Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertandingan (4)


__ADS_3

***


"Yie'er jawab pertanyaan ku dengan jujur! Apakah benar pemuda bertopeng yang ikut dalam pertandingan itu adalah Anak angkatmu?"


"Iya, dia adalah Tian anak ku, dia sudah kembali ke keluarga kami!" jawab Lie Yie.


"Kau ini masih saja terbawa perasaan, mau sampai kapan kamu akan menganggapnya sebagai anak mu Yie'er?" Yuan Jiu sudah sangat geram melihat Lie Yie yang sangat keterlaluan terhadap Tian Feng.


"Memang kenapa Kek? Apakah Tian gege membuat masalah sehingga kakek sangat marah pada Tian gege?" Chie Xie bertanya.


"Xie'er, ini urusan orang tua, sebaiknya kamu masuk kedalam ya?" kata Lie Yie kepada putrinya.


"Tapi Bu, kakek sedang..!"


"Xie'er, dengarkan kata ibumu, cepat masuk kedalam!" kata Yuan Jiu.


Chie Xie mengembungkan pipinya sambil menghentakkan kaki ke lantai kemudian dia pergi kedalam dalam keadaan kesal.


"Ayah! Mau sampai kapan ayah masih tidak mau mengakui Tian sebagai cucu Ayah? Dia baik dan juga berbakti, ingat jika tidak ada Tian waktu itu, mungkin Chie Xie tidak akan berada di sini bersama kita lagi!" kata Lie Yie.


"Aku akui anak itu sudah menyelamatkan cucuku, akan tetapi bukan berarti aku sudah menganggap nya sebagai cucuku!" kata Yuan Jiu.


"Terserah Ayah saja mau mengakuinya atau tidak, tapi ketahuilah jika anak yang tidak ayah akui sebagai cucu itu saat ini sedang berjuang demi menjaga kehormatan dan nama keluarga Yuan! Jika ayah masih memiliki hati, maka ayah pasti tahu sikap apa yang harus ayah berikan nanti untuk anak yang sudah berusaha menjaga dan menyelematkan nama besar keluarga Yuan!" kata Lie Yie kemudian dia berbalik badan.


"Tunggu Yie'er! Baik aku akan mengatakan sesuatu padamu mengenai keputusan ku nanti untuk anak itu!" kata Yuan Jiu sehingga Lie Yie yang berniat meninggalkan Yuan Jiu menghentikan langkahnya.


"Apa maksud ayah?" tanya Lie Yie.


"Dengarkan baik-baik akan apa yang aku ucapkan ini, anggap saja ini sebagai janji!" kata Yuan Jiu kemudian dia memejamkan mata sekaligus menarik nafas dalam-dalam.


"Jika Anak itu nanti benar-benar bisa memenangkan pertandingan dan bisa mengangkat kembali nama martabat Keluarga Yuan, aku janji akan mengakuinya sebagai cucu! Namun jika dia gagal, jangan berharap aku akan mengakuinya!" kata Yuan Jiu.


Lie Yie tersenyum lebar saat mendengar janji ayah mertuanya, "Saya pengang janji ayah!" kata Lie Yie.


Yuan Jiu mengerut dahi saat melihat kepercayaan diri Lie Yie, seolah-olah dia yakin jika nanti Tian Feng akan memenangkan pertandingan tersebut.


"Baik, tapi ingat baik-baik jika semua itu akan terjadi apabila anak itu bisa memenangkan pertandingan itu!" kata Yuan Jiu mengingat Lie Yie lagi.


"Ayah tenang saja, aku sangat percaya akan kemampuan anakku, ayah sebaiknya bersiap-siap saja untuk merangkai kata-kata yang tepat nanti untuk Tian!" kata Lie Yie kemudian dia meninggal Yuan Jiu sambil tersenyum bahagia.


Lie Yie sudah tidak sabar untuk segera tiba di mana nanti Yuan Jiu akan mengatakan jika dirinya akan mengakui Tian Feng sebagai cucunya.


"Dia percaya diri sekali jika anak itu pasti akan memenangkan pertandingan!" gumam Yuan Jiu yang melihat sikap Lie Yie yang penuh percaya diri dan juga sangat yakin jika Tian Feng pasti menang.


Yuan Jiu akhirnya pergi menuju ke tempat pertandingan, dia ingin melihat sendiri apakah Tian Feng akan menang atau tidak.


***


"Ada apa Tian? Kenapa kamu seperti mengenali jurus pendekar wanita itu?" tanya Zang Yang saat dia sudah menghampiri Tian Feng yang memeriksa jasad Sin Phao.

__ADS_1


"Jurus yang ia gunakan untuk membunuh Pendekar ini adalah jurus Tapak Iblis, ini adalah salah satu jurus dari Hutan Iblis!" jawab Tian Feng.


"Em.. Kamu tahu dari mana jika jurus ini berasal dari Hutan Iblis?" tanya Zang Yang.


"Apa Guru lupa jika aku ini adalah murid dari salah satu Pendekar dari Hutan Iblis?"


"Tentu saja aku tidak lupa, tapi tetap saja jurus Iblis itu sangat banyak, pasti ada Perguruan lain yang juga memiliki jurus itu," kata Zang Yang.


"Tidak ada guru, saat itu Guru Topeng Iblis pernah bercerita padaku jika dia memiliki empat saudara seperguruan, dia juga menjelaskan masing-masing jurus yang di kuasai oleh ke-empat saudaranya, dan salah satu nya adalah jurus Tapak Iblis milik kakak Ke-dua guru Topeng Iblis," kata Tian Feng.


"Jika tidak salah kakak ke-dua topeng iblis itu di juluki Iblis Pencabut Nyawa, dia sering memegang sabit besar sebagai senjata utamanya bukan?" tanya Zang Yang.


"Benar sekali guru! Kakak Ke-dua ku..! Eee.. maksudnya kakak Ke-dua guruku memang memiliki senjata sabit yang namai Sabit Pencabut Nyawa, dan jurus Tapak Iblis adalah jurus pertama yang ia kuasai!" kata Tian Feng.


"Ternyata kamu tahu banyak tentang mereka!" gumam Zang Yang.


Dua pendekar dari perwakilan dari keluarga Tao hanya bisa saling berpandangan, tidak satupun dari mereka berdua yang berani naik ke atas arena.


"Apa kalian sudah tidak ada yang mau naik dan bertarung melawan ku?" tanya pendekar wanita tersebut namun tidak satupun dari mereka berdua yang menjawab.


"Panglima Ying, mereka tidak ada yang mau bertarung, apakah sekarang keluarga Wong sudah bisa di anggap menang?" tanya Pendekar wanita tersebut.


Ying Lo menatap kearah Zhi Yu Zhuan yang terlihat puas saat melihat ada pendekar yang mati di pertandingan tersebut, Zhi Yu Zhuan mengangguk kepada Ying Lo sehingga Ying Lo hanya bisa menurut saja.


"Pertandingan ke-tiga di menangkan oleh perwakilan keluarga Wong!" kata Ying Lo.


"Tuan Han! Sepertinya saya tidak mungkin bisa melawan salah satu dari mereka!"


Mo Zhian datang menghampiri majikannya yang duduk di kursi calon pejabat dengan Yuan Xia dan yang lainnya.


"Saudara Han, aku sarankan kamu tidak memaksakan diri untuk tetap melawan para pendekar yang aku bawa itu, lebih baik mengalah dari pada harus kehilangan jagoan mu bukan, ini juga berlaku kepadamu saudara Yuan, jadi kalian pikirkan baik-baik! Hahahaha...!"


"Sombong sekali saudara Wong itu!"


"Sabarlah saudara Han, yang dikatakan oleh saudara Wong ada benarnya, lebih baik kita pikirkan dulu langkah kedepannya!"


Yuan Xia menatap kearah Tian Feng yang berjalan kearah nya, dia tidak tahu kenapa Tian Feng menghampiri dirinya sehingga dia berpikir jika Tian Feng mungkin juga akan menyatakan untuk menyerah.


"Lihatlah, bahkan anakmu saja datang kesini, dia pasti akan bilang jika dia juga pasti akan menyerah!"


Wong Yihao tertawa semakin kencang merasa jika dirinya pasti akan menjadi satu-satunya calon yang tersisa.


"Ayah, aku akan bertarung menghadapi mereka bertiga!"


Wong Yihao terdesak nafasnya sendiri saat Tian Feng mengatakan akan bertarung melawan ketiga pendekar yang ia bawa, sedangkan Tian Feng masih melanjutkan perkataannya kepada Yuan Xia.


"Jika nanti aku menang dan tiba-tiba saja ada kerusuhan, aku minta pada ayah untuk tidak terlalu jauh dariku!" kata Tian Feng.


Yuan Xia tidak mengerti akan perkataan Tian Feng, dan dia juga merasa berat hati jika Tian Feng tetap ingin melawan Pendekar wanita yang sudah membunuh satu perwakilan dari keluarga Tao hanya dengan satu jurus saja.

__ADS_1


"Tian! Ayah minta padamu jangan memaksakan diri nak, biarlah ayah kalah yang penting kamu tidak terluka!" kata Yuan Xia.


"Dengarkan nasehat ayahmu itu anak muda, sebaiknya kamu menyerah saja dari pada kamu harus menghadapi ke-tiga pendekar ku yang sangat kejam itu, bisa-bisa nanti kamu mati secara mengenaskan!" Wong Yihao berkata sambil tertawa.


"Tuan Wong, jika kamu memang benar-benar ingin melihat kekejaman yang sesungguhnya, maka siap-siap saja nanti, jangan sampai makanan yang sudah ada di dalam perutmu tidak keluar lagi!" kata Tian Feng kemudian dia memberikan hormat kepada Yuan Xia.


"Ayah, doakan aku!" kata Tian Feng kemudian dia melangkah kearah Ying Lo.


"Apa anak mu itu sudah kehilangan akal?" Wong Yihao bertanya kepada Yuan Xia, sedangkan Yuan Xia sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Wong Yihao.


"Panglima Ying, lebih baik segera lanjutkan saja pertandingan ini, lagi pula Pendekar perwakilan dari keluarga Han sudah menyerah, jadi hanya tersisa aku dan perwakilan dari keluarga Wong saja," kata Tian Feng yang berada di atas Arena dan berdiri di samping Ying Lo.


"Apa kamu yakin?" Ying Lo ingin memastikan keputusan Tian Feng terlebih dahulu.


"Sangat yakin Panglima!" jawab Tian Feng.


Ying yang menghela nafas panjang kemudian dia mulai mengumumkan lagi akan kelanjutan pertandingan tersebut.


"Seharusnya masih ada dua pertandingan lagi, namun karena perwakilan dari keluarga Han mengatakan menyerah sebelum bertanding, kini hanya tersisa satu pertandingan terakhir, yaitu Perwakilan Tuan Yuan akan melawan perwakilan Tuan Wong!" kata Ying Lo.


Ke-tiga Pendekar yang masih berdiri di dekat arena tertawa terbahak-bahak, "Hai anak muda, apa kamu sudah tidak sayang sama nyawamu lagi ha?" tanya salah satu Pendekatan wanita kepada Tian Feng.


"Maaf senior jika senior bertanya seperti itu, maka aku akan menjawab jika aku sangat menyayangi nyawaku, akan tetapi aku tidak yakin apakah kalian juga sayang dengan nyawa kalian atau tidak!" kata Tian Feng sambil menggelengkan kepalanya.


Ke-tiga pendekar wanita itu merasa kesal mendengar perkataan Tian Feng, "Biar aku saja yang maju, aku akan menghabisinya dalam satu jurus saja!" kata salah satu dari mereka bertiga kemudian salah satu mulai naik ke arena dan berhadap-hadapan dengan Tian Feng.


"Baiklah karena ke dua peserta sudah sama-sama siap, kita mulai saja pertandingan ke ke-empat ini, pertandingan ini adalah puncak sekaligus akan menjadikan pemenang sebagai pejabat!" kata Ying Lo kemudian dia keluar dari arena dan suara Gong pun mulai di bunyikan.


"Ayo anak muda, keluarkan seluruh kemampuan mu!" kata Pendekar Wanita tersebut sambil meletakkan kedua tangannya di belakang.


"Baik, tapi silahkan senior maju duluan, dan gunakan jurus Tapak Iblis yang tadi sudah kamu gunakan!" kata Tian Feng kemudian dia mulai memasang kuda-kuda nya.


"Apakah kamu pikir jurus harimau mu itu bisa mengalahkan ku? Jangan mimpi," kata Pendekar tersebut.


"Akan aku kabulkan permintaan mu!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan Aura Pembunuh nya.


"Jurus Tapak Iblis."


Pendekar wanita itu mulai menyerang Tian Feng lebih dulu, dia menyerang Tian Feng dengan kain hitam yang di kombinasikan dengan jurus Tapak Iblis nya.


"Tapak Raja Iblis Neraka."


"Jurus Dewa Mabuk menuangkan arak."


Serangan kain hitam dan juga Tapak Iblis berhasil Tian Feng hindari dengan gerakan yang lentur.


"Bukankah itu jurus Dewa Mabuk? Kenapa anak muda itu bisa menguasai jurus milik Pendekar Dewa Mabuk?" batin Li Xiang Fai.


Tidak hanya Li Xiang Fai saja, bahkan Bai Ming juga sama terkejutnya termasuk Mo Zhian dan semua pendekar yang ada disana.

__ADS_1


__ADS_2