
Memang bagi kebanyakan para pendekar kabur atau melarikan diri dari pertarungan adalah hal yang paling memalukan, walau Tian Feng pernah menjadi salah satu Pendekar aliran sesat, namun jiwa Kesatrianya sejak dulu sangat tinggi dan harga diri akan dipertahankan walau harus mati.
"Perisai Pasir."
Qeyzya menciptakan sebuah perisai yang terbuat dari butiran pasir sehingga terlihat seperti tirai pasir transparan namun sangat kuat.
Mereka semua berada didalam Perisai tersebut terutama Tian Feng yang terkejut melihat hal itu.
"Dengan ini kamu tidak akan bisa pergi kemana-mana, dan tidak ada jalan untuk keluar dari perisai ku ini!" kata Qeyzya.
"Ayolah Tian! Kamu harus kabur sebelum terlambat, jika kamu sampai mati disini, maka keselamatan dunia mu serta seluruh alam semesta akan hilang, termasuk keluargamu!" kata Xian.
"Bukankah salah satu dari kalian masih bisa melakukan penukaran tubuh denganku? Kita gunakan saja itu!" kata Tian Feng yang tetap tidak setuju.
"Tidak bisa Tian! Kamu sudah pernah melakukannya sekali denganku dan saat itu akulah yang menanggung resikonya, dan jika diulangi lagi, maka keadaannya akan berbalik, bisa-bisa kamu yang celaka!" kata Xanzi.
Di hadapan Tian Feng, Qeyzya sudah membuat Sihir Pasir yang digabung dengan Sihir Angin serta ada kilatan petir kecil yang mengelilinginya, dan terciptalah sebuah bola Pasir yang berputar-putar sangat kencang dan kilatan seperti listrik juga ikut terlihat.
"Dengan ini maka kamu akan lenyap selamanya, dan nama Pendekar Dewa Sesat akan berakhir di sini!" kata Qeyzya.
"Owh lihat! Qeyzya ingin menggunakan Pasir Angin Halilintar untuk membunuh Pemuda itu!" kata Patrick.
Pasir Angin Halilintar adalah nama dari Tiga Elemen, yaitu Pasir, Angin dan Petir. Selama ini tidak ada yang pernah bisa lolos dari serangan tersebut, dan hanya Armando sang Peledak yang pernah menghancurkan Pasir Angin Halilintar itu.
"Dia juga memiliki sihir Petir? Tian jangan keras kepala lagi, jelas dia bukan tandingan mu!" kata Xian.
Tian Feng juga sama terkejutnya saat melihat Bola Pasir yang tercipta dari Tiga Elemen itu, walau masih keberatan atas usulan dari Xian, namun pada akhirnya dia menurut juga karena dia juga masih ada orang-orang yang ingin dilindungi.
"Baik aku akan menuruti saran mu!" kata Tian Feng.
Tian Feng segera menggunakan Ilmu Sihir Ruang Waktunya, dan disaat yang bersamaan, Qeyzya juga melepaskan bola Pasir kearah Tian Feng.
Bola Pasir yang sebesar buah kelapa itu tiba-tiba saja membesar menjadi sebesar rumah dan melesat menuju kearah Tian Feng.
Angin dari putaran Bola Pasir tersebut sangat kencang membuat Hedelles, Patrick Sunoriki dan Damon kesulitan untuk melihatnya.
Bola Pasir tersebut segera menelan tubuh Tian Feng dan kemudian berputar semakin kencang dan kilatan Petir juga semakin membesar serta tanah juga ikut berlubang.
Setelah cukup lama pusaran Bola Pasir itu akhirnya berhenti dan hanya menyisakan sisa angin yang masih berhembus kencang serta debu dan pasir yang beterbangan.
"Apakah dia berhasil?" tanya Sunoriki.
"Tidak tahu, kita lihat saja dulu!" jawab Damon.
Semuanya menunggu hingga debu dan pasir itu menghilang, dan setelah semuanya tidak ada, mereka hanya melihat tanah yang berubah menjadi kawah akibat pusaran Pasir Angin itu, sedangkan Tian Feng sama sekali tidak terlihat.
"Apakah dia berhasil kabur?" tanya Patrick.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin, dia tidak akan pernah bisa keluar dari kurungan Perisai Pasir ku ini!" jawab Qeyzya.
Mereka berusaha mencari dibeberapa tempat, namun tidak menemukan keberadaan Tian Feng sehingga beranggapan jika Tian Feng pasti sudah lenyap dan tubuhnya ikut hancur menjadi pasir.
"Heh, ternyata kemampuan Pendekar Dewa Sesat yang sangat dikhawatirkan itu tidak sehebat seperti yang dikabarkan!" kata Qeyzya.
"Kerja bagus Qeyzya, kamu sudah berhasil membunuhnya, Pimpinan besar pasti akan sangat senang dan pasti akan menjadikan dirimu sebagai Pahlawan Bintang Hitam!" kata Hedelles.
"Tidak tunggu dulu! Pemuda itu pasti belum mati, jikapun iya pasti ada satu petunjuk yang akan kita temukan!" Sunoriki berkomentar dan masih belum merasa yakin.
"Sudahlah Sunoriki, bukankah kamu sudah melihatnya sendiri jika dia terkena serangan itu? Apa menurutmu dia akan selamat?"
Sunoriki terdiam, sebagai seorang Shinobi dia tidak akan langsung percaya begitu saja.
Qeyzya menghilangkan Perisai Pasirnya setelah dia yakin jika Tian Feng pasti sudah mati.
"Mari kita kembali dan melaporkan hal ini kepada Pimpinan!" ajak Hedelles.
Merasa tidak menemukan keberadaan Tian Feng, akhirnya mereka beranggapan jika Tian Feng sudah mati.
***
Tian Feng ternyata berhasil menggunakan Sihir Ruang dan Waktunya dan kini dia muncul ditempat asing.
"Fuuuih! Hampir saja kita terlambat!" kata Xian.
Tian Feng sendiri segera duduk bersandar di sebuah batu besar guna mengembalikan kondisinya.
Tian Feng melihat kiri dan kanan namun dia tidak melihat satu orangpun yang lewat, "Dimana lagi ini?" tanya Tian Feng.
"Kamu tanya sama siapa?" Xanzi balik bertanya.
"Aku bertanya kepada diriku sendiri! Lagi pula bertanya kepada kalianpun juga percuma!"
Tian Feng bangkit dan terbang lebih tinggi untuk melihat apakah ada rumah desa atau apapun disekitar itu.
"Em.. Sepertinya ada kota disana!"
Tian Feng segera terbang menuju ke kota besar itu, dia tidak tahu dimana sebenarnya dirinya berada, karena itu dia ingin bertanya kepada orang-orang yang ada di kota itu.
Tian Feng segera mendarat di salah satu Kuil Besar yang berada tidak jauh dari pusat kota, setelah merasa aman dan tidak ada yang melihat dirinya, Tian Feng turun dan berdiri depan kuil.
Setelah beberapa saat, terlihat dua orang sedang berjalan menuju kearahnya, atau lebih tepatnya berjalan kearah Kuil.
Melihat dari tubuh serta wajah ke-dua orang itu, wajahnya terlihat seperti dari Kerajaan Jiu.
"Maaf Tuan berdua! Saya ingin bertanya, ini daerah mana ya?" tanya Tian Feng dengan nada sopan.
__ADS_1
Ke-dua orang itu saling berpandangan dan mengamati Tian Feng dengan tatapan curiga karena Tian Feng mengenakan Topeng.
"Eee... Begini, saya ini sedang tersesat saat berjalan-jalan dengan rombongan saya! Kami semua ada tujuh orang dan kami adalah pemain sirkus, karena itu kami mengenakan topeng!" kata Tian Feng mencari alasan agar ke-dua orang itu tidak mencurigainya.
"Sirkus?" Xian dan Xanzi bertanya secara bersamaan.
"Diamlah?" kata Tian Feng lewat pikirannya.
"Owh jadi kamu adalah rombongan sirkus yang akan tampil di acara pernikahan anak wali kota Luwuen? Wah kalau begitu kamu tidak kesasar! Ini adalah Kota Luwuen!" jawab salah satu dari mereka.
"Luwuen? Nama itu seperti pernah aku dengar?" batin Tian Feng.
"Kalau boleh tahu disini masuk daerah Kerajaan atau negara apa?" tanya Tian Feng.
"Anak muda, kamu ini aneh sekali, Luwuen hanya ada satu saja, Yaitu Kerajaan Jiu! Ya sudah jika kamu ingin kami antar ke rumah wali kota, maka tunggulah disini karena kami masih mau masuk ke kuil untuk berdoa! Jika kamu mau masuk kedalam dan ikut berdoa juga tidak apa-apa dari pada sendirian diluar!" kata satu orang lagi kemudian mereka masuk kedalam kuil.
Tian Feng sedikit tidak percaya jika dirinya ternyata sudah berada di Wilayah Kerajaan Jiu, dia tidak tahu kenapa dia bisa muncul hingga sejauh itu, namun sebenarnya dia merasa lega karena sudah sampai ditempat tujuan nya.
Tian Feng hanya melihat mereka berdua masuk kedalam kuil dan kemudian dia membaca tulisan di atas pintu kuil tersebut.
"Kuil Dewa Langit! Jangan-jangan kuil ini yang pernah ada di legenda sejarah itu?"
Tian Feng yang merasa penasaran segera ikut masuk kedalam dan kemudian dia melihat banyak sekali benda-benda mulai dari pusaka, baju, kursi, kitab dan juga patung seorang pria tampan yang terbuat dari emas.
Tian Feng mendekati patung tersebut dan kemudian melihat tulisan yang ada di bawah kakinya.
"Patung ini di dirikan oleh Raja Tang Li untuk mengabadikan munculnya seorang Dewa yang diutus oleh langit untuk membantunya, Dewa itu adalah Ho Chen utusan Dewa Langit!"
Tian Feng melihat wajah patung yang menurut tulisan dibawah bernama Ho Chen, Tian Feng juga melihat kearah dua orang yang menyalakan dupa dan kemudian mereka meletakkannya di dekat kaki patung tersebut.
"Jadi benar ini adalah kuil yang dulu pernah ada sebuah legenda sejarah munculnya seorang Dewa!" kata Tian Feng sambil melihat wajah patung itu.
"Aku tahu siapa dia! Dia adalah salah satu dari Lima Manusia yang ditakdirkan memiliki tubuh keabadian serta memiliki kekuatan Dewa, bahkan kami pernah bertarung bersama-sama mengalahkan Mahluk Hewan Buas!" kata Xian.
"Benarkah? Jadi dia ini memang Dewa?" tanya Tian Feng.
"Benar! Jika tidak salah ingat dia menjadi Dewa Pelindung Alam Semesta, namun sekarang aku tidak tahu!"
"Owh.. jadi Dewa ini benar-benar pernah datang ke sini! Pasti saat itu semua orang sangat memujanya!" gumam Tian Feng.
"Anak muda! kami sudah mau pulang, mari ikutlah dengan kami, nanti kami akan mengantarmu ke rumah Wali kota!" kata salah satu dari mereka.
"Tuan duluan saja, nanti saya akan kesana dan akan bertanya kepada orang akan rumah Wali kota itu, sekarang saya masih ingin berdoa disini!" kata Tian Feng, namun sebenarnya dia ingin membaca beberapa catatan yang ada di rak buku.
"Baiklah kalau begitu kami duluan!"
Tian Feng mengangguk namun dia merasa jika ke-dua orang itu seperti mencurigai dirinya.
__ADS_1
***
Selamat Tahun baru semuanya.