
Belasan Dewa hanya bisa terpaku saat Iblis Tanpa Wajah berakhir dengan sangat mengenaskan di tangan Tian Feng, bahkan Iblis Tanpa Wajah mati hanya dengan satu serangan biasa saja.
"Apakah dia benar-benar sudah menyentuh ketahap Rana Agung?" tanya salah satu Dewa.
"Entahlah, aku sendiri masih belum bisa merasakan tingkat kekuatannya!" jawab Dewa lainnya.
Tian Feng sama sekali tidak memperdulikan para Dewa yang sedang membicarakan dirinya, dia lebih fokus terhadap Iblis Tanpa Wajah yang kini sudah tidak memiliki kepala lagi.
"Xu Lian, apakah kamu tidak lapar?" Tian Feng memanggil Naga Api Emas yang masih membentuk tato di lengannya.
Naga Api Emas mulai bergerak kemudian dia keluar dari lengan Tian Feng dan terbang berputar-putar.
"Uwa..Uwa..!"
Mata Naga kecil tersebut melebar karena melihat Spiritual Iblis Tanpa Wajah yang mulai keluar dari jasadnya, tepat ketika kabut tipis itu mau melayang ke udara, Naga kecil langsung menyerapnya.
Setelah selesai memakan Spiritual Iblis Tanpa Wajah, Naga kecil terbang dan mendarat di bahu Tian Feng.
Tian Feng tersenyum melihat Naga kecil itu yang terlihat sangat puas dan kenyang setelah menelan Spiritual Iblis Tanpa Wajah, dia mengelus kepala Naga kecil seraya berkata, "Sepertinya masih ada beberapa lagi makanan untukmu, apakah kamu masih mau memakan mereka atau cukup satu ini saja?" tanya Tian Feng.
"Uwa-uwa uwa uwa...!"
Naga kecil berbicara sekaligus menatap ke arah salah satu Pengawal Kaisar Kegelapan yang sedang berhadapan dengan Dewa lainnya.
"Baik-baik, aku akan memberikan dua lagi untuk mu, sedangkan sisanya, aku akan menyimpannya di dalam botol!" kata Tian Feng.
Naga kecil terlihat sangat senang mendengarnya, dia mengeluskan kepalanya ke pipi Tian Feng sebagai ucapan terima kasih.
"Hahaha.. Baik-baik, sekarang kamu bantu aku dulu membereskan para pasukan Kegelapan itu, sedangkan untuk mereka berempat, biar aku dan Dewa lainnya yang mengurusnya!" kata Tian Feng.
Naga kecil mengangguk kemudian dia terbang menuju ke arah pasukan kegelapan yang berhadapan dengan para prajurit langit, setelah hampir dekat, tubuh Naga kecil langsung berubah menjadi Naga Raksasa yang memiliki tubuh besar dan juga perkasa.
"Groarrr...!"
Naga Api Emas meraung keras membuat Kahyangan bergetar hebat dan setelah itu dia dengan tubuh besarnya melesat dan menyerang Binatang Iblis Ajaib serta pasukan kegelapan dengan sangat buas.
Tatapan Tian Feng kini tertuju kearah Elang Sayap Merah, dia melihat Elang Sayap Merah adalah yang paling lemah dari semuanya, bahkan lebih kuat Iblis Tanpa Wajah.
"Berikutnya adalah kamu!" gumam Tian Feng kemudian tubuhnya berubah menjadi sebuah cahaya merah dan ada campuran aura keemasan.
Cahaya tersebut melesat bagai cahaya kilat dan kemudian berhenti di hadapan Elang Sayap Merah sekaligus memblokir serangan Elang Sayap Merah.
__ADS_1
!!?"
Elang Sayap Merah jelas terkejut atas kemunculan Tian Feng yang secara tiba-tiba itu, dia menarik kembali senjatanya yang berupa pedang, namun bentuknya seperti sehelai sayap.
"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu menghentikan ku, apakah kamu sudah bosan hidup?" kata Elang Sayap Merah dengan tatapan marah kepada Tian Feng.
"Pertanyaanmu terlalu angkuh, aku sendiri juga tidak yakin apakah kamu memiliki kemampuan untuk bisa membunuhku!" kata Tian Feng.
"Cuih.. Aku ingin lihat apakah rasa percaya dirimu itu akan tetap bertahan setelah lehermu aku iris dengan pedang sayapku ini!" ucap Elang Sayap Merah kemudian dia menyerang Tian Feng dengan pedangnya.
Elang Sayap Merah memiliki keahlian pedang yang sangat tinggi, dia bisa menggunakan jurus pedang yang di gabungkan dengan kecepatan.
Kombinasi dua kekuatan tersebut terlihat seperti sebuah bayangan hitam yang melesat dengan kecepatan tinggi dan menyerang Tian Feng dengan sangat sengit.
Suara benturan logam dari serangan Elang Sayap Merah dengan tubuh Tian Feng menggema kesegala arah, bahkan gelombang kejut yang sengat kuat juga menyebar dan menghancurkan beberapa pinggiran tanah yang melayang di udara.
Elang Sayap Merah menyerang secara beruntun dan dia sama sekali tidak memberikan jeda walau hanya sesaat, justru semakin lama semakin cepat.
"Aneh sekali, kenapa aku tidak bisa memberikan goresan sedikitpun di tubuhnya, bahkan pakaiannya juga sama sekali tidak tergores?" batik Elang Sayap Merah yang merasa bingung sendiri karena sejak tadi tidak satupun serangannya yang bisa menyentuh atau melukai pakaian Tian Feng.
Justru yang membuat Elang Sayap Merah semakin kebingungan saat melihat Tian yang masih berdiri tanpa bergeser sedikitpun dari tempatnya, dan serangan Pedang Sayap yang ia lancarkan juga di tahan dengan satu jari oleh Tian Feng.
Elang Sayap Merah akhirnya berhenti menyerang setelah menyadari jika serangan benar-benar tidak berguna terhadap Tian Feng.
"Sayap Kematian."
Sebuah gambar diagram muncul di belakang Elang Sayap Merah, diagram tersebut berukiran bentuk satu mata dengan pola garis yang unik di setiap sampingnya.
Gambar Mata tersebut terbuka saat Elang Sayap Merah mulai melepaskan segelnya dan kemudian muncul banyak bulu merah dari diagram mata tersebut.
Bulu-bulu merah yang keluar dari dalam mata itu melesat kearah Tian Feng, ketika sudah sampai di hadapan Tian Feng, bulu-bulu tersebut langsung menyala menjadi api dan kemudian meledak.
Saat deretan ledakan yang tak terhitung jumlahnya di tempat Tian Feng berdiri menyita perhatian semuanya yang sedang bertempur, bahkan Naomi dan Qiao Lin yang berada sangat jauh juga mendengar suara ledakan dahsyat secara beruntun, dan cahaya bias Api dari kejauhan juga terlihat.
"Kamu tidak akan bisa bertahan dari serangan Sayap Kematian ku ini, hahaha...!"
Elang Sayap Merah tertawa lantang karena dia sangat yakin sekali jika Tian tidak akan pernah bisa selamat dari serangannya yang memiliki daya ledak yang sengat besar.
Sisa asap dari ledakan itu masih menutupi sebagian tempat pertempuran di lokasi Elang Sayap Merah, dia menunggu hasil akhir dari serangan, apakah Tian Feng sudah lenyap atau belum.
Dengan senyum yang menghiasi wajah Elang Sayap Merah, secara perlahan-lahan kepulan asap itu mulai menghilang, dan setelah itu terlihat sesosok manusia yang masih berdiri tegak di tempat bekas ledakan tersebut.
__ADS_1
Senyum di wajah Elang Sayap Merah mulai memudar ketika mulia melihat sebuah cahaya dari sesosok bayangan itu, cahaya keemasan yang berkombinasi dengan cahaya putih dan aura merah pekat mulia terlihat, dan tidak lama kemudian sosok Tian Feng yang kini sudah mengenakan sebuah zirah emas berdiri tegak tanpa memiliki luka sedikitpun.
"Mustahil..!"
Elang Sayap Merah benar-benar merasa tidak percaya, seharusnya serangannya mampu melukai Dewa yang memiliki kemampuan Dewa Agung, namun nyatanya Tian Feng sama sekali tidak terluka, dia justru menggunakan sebuah Zirah emas yang setiap pinggirannya muncul dua petir dengan dua warna.
"Apakah kamu sudah selesai?" tanya Tian Feng dengan nada pelan namun bisa di dengar jelas oleh Elang Sayap Merah.
Elang Sayap Merah kini sedikit takut, dia sama sekali tidak menduga jika serangan andalannya yang selama ini sering dia gunakan untuk membunuh lawannya sama sekali tidak mempan terhadap Tian Feng.
"Kau...! Sebenarnya siapa kamu, dan kenapa seranganku yang mampu melukai lawan berkekuatan Dewa Agung tidak mempan terhadap mu?" tanya Elang Sayap Merah dengan suara yang mengandung ketakutan serta kepanikan.
Tian Feng tersenyum tipis kemudian dia menjawab pertanyaan Elang Sayap Merah. "Namaku adalah Tian Feng, kau bisa memanggilku sebagai Dewa Sesat."
Mata Elang Sayap Merah melebar setelah mendengar ucapan Tian Feng, dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan Dewa Sesat yang menurut ramalan akan membunuh Kaisar Kegelapan, sedangkan yang sudah pernah bertemu dengan Dewa Sesat sudah tiada kecuali Dewa Petir Hitam dan Iblis Tanpa Wajah, hanya saja Elang Sayap Merah tidak menyadari jika energi Iblis Tanpa Wajah sudah tidak ada.
"Kamu tidak perlu heran kenapa seranganmu sama sekali tidak mempan terhadapku, karena diriku saat ini bukan lagi berada di tahap Dewa Agung, melainkan...!"
Tian Feng menggeser kaki kanannya dan kemudian dia berubah menjadi cahaya emas dan melesat dengan kecepatan kilat lalu muncul tepat di hadapan Elang Sayap Merah.
"Aku berada di Tahap Setengah langkah Rana Agung..!"
Ucapan Tian Feng itu disertai dengan satu serangan tapak yang mengarah ke arah dada Elang Sayap Merah, serangan mendadak yang disertai dengan gerakan secepat kilat itu tidak bisa direspon dengan cepat oleh Elang Sayap Merah.
Alhasil serangan tapak yang sudah di selimuti oleh petir emas dan energi berwarna putih langsung membolongi dada Elang Sayap Merah hingga para prajurit yang ada di belakangnya bisa terlihat.
Darah kehitaman menyebar ke segala arah, dan Elang Sayap Merah hanya bisa melototi Tian Feng dengan tatapan yang di penuhi rasa keterkejutan serta tidak percaya jika dirinya harus mati dengan satu serangan saja.
"Groarrr...!"
Raungan keras Naga Api Emas segera terdengar, dan Naga Api Emas kini berada di belakang Tian Feng dengan mulut menganga sekaligus mulai menyerap Spiritual Elang Sayap Merah yang keluar dari jasadnya.
Ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan sama-sama menarik nafas dalam-dalam saat melihat Elang Sayap Merah mati di tangan seorang pemuda berzirah emas.
Sekarang tatapan mata ketiganya terarah kepada Tian Feng yang berdiri menginjak udara kosong dengan di temani oleh seekor Naga raksasa emas di belakangnya, Tian Feng terlihat seperti seorang Dewa yang memiliki cahaya seperti sang Buddha, hanya saja ada aura kemerahan yang ikut terpancar.
"Apakah dia itu adalah Dewa Sesat?" tanya Dewi Penghisap Arwah kepada Siluman Kabut dan juga Tangan Naga Hitam lewat pikirannya.
"Mungkin! Aku juga belum pernah bertemu dengan Dewa Sesat, tapi aku tidak perduli, mau dia itu Dewa Sesat atau bukan, sebaiknya kita bersama-sama menghadapinya sekaligus membalaskan kematian Elang Sayap Merah!" kata Tangan Naga Hitam.
"Hem.. tapi kemana Iblis Tanpa Wajah? Sejak tadi aku tidak melihatnya, bukankah dia sudah pernah bertemu dengan Dewa Sesat sebelumnya? Sekarang saat kita membutuhkannya dia justru tidak kembali kesini!" kata Dewi Penghisap Arwah.
__ADS_1
"Mungkin dia sudah kabur duluan karena dia sangat ahli dalam melarikan diri!" jawab Siluman Kabut.
Mereka tentu tidak akan bisa merasakan keberadaan Iblis Tanpa Wajah karena pada dasarnya Iblis Tanpa Wajah memang sangat hebat dalam menyembunyikan energi Hitam nya, hanya saja saat ini Iblis Tanpa Wajah tidak akan pernah muncul lagi.