Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kondisi tubuh Penjaga Kembar


__ADS_3

Cahaya emas langsung keluar dari kedua telapak tangan Ho Chen dan kemudian cahaya tersebut melesat ke arah debu hitam yang bergerak menjauh.


Setelah berhasil mendahuluinya, cahaya tersebut berubah menjadi sebuah penghalang tipis dan menahan debu hitam yang berniat ingin kabur.


Debu Hitam akhirnya kembali lagi wujud tubuh manusia setelah gagal untuk kabur, dia hanya bisa menatap Ho Chen dengan tatapan kesal.


"Jangan pernah berharap kamu bisa kabur begitu saja setelah membuat bencana sebesar ini di Dunia ini wahai Penjaga Kembar!" kata Ho Chen.


Penjaga Kembar langsung terkejut saat Ho Chen mengetahui identitas dirinya, dia menatap Ho Chen dengan tatapan tertegun sejenak kemudian bertanya kepada Ho Chen.


"Dari mana kamu mengetahui identitas ku, siapa kamu sebenarnya?" tanya Penjaga Kembar.


"Aku bukanlah siapa-siapa, dan mengenai identitasmu, kami semua yang ada di Kahyangan sudah mengetahui semuanya! Sekarang tidak akan ada satupun dari para Penjaga Kembar yang akan dibiarkan hidup, sebab kalian sudah membuat kekacauan yang merugikan hingga banyak korban jiwa!" ucap Ho Chen kemudian dia mengulurkan tangannya dan Pedang Cakrawala segera muncul di tangannya.


Jarang sekali Ho Chen bertarung dengan menggunakan pedangnya kecuali jika dia memang menganggap jika lawannya adalah lawan yang tidak bisa dimaafkan.


Penjaga Kembar adalah pengawal Kegelapan yang baru saja diketahui keberadaannya, walau baru muncul mereka sudah membuat masalah besar bahkan berani menyerang Kahyangan, dan sekarang banyak korban yang telah mati karena ulah mereka, karena itu Ho Chen sudah tidak lagi memiliki sedikitpun toleransi kepada Penjaga Kembar.


"Jangan meremehkanku Dewa!" kata Penjaga Kembar kemudian dia juga mengeluarkan rantai hitamnya sebab tidak ada pilihan lain selain melawan Ho Chen.


Sesekali Penjaga Kembar mengedutkan matanya, entah apa maksudnya namun sepertinya dia sedang memberikan sesuatu yang tidak diketahui.


"Teknik Pedang Langit - Membelah Langit."


Tanpa menunggu waktu lama, Ho Chen lebih dulu melepaskan serangan tebasan pedangnya lurus ke arah Penjaga Kembar, dan energi pedang yang sangat besar serta kuat segera melesat ke arah Penjaga Kembar.


"Rantai Kegelapan Merenggut Jiwa."


Penjaga Kembar juga melepaskan serangan rantainya ke arah energi pedang dengan cara melempar ujung rantai nya yang sudah dialiri oleh Energi nya.


Energi pedang dan ujung rantai sama-sama melesat satu sama lain di udara dan kemudian keduanya bertemu di tengah-tengah dan saling berbenturan.


Tidak ada ledakan atau efek apapun saat kedua saling beradu, namun keduanya sama-sama saling mendorong sehingga gelombang energi secara terus-menerus dilepaskan dari energi dorong keduanya.


Penjaga Kembar mulai berkeringat karena kekuatannya tidak cukup untuk mendorong energi pedang milik Ho Chen, sedangkan Ho Chen langsung melesat ke arah Penjaga Kembar dan melewati kedua serangan yang masih saling mendorong.


Ho Chen mengalirkan energi petir ke pedangnya dan kemudian dia muncul tepat di samping Penjaga Kembar yang masih fokus mengendalikan rantainya.


"Cepat sekali..!"


Penjaga Kembar jelas terkejut dengan pergerakan Ho Chen yang tiba-tiba muncul di sampingnya dengan sebilah pedangnya yang mengeluarkan percikan cahaya petir kecil.


"Lenyaplah..!"

__ADS_1


"Tebasan Pedang Halilintar."


Ho Chen mengayunkan pedangnya dari samping dan kemudian energi yang sangat besar langsung keluar dari pedangnya sehingga langit awan yang sebelumnya sempat menjauh kini kembali berkumpul.


Penjaga Kembar yang terlambat untuk menghindari serangan tersebut terpaksa menggunakan sebelah tangan kirinya untuk melepaskan energi pelindung dari tebasan pedang Ho Chen yang mengandung energi petir biru yang sangat besar.


Pedang yang bercahaya biru karena tertutupi oleh petir surgawi langsung menebas telapak tangan Penjaga Kembar.


Benturan keras kembali terjadi, namun kali ini benturannya menghasilkan suara gemuruh keras karena petir yang dari Pedang Cakrawala yang menyebar dan menyambar ke segala arah saat berbenturan dengan telapak tangan kiri Penjaga Kembar.


Setiap sambaran yang mengenai apapun akan langsung hancur dan terbakar lalu lenyap begitu saja dan tidak menyisakan debu sama sekali, bahkan saat menyambar mengenai tanah, tanah akan meledak dan menciptakan kawah kecil serta retakan tanah yang menyebar bagai sarang laba-laba.


Pertahanan Penjaga Kembar akhirnya kalah, baik itu dari rantainya yang menahan Energi Pedang, serta pertahanan tangan kirinya yang berusaha menahan pedang petir yang menakutkan.


Energi pedang akhirnya berhasil menghancurkan rantai dan melesat dengan cepat ke tubuh Penjaga Kembar, sedangkan Pedang Petir Biru juga berhasil menembus pertahanan tangan kirinya hingga pedang tersebut langsung memotong tangan kiri serta menyambar tubuh Penjaga Kembar dengan sangat kuat.


Suara teriakan keras yang memenuhi langit dan disertai dengan suara gemuruh Guntur sekaligus dengan ledakan dari energi pedang yang mengenai tubuh Penjaga Kembar, membuat yang tubuh sosok Penjaga Kembar sepenuhnya tidak terlihat.


Bongkah tanah yang retak langsung terangkat dan berterbangan di udara akibat suara ledakan yang seperti memiliki daya hisap yang luar biasa sebelum akhirnya terhempas kembali dengan keras oleh gelombang ledakan berikut.


Tanah mulai terbelah lebar dan Bangunan Istana langsung hancur dan rata dengan tanah akibat gelombang ledakan energi di langit, bahkan awan hitam sekalipun langsung tersapu bersih oleh gelombang kejut.


Para pasukan Kegelapan yang hanya tersisa sedikit mulai bergerak mundur setelah melihat pemimpin mereka yang masih berada di dalam cahaya ledakan, mereka yakin jika pemimpin mereka yang tersisa itu pasti akan mati.


"Kekuatan Ho Chen semakin kuat saja, bahkan kekuatannya sudah bukan lagi Kekuatan yang bisa kita sentuh!" gumam Yinfei sedangkan Lio Long dan Xi Liyi juga sama-sama menghela nafas.


Dari kelima manusia Dewa, hanya Ho Chen dan Chinmi yang paling mencolok, mengingat keduanya adalah manusia Dewa generasi terakhir, namun kekuatannya sudah melampaui para generasi pertama kedua dan ketiga.


"Sepertinya sudah berakhir!" kata Wei Fang.


Azura dan yang lainnya tidak menjawab, mereka sendiri masih belum yakin apakah sosok itu sudah benar-benar lenyap atau masih ada, namun seharusnya sosok itu pasti lenyap karena terkena serangan sekuat dan semenakutkan itu.


Disaat semuanya merasa jika semuanya sudah berakhir, hanya keempat Raja Agung dan Azura yang masih belum terlalu yakin akan hal itu.


Tepat sebelum cahaya serta asap menghilang, mata Azura dan keempat Raja Agung sama-sama memancarkan cahaya kilauan seraya sama-sama berbicara, "Dia masih hidup!"


Semuanya terkejut mendengarnya sebab mereka sama sekali tidak bisa melihat atau merasakan energi kehidupan Penjaga Kembar, bahkan Yinfei dan Lio Long serta Xi Liyi juga tidak bisa merasakannya.


"Sudah kuduga kamu pasti tidak akan mati walau sudah terkena serangan ku, tapi kondisimu lebih menyedihkan dari yang terlihat!" kata Ho Chen.


Cahaya dan asap mulai berangsur-angsur menghilang, dan disaat itulah sosok tubuh Penjaga Kembar kembali terlihat.


Semua yang bisa melihat kondisi tubuh Penjaga Kembar sama-sama terkeju, sedangkan bagi yang tidak bisa melihatnya karena batas penglihatan yang tidak bisa menjangkaunya hanya bisa merasa penasaran.

__ADS_1


"Ka.. kau.. tidak akan aku maafkan!" jeritan keras serta suara berat Penjaga Kembar terdengar seperti sangat marah karena kondisi tubuhnya yang juga menyedihkan.


Mulai dari kaki hingga perut sudah benar-benar lenyap, sedangkan dari perut ke kepala mengalami luka bakar yang sangat parah, jika itu menimpa kepada manusia biasa atau hanya seseorang sekelas Raja, orang itu pasti akan mati, bahkan seseorang setingkat Dewa Agung ke bawah saja akan sangat sulit untuk mempertahankan nyawa mereka.


Namun seseorang yang sudah mencapai tingkat Dewa masih mampu bertahan, walaupun pada akhirnya akan mati, namun Spiritual mereka masih bisa bertahan, apalagi seseorang yang setingkat Azura dan juga seperti Ho Chen.


Hanya saja semua itu tergantung dari serangan seperti apa yang mengenai mereka, dan seberapa kuatnya mereka mampu menahan serangan tersebut.


Ho kembali mengalirkan energi ke pedangnya sehingga pedangnya kembali bercahaya biru dan mengeluarkan petir.


"Jangan bicara omong kosong lagi, kali ini aku pastikan kamu akan benar-benar lenyap hingga jiwa mu sekalipun juga akan musnah!" kata Ho Chen.


Penjaga Kembar yang hanya memiliki setengah tubuhnya saja menoleh ke arah sisa pasukannya, dia juga melihat ke arah tubuh para prajuritnya yang sudah mati, dan setelah itu dia tersenyum dan melihat ke arah Ho Chen yang mulai bergerak ke arahnya.


"Maaf saja, sepertinya kesempatan keduamu sudah habis!" kata Penjaga Kembar.


Penjaga Kembar dengan sisa energi yang ia miliki melepaskan kabut hitam yang memiliki kekuatan untuk menekan siapapun, hanya saja itu tidak berpengaruh kepada Ho Chen.


Dengan pedangnya Ho Chen langsung menerobos ke dalam kabut hitam kemudian dia melepaskan tebasan yang mampu melepaskan petir yang sangat besar dan juga kuat.


Suara gemuruh kembali terdengar dan mengangkibatkan tanah bergetar serta membuat retakan tanah yang lebar semakin melebar.


Pada saat petir menyambar tubuh Penjaga Kembar, tubuh tersebut langsung hancur menjadi debu lalu dilenyapkan oleh pembakaran energi petir.


Ho Chen menyipitkan matanya melihat itu, walau tubuh Penjaga Kembar sudah sepenuhnya hancur, namun dia masih merasakan keberadaan Penjaga Kembar.


"Ini pengalihan!" gumam Ho Chen.


Ho Chen bisa merasakan energi Penjaga Kembar yang menyebar di dalam kabut, Ho Chen yakin Penjaga Kembar sengaja menggabungkan jiwanya ke dalam kabut agar dia tidak musnah, dan keyakinan Ho Chen ternyata sangat tepat.


Ho Chen menatap ke arah bawah hanya untuk melihat sisa Pasukan Kegelapan, dan dengan sekali lihat, Ho Chen segera mengerti akan maksud perkataan terakhir Penjaga Kembar.


"Kamu mau memasuki salah satu tubuh mereka kemudian akan menyerap seluruh energi pasukan mu sendiri dari yang mati dan juga yang masih hidup bukan, sayang saja aku sudah mengetahui rahasia kekuatanmu itu!" kata Ho Chen kemudian dia menyimpan kembali pedangnya dan berniat untuk membuat segel sihir.


"Senior, biar aku yang melakukannya!"


Saat Ho Chen berniat untuk membuat segel Sihirnya, suara yang sangat akrab terdengar di telinganya.


Ho Chen tersenyum mendengar suara yang sangat akrab itu kemudian mengurungkan niatnya untuk membuat segel sihir.


"Kau datang agak terlambat Tian, namun silahkan jika memang kamu yang ingin melenyapkannya!" kata Ho Chen.


"Keke.. Terima kasih, sekarang serahkan saja sisanya padaku, dan biarkan dia bergabung dengan pasukannya, nanti semuanya akan hilang karena menyatu dan ini akan mempermudah ku untuk melenyapkan dia!" kata Tian Feng yang hanya terdengar suaranya saja.

__ADS_1


"Terserah kamu saja, berhati-hatilah!" kata Ho Chen kemudian dia langsung menghilang dari dalam kabut dan muncul kembali di samping Azura, sedangkan di dalam kabut, butiran cahaya debu mulai terlihat dan kemudian menyatu membentuk sesosok tubuh bercahaya yang mampu membuat kabut hitam langsung lenyap ditelan oleh Tubuh bercahaya tersebut.


__ADS_2