamu sudah kembali?"
Tian Feng belum sempat menoleh karena Chie Xie lebih dulu sampai dan memeluk Tian Feng dengan erat.
"Xie'er..! Perasaan aku hanya pergi sebentar saja, tapi kenapa tinggi mu hampir sama denganku?" tanya Tian Feng yang terkejut saat melihat Chie Xie yang semakin tinggi dan terlihat sangat cantik dengan mengenakan pakaian berwarna putih dan kakinya yang jejang membuat semua mata laki-laki tidak akan bisa berkedip saat melihatnya.
"Apakah gege mau aku tetap jadi anak kecil?" tanya Chie Xie.
"Ah bukan seperti itu, hanya saja kamu sudah berubah dari bayi kecil menjelma jadi seorang Dewi yang sangat cantik sekali!" kata Tian Feng.
Sebenarnya Tian Feng tahu jika semua itu karena energi Yin yang dimiliki oleh Chie Xie sehingga membuat Chie Xie lebih cantik dan menawan.
"Ayo masuk, ayah dan ibu sudah sangat merindukan mu!" ajak Chie Xie.
Para prajurit langsung membungkukkan badan mereka karena sadar telah melakukan kesalahan karena tidak mengenali Tian Feng.
Setelah Tian Feng dan Chie Xie masuk kedalam, para prajurit langsung membicarakan akan ketampanan wajah yang dimiliki oleh Tian Feng.
***
"Tian..!"
Lie Yie segera beranjak dan berlari memeluk Tian Feng ketika Tian Feng baru tiba diruang tamu.
"Bagiamana perjalanan mu di Kerajaan Jiu Tian? Apakah tidak ada masalah?" tanya Yuan Xia.
__ADS_1
Lie Yie segera membawa Tian Feng untuk duduk dan kemudian Tian Feng mulai berbicara kepada Yuan Xia.
"Hanya ada beberapa masalah kecil! Tapi ngomong-ngomong kemana Guru Zang? Aku tidak melihat keberadaannya?"
"Guru sedang pergi ke Perguruan Mata Elang menjenguk cucunya, mungkin seminggu lagi dia datang!" jawab Chie Xie.
"Apakah terjadi sesuatu terhadap Nona Lin Ling?" tanya Ho Chen.
"Kalau Nona Lin tidak apa-apa hanya saja menurut kabar Nona Lin akan mencapai Tingkat Atas!" jawab Chie Xie.
"Benarkah, itu berarti tidak lama lagi dia akan bisa mencapai Tingkat Cahaya? Benar-benar hebat Nona Lin!"
Dalam kasus biasa seorang murid yang mencapai Tingkat Pendekar Atas sebelum bertemur 20 tahun disebut sebagai murid berbakat.
Namun tidak mudah bagi perguruan untuk bisa mendukung penuh kemajuan murid-muridnya, semua itu butuh biaya serta sumberdaya yang besar.
Namun Tian Feng dan Chie Xie tidak masuk dalam hitungan karena mereka berdua tidak tergolong lagi sebagai seorang pendekar akibat kekuatan ke-duanya yang tidak masuk akal.
Yuan Xia sendiri sudah menulis surat kepada Wei Fang dan surat itu hanya di tulis dengan tulisan yang hanya dibaca sebagai, "Tian Feng telah kembali."
Saat hampir sore barulah Wei Fang tiba di rumah Yuan Xia dan segera menemui Tian Feng di dalam.
"Panglima Wei lama tidak bertemu!" Tian Feng segera menyambut kedatangan Wei Fang dengan memberi hormat.
"Tian jangan terlalu bersikap formal seperti itu padaku! Bagiamana latihan mu di sana? Apakah kamu sudah berhasil menguasai jurus tombak?" tanya Wei Fang.
"Sudah Panglima, namun masih belum semuanya dan semua itu berkat bantuan petunjuk dari Panglima!" jawab Tian Feng.
"Aku hanya memberitahukan tempatnya saja, jadi ini hanyalah bantuan biasa yang tidak perlu diingat, hahaha..!"
"Tian! Sebenarnya aku ingin meminta bantuan padamu nanti jika sampai mimpi yang mulia itu jadi kenyataan!"
"Silahkan katakan, bantuan apa yang Panglima inginkan dari ku? Mungkin aku bisa melakukannya!"
Dengan perasaan sedikit canggung Wei Fang menyampaikan dengan mengatakan jika nanti perang kembali terjadi pecah, Wei Fang berharap tidak ada anggota Organisasi Bintang Hitam yang ikut membantu pasukan dari Kerajaan Xia.
Jika hanya pasukan Kerajaan Xia saja, Wei Fang dan beberapa Panglima lainnya masih bisa mengatasinya, namun jika Organisasi Bintang Hitam ikut juga, Wei Fang tidak yakin mengingat kekuatan para Pengawal Organisasi tersebut sangat tinggi.
Jadi jika memang Organisasi itu ikut membantu Kerajaan Xia, Wei Fang ingin Tian Feng bisa memberikan bantuan untuk melawan Organisasi Bintang Hitam, namun jika tidak ada anggota Organisasi itu, maka Tian Feng tidak perlu membantu.
"Apakah Kerajaan Xia memang memiliki kerja sama dengan Organisasi Bintang Hitam?" tanya Yuan Xia.
Wei Fang mengangguk sekaligus menjawabnya, "Pengikut Organisasi Bintang Hitam terbesar adalah Kerajaan Xia, bahkan kabarnya Rajanya pun adalah pengikut setia Organisasi Bintang Hitam!" kata Wei Fang.
"Jika benar Organisasi Bintang Hitam itu ikut membantu peperangan membantu Kerajaan Xia, tanpa Panglima minta pun aku akan ikut berperang karena Organisasi Bintang Hitam adalah musuhku!" kata Tian Feng.
Wei Fang merasa lega mendengarnya walau dia sendiri masih penasaran akan pengalaman Tian Feng saat pergi ke Kerajaan Jiu, namun dia tidak menanyakannya.
"Panglima sebenarnya aku tidak akan datang secepat ini andai Biksu Xe Wong tidak meramalkan jika Kerajaan akan ada peperangan, dan mungkin mimpi Yang Mulia ada hubungannya dengan ramalan Guru Biksu!" kata Tian Feng yang mengingat ramalan guru nya.
Wei Fang jelas terkejut mendengarnya, dia kini yakin jika mimpi Ratu Sie adalah sebuah pertanda.
__ADS_1
Yuan Xia menghela nafas panjang dan ingin mengatakan sesuatu sebelum akhirnya Tian Feng meminta mereka semua untuk diam.
"Tian apakah kamu merasakannya?" suara Xian terdengar di telinga Tian Feng.
Saat ini Xian yang sudah jadi tombak sempurna dan memegang dua kekuatan lainnya berada di dalam tubuh Tian Feng, jadi Tian Feng tidak perlu repot-repot membawa tombak itu kesana kemari karena tombak itu sudah menyatu ke dalam tubuh nya dan Tian Feng bisa mengeluarkannya kapan saja.
"Iya Xian aku merasakannya!"
"Ada apa Tian?" Yuan Xia bertanya.
Awalnya Wei Fang tidak mengetahuinya namun tidak lama kemudian dia juga merasakan ada lima kekuatan besar sedang menuju kearah rumah mereka.
"Gege..!"
Chie Xie juga keluar karena merasakan kekuatan besar yang akan datang dan segera menemui Tian Feng, sedangkan mata Tian Feng sudah bercahaya memandang kearah tamu yang akan datang.
"Mereka lagi! Jadi mereka mengetahui rumah ku?" kata Tian Feng.
Wei Fang dan yang lainnya sempat terkejut saat melihat mata Tian Feng yang bercahaya, sedangkan Lie Yie yang bukan pendekar juga ikut keluar setelah merasakan ada getaran kecil di tanah.
"Aku akan menghadang mereka! Xie'er kamu lindungi Ayah dan Ibu, dan panglima segeralah kembali dan sampaikan kepada Yang Mulia jika apapun yang terjadi jangan ada satu prajurit pun yang berani ikut campur!" kata Tian Feng.
"Tapi Tian siapa mereka itu?" tanya Wei Fang.
"Mereka adalah para Anggota Organisasi Bintang Hitam!" jawab Tian Feng.
Wei Fang merasa keberatan namun dia sadar jika lima orang yang keberadaan masih jauh bukanlah lawan yang bisa dia hadapi.
Wei Fang segera pamit sekaligus akan menyampaikan kabar tersebut, namun belum sempat dia keluar, seorang utusan dari perbatasan juga datang.
"Panglima Hamba mencari dari tadi untungnya para penjaga memberi tahu hamba jika Panglima ada disini!"
"Ada apa prajurit?" tanya Wei Fang.
"Pasukan kita di perbatasan melihat ada gerakan dari pasukan Kerajaan Xia, sepertinya mereka adalah bantuan dan akan menyerang perbatasan!" kata Prajurit tersebut.
"Apakah musuh sudah sampai?" tanya Wei Fang.
"Belum Panglima, mungkin sekitar dua Minggu pagi mereka akan tiba di perbatasan, dan pasukan kita butuh bantuan tambahan!"
"Baiklah aku akan mengirimkan bantuan tambahan prajurit dan dua Panglima kesana!" kata Wei Fang.
Prajurit tersebut segera memberi hormat kemudian dia segera pergi, sedangkan Wei Fang segera pamit dan pergi untuk mengurus masalah besar di perbatasan.
"Tian gege! Bolehkah aku ikut bersama gege menghadapi lima orang yang akan datang itu?" tanya Chie Xie.
"Tidak Xie'er! Kamu disini saja melindungi keluarga kita, aku khawatir pertarungan kami nanti akan menimbulkan bencana, jadi buatlah pelindung agar efek pertarungan kami tidak mencelakakan keluarga kita!" kata Tian Feng kemudian dia mengenakan kembali topengnya.
"Tian berhati-hatilah!" kata Yuan Xia serta Lie Yie.
Chie Xie hanya bisa mengepalkan kedua tangannya erat-erat, dia merasa Tian Feng masih menganggap dirinya seperti anak kecil.
__ADS_1
Namun pikiran Chie Xie keliru, Tian Feng hanya ingin tidak terjadi sesuatu terhadap keluarganya, karena jika sampai dirinya dan Chie Xie pergi, maka tidak akan ada yang bisa melindungi Yuan Xia dan Lie Yie nantinya.
"Aku pergi dulu!" kata Tian Feng kemudian dia keluar dan menghilang di depan pintu rumah.