
***
Para pasukan langit, pasukan binatang dunia selatan, pasukan Azura, dan pasukan dari para Raja Naga sama-sama pergi menuju ke Kahyangan, dan sebagian dewa ada yang pergi ke Galaxy Hitam untuk menjemput para pasukan yang tersisa disana kembali ke Kahyangan.
Suara sorak kemenangan terus diteriakkan oleh para pasukan dan Dewa, terlebih lagi nama yang disebut-sebut serta di agung-agungkan juga terus dipanggil sebagai pejuang paling berjasa.
Sebagian pasukan ada yang meneriaki nama Dewa Sesat, dan sebagian lagi ada yang meneriaki nama Kesatria Tombak Nirwana.
Pertempuran besar tersebut setidaknya menelan banyak korban, banyak pasukan yang gugur dalam pertempuran tersebut, namun lebih banyak yang berhasil bertahan sampai akhir daripada yang gugur.
Tentu saja mereka yang telah gugur akan tetap diberi gelar pejuang, andai bukan karena mereka adalah anggota pasukan langit serta aliansi, kemungkinan besar Tian Feng tidak keberatan untuk menghidupkan mereka kembali.
Selama dua hari Tian Feng berada di kediaman Ho Chen, dia juga mendapatkan perawatan dari Dewa Obat, namun dia sendiri juga terkadang membuat Pil sendiri untuk memulihkan dirinya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan obat milik Dewa Obat.
Hari ketiga Tian Feng di Kahyangan, dia akhirnya bisa pulih sepenuhnya, setelah itu dia dan yang lainnya segera pergi memenuhi panggilan Kaisar Langit, termasuk Azura dan para Raja Naga serta Singa Emas yang belum kembali ke dunia mereka masing-masing.
"Tian Feng, Ho Chen, Chinmi! Kalian bertiga telah menyelamatkan Alam semesta ini dari kegelapan, dengan ini kalian akan mendapatkan gelar langsung dariku, kalian tinggal memilih sendiri jabatan kalian, yang jelas kalian adalah Dewa di Kahyangan ini, terutama Chinmi dan Tian Feng, kalian berdua sudah resmi menjadi Dewa!" kata Kaisar Langit.
"Yang Mulia, sebenarnya kemenangan ini bukan karena usaha kami bertiga saja, melainkan semuanya juga ikut berjuang bersama-sama, tidak adil rasanya jika hanya kami saja yang menerima penghargaan serta disebut sebagai pahlawan, kita semua disini adalah para pahlawan, kami bertiga, Kaisar Azura bersama pasukannya, Para Raja Naga dan pasukannya, Raja Singa Emas serta pasukannya dan juga Yang Mulia, para Dewa dan semua pasukan langit, menurut hamba mereka juga berhak mendapatkan penghargaan!" kata Tian Feng.
"Tumben bijaksana?" batin Ho Chen.
"Hahaha... Ternyata kamu juga cukup bijaksana Tian, baik-baik aku akan mengingat itu!" kata Kaisar Langit kemudian dia bangkit dan turun dari kursi singgasananya menghampiri Tian Feng.
"Sekarang kalian berdua pilih sendiri, jabatan Dewa apa yang kalian inginkan?" Kaisar Langit memberikan kebebasan kepada Tian Feng dan Chinmi untuk memilih sendiri akan jabatan mereka sebagai Dewa.
Dahulu Chinmi sudah pernah diangkat menjadi Dewa Pelindung Alam Semesta bersama dengan Ho Chen, namun Chinmi melepaskan jabatan tersebut dan memberikan semuanya kepada Ho Chen sehingga Chinmi tidak diakui sebagai Dewa.
__ADS_1
Namun sekarang Kaisar Langit kembali mengangkat Chinmi sebagai Dewa, namun dia diberi kebebasan untuk memilih sendiri.
"Yang Mulia, terima kasih atas kebaikan Yang Mulia kepada hamba, jujur saja hamba hanya ingin pulang kembali bersama keluarga, soal pengangkatan hamba menjadi Dewa, itu terlalu berlebihan!" kata Chinmi.
"Jadi kamu menolaknya?" tanya Kaisar Langit.
"Sekali lagi maafkan hamba!" jawab Chinmi.
"Bagaimana denganmu Tian?" tanya Kaisar Langit.
"Sama seperti senior Chinmi Yang Mulia, hamba juga ingin kembali ke dunia hamba dan hidup tenang bersama keluarga, tugas hamba sudah selesai, karena itu izinkan hamba kembali ke dunia hamba!" jawab Tian Feng.
Sebenarnya Tian Feng tidak ingin terikat oleh peraturan manapun, apalagi harus menjadi Dewa yang pastinya harus mematuhi peraturan Langit, dia lebih suka hidup bebas tanpa memiliki ikatan apapun yang membelenggu dirinya, soal melindungi Alam Semesta, tanpa diminta sekalipun Tian Feng akan melindunginya mengingat Ho Chen adalah Dewa Pelindung Alam Semesta.
"Baiklah kalian memang bebas memilih akan keinginan kalian sendiri, namun sebelum itu ada baiknya kalian pergi Nirwana menemui Buddha Rulai, karena dia juga pasti memiliki rencana lain kepada kalian!" kata Kaisar Langit yang tidak lagi memaksa keduanya.
"Tidak ada Yang Mulia, hamba tidak menginginkan apapun!" jawab Ho Chen.
"Baiklah kalau begitu! Sekarang aku akan memberitahukan kalian mengenai An Huang Yi."
Kaisar Langit memang memiliki kewajiban untuk memberikan hukuman berat kepada An Huang Yi, karena dosa An Huang Yi terlalu besar dan sulit untuk memberikan hukuman biasa, hanya saja mengingat An Huang Yi dulunya adalah Buddha, jadi para Buddha juga memiliki kewajiban untuk ikut memutuskan akan hukuman apa yang pantas An Huang Yi terima.
Ajaran Taoisme dan Buddhisme adalah dua tradisi filosofis dan agama besar. Meskipun, Taoisme dan Buddhisme memiliki tujuan yang sama, mereka benar-benar berbeda dalam keyakinan, praktik dan perspektif mereka tentang kehidupan individu, masyarakat, nilai-nilai, budaya, lingkungan, dan bahkan alam semesta.
Karena itu Kaisar Langit tidak bisa memberikan keputusan sepihak mengingat An Huang Yi adalah mantan Buddhisme, karena itu para Bodhisattva juga berhak ikut memberikan keputusan.
"Mungkin untuk beberapa waktu ini, An Huang Yi akan tetap ditahan disini hingga, dan mengenai hukuman yang akan dijatuhkan padanya adalah, seluruh kekuatan kegelapan nya akan dikeluarkan lalu sisanya akan diserahkan kepada para Buddha, apakah nantinya dia akan mendapatkan hukuman turun ke Dunia tanpa kekuatan serta penghapusan ingatan, atau mungkin akan diberi hukuman menjadi binatang selama beberapa ratus tahun untuk menebus semua kesalahannya, yang jelas An Huang Yi akan mendapatkan hukuman penderitaan hingga ke penyucian," ucap Kaisar Langit.
__ADS_1
Andai Tian Feng tidak mengingat Buddha Rulai, mungkin Tian Feng tidak akan setuju dengan hukuman tersebut, mengingat para Bodhisattva yang sangat welas asih dan selalu memberikan kesempatan kepada penjahat manapun untuk bertobat, Tian Feng hanya bisa menarik nafas, Tian Feng sudah mencapai Puncak Rana Ilahi, jadi dia juga selalu siap jika nantinya ada sosok An Huang Yi yang baru dan tidak akan keberatan jika harus melenyapkannya.
"Pergilah kalian ke Nirwana!" kata Kaisar Langit.
Tian Feng dan Chinmi saling berpandangan, kemudian keduanya memberi hormat dan berniat pergi bersama ke Nirwana.
"Aku akan ikut dengan kalian!" kata Ho Chen.
Tian Feng dan Chinmi jelas tidak keberatan, setelah itu Tian Feng melihat kearah Azura yang tersenyum padanya.
"Apakah kamu tidak ikut dengan kami menemui Buddha saudara Azura?" tanya Tian Feng.
"Tidak saudaraku, aku akan kembali ke Dunia Bawah bersama yang lainnya, terlebih lagi aku harus menemani Nona Ao Shen Yun yang belum pulih sepenuhnya!" jawab Azura.
Tian Feng mengangkat sebelah alisnya dan kemudian melirik Ao Shen Yun yang juga terkejut akan perkataan Azura.
Padahal terlihat jelas jika kondisi Ao Shen Yun sudah pulih, karena itu Tian Feng dapat melihat dengan jelas jika Azura memiliki perasaan terhadap Ao Shen Yun, itu artinya Azura berhasil menemukan calon istrinya, hanya saja Tian Feng tidak tahu apakah Ao Shen Yun juga memiliki perasaan yang sama atau tidak kepada Azura.
Tian Feng menghampiri Azura lalu menepuk pundaknya seraya berkata, "Baiklah saudaraku, nanti aku akan berkunjung ke istana mu, namun sekarang kamu harus berjuang untuk mendapatkan hatinya!" kata Tian Feng dengan terkekeh.
Azura hanya membuka tutup mulutnya tanpa bisa mengucapkan kata-kata apapun selain rasa gugup karena ini untuk pertama kalinya dia memiliki perasaan kepada wanita.
"Sampai jumpa lagi saudaraku!" kata Tian Feng.
Azura mengangguk kemudian dia dan semua para Dewa mengantarkan ketiganya pergi dengan senyuman, setelah berpamitan kepada para Dewa, Tian Feng, Ho Chen dan Chinmi berubah menjadi cahaya lalu ketiga sosok tersebut pergi ke Nirwana.
Setelah kepergian mereka bertiga, Kaisar Langit kembali memberikan penghargaan kepada Azura, Para Raja Naga dan juga Singa Emas yang sudah berjuang bersama-sama.
__ADS_1
Mungkin semua itu tidak akan terjadi andai bukan karena Tian Feng, Azura dulunya adalah musuh Kerajaan Langit, namun semuanya berubah karena Tian Feng sehingga lawan menjadi kawan, begitu juga dengan para Binatang dari Dunia Selatan yang dulunya sempat berselisih paham dengan para Dewa, setelah kunjungan Tian Feng ke Dunia Selatan, akhirnya para Binatang pun bisa menjadi sekutu.