
"Tapak Raja Iblis Neraka."
Tian Feng melepaskan satu serangan kuat kearah kembaran jiwanya, dengan kecepatan yang begitu tinggi, seharusnya serangan itu akan dengan mudah mengenai tubuh kembaran jiwanya.
Suara pukulan yang teredam segera mengejutkan Tian Feng saat serangan mengenai udara kosong, kembaran jiwa Tian Feng hanya menepis serangan tapak Tian Feng sehingga tapaknya sedikit bergeser, secara mengejutkan Kembaran jiwanya memberikan satu serangan balasan.
"Jari Penakluk Jiwa."
Kembaran Tian Feng mengangkat satu telunjuknya keatas secara pelan-pelan dan kemudian seluruh ruang bergetar hebat sedangkan Tian Feng yang sudah menarik mundur serangannya langsung jatuh berlutut diruang hampa.
"Ke..kekuatan macam apa ini?" Tian Feng benar-benar sulit untuk bergerak, bahkan untuk mengangkat wajahnya pun juga tidak mampu. Tian Feng benar-benar tidak menduga jika kekuatan kembaran jiwanya sangat terlampau jauh dari jangkauannya.
Tekanan satu jari dari serangan Kembaran jiwanya benar-benar melebihi pikirannya. Kembaran jiwanya hanya terdengar tertawa kecil setelah itu dia menghilang dan muncul di hadapan Tian Feng dengan mengarahkan satu telunjuknya ke dahi Tian Feng.
Tentu saja Tian Feng tidak bisa menghindarinya, namun serangan jari itu berhenti tepat sebelum menyentuh dahi Tian Feng.
"Serangan pertama aku yang memenangkannya! Apakah kamu yakin masih memiliki kemampuan untuk bertanding denganku?" kata Kembaran jiwanya.
Tekanan yang kuat akhirnya menghilang saat Kembaran jiwanya menarik kembali jarinya sehingga Tian Feng bisa bergerak lagi. Tian Feng hanya tersenyum kecut sebelum menjawab pertanyaan kembaran jiwanya, "Kamu menyembunyikan kemampuanmu yang sesungguhnya dariku, lagi pula sejak awal aku sudah sadar jika aku mungkin tidak memiliki peluang untuk bisa menang melawanmu, namun aku akan tetap berusaha, tidak peduli seberapa kuat dirimu, bahkan walau kamu memiliki kemampuan di tahap Dewa Agung keatas sekalipun, aku tidak akan pernah mundur!" jawab Tian Feng.
Kembaran jiwa Tian Feng tersenyum mendengar perkataan Tian Feng, dia melipat kedua tangannya di belakang punggungnya sembari berbicara kepada Tian Feng.
"Tenyata sifat Iblis hatimu masih melekat walau kita sudah memisahkan diri selama 29 tahun ini, keangkuhan serta kecerobohan mu yang dulu juga masih ada pada dirimu!" kata kembaran jiwanya kemudian dia berbalik dan membelakangi Tian Feng.
Tian Feng hanya bisa tersenyum pahit, dia sadar jika selama ini dia sering bertindak ceroboh dan tidak pernah mendengarkan nasehat orang lain kecuali Ho Chen dan Yao Shan, hanya saja saat ini Tian Feng benar-benar tidak berdaya melawan kembaran jiwanya yang memiliki kemampuan absolut.
Kembaran jiwa Tian Feng menghela nafas panjang kemudian dia menatap ke arah butiran cahaya di ujung ruang kegelapan sekaligus berbicara, "Kemampuanmu saat ini sangat lemah, bahkan lebih lemah dari seekor siput, jika aku mau, aku sudah mengambil alih tubuhmu, bahkan jika aku mau, aku bisa saja melenyapkan apapun dengan satu jariku, walau kamu sudah tahu tidak akan bisa menang dariku, kamu tetap bersih keras ingin tetap melawanku! Kenapa? Apakah demi keselamatan Alam Semesta, atau demi sesuatu yang lain?"
Tian Feng terdiam mendengar pertanyaan kembaran jiwanya, setelah berpikir cukup lama dia akhirnya bangkit dan menjawab pertanyaan kembaran jiwanya, "Aku akui jika awalnya aku ingin mengajakmu bergabung denganku demi menaklukan Api Teratai Buddha Emas, namun ini juga berhubungan dengan meningkatkan kemampuanku agar kelak aku bisa menjadi lebih kuat dan bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi dari orang-orang jahat, serta menyelamatkan seluruh alam semesta!" kata Tian Feng yang menjawab dengan jujur.
"Apakah kamu pikir kamu akan bisa menghapus kejahatan? Walau kamu membunuh satu penjahat sekalipun, maka pasti akan ada lagi kejahatan yang lainnya, jadi apa tanggapan mu akan semua itu? Apakah kamu masih yakin bisa menghentikan kejahatan?"
__ADS_1
Tian Feng terdiam sejenak, dia akui memang tidak mudah untuk menghentikan kejahatan atau membersihkan dunia dari orang-orang jahat, salah satu contohnya adalah Organisasi Bintang Hitam, dengan susah payah Tian Feng berusaha menghabisi para Pengawal Organisasi tersebut hingga mempertaruhkan nyawanya, namun nyatanya mereka tetap bisa bangkit dan memiliki kekuatan yang lebih besar.
"Aku sadar aku tidak bisa menghentikan kejahatan sepenuhnya, namun setidaknya aku masih bisa melindungi orang-orang yang lemah dari kejahatan dan penindasan!" kata Tian Feng sambil menggelengkan kepala dan tersenyum pahit.
"Sungguh menarik! Sebagai orang yang dulu dipenuhi dengan sifat kejahatan, kini berbalik memerangi kejahatan, ini adalah salah satu perubahan yang jarang sekali dimiliki oleh kebanyakan orang!" kata kembaran jiwa tersebut.
Kembaran jiwa Tian Feng menjentikkan jarinya kemudian sosok lain muncul dari ruang hampa, sosok tersebut juga berpakaian hitam dan mengenakan penutup kepala yang sama seperti satunya, bedanya sosok yang muncul itu sedang diikat oleh rantai hitam dan sudah benar-benar tidak bisa bergerak ataupun bersuara.
"Ini adalah sisi gelap mu terdahulu, aku sengaja menangkapnya agar dia tidak lagi meracuni hati serta pikiranmu!" kata Kembaran jiwa Tian Feng.
Tian Feng jelas tidak mengerti, disaat masih bingung, tubuh kembarannya itu tiba-tiba saja bercahaya terang sehingga cahayanya sangat menyilaukan mata Tian Feng, setelah beberapa saat sosok tersebut yang awalnya berpakaian hitam berubah mengenakan baju zirah berwarna emas, dan ada kain putih sepanjang satu meter yang menggantung di belakang zirahnya.
Sekilas terlihat seperti seorang Kesatria yang sangat gagah dengan memegang sebuah senjata yang tidak asing bagi Tian Feng. Tentu saja senjata itu tidak asing karena senjata tersebut adalah sebuah tombak emas yang memiliki permata biru di bawah mata tombaknya.
"Tombak itu..? Bukankah itu Tombak Nirwana ku?" Tian Feng melebarkan matanya melihat kembaran jiwanya yang berubah wujud seperti seorang Kesatria Bertombak.
Wajah tampan kembaran jiwa Tian Feng mengeluarkan aura agung yang sangat kuat, seolah-olah Tian Feng merasa seperti sebutir debu dihadapan kembaran jiwanya. terlebih lagi mahkota Kesatria yang sangat mewah semakin membuat kembaran jiwa Tian Feng sangat berwibawa.
Kembaran jiwa Tian Feng tersenyum hangat kemudian dia mengulurkan tangannya kearah Tian Feng dan tubuh Tian Feng terangkat dengan sendirinya dan mendekat kearah kembaran jiwanya.
"Rahasia?" Tian Feng menaikkan sebelah alisnya.
"Iya, rahasia! Rahasia itu adalah sebuah kata-kata unik, bisa dibilang sebagai teka-teki yang menjadi kunci kekuatan terbesar dari seluruh alam semesta, jika kamu masih penasaran juga akan siapa aku ini sebenarnya, aku ini adalah kekuatan sejati di dalam hatimu dari masa depan yang kelak kekuatan ini akan kamu miliki, bukankah si tua Yao Shan itu sudah bilang jika ada kekuatan tertinggi setelah Da Yien (Rana Agung)? Jawabannya adalah iya, kekuatanku memang melebihi kekuatan Da Yien (Rana Agung). Namun semua itu tergantung kepada dirimu sendiri, apakah kamu akan mampu memecahkan teka-teki itu yang menjadi kunci atau tidak, semua berada di tanganmu!" kata kembaran jiwanya.
Tubuh Tian Feng bergetar hebat setelah mengetahui jika kekuatan Da Yien (Rana Agung) itu ada, jika kembaran jiwanya yang aslinya yang katanya berasal dari masa depan adalah kekuatan sejati Tian Feng yang memiliki kemampuan melebihi Da Yien, bukankah ucapannya itu terdengar berlebihan, namun jika benar begitu, akan seperti apa kekuatan penuh seorang yang melebihi Da Yien (Rana Agung).
"Seperti apa teka-teki itu?" tanya Tian Feng.
"Nanti kamu akan menemukannya, namun teka-teki itu hanya ada di Kahyangan, jadi kamu harus pergi ke alam para dewa untuk bisa menemukannya!" jawab kembaran jiwanya.
Tian Feng yang masih penasaran hanya bisa mengangguk, jika dia bisa mengendalikan Api Teratai Buddha Emas, dia pasti akan naik ke tahap Dewa Bumi, dan pastinya Tian Feng akan mampu pergi menuju ke alam para dewa.
__ADS_1
Kembaran jiwa masa depan Tian Feng menjentikkan jarinya dan kemudian sosok yang terikat rantai itu kembali menghilang lalu kembali tersenyum kepada Tian Feng, "Baiklah aku akan memberikanmu seperdua dari kekuatanku, seharusnya ini sudah cukup bagimu untuk menaklukkan Api itu!" kata kembaran jiwa Tian Feng kemudian cahaya yang sangat terang keluar dari tubuh kembaran jiwa tersebut hingga ruang yang sebelumnya gelap langsung terang seperti ada sebuah matahari yang menyinari ruangan tersebut.
Cahaya tersebut berkumpul di atas kepala Tian Feng, besarnya sudah tidak terkira hingga Tian Feng seperti debu halus di bawah bola cahaya tersebut.
Kembaran jiwa Tian Feng mengangkat satu telapak tangan kanannya kemudian dia seperti meremas telapak tangannya di ruang kosong, bola cahaya raksasa itu bergetar dan kemudian mengecil, semakin lama semakin kecil hingga akhirnya besarnya hampir sama dengan sebuah Pil.
"Aku akan memasukkan ini ke dalam dirimu, setelah itu kamu bisa keluar untuk menaklukkan Api itu!" kata kembaran jiwanya kemudian dia mengarahkan telunjuknya ke bola cahaya yang sudah kecil itu dan memasukkannya kedalam dada Tian Feng.
Tian Feng merasakan kesejukan yang tidak pernah ia rasa sebelumnya, dia menutup matanya dan merasakan lonjakan energi yang tak terhingga yang mengalir di dalam tubuhnya.
Setelah rasa sejuk itu hilang, dia membuka mata dan ingin berbicara kepada kembaran jiwa masa depannya, namun saat membuka matanya, ternyata dia sudah kembali berada di Dunia dimensi dalam yang saat ini masih di penuhi oleh amukan badai Api Emas.
Tian Feng akhirnya mengerti jika sebenarnya Kembaran jiwa itu adalah sisi lain dirinya yang datang dari masa depan yang mungkin sengaja datang untuk menyelamatkan dirinya dari kegelapan, walau terdengar aneh namun itulah kenyataannya, seseorang yang mampu berjalan melewati waktu dari masa depan ke masa lalu kemungkinan hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan di luar pemahaman siapapun, namun setelah mengetahui hal ini, Tian Feng justru semakin bersemangat.
Tian Feng segera memejamkan matanya kembali untuk menaklukkan Api Teratai Buddha Emas yang masih memberikan perlawanan di dalam tubuhnya, dengan kekuatan yang baru ia peroleh, Tian Feng segera menekan Api Teratai Buddha Emas di dalam tubuhnya.
Yang tidak Tian Feng sadari selama dirinya berada di dalam Dunia Alam Jiwa, sebenarnya waktu di Dunia dimensi dalam sudah dua bulan berlalu.
Api Teratai Buddha Emas dan Api biasa milik Tian Feng mulai menyatu, di dalam tekanan kekuatan Tian Feng, akhirnya Api Teratai Buddha Emas berhasil dijinakkan.
Aura keemasan segera terpancar dari tubuh Tian Feng, dan Aura emas yang awalnya membentuk badai perlahan-lahan berkumpul di langit kemudian berubah bentuk menjadi Naga Api Emas yang sangat besar.
Naga tersebut mengaum keras dan meliuk-liukan tubuhnya yang besar, setelah beberapa saat Naga api emas terbang ke langit kemudian turun dengan kecepatan tinggi kearah Tian Feng.
Naga Emas yang memiliki ukuran yang sangat besar itu bergabung dengan tubuh Tian Feng dan di saat tubuh Naga tersebut sepenuhnya masuk, lonjakan energi yang sangat dahsyat mengguncang Dunia dimensi dalam serta Dunia dimensi obat.
Di lengan bagian atas tangan kanan Tian Feng muncul sebuah gambar tato Naga Emas yang berkilau, itu adalah bentuk inti dari Api Teratai Buddha Emas yang sudah sepenuhnya menyatu dengan tubuh Tian Feng serta orang yang berhak menggunakan seluruh kekuatan Api Teratai Buddha Emas.
Tian Feng perlahan-lahan membuka matanya dan kemudian kabut keemasan terpancar dari matanya. Tian Feng menghembuskan hawa panas dari mulutnya kemudian dia menggenggam erat tangan kanannya.
"Inikah kekuatan Dewa Bumi?" batin Tian Feng saat merasakan energi yang sangat luas di dalam tubuhnya setelah dirinya naik ketahap Dewa Bumi.
__ADS_1
Tian Feng mengulurkan tangannya kedepan kemudian ruang disekitar menjadi terisolir dan tidak lama setelah itu retakan Spasial muncul di hadapannya.
"Huf..!" Tian Feng mengembuskan nafas panas kembali kemudian dia melesat dengan kecepatan cahaya melewati Spasial dan keluar dari Dunia dimensi dalam tanpa harus membuka segel pintu Dunia dimensi.