
***
Pertempuran yang semakin lama semakin sengit terus terjadi hingga hari mulai gelap, namun hari yang mulai gelap tidak menjadi halangan bagi kedua kubu untuk tetap saling serang. Nyatanya walau kedua kubu tersebut jumlahnya berbeda, namun pertempuran tersebut terlihat sama-sama kuat.
Wei Fang tidak menyangka jika pertempuran kali ini akan bertemu dengan musuh bebuyutannya yang seharusnya sudah lama tiada, orang tersebut berasal dari Kerajaan Xiandong.
"Aku kira kamu sudah lama mati, Daidai?" kata Wei Fang seraya bertanya.
"Seharusnya memang iya, tapi tidak jadi karena Dewa Kematian masih belum ingin menjemputku, namun aku lebih terkejut melihat penampilanmu yang masih awet muda" jawab Daidai.
Daidai adalah salah satu Panglima tertinggi dan terkuat yang pernah di miliki oleh Xiandong, dia dijuluki sebagai Raja Golok Naga Daidai.
Wei Fang sudah lama mendengar isu akan kematian Daidai, dulu dia pernah bertarung melawannya dan tidak ada yang menang, keduanya sama-sama terluka, dan dari situlah kabar akan kematian Daidai yang kabarnya mati akibat luka yang di deritanya.
Namun siapa sangka ternyata Daidai masih hidup, dan kemampuan kali ini sama dengan milik Wei Fang, karena itu Wei Fang mulai curiga jika selama ini kabar itu tidak benar, ada kemungkinan besar jika Daidai berlatih dan bergabung dengan Organisasi Bintang Hitam.
"Untuk apa kamu harus terkejut akan penampilan ku, bagiamanapun juga kita ini berasal dari generasi yang sama!" ucap Wei Fang.
"Hahaha.. memang benar sekali! Sekarang mari kita lihat siapa salah satu dari kita yang akan bertahan hidup."
Daidai menghentakkan gagang goloknya yang besar dan seketika itu juga tanah mulai retak kemudian retakan tersebut menjalar seperti air yang mengalir.
"Apakah kamu pikir dengan gertakan seperti itu akan bisa membuatku takut? Ayo maju dan serang aku!" ucap Wei Fang.
Daidai tersenyum lebar kemudian dia menarik goloknya lalu dengan sekali lompat dia melepaskan serangan tebasan yang sangat besar.
"Golok Taring Naga."
Tebasan yang di aliran energi itu dengan cepat terayun kearah kepala Wei Fang, sedangkan Wei Fang dengan cepat mengayunkan goloknya dan mata goloknya segera membentur golok milik Daidai.
Suara benturan keras yang disertai dengan ledakan besar serta gelombang kejut yang menyebar ke segala arah mulai terlihat. Keduanya kembali melepaskan serangan mereka dan bertarung cukup sengit di tengah-tengah pertempuran para pasukan kedua belah pihak.
Baik dari pertempuran para pasukan gabungan musuh dengan para pendekar dan pertarungan antar yang terkuat sama-sama seimbang, hanya saja pertarungan antara Yinfei dan Lio Long melawan Mata Ular mulai terlihat berbeda.
__ADS_1
Walau sudah menggabungkan serangan, namun baik itu Lio Long maupun Yinfei tidak mampu memberikan satu serangan ke tubuh Mata Ular, walau sama-sama belum mendapatkan luka, namun energi Mata Ular' nyatanya jauh lebih besar sehingga Yinfei dan Lio Long mulai terdesak.
"Dia benar-benar sangat tangguh!" gumam Lio Long.
Yinfei tidak berkomentar apapun, dia tetap fokus dan berusaha mencari celah agar bisa mengalahkan Mata Ular, namun pertahanan Mata Ular jauh lebih kuat, disamping itu teknik Mata Ular unik membuat Lio Long dan Yinfei benar-benar dibuat tidak berdaya oleh Mata Ular.
Di tempat lain, Cao Yuan dan Xi Liyi masih terlihat imbang melawan Tanduk Iblis, itu karena pada dasarnya Cao Yuan memiliki kemampuan yang setara dengan Tanduk Iblis ditambah dengan kombinasi serangan Cao Yuan dan Xi Liyi membuat keduanya mampu memberikan satu serangan ke tubuh Tanduk Iblis, namun tidak membuat luka serius.
Hanzi sendiri yang berhadapan dengan Xiniu kini berada di atas angin, Xiniu mengalami beberapa luka akibat serangan Hanzi, dia sudah mengubah wujudnya ke tubuh separuh badak dengan kulit tebalnya nyatanya masih terluka oleh serangan Hanzi.
Tentu saja Xiniu tidak terima akan semua itu, dia kembali memberikan serangan yang lebih kuat, namun lagi-lagi Hanzi dengan tenangnya mampu menghadapinya.
Carolus yang berhadapan dengan Wang Dunrui serta Lang Yu kini berhasil memberikan luka kepada keduanya, Carolus dengan energi hitam yang kuat secara terus menerus melancarkan serangan beruntun tanpa henti kepada Wang Dunrui dan Lang Yu membuat keduanya dipaksa kedalam posisi bertahan.
Saat semuanya masih fokus dengan lawan masing-masing, sebuah aura kuat mendadak terpancar dari dalam rumah Tian Feng.
Baik itu Tanduk Iblis, Mata Ular dan semua yang memiliki kekuatan Raja serta Dewa sama-sama menghentikan pertarungan mereka dan semuanya menatap kearah Rumah Tian Feng.
"Ternyata masih ada orang lain lagi yang berkemampuan Dewa, tidak tapi dua! Tidak tiga" gumam Tanduk Iblis yang merasa ada tiga sosok lagi di dalam rumah yang memiliki kekuatan Dewa.
***
Tian Feng membuka matanya dan dia melihat Ho Chen sedang menyalurkan energi kepada Alice dan juga Louis, Tian Feng juga melihat Chie Xie dan Naomi serta Yao Shan yang masih berusaha menahan energi pelindung di pintu.
"Gege..!" Chie Xie langsung menghela nafas lega karena Tian Feng sudah bangun dari meditasinya sedangkan Naomi hanya menatap Tian Feng tanpa berbicara apapun, namun hati nya merasa lebih lega.
Tian Feng mengangguk kemudian dia tersenyum kepada Naomi, bukan tanpa alasan, Tian Feng saat ini sudah bisa mendengar kata isi hati seseorang lewat pikirannya.
"Ada apa ini Guru? Kenapa dengan Alice dan Kakek Louis?" tanya Tian Feng sekaligus menghampiri Ho Chen.
Ho Chen yang masih menyalurkan energi kepada Alice dan Louis melirik Tian Feng, dia dapat merasakan jika Tian Feng kini naik ke tahap Dewa Langit.
Ho Chen mulai menjelaskan akan garis besarnya kepada Tian Feng, sedangkan Tian Feng segera memeriksa Alice serta bayi yang ada di dalam kandungannya.
__ADS_1
"Organisasi Bintang Hitam terkutuk, mereka sudah hampir mencelakai anak ku, hari ini aku pastikan tidak akan ada yang akan kembali pulang hidup-hidup dari tempat ini!" ucap Tian Feng dengan wajah memerah.
Walau tidak terjadi hal buruk terhadap kandungan Alice, namun tetap saja Tian Feng merasa sangat kesal, andai tidak ada Ho Chen yang berusaha menyalurkan energinya kepada Alice, bisa-bisa Alice dan bayinya akan mati.
Tian Feng langsung melepaskan Aura Iblis yang berwarna merah, aura tersebut menembus sebuah penghalang yang tak terlihat sehingga suara retakan terdengar oleh semua orang yang ada di dalam rumah.
Ho Chen menghela nafas panjang saat merasakan jika penghalang yang dia buat secara diam-diam berhasil di hancurkan oleh Aura merah milik Tian Feng, seharusnya dengan kemampuan Puncak Dewa Langit masih belum cukup untuk menembus pelindung buatannya, nyatanya Tian Feng berhasil menembusnya hanya dengan Aura nya saja.
"Naomi, jika Guru sudah selesai, cepat bawa pergi Alice dari tempat ini!" ucap Tian Feng kemudian dia menghilang dari pandangan semua orang.
Naomi hanya diam menatap ke tempat Tian Feng menghilang, dia menatap Alice yang sudah terlihat sedikit baikan dari sebelumnya.
Tian Feng muncul kembali di udara, dia menatap seluruh lautan pertempuran di bawah kemudian dia menghirup udara yang serasa panas.
"Kalian yang menciptakan Angin pembunuh untuk merebut kembali Energi Hitam pembatalan dari Alice? Sekarang aku akan mengubahnya!" gumam Tian Feng kemudian dia menjulurkan lengan kanannya kedepan seraya berkata, "Naga Emas kecil, disini banyak makanan lezat untuk mu, sekarang keluarlah!" kata Tian Feng.
Tato Naga di lengan Tian Feng bergerak dengan memutari lengan Tian Feng kemudian muncul dalam wujud Naga kecil, Naga tersebut menoleh kearah lautan pertempuran kemudian dia menatap kearah Tanduk Iblis yang sedang berhadapan dengan Cao Yuan dan Xi Liyi.
"Uwa-uwa..!"
Naga kecil berbalik dan berbicara kepada Tian Feng, sedangkan Tian Feng langsung mengangguk. Setelah dapat mendengar suara hati dan pikiran siapa saja, kini Tian Feng bisa mengerti akan arti perkataan Naga kecil.
"Iya, nanti kamu bisa memakan Spiritual nya!" jawab Tian Feng.
"Uwa-uwa..!"
Naga kecil terlihat sangat senang saat Tian Feng akan membagikan Spiritual Tanduk Iblis nantinya jika Tanduk Iblis sudah di kalahkan.
Naga kecil membuka mulutnya dan kemudian sebuah pusaran kuat tercipta dan mengisap seluruh angin panas kedalam mulutnya hingga hawa panas di sekitar menghilang, setelah beberapa saat, Naga kecil kembali menghembus angin dari mulutnya, dan kalo ini suhu panasnya berbeda dari sebelumnya.
Naga kecil melepaskan panas dari Api Teratai Buddha Emas yang di keluarkan dengan hembusan angin. Tidak butuh waktu lama bagi Naga kecil untuk mengubah hawa panas dari Energi Hitam menjadi panas Api Emas, dan setelah angin yang mengandung hawa panas Api Emas menyebar, suara jeritan dari banyak pasukan Organisasi Bintang Hitam mulai terdengar kesegala penjuru.
"Rasakanlah kematian kalian!" gumam Tian Feng kemudian dia menatap kearah Carolus yang sedang bertarung melawan Wang Dunrui dan Lang Yu. "Kamu adalah target pertama ku!" kata Tian Feng kemudian dia melesat dengan kecepatan tinggi kearah Carolus.
__ADS_1
***
Maaf karena kemarin keponakan saya lagi sunatan.