Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
menyembunyikan identitas


__ADS_3

"Tunggu dulu Kesatria! Kenapa kamu semudah itu mengampuniku? Lagi pula aku tidak akan bisa hidup bebas jika aku keluar dari Suku Mori."


Katashi menjelaskan jika Tankuro pasti akan mencarinya, apalagi jika sampai diketahui jika dirinya gagal membunuh Tian Feng dan justru hidup bersama dengan Katsuyuki.


"Begini saja, kalian berdua ganti pakaian kalian dan ikutlah denganku ke rumah, disana aku akan memberitahu sesuatu kepada kalian berdua!" kata Tian Feng.


"Apa itu?" Katsuyuki bertanya penasaran.


"Aku akan menjelaskannya di rumah, sebaiknya kalian cepat pergi atau ikut denganku karena sebentar lagi akan ada banyak orang yang datang kesini, dan mungkin mereka adalah para Prajurit istana."


Katashi dan Katsuyuki saling berpandangan sebelum akhirnya mereka menurut perkataan Tian Feng.


Merasa tidak memiliki pilihan lain, mereka berdua akhirnya ikut pergi bersama Tian Feng sekeligus mengganti pakaian mereka.


Tidak lama setelah kepergian mereka bertiga, para prajurit istana pun datang, Panglima Ying Lo yang membawa para prajurit tersebut.


"Panglima, tidak ada satu orang pun yang selamat, semuanya sudah mati!" salah satu Prajurit memberi laporan setelah selesai memeriksa semua mayat serta memeriksa ke sekelilingnya.


"Mereka semua adalah para Shinobi, siapa yang sudah membantai mereka semua dalam waktu singkat?" gumam Ying Lo kemudian dia kembali memberikan perintah.


"Telusuri semua tempat ini, siapa tahu bisa menemukan petunjuk lain!" seru Ying Lo.


Semua prajurit segera menyebar untuk mencari petunjuk atas siapa yang sudah membunuh mereka.


Walau sudah berkeliling mencari petunjuk, namun mereka tidak menemukan petunjuk apapun selain jasad para Shinobi yang mati secara mengenaskan.


***


Lie Yie segera merangkul Tian Feng saat melihat Tian Feng datang, namun kali ini dia tidak datang sendiri, melainkan ada dua orang dari Toakai yang ikut bersamanya.


"Tian, aku pikir kamu akan pergi lagi meninggalkan ibu," kata Lie Yie.


"Tian, apa kamu baik-baik saja?" Yuan Xia bertanya sekaligus melihat dua orang di belakang Tian Feng.


Zang Yang menatap ke-duanya dan dia dapat merasakan tingkat kekuatan ke-dua nya.


"Tian gege menyebalkan! Kenapa kamu meninggalkan ku sendirian di dalam kamar?" Chie Xie malah protes kepada Tian Feng.


"Maafkan gege Xie'er!" Tian Feng memegang ke-dua telinganya sendiri sebagai permintaan maafnya kepada Chie Xie.


"Tian! Siapa mereka berdua?" Yuan Xia bertanya sekaligus memperhatikan ke-dua orang yang ikut datang bersama Tian Feng.


"Owh, mereka adalah orang yang tadi membantuku melawan para Shinobi, ini adalah Tuan Katashi, dan yang ini adalah calon istrinya Nona Katsuyuki!" jawab Tian Feng.


Katashi dan Katsuyuki membungkukkan badannya memberi hormat kepada mereka berdua, sedangkan Tian Feng sengaja menyembunyikan identitas mereka berdua kepada Yuan Xia dan semuanya agar mereka nanti tidak khawatir.


Jika mereka sampai mengetahui identitas Katashi yang sebenarnya, pastinya Zang Yang akan langsung menyerangnya, jika pun tidak maka suasana pasti akan lebih canggung.


"Owh terima kasih Tuan dan Nona karena sudah membantu putraku, namaku Yuan Xia ayah Tian, dan ini adalah Istri ku serta anak perempuan ku!" Yuan Xia mengenalkan semua anggotanya kepada ke-duanya.

__ADS_1


Katashi hanya bisa mengangguk dengan tersenyum canggung, dia sendiri tidak menduga jika Tian Feng akan menyembunyikan identitasnya, terlebih lagi Tian Feng sangat berbeda jika sedang berkumpul dengan keluarganya.


Saat masih bertarung dengan Tian Feng, Katashi merasa Tian Feng seperti seorang monster yang haus darah.


Tetapi sekarang sifat Tian Feng sungguh jauh bertolak belakang dengan yang ia lihat sebelumnya, seolah-olah Tian Feng memiliki kepribadian ganda.


Disisi lain Zang Yang Justru memiliki pemikiran lain, dia merasa ada hal yang di sembunyikan oleh Tian Feng.


Bagi Pendekar sekuat Tian Feng, sepertinya tidak mungkin Tian Feng membutuhkan bantuan Katashi dan juga Katsuyuki.


Ke-duanya sama-sama berada di tingkat Atas sehingga tidak mungkin bantuan ke-duanya akan berarti untuk Tian Feng.


"Ehem..! Tian apakah ke-dua temanmu itu akan dibiarkan berdiri saja?" tanya Zang Yang.


"Owh iya maaf, mari silahkan duduk Tuan Katashi, Nona Katsuyuki!" kata Tian Feng.


Ke-duanya yang masih merasa canggung segera duduk, namun mereka berdua menyadari jika tatapan Zang Yang berbeda dengan yang lainnya.


"Kalian berdua sebenarnya berasal dari Klan mana?" Zang Yang mulai melontarkan pernyataan pertamanya.


Ke-duanya saling berpandangan kemudian menatap kearah Tian Feng, "Kami bukan berasal dari Klan manapun, kami berdua berasal dari suku pedalaman yang kebetulan sedang berkelana!" jawab Katsuyuki.


"Benarkah?" Zang Yang masih berusaha menyelidiki.


"Guru! Jika masih ada pertanyaan lain, sebaiknya di lanjutkan besok saja, biarkan mereka berdua beristirahat dulu malam ini, di tambah lagi ini sudah hampir pagi!" kata Tian Feng yang memotong pertanyaan Tian Feng.


"Kalau begitu biar aku antar mereka ke kamar tamu! Mari ikut dengan ku!" ajak Yuan Xia.


"Anak ini terlihat baik saat berada disini, tapi saat sedang bertarung, wajahnya tidak ada ukiran kebaikan sedikit pun!" batin Katashi kemudian dia segera mengikuti Yuan Xia.


"Ibu! Xie'er! Aku mau membersihkan diri sekaligus mau istirahat!" Tian Feng berpamitan kemudian dia pergi kearah kamarnya.


Saat Lie Yie dan Chie Xie tidak memperhatikannya, dia segera berbalik arah dan pergi menuju ke kamar tamu tempat Katashi dan Katsuyuki akan beristirahat.


Tian Feng bersembunyi di balik dinding menunggu Yuan Xia pergi dari kamar Katashi, setelah Yuan Xia pergi, Tian Feng segera mengetuk pintu kamar mereka, dan yang membukanya adalah Katsuyuki.


Tian Feng segera masuk sebelum ada yang melihatnya, setelah berada di dalam kamar, Katashi dan Katsuyuki mulai mempertanyakan sikap Tian Feng yang menyembunyikan identitas Katashi.


"Kalian jangan salah paham dulu, aku sengaja menyembunyikan identitas dia karena tidak mau jika keluarga ku jadi ketakutan," jawab Tian Feng.


"Kesatria, bukankah tadi bilang akan menjelaskan setelah berada disini, sekarang bisakah kita mulai mengetahui nya?" tanya Katsuyuki.


"Baik dengarkan baik-baik!"


Tian Feng mulai menjelaskan jika Katashi tidak perlu takut akan ancaman Suku Mori, selama dia tetap menyamar maka setidaknya dia akan baik-baik saja.


Tian Feng menambahkan jika dia ingin aman, untuk sementara ini Katashi dan Katsuyuki bisa pergi ke Hutan Iblis, karena disana satu-satunya tempat yang paling aman.


"Tankuro adalah orang yang tidak akan mudah menyerah, selain dia akan tetap mencari pembunuh Ginjiro, dia juga akan tetap mencariku," kata Katashi dengan wajah lesu.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang ada cara yang ke-dua, yaitu pergi ikut dengan Katsuyuki ke sukunya, bagaiamana?"


"Tidak, Pimpinan ku juga tidak setuju jika aku berhubungan dengan salah satu anggota Mori!" tolak Katsuyuki.


"Hubungan kalian ini lebih rumit dari pada hubungan sepasang burung yang bisa terbang bebas dengan pasangan tanpa perlu menghawatirkan apapun!" gumam Tian Feng yang juga merasa ikut pusing memikirkan hubungan mereka berdua yang terhalang oleh sebuah aturan.


"Begitulah!" Katashi membenarkan.


"Andai semua Suku Mori dan Suku Kusa aku binasakan, apakah kalian akan bisa hidup lebih tenang?"


Pertanyaan Tian Feng membuat Katashi dan Katsuyuki terkejut mendengarnya, mereka saling berpandangan satu sama lain kemudian sama-sama melontarkan pernyataan yang sama.


"Kamu tidak benar-benar ingin melenyapkan ke-dua suku itu bukan?" tanya ke-dua nya.


Menurut mereka sehebat dan sekuat apapun Tian Feng tidak akan mungkin bisa melenyapkan salah satu Suku dari ke-duanya.


Masing-masing ke-dua pemimpin suku memiliki ilmu yang sangat tinggi, belum lagi ada banyak Shinobi yang memiliki ilmu yang hampir sama tingginya dengan Ke-dua pemimpin itu, jadi mustahil rasanya jika Tian Feng melenyapkan ke-duanya.


"Aku hanya berandai-andai saja, lagi pula dalam waktu dekat aku akan pergi ke Kerajaan Jiu, jadi aku pasti akan melewati Negara Toakai. Saat aku nanti berada di sana, kemungkinan besar aku akan bertemu dengan salah satu dari suku itu, terutama Suku Mori yang sudah berani menyuruh orang untuk mencelakai keluargaku!" kata Tian Feng.


"Jadi kamu mau kesana? Apakah kami bisa ikut bersamamu?" tanya Katsuyuki.


"Kalian masih ingin kembali kesana? Aku sarankan sebaiknya jangan dulu! Lebih baik kalian ikuti saran ku, pergilah ke Hutan Iblis, disana ada sebuah bangunan yang bisa kalian tinggali hingga nanti situasinya sudah aman!" kata Tian Feng kemudian dia bangkit.


"Kalian berdua beristirahatlah, aku mau kembali ke kamarku!" kata Tian Feng kemudian dia berjalan kearah pintu.


"Kesatria! Terima kasih atas kemurahan hatimu!" Katsuyuki membungkuk kemudian di susul oleh Katashi.


Tian Feng hanya mengangguk kemudian dia keluar meninggalkan mereka berduaan di kamar tersebut.


"Untung saja anak muda itu masih memiliki hati yang baik sehingga aku masih bisa hidup dan tetap bisa melihatmu!" kata Katashi.


"Sebenarnya kamu yang keras kepala, andai sejak awal kamu mau mendengarkan ku, tentu sekarang kita tidak akan berada di tempat yang jauh seperti ini!" Katsuyuki sedikit memasang wajah kesal.


"Maaf, tapi jika kita tetap berada di Toakai, kita akan tetap terikat oleh aturan Suku kita, jadi menurut ku jauh dari tempat asal kita mungkin adalah pilihan yang terbaik!" jawab Katashi kemudian dia mendekati Katsuyuki.


"Jarang sekali kita memiliki kesempatan berdua seperti ini, jujur aku sangat ingin bertemu dengan mu dalam situasi seperti ini!" kata Katashi sekaligus mendekati wajah Katsuyuki.


Katsuyuki mundur beberapa senti saat melihat gerak-gerik wajah Katashi yang sepertinya ingin menciumnya.


"Jangan pernah menyamakan diriku dengan Kinoichi lain yang bisa kamu cium sesuka hatimu, jadi sebelum kita menikah maka pedang ini akan jadi penghalang!" kata Katsuyuki kemudian dia melangkah ke tempat tidur.


"Aku akan tidur disini dan kamu cari tempat tidur yang lain!" kata Katsuyuki kemudian dia memberikan Katashi selimut untuk di jadikan alas tidur.


Katashi hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia akhirnya memilih rebahan di lantai dengan beralaskan selimut pemberian dari Katsuyuki.


Secara diam-diam Katsuyuki mengintip kearah Katashi yang rebahan di lantai, dia tersenyum sedikit kemudian dia menutup mata dan beristirahat walau hanya sejenak.


***

__ADS_1


Maaf malam ini hanya bisa update 2 bab karena tadi siang di rumah ada tamu. 🙏


__ADS_2