Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Mendapatkan Batu Matahari


__ADS_3

Saat pertarungan sengit masih berlangsung di Galaxy Merah, di Galaxy Hitam justru berhasil diatasi oleh pasukan yang dipimpin oleh Kaisar Langit.


Istana Hitam juga berhasil dikuasai, walau sebelumnya mereka harus menghadapi dia sosok para Penjaga Kembar, namun penjaga kembar tersebut tidak sempat melakukan penyatuan sebab Kaisar Langit sudah mengetahui kekuatan tersebut.


Dia tidak mau membiarkan para Penjaga Kembar bersatu, sebab nantinya akan banyak jatuh korban dari pihak pasukannya.


Dengan ilmu pedangnya yang bisa berubah menjadi banyak serta pedangnya yang memiliki kekuatan dari Api Emas, tidak sulit bagi Kaisar Langit untuk mengalahkan para Penjaga Kembar tersebut.


"Yang Mulia, apakah setelah ini kita akan menyusul mereka ke Galaxy Merah?" tanya Dewa Angin.


"Tentu saja, namun beberapa dewa harus tetap berada disini untuk memastikan jika para pasukan Kegelapan benar-benar telah tiada!" jawab Kaisar Langit.


"Dewa Matahari, segera ciptakan beberapa matahari agar Galaxy ini kembali memiliki cahaya, tapi ingat cukup beberapa lokasi yang memiliki bintang yang bisa dihuni oleh para makhluk hidup!" kata Kaisar Langit.


"Titah Yang Mulia akan hamba laksanakan!" jawab Dewa Matahari.


Galaxy Hitam memang tidak memiliki cahaya, karena itu galaxy tersebut seperti galaxy mati, hanya saja sebelum benar-benar dijadikan tempat istana Kaisar Kegelapan, Galaxy tersebut adalah Galaxy yang sangat terang serta memiliki sumber energi kehidupan yang sangat besar.


Hanya saja Kaisar Kegelapan mulai menyebarkan ajarannya di Galaxy tersebut sehingga pengaruh dari ajaran baru mulai menyebar dan pada akhirnya An Huang Yi berhasil menyerap seluruh energi kehidupan di galaxy tersebut hingga menjadi Galaxy Hitam.


"Sisanya aku serahkan kepada kalian, dan sebagian pasukan serta Dewa yang terpilih, kita akan segera pergi ke Galaxy Merah!" seru Kaisar Langit.


Para Dewa dan prajurit yang memiliki tugas untuk tetap menjaga Galaxy Hitam berlutut dan setelah itu Kaisar Langit dan para rombongan prajurit dan beberapa Dewa kuat lainnya segera berubah menjadi cahaya dan pergi ke arah Galaxy Merah.


***


Chinmi saat ini berada di sebuah Dunia aneh, Dunia tersebut memiliki tiga matahari yang saling susul, satu hampir terbenam, satu berada di atas kepala, dan satu lagi baru terbit, bisa di bidang tidak ada malam di dunia tersebut.


Saat dalam perjalanan menuju dua Galaxy kembar, Chinmi sudah memasang tanda di beberapa galaxy agar nantinya dia bisa kembali dengan cepat, sebab perjalanan menuju ke Galaxy kembar benar-benar sangat jauh, bahkan dengan Ilmu pengendalian waktu sekalipun, ternyata tetap tidak bisa sampai dalam waktu sekali pindah.


Oleh karena itu dia menggunakan metode segel di setiap galaxy sehingga saat nanti dia akan kembali dari Galaxy kembar, setidak tidak akan memakan waktu satu hari untuk tiba di Galaxy Cincin Bintang, bahkan bisa lebih cepat lagi, dan sisanya hanya tinggal pergi ke Galaxy Merah.


Chinmi sudah beberapa hari berada di Dunia aneh tersebut, dengan kekuatan Kegelapan yang ia miliki, dia bisa berbaur bersama dengan para pasukan Kegelapan tanpa dicurigai sedikitpun oleh mereka.


"Hai kawan, sepertinya sejak tadi kamu terlihat seperti sedang kebingungan, apa kamu kehilangan sesuatu?" salah satu prajurit Kegelapan menghampiri Chinmi.


"Ah, owh iya, ini aku sedang kehilangan suatu barang tadi, tapi aku lupa jatuhnya dimana!" jawab Chinmi.


"Barang apa yang hilang?" tanya prajurit tersebut.

__ADS_1


"Eee anu itu…!" Chinmi kebingungan serta berusaha memberikan jawaban, setelah beberapa saat dia menatap jarinya dan alasan pun mulai terlintas, " Cincin, ya Cincinku hilang!" jawab Chinmi.


"Waduh, itu barang sangat kecil sekali, dimana kita akan menemukan benda tersebut, begini saja, aku akan membantumu!" kata Prajurit tersebut.


"Terima kasih kawan!" kata Chinmi.


"Aih tenang saja, sekarang coba kamu ingat-ingat sebelum ini kamu berjalan kemana saja?" tanya Prajurit tersebut.


"Eee.. Aku tadi dari arah sana dan berjalan kesini, tapi sebelumnya aku sempat jalan ke sana!" jawab Tian Feng seraya menunjuk ke arah satu bangunan.


"Owh jadi sekarang tugas memeriksa Batu Mulia adalah bagianmu, kalau begitu kita akan mencari ke Kuil Suci Batu Mulia, ayo kita kesana!" kata Prajurit tersebut kemudian dia dan Chinmi segera berjalan ke arah bangunan yang disebut Kuil Suci Batu Mulia.


"Batu Mulia? Apakah batu ini adalah Batu Matahari yang di jaga itu?" batin Chinmi.


Demi menghindari kecurigaan prajurit tersebut, Chinmi berpura-pura mengetahui akan Kuil tersebut.


Keduanya segera masuk ke dalam kuil, dan ternyata di dalam kuil tersebut banyak sekali batu besar hitam yang berdiri di beberapa sudut, namun ada satu batu besar yang diatasnya ada sebuah batu kecil bulat berwarna merah terang.


Chinmi memperhatikan batu tersebut dengan seksama, dia tidak tahu apakah itu adalah Batu Matahari yang di maksud atau bukan, namun hanya ada satu butuh kecil seukuran kepalan tangan itu saja yang ada di kuil tersebut, sedangkan di atas batu hitam lainnya kosong.


"Kenapa kamu malah memperhatikan Batu Mulia kawan, ayo kita cari cincin itu!" kata Prajurit tersebut.


Dengan tanpa rasa curiga sedikitpun, prajurit tersebut mulai membantu mencari cincin yang dimaksud oleh Chinmi, padahal Chinmi sama sekali tidak memiliki Cincin.


"Kawan, aku heran, kenapa kita terus menjaga Batu Mulia ini, apa istimewanya?" kata Chinmi yang iseng-iseng bertanya.


"Apakah kamu tidak tahu, batu mulia adalah satu-satunya batu milik Yang Mulia Kegelapan, para Panglima Penjaga Kembar dituntut untuk terus menjaga Batu ini dengan sangat baik!" jawab Prajurit tersebut.


"Emm jadi benar ini adalah Batu Matahari yang aku cari, ternyata tidak sulit untuk menemukannya!" gumam Chinmi.


"Tapi kawan, kenapa kamu bisa tidak mengetahui akan hal ini?" tanya Prajurit tersebut.


"Kalau itu karena aku masih baru, jadi aku masih kurang mengetahuinya!" jawab Chinmi.


"Owh jadi kamu anggota baru, tapi tenang saja, selama ada aku disini, aku akan selalu membantu tugasmu!" kata Prajurit tersebut.


"Hahaha terima kasih!" kata Chinmi.


"Ayo kita cari lagi cincinmu!" kata Prajurit tersebut.

__ADS_1


Chinmi mengangguk kemudian dia berpura-pura mencari cincinnya yang hilang, namun matanya sesekali melirik ke arah Batu Merah tersebut.


Saat sedang masih mencari, tiba-tiba saja tanah bergetar cukup besar, hal itu membuat prajurit tersebut langsung melompat karena kaget.


"Getaran apa tadi itu, apakah ada gempa?" tanyanya.


Chinmi mengerutkan dahinya karena dia merasakan jika itu bukan sebuah gempa, melainkan ada sebuah gelombang kejut yang melewati Dunia tersebut.


"Ini adalah gelongbang energi, tapi siapa yang memiliki energi sebesar ini?" batin Chinmi.


Chinmi berusaha menggunakan mata dewanya namun dia sama sekali tidak bisa menemukan atau melihat pemilik energi tersebut, dari yang ia rasakan, seperti itu adalah gelombang kejut dari sebuah pertarungan hebat.


"Apakah ini pertarungan mereka berdua di Galaxy Merah? Jika ia berarti ini adalah sebuah pertarungan yang sangat dahsyat!"


"Hai kawan, kenapa kamu malah melamun? Bagaimana ini, sepertinya barusan ada gempa, apakah kita akan terus melanjutkan mencari cincin mu?" tanya prajurit tersebut.


"Sebaiknya kita cari nanti saja, lebih baik kita keluar dulu!" kata Chinmi.


"Baik!" jawab prajurit tersebut kemudian dia berjalan keluar.


Chinmi langsung menggunakan sihir ruang waktu dan berpindah ke atas batu untuk mengambil batu merah yang sebenarnya adalah Batu Matahari, setelah mendapatkan Batu Matahari, Chinmi dengan cepat berpindah tempat lagi ke belakang prajurit tersebut sekaligus menyimpan Batu Matahari ke dalam sebuah batu mustika yang menjadi bandul kalungnya.


Setelah keduanya berada di luar, Chinmi menghela nafas lega, dia tidak menduga jika untuk mendapatkan Batu Matahari tersebut tidak sesulit seperti yang ia bayangkan.


Sebenarnya penjagaan Batu Matahari itu sangat ketat, namun karena Zhi Yin telah memerintahkan para pasukan Kegelapan serta para Penjaga Kembar untuk pergi ke Galaxy Hitam serta mengikuti nya berperang ke Galaxy Merah, karena itu jumlah pasukan yang tersisa sangat sedikit, namun masih ada satu Penjaga Kembar yang menjaganya, hanya saja saat ini dia sedang tidak di tempat.


Hal ini yang membuat Chinmi dapat dengan mudahnya menyusup serta berbaur dengan para prajurit Kegelapan, hasilnya dia dapat menemukan serta mendapatkan Batu Matahari dengan sangat mudah.


"Kawan aku harus pergi dulu sebentar!" kata Chinmi.


"Silahkan kawan, serahkan saja penjagaan ini padaku!" kata Prajurit tersebut.


Chinmi mengangguk, namun perasaannya merasa kasihan kepada prajurit tersebut, jika sampai ketahuan jika Batu Matahari itu menghilang, pastinya Prajurit yang lugu dan polos tersebut akan di hukum, dan parahnya mungkin akan di hukum mati.


Hanya saja keselamatan alam semesta juga jauh lebih penting, karena itu Chinmi harus dengan tega menjadikan prajurit polos tersebut sebagai korbannya.


"Kalian berdua bertahanlah, aku akan segera datang!" gumam Chinmi.


Setelah Chinmi pergi cukup jauh, dia segera berubah menjadi cahaya dan menghilang dari Dunia tersebut dengan menggunakan sihir ruang waktu sekaligus menggunakan segel tanda yang dipasang di beberapa Galaxy untuk mempercepat kecepatan Sihir Ruang Waktu nya.

__ADS_1


__ADS_2