
Dewa Hitam yang mengetahui seberapa kuatnya Suo Zan juga tidak sembarangan menerima serangan kapak besar itu, dia menggunakan kecepatan tertingginya untuk menjaga jarak dari Suo Zan.
Setiap serangan Kapak yang dilepaskan akan mengeluarkan suara keras yang disertai dengan energi besar yang mampu membelah gunung, jika Dewa Hitam sampai gagal menghindari serangan kuat tersebut, sudah bisa di pastikan jika dirinya pasti akan langsung mati.
Melihat Dewa Hitam yang dipaksa dalam posisi bertahan oleh Suo Zan, para Pengawal yang lain segera bergerak untuk membantu Dewa Hitam.
"Percuma saja mereka semua ikut maju, karena kemampuan mahluk itu setara dengan diriku!" kata Ho Chen.
Tian Feng juga mengangguk, dia bisa merasakan kekuatan Suo Zan yang sama dengan Ho Chen, jika sampai Ho Chen dan Suo Zan bertarung, akan sangat sulit untuk menentukan akan siapa yang akan keluar menjadi pemenang.
Para Panglima Kaisar Iblis yang lain juga berniat bergerak, namun belum sempat mereka bergerak, Suo Zan lebih dulu menghentikan mereka.
"Kalian tidak perlu membantuku, aku sendiri saja sudah mampu untuk melawan mereka semua!" kata Suo Zan.
"Sungguh angkuh sekali kamu Panglima Suo Zan!" seru Dewa Hitam kemudian dia memberikan perintah kepada para Pengawal yang lain.
"Buat perisai Swastika Hitam penahan gerakan sekarang..!" seru Dewa Hitam.
Semua Pengawal Kaisar Iblis segera berpencar dan mengelilingi Suo Zan, setelah semuanya sudah siap, mereka semua segera membuat segel tangan dan setelah itu, muncul Energi Diagram di atas Suo Zan, Diagram tersebut berbentuk gambar Swastika Hitam.
Swastika tersebut berputar-putar diatas kepala Suo Zan dan kemudian melepaskan aura tekanan yang sangat kuat ke bawah, namun aura tekanan itu hanya di sekitar tubuh Suo Zan saja.
"Hem..! Ini masih terlalu lemah untuk bisa menundukkan ku," gumam Suo Zan.
Kesebelas Pengawal Kaisar Kegelapan menggunakan seluruh energi mereka untuk menekan Suo Zan, namun Suo Zan terlihat tidak terpengaruh sama sekali.
"Kapak Penghancur Gunung."
Suo Zan mengayunkan kapaknya keatas dan kemudian energi berwarna merah segera menghancurkan Diagram Swastika dengan suara ledakan besar kemudian meretakkan Swastika itu lalu hancur menjadi butiran hitam yang sangat halus.
Kesebelas Pengawal Kaisar Kegelapan terpental mundur setelah Sihir mereka di hancurkan dengan sangat mudah oleh Suo Zan, semuanya segera menstabilkan posisi mereka, namun baru saja mereka mendapatkan kembali kestabilan tubuh mereka, mendadak Suo Zan sudah berada di hadapan mereka masing-masing.
"Kapak Pembunuh."
Suo Zan segera mengayunkan kapaknya ke kepala mereka masing-masing, namun mereka segera menahan serangan tersebut dengan cara masing-masing.
"Ini Sihir Pembagi Tubuh!" gumam Dewa Hitam yang menyadari jika Suo Zan menggunakan sihir pembagi tubuh, sihir itu bisa membuat bayangan dari tubuh pengguna, dan jumlahnya bisa di atur oleh penggunanya.
Kini masing-masing dari kesebelas Pengawal Kaisar Kegelapan harus menghadapi satu bayangan ciptaan Suo Zan, dan pastinya mereka tidak akan bisa bersatu lagi karena akan sibuk dengan lawan masing-masing.
"Dia terlalu kuat! Kekuatannya sebanding dengan Dewa Pelindung Alam Semesta, jika begini kita semua bukanlah tandingannya!" kata Dewi Peramal yang baru saja terpukul mundur oleh serangan bayangan Suo Zan.
__ADS_1
Semuanya mulai terpojok dan tidak mampu menghadapi Suo Zan termasuk Dewa Hitam yang juga terkena serangan kapak Suo Zan, andai tidak menggunakan energi untuk melindungi diri, mungkin Dewa Hitam akan benar-benar terbunuh.
Hari semakin gelap sedangkan pertarungan antara Suo Zan melawan sebelas Pengawal Kaisar Kegelapan masih berlanjut, sedangkan langit sejak pertempuran awal sudah gelap karena tertutup oleh awan hitam.
Kilatan-kilatan cahaya serta suara pukulan yang saling berbenturan berdentum keras dan saling bersahutan-sahutan, sedangkan setengah dari dunia bawah terus di landa musibah karena dampak dari petarung tersebut.
"Kapak Merenggut Jiwa."
Semua bayangan Suo Zan secara bersamaan memberikan satu ayunan kapak dengan sangat kuat sehingga membuat tanah bergetar hebat akibat pancaran dari aura serangan tersebut.
Semua para Pengawal Kaisar Kegelapan yang sudah kewalahan tidak sempat untuk menghindari serangan tersebut, sedangkan Dewa Hitam yang juga tidak bisa berbuat apa-apa segera mengeluarkan mustika berwarna hitam kemudian dia menghancurkannya, sedangkan serangan kapak Suo Zan sudah hampir sampai di kepala.
Saat tubuh mereka hampir terkena serangan kapak itu, tiba-tiba saja ada kabut hitam yang muncul dan kemudian menahan semuanya tepat di mata kapak tersebut.
Suo Zan menarikan alisnya saat serangan kapaknya tertahan oleh kabut hitam tersebut kemudian dia menarik kembali kapaknya seraya mencari keberadaan pemilik kabut hitam itu.
"Kaisar Kegelapan, tunjukkan dirimu sekarang! Jika kamu tatap ingin bersembunyi, maka aku akan membunuh mereka semua!" ucap Suo Zan.
Semua yang ada disana termasuk Tian Feng dan Ho Chen serta pada Dewa lainnya menaikan alisnya saat Suo Zan berkata demikian, namun tidak ada tanda-tanda akan kemunculan sang Kaisar Kegelapan sama sekali.
"Sepertinya ini memang dia!" kata Ho Chen.
Ho Chen mengangguk, begitu juga dengan para Dewa lainnya, mereka semua yakin jika An Huang Yi muncul, maka Azura juga pasti tidak akan tinggal diam, dan pertarungan antar sesama Kaisar akan terjadi, dan ini akan sengat menguntungkan pihak Tian Feng.
"Hem... Baiklah jika itu pilihanmu, sekarang akan aku bunuh satu persatu para Pengawal mu ini!" ucap Suo Zan kemudian dia melepaskan energi besarnya sehingga membuat banyak bencana yang semakin mengguncang dunia bawah hingga ke seluruh alam semesta.
Suo Zan dengan energi terkuatnya berhasil membuat Dewa Hitam dan para rekan-rekannya menelan ludah masing-masing, dia tidak berharap mati di tangan Suo Zan.
Kapak besar Suo Zan di selimuti oleh energi hingga kapak besar itu bercahaya merah menyala seperti besi yang baru saja dibakar.
Suo Zan mengayunkan kembali kapaknya dengan cepat ke arah Dewa Hitam serta bayangannya yang juga menyerang ke arah para Pengawal yang lain, namun lagi-lagi kabut hitam muncul dan menahan serangan kapaknya sehingga membuat ledakan besar yang melenyapkan seluruh tubuh bayangan Suo Zan termasuk tubuh Suo Zan yang asli yang juga ikut terpental.
Suo Zan segera menstabilkan tubuhnya kemudian dia menatap tajam ke arah Awan hitam gelap di atasnya seraya berkata, "Sebagai Pemimpin besar alam kegelapan, seperti inilah caramu bertarung Kaisar Kegelapan?" ucap Suo Zan.
Setelah Suo Zan selesai berkata demikian, seluruh area mendadak bergetar, angin serasa terhenti bertiup, dan pergerakan apapun juga ikut terhenti sesaat sebelum akhirnya saya tawa pelan terdengar.
"Ha..ha..ha..ha..! Hanya seorang Panglima saja berani mengancam Yang Mulia ini, apakah kamu pikir kamu itu cukup pantas untuk menjadi lawan Yang Mulia ini?"
Suara yang menggema itu membuat semua para Panglima Kaisar Iblis serta para prajuritnya tidak bisa bergerak akibat tekanan dari aura suara tersebut, bahkan tekanan tersebut juga dirasakan oleh Ho Chen dan para Dewa lainnya, untung saja Tian Feng segera menetralkan semua sehingga para Dewa serta Ho Chen tidak lagi merasakan tekanan tersebut.
Sebuah celah spasial dari balik awan segera muncul dan kemudian sebuah telapak tangan keluar dari celah spasial tersebut, tangan tersebut meraih udara kosong dan seketika itu juga tubuh Suo Zan sama sekali tidak bisa digerakkan.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu sesosok pria secara perlahan muncul dari celah spasial tersebut, sosok tersebut mengenakan pakaian layaknya sang Kaisar, namun jubahnya berwarna hitam, dan mahkota yang di kenakannya juga berwarna hitam.
Sosok tersebut juga memancarkan aura kewibawaan dan juga aura agung juga terpancar dari tubuhnya, dia tidak lain adalah An Huang Yi sang Kaisar Kegelapan.
An Huang Yi dengan tatapan tajamnya menatap Suo Zan yang tidak bisa bergerak kemudian dengan kibasan tangan pelan kearah Suo Zan, sebuah energi tak terlihat segera menghempaskan tubuh Suo Zan ke bawah hingga tubuh Suo Zan jatuh dengan sangat keras dan membuat permukaan tanah menjadi cekung.
"Akhirnya dia muncul juga disini!" kata salah satu dewa.
Tian Feng terdiam dan hanya memperhatikan An Huang Yi dari bawah, dia merasakan jika kekuatan An Huang Yi juga berada di tingkat yang sama dengan dirinya.
Tatapan An Huang yang mengarah kepada para Pengawalnya yang sedang membungkuk memberikan hormat segera teralihkan saat merasakan ada kekuatan Rana Agung yang lain dari bawah, dia menatap kearah Ho Chen.
"Dewa Pelindung Alam Semesta, jadi kalian masih belum bisa membunuhnya?" An Huang Yi menanyakan perihal keberadaan Ho Chen yang terlihat baik-baik saja kepada para Pengawalnya, namun kemudian tatapannya beralih kepada Tian Feng.
"Setengah langkah Rana Agung! Siapa pemuda itu?" tanya lagi An Huang Yi.
Dewa Hitam segera menghampiri An Huang Yi kemudian dia mulia menjelaskan akan siapa ini Tian Feng, setelah mendengar semua penjelasan itu, An Huang Yi sedikit terkejut karena ternyata orang yang katanya akan membunuhnya ternyata juga ada dunia bawah.
"Hem.. Jadi dia sudah memiliki kemampuan yang setara denganku? Jika demikian aku tidak akan membiarkannya tetap hidup!" kata An Huang Yi.
Baru saja An Huang Yi selesai mengungkapkan keinginannya untuk melawan Tian Feng sekaligus akan segera melenyapkannya, sebuah kapak besar yang melesat dari bawah mengarah padanya.
An Huang Yi menepis kapak tersebut dengan jarinya sehingga kapak tersebut berbalik arah dan turun dengan kecepatan tinggi kearah Suo Zan yang berada di bawah.
Sebelum kapak tersebut benar-benar mengenai Suo Zan, sebuah pedang putih yang tiba-tiba muncul entah dari mana menepis kapak tersebut sehingga suara dentuman keras serta gelombang kejut menghancurkan batu-batu terdekat.
An Huang Yi mengerutkan kedua alisnya melihat pedang putih pucat seperti tulang itu yang berputar, kemudian sesosok pria transparan muncul dan kemudian sosok tersebut segera terlihat.
"Tuanku..!" Suo Zan segera berlutut setelah melihat sosok yang sudah menyelematkan nya, dia adalah Kaisar Iblis Azura.
"Akhirnya dua Kaisar jahat saling berhadapan!" kata Ho Chen.
"Ini akan sengat seru sekali, kita akan lihat siapa yang akan kalah jika mereka saling bertarung!" ucap Dewa Mata Tiga.
Tian Feng tidak banyak berkomentar, dia sangat yakin jika An Huang Yi dan Azura saling bertarung, maka yang akan keluar menjadi pemenangnya adalah Azura.
Tian Feng yang sudah mendapatkan informasi dari Kaisar Langit akan tingkat kekuatan Azura berada di awal Rana Agung, hanya saja dia belum tahu teknik dan ilmu An Huang Yi, bisa saja An Huang Yi yang keluar jadi pemenangnya.
Sekarang Tian Feng hanya tinggal menunggu akan siapa yang menang dan siapa yang kalah, sebab siapapun yang akan menang nantinya, dia pasti akan melemah, dan rencana Tian Feng untuk mengambil setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika di dalam tubuh Azura akan sangat mudah nantinya.
"Bertarunglah sepuas hati kalian!" batin Tian Feng dengan tersenyum penuh kelicikan.
__ADS_1