
Tian Feng membeli beberapa peralatan rumah serta pakaian dirinya dan Alice bersama Louis, semua barang yang sudah ia beli akan dimasukkan kedalam Cincin Langit Malam nya kemudian kembali membeli barang lainnya.
Cara Tian Feng berbelanja menarik perhatian beberapa orang, walau mereka tidak mengerti akan bagaiamana cara Tian Feng menyembunyikan barang belanjaannya, namun orang-orang yang memperhatikan Tian Feng berbelanja merasa jika Tian Feng adalah orang kaya terlepas cara berpakaiannya yang sedikit kusam.
Niat ingin merampok Tian Feng tentu ada dalam pikiran mereka, namun masalahnya mereka masih memperhitungkan keberadaan Alice yang memegang sebilah pedang.
"Semua kebutuhan sudah aku beli, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Tian Feng kepada Alice dan juga Louis.
Mereka bertiga segera keluar dari kota Tang, setelah berada di luar ketiganya langsung terbang menuju ke Desa Wunji.
Setelah kepergian Tian Feng, sekitar tujuh pria dan dua wanita juga sampai di tempat perginya Tian Feng, mereka bersembilan melihat kiri dan kanan mencari keberadaan Tian Feng.
"Kemana perginya mereka bertiga?" tanya salah satu wanita.
"Aku yakin tadi mereka berjalan kearah sini! Tapi kenapa mereka bisa menghilang?" rekannya yang lain juga sama bingungnya.
"Sepertinya ini bukan rejeki kita, mereka beruntung karena bisa lolos dari kita!" kata seorang pria berbadan tinggi dan kekar dan rambutnya melebar seperti rambut singa.
"Ayo kita kembali saja, ingat jika kalian bertemu lagi dengan mereka segera beritahu aku, wanita yang bersama dengan mereka itu kemungkinan seorang Pendekar yang berada di tahap Tengah, jadi jangan coba-coba mengahadapinya jika tidak ada aku!" kata pria tersebut kemudian di dan delapan rekan lainnya kembali masuk kedalam kota.
***
"Ibu maafkan aku, aku sama sekali tidak berniat untuk menyakiti hati Tian gege, tadi aku hanya marah serta kesal sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih!' kata Chie Xie yang bersujud di hadapan Lie Yie yang sudah tersadar.
Lie Yie sama sekali tidak bicara, dia hanya menatap kain tenda dengan tatapan kosong seolah-olah separuh jiwanya berada di tempat lain.
"Xie'er percuma saja kamu berkata seperti itu saat ini kepada ibumu, seharusnya kamu tidak lupa seperti apa ibumu, dan juga kamu kenapa bisa lupa jika kamu ada dan hidup hingga saat ini karena siapa? Pengorbanan Tian sejak dulu kepada keluarga kita sangatlah besar, bahkan dia rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan mu, tapi kenapa kamu bisa melempar kata-kata hinaan sebesar itu di depan semua orang serta di hadapan ibumu!" kata Yuan Xia.
Air mata Chie Xie mengalir melewati kulit pipinya yang halus dan jatuh tepat di punggung telapak tangannya, "Maafkan aku ayah, sebagai anak kandung kalian aku telah gagal, dan aku juga anak yang tidak tahu berterima kasih!" kata Chie Xie dengan suara terisak.
"Kamu tidak gagal Xie'er, masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya, namun sekarang kita harus segera membawa Tian kembali kesini, jika tidak ibumu akan seperti ini terus jika tidak segera di pertemukan dengan kakakmu!" kata Yuan Xia.
Baik Yuan Xia atau Chie Xie tidak akan pernah lupa bagaimana dulu saat Tian Feng menghilang selama bertahun-tahun setelah berhasil menyelamatkan Chie Xie dari penyerangan para Shinobi, hal itu bisa terjadi lagi jika Tian Feng tidak juga kembali kepada Lie Yie.
"Ayah, saat ini Tian gege tidak bisa paksa untuk kembali, kata Senior Ho Chen saat ini gege butuh ketenangan, lagi pula Tian gege tidak bersungguh-sungguh meninggalkan kita," kata Chie Xie.
"Kenapa gurunya Tian bisa seyakin itu?" tangan Yuan Xia.
"Sejak Tian gege pergi berlatih, Tian gege berusaha untuk bisa lebih kuat demi kita, hanya kita yang selalu ada di hati Tian gege! Itu yang di katakan oleh Guru Lio Long yang mendengar langsung dari guru gege."
"Itulah yang aku dan ibumu banggakan dari kakakmu!" kata Yuan Xia.
"Gege sudah berlatih keras dengan melewati banyak ujian yang sangat berat demi kita, namun aku hanya melihat dari sisi sebelah saja dan lupa betapa beratnya kehidupan yang telah dilewati oleh gege, bukannya aku mendukungnya justru malah menyakitinya, aku sungguh anak serta adik yang tidak tahu diri!"
__ADS_1
Suara Chie Xie terdengar lemah, kemarahannya kepada Alice serta rasa kesalnya kepada Tian karena tidak menghentikan Naomi membuat dirinya buta dan lupa betapa berat kehidupan yang telah dilalui oleh Tian Feng hanya demi melindungi keluarganya.
"Tian...!Kamu dimana nak," suara pelan Lie Yie terdengar serak saat dia memanggil Tian Feng.
Yuan Xia duduk dan memegangi pundak Lie Yie yang saat ini terlihat seperti setengah sadar, "Yie'er, Tian akan segera datang, jadi cepatlah kamu pulih, jika Tian melihatmu seperti ini, dia akan semakin sedih!" kata Yuan Xia.
Ucapan Yuan Xia sama sekali tidak berpengaruh untuk menyadarkan Lie Yie, yang ada Lie Yie tetap menatap kosong ke arah kain dengan tatapan hampanya.
"Tian dimana kamu nak!"
Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Lie Yie berulang-ulang membuat Chie Xie menutup mulutnya menahan diri agar tidak menangis, namun Chie Xie tidak kuat dan akhirnya dia segera menghampiri Lie Yie dan memeluknya seraya menangis.
"Ibu maafkan Xie'er ibu! Xie'er telah menyakiti Ibu, Ayah dan Gege, Xie'er janji Xie'er akan mencari Gege dan membawanya kembali bersama keluarga kita!" kata Chie Xie dengan menangis sejadi-jadinya.
Tangisan Chie Xie membuat Zang Yang dan semua orang memasuki tenda Yuan Xia, bahkan Lio Long juga ikut masuk mendengar tangisan keras Chie Xie.
"Chie Xie, sebaiknya kamu biarkan dulu ibumu sendiri, saat ini yang bisa membuat ibumu lebih tenang hanya dengan meminumkan obat penenang biasa agar ibumu bisa tertidur karena ibumu tidak sakit, namun jiwanya saat ini sedang terguncang dan obat satu-satunya yang bisa mengembalikannya adalah mempertemukannya kembali dengan Tian, atau membawa Tian kembali kesini!" kata Lio Long.
Chie Xie mengusap air matanya dan menatap wajah ibunya yang masih seperti mati namun tetap hidup, "Ibu tenanglah, aku akan segera membawa gege kembali bersama kita! Itu janjiku sebagai penebus kesalahanku!" bisik Chie Xie ditelinga Lie Yie.
Chie beranjak keluar kemudian di susul oleh Lio Long dan Zang Yang dan pada akhirnya hanya tersisa Yuan Xia dan Lie Yie saja yang berada di dalam tenda.
***
"Sulit Naomi, jujur hubungan asmara mu dengan Tian ini cukup rumit!"
Naomi dan Wang Dunrui serta Hiroshi menginap di sebuah penginapan karena perjalanan ke Pelabuhan cukup jauh, walau Naomi dan Wang Dunrui bisa menggunakan lorong waktu, namun tidak mungkin mereka pergi meninggalkan para pengawalnya yang berjumlah lebih dari dua ratus pasukan Shinobi dan ronin.
"Naomi, walau Tian itu mengecewakan kita, namun sepertinya cintanya masih sangat besar kepadamu!" kata Hiroshi.
"Aku juga merasakannya ayah, namun tetap saja Tian itu sudah keterlaluan! Bagaimana bisa dia menghamili wanita Foiberia itu? Aku tidak mengerti apakah perasaan Tian-Kun yang terlalu lemah atau wanita itu yang terlalu murahan?"
"Ehem..! Aku juga tidak tahu harus menjawab apa!" kata Wang Dunrui dengan batuk pelan.
"Apakah selamanya kamu akan membenci Tian Naomi?" tanya Hiroshi.
"Aku tidak tahu ayah, rasa sakit di hatiku ini rasanya ingin membakar wanita itu sampai jadi debu, namun aku tidak bisa melakukannya ketika harus menyakiti Tian!" kata Naomi.
Saat energi pedang api Naomi mengenai tubuh Tian Feng, Naomi benar-benar sangat khawatir, namun demi menjaga harga dirinya, dia berpura-pura acuh tak acuh seolah-olah sudah tidak peduli atas luka yang di alami oleh Tian Feng.
Andai Naomi tahu jika saat ini Tian Feng memiliki kemampuan dalam dunia pengobatan, pastinya dia akan terkejut jika luka kecil itu tidak akan terlalu berpengaruh kepada Tian Feng, bahkan hanya dalam waktu singkat saja lukanya akan sembuh dengan sangat cepat.
"Apa rencanamu selanjutnya setelah kita tiba di Toakai?" tanya Hiroshi.
__ADS_1
Naomi terdiam memandang keluar jendela, dia juga belum memiliki rencana apapun setelah tiba di Toakai nantinya, "Aku mungkin akan berlatih di Dunia dimensi waktu lagi!" kata Naomi.
Hiroshi sama sekali tidak mengerti dan juga tidak tahu apa itu dunia dimensi waktu dan dimana letaknya, namun dia juga tidak benyak berkomentar sehingga hanya bisa mengangguk saja.
"Aku mau beristirahat dulu!" kata Wang Dunrui kemudian dia bangkit dan keluar dari kamar Naomi.
"Hari ini kamu terlalu emosi jadi istirahatlah lebih awal dan berhenti memikirkan masalah ini untuk sesaat agar tubuh serta pikiranmu bisa lebih tenang!" kata Hiroshi kemudian dia juga pergi keluar menunju ke kamarnya.
Kini hanya Naomi seorang yang berada di dalam kamar, dia tetap duduk di kursi dengan menatap kearah luar jendela yang sudah gelap.
Bayangan akan kejadian pertengkarannya dengan Tian Feng tidak bisa hilang dari ingatannya, "Kenapa..! Kenapa kamu bisa setega ini padaku?" gumam Naomi dengan meremas kain di dadanya yang sangat terasa sakit saat kembali teringat Tian Feng.
Mata Naomi kembali lembab dan air matanya kini mulai mengalir dan suara isak tangis pelan Naomi mulai mengisi keheningan di dalam kamarnya.
"Kenapa kamu menangis gadis kecil? Apakah Dewa Sesat itu sudah sangat melukai perasaanmu?"
Naomi yang masih meratapi kehancuran hatinya tiba-tiba saja dikejutkan oleh sebuah suara laki-laki yang belum pernah ia dengar. Naomi langsung bangkit dan kemudian menarik pedangnya dan berusaha menemukan sosok yang bicara padanya.
"Siapa yang bicara tadi padaku? Tunjukkan dirimu!" kata Naomi.
"Hahaha.. Kamu jangan dulu berprasangka buruk padaku, aku ini hanya ingin menenangkan serta membantumu untuk membalas dendam atas rasa sakit hatimu kepada Dewa Sesat itu!" kata suara misterius tersebut yang belum menampakkan dirinya.
"Aku tidak butuh itu! Sebaiknya kamu tunjukkan dirimu di hadapanku sekarang!" kata Naomi namun dia tetap tidak bisa menemukan keberadaan pemilik suara misterius itu.
"Apakah kamu yakin tidak membutuhkan bantuanku? Ingat jika kamu ingin membalas dendam kepada Dewa Sesat, maka kamu harus memiliki kemampuan yang lebih tinggi darinya, jika kamu memiliki kemampuan yang lebih tinggi, maka kamu bisa melakukan apa saja kepadanya, kamu bisa membunuhnya atau justru kamu bisa memilikinya seorang diri jika kamu benar-benar bisa lebih kuat darinya! Tentu saja semua itu bisa ku wujudkan jika kamu memang mau," kata suara misterius itu.
Naomi terdiam sesaat dengan memikirkan kata-kata suara misterius tersebut, menurut Naomi perkataan suara pria misterius itu memang benar, jika dia ingin merebut Tian Feng dari Alice, maka jalan satu-satunya adalah menjadi lebih kuat.
"Sebenarnya siapa dirimu dan mengapa aku harus mempercayaimu?" tanya Naomi.
"Keke... Aku ini bukanlah siapa-siapa, namun jika kamu setuju ingin berlatih dibawa bimbinganku, maka aku akan memberitahumu akan siapa aku ini!" kata suara tersebut.
Tentu saja Naomi tidak akan langsung menyetujuinya mengingat dia belum mengetahui identitas pemilik suara tersebut.
"Aku tidak mengenalmu, jadi aku tidak akan mempercayai orang asing yang belum aku kenal!" kata Naomi.
"Owh kalau begitu baiklah, kamu bisa memanggilku Chinmi, namun saat ini aku hanya berkomunikasi dengan menggunakan Spiritual, jika ingin membalas dendam dan setuju untuk aku latih, maka aku baru akan datang secara langsung untuk menjemput mu!" kata suara tersebut.
"Chinmi!?" Naomi sama sekali tidak tahu dan bahkan belum pernah mendengar namanya.
"Maaf aku tidak bisa! Aku sudah memiliki guru, jadi aku tidak bisa lagi berguru kepada suara asing!" kata Naomi yang menolak tawaran tersebut.
"Dasar gadis bodoh..!" suara tersebut tiba-tiba saja memiliki tekanan yang sangat kuat sehingga membuat Naomi tidak bisa bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Kekuatan macam apa ini?" batin Naomi dan tidak menduga jika sosok yang hanya menggunakan suaranya saja bisa memberikan tekanan yang sangat kuat sekali.