Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
balas dendam


__ADS_3

"Saudara Lang, tolong gunakan lolongan srigala untuk membuat pengalihan sementara," kata Taiyan Zin.


Lang Wang merasa ragu untuk menggunakan ilmu lolongan srigala, bukan karena dia merasa ragu atas kemampuan ilmunya, namun lawan yang harus ia hadapi saat ini bukanlah seorang pendekar Cahaya, melainkan seorang Pendekar berkemampuan Raja Bumi.


"Apakah kamu tidak mau? Jika kita tidak mencobanya, maka kita tidak tahu apakah ilmu lolongan serigala milikmu itu berguna atau tidak, jika kamu masih merasa ragu, itu artinya lolongan serigala mu itu tidak sekuat seperti yang di katakan oleh para murid-murid mu!" Taiyan Zin memanas-manasi Lang Wang agar dia mau melakukannya.


Telinga Lang Wang bergerak-gerak lalu memerah setelah mendengar perkataan Taiyan Zin, ucapan Taiyan Zin terkesan merendahkan ilmunya, karena itu dia menyarungkan kembali pedangnya kemudian dia menatap Wei Fang dengan tatapan dingin kemudian berkata, "Aku akan melakukannya!" ucap Lang Wang.


Taiyan Zin dan Cin Peng tersenyum penuh makna mendengar ucapan Lang Wang kemudian Cin Peng menepuk pundak Lang Wang, "Bagus, ayo lakukan aku juga akan membantumu!" kata Cin Peng.


Lang Wang mengangguk kemudian dia melangkah maju serta mulai mengumpulkan Chi nya, di belakang Cin Peng dan Taiyan Zin sama-sama mengangguk, mereka berdua memang berencana untuk menjadikan Lang Wang sebagai pengalihan lalu mereka berdua akan mencari celah untuk kabur tidak peduli apakah Lang Wang mati atau tidak.


"Kita bunuh dua prajurit itu lalu kita ambil pakaiannya kemudian pelan-pelan juga akan menyelinap keluar! Aku yakin Wei Fang tidak akan menyadarinya!" kata Taiyan Zin.


"Saran yang bagus, kalau begitu biar aku saja yang melakukannya, kamu tetap disini agar Lang Wang nanti tidak curiga jika kita sudah menipunya!"


Taiyan Zin mengangguk kemudian dia mengibaskan tangannya kepada Cin Peng supaya segera melakukannya, Cin Peng segera melompat ke arah pasukan yang sedang bertarung dengan pasukannya, sedangkan Taiyan Zin masih tetap berada di sana.


Disaat yang sama, Lang Wang kini sudah berdiri di hadapan Wei Fang, sedangkan Wei Fang sama sekali tidak menatap Lang Wang, dia justru lebih fokus memperhatikan pergerakan Taiyan Zin serta Cin Peng yang sudah masuk ke medan pertempuran.


"Panglima, aku yang akan menghadapi mu," kata Lang Wang.


"Aku tidak memiliki dendam padamu, walau kamu juga adalah salah satu dari tiga ketua organisasi Tiga Bunga, namun kamu hanyalah seorang anggota baru, jadi menyingkirlah!" kata Wei Fang.


Lang Wang yang sadar jika dirinya sebenarnya bukanlah tandingan Wei Fang tetap merasa kesal setelah Wei Fang mengabaikannya, setidaknya Lang Wang berharap agar Wei Fang bisa menganggap dirinya ada dan bukan memalingkan muka seolah-olah dirinya tidak ada disana.


Tanpa banyak bicara lagi, Lang Wang segera menyatukan dua tapak di depan kemudian memusatkan energi ke tenggorokannya, Wei Fang mengerutkan dahinya melihat akan apa yang Lang Wang lakukan, walau dia tidak tahu akan apa yang ingin Lang Wang lakukan, namun dia dapat merasakan pusaran energi yang berkumpul di kerongkongannya.


Lang Wang segera mengubah kedua tangannya membentuk sebuah corong kemudian menempelkan nya di mulut, setelah menarik nafas dalam-dalam, dia segera mengeluarkan suara lolongan serigala yang sangat keras dan juga mampu membuat sebuah gelombang kejut yang cukup untuk membuat seorang Pendekar Cahaya harus menutup ke dua telinganya.

__ADS_1


"Awuuuu.!!!"


Suara lolongan srigala yang yang keras dan menggema membuat beberapa pasukan Wei Fang menutup telinganya karena tidak kuat, walau tidak sekeras Auman Singa, namun kekuatan suara yang di hasilkan akan mampu membuat gendang telinga seseorang pecah jika tidak mengalirkan Chi sebagai pelindungnya.


Selendang yang berada di belakang zirah Wei Fang berkibar saat terkena hembusan gelombang energi yang menerpa tubuhnya, suara lolongan Srigala yang kuat itu nyatanya tidak berpengaruh kepada Wei Fang, hal ini membuat wajah Lang Wang berubah menjadi merah padam, namun bukan merah karena marah, melainkan karena marasa malu karena ilmu yang seharusnya mampu membuat seorang Pendekar Cahaya harus fokus menutup telinganya dengan energi Chi kini benar-benar tidak berguna di hadapan Wei Fang.


Disaat Lang Wang sudah melepaskan ilmu Lolongan Srigala nya, Taiyan Zin berniat pergi untuk menukar bajunya dengan baju milik prajurit Wei Fang, dia menggunakan kelengahan Wei Fang yang sudah memfokuskan diri kepada Lang Wang.


Namun dia tidak tahu jika sebenarnya Wei Fang masih tetap memperhatikannya, karena target utamanya adalah Pendekar banci itu.


Wei Fang langsung melesat kearah Lang Wang dengan golok yang sudah siap untuk menebasnya, melihat hal itu Lang Wang langsung panik, dia menoleh ke belakang dan ternyata Taiyan Zin dan Cin Peng sudah tidak ada disana.


"Pendekar banci sialan, tenyata dia hanya memanfaatkan aku saja agar dirinya bisa lari!" Lang Wang mengumpat kesal kemudian mencabut pedangnya dan berusaha bertahan dari serangan Wei Fang.


Dengan jantung berdegup kencang, Lang Wang mengangkat pedangnya dengan menyerahkan seluruh energinya untuk menyambut serta bertahan dari serangan Wei Fang.


Siluit angin kencang tiba-tiba saja menerpa melewati dirinya, dia yang menutup mata dengan pedang dijadikan penahan di depan merasa heran karena tidak merasakan adanya benturan apapun, hanya suara siluit angin yang melewati tubuhnya.


"Ini jurus totokan? Tapi sejak kapan dia menotokku?" batin Lang Wang.


Wei Fang tenyata hanya menotok Lang Wang karena dia hanya akan menangkap Lang Wang dan bukan membunuhnya, dia melewati Lang Wang dengan kecepatan angin sekaligus menggunakan energi angin untuk memberikan satu totokan ke pundak Lang Wang setelah itu dia terbang dengan kecepatan tinggi dan turun di tengah-tengah pertempuran para prajurit.


Wei Fang mengibaskan goloknya ke arah samping dan kemudian energi angin melesat kearah dua orang yang mengenakan seragam prajurit berwarna merah, kedua orang itu adalah Taiyan Zin dan Cin Peng yang mengendap-endap di tengah-tengah pertempuran untuk kabur.


"Sial ternyata dia masih mengetahui jika kita menyamar!" gerutu Taiyan Zin saat merasakan energi angin yang mengarah padanya.


Cin Peng dan Taiyan Zin sama-sama melompat ke samping sehingga energi tebasan angin itu tidak mengenai mereka.


"Apa kalian pikir bisa mengelabui diriku dengan menyamar menggunakan pakaian para Prajurit ku? Kalian benar-benar sangat bodoh!" kata Wei Fang kemudian dia melesat dan muncul di depan Cin Peng.

__ADS_1


Cin Peng jelas terkejut melihat Wei Fang yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapannya, dia tidak sempat bereaksi saat sebuah benda dingin menembus perutnya.


"Urgh...!"


Cin Peng langsung muntah darah dan saat Wei Fang mencabut goloknya yang terbenam di perut Cin Peng, suara kesakitan segera terdengar kesegala arah dan Cin Peng terjatuh dengan menutupi serta menahan luka perutnya, yang ia tahan sebenarnya bukan darahnya, melainkan organ dalam perutnya yang keluar.


"Pergilah lebih dulu ke neraka, kamu tidak perlu khawatir karena sebentar lagi rekanmu yang banci itu juga akan menyusulmu!" kata Wei Fang.


Cin Peng tidak bisa mengeluarkan kata-kata dari mulutnya karena tenggorokannya yang di penuhi oleh darah, dia mulai kesulitan bernafas lalu jatuh dengan lemas kemudian secara perlahan-lahan gerakannya serta energinya melemah kemudian Cin Peng berhenti bernafas.


Melihat Cin Peng sudah mati, Taiyan Zin sama sekali tidak merasa sedih, namun saat ini Wei Fang sudah berada di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat.


"Wei Fang, bagaimana kalau kita lupakan saja masalah masa lalu? Kita berdamai saja, percuma saja kamu membunuhku karena jika aku mati, itu tidak akan merubah apapun!" kata Taiyan Zin.


"Siapa bilang kematian mu tidak akan merubah apapun? Jika kamu mati, maka Organisasi Tiga Bunga pasti akan membubarkan diri dan Organisasi Tiga Bunga akan menghilang dari wilayah Kerajaan Wutong!" kata Wei Fang namun alasan yang sebenarnya dia ingin balas dendam karena Taiyan Zin pernah mempermalukan dirinya saat beberapa tahun yang lalu.


Taiyan Zin bisa melihat tatapan dingin Wei Fang yang di penuhi oleh nafsu membunuh yang besar dan di arahkan padanya.


Wei Fang mengangkat goloknya dan bersiap untuk menebas Taiyan Zin, hal itu membuat Taiyan Zin terkejut kemudian dia mengalirkan energinya.


Golok Wei Fang yang berayun dengan kuat tiba-tiba saja berhenti bergerak saat Wei Fang merasakan ada aura kuat dari dalam istana, setidaknya aura yang ia rasa berada di tahap Raja.


"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja aku merasakan ada kekuatan Raja dari dalam Istana?" Wei Fang mengerutkan dahinya kemudian dia teringat sesuatu, "Owh tidak, pangeran pasti sedang dalam bahaya!" gumam Wei Fang kemudian dia melepaskan sebuah energi angin yang mengarah ke leher Taiyan Zin.


Taiyan Zin tidak menyadari hal itu, namun saat dia merasakan ada sentuh angin lembut yang melewati lehernya, dia baru sadar jika dirinya sudah tidak bisa bergerak.


"Kalian, cepat bawa dia kesana, setelah aku selesai membantu Pangeran, aku nanti akan kembali untuk mengurusnya!" kata Wei Fang kepada beberapa prajuritnya kemudian dia segera terbang ke dalam Istana dengan terbang melewati tembok istana.


***

__ADS_1


Kemarin tidak bisa update karena sedang sibuk pergi ke makam ayah, setelah itu pergi ke rumah saudara lainnya, karena itu aku tidak sempat menulis, owh iya, mungkin di bulan puasa ini update ku sedikit terganggu karena saya masih harus terawih setelah baru nulis, walaupun update kemungkinan saat dini hari.🙏


__ADS_2