
"Kedatangan mu ke sini pasti bukanlah sebuah kebetulan bukan? Aku yakin pasti kamu memiliki tujuan tertentu di sini!" kata Wei Fang sambil memegang gagang goloknya dengan erat.
Taiyan Zin terkekeh kemudian melompat hingga dia mendarat tepat di arena, "Panglima Wei, sudah lama kita tidak bertemu, tapi seperti biasa kamu selalu berprasangka buruk padaku, apakah kamu sama sekali tidak merindukan ku?" tanya Taiyan Zin sambil bersikap genit.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Taiyan Zin, cepat kamu jawab apa sebenarnya tujuanmu datang ke sini?" tanya lagi Wei Fang.
"Baik-baik aku kesini karena rindu padamu, dan juga hatiku jatuh hati dengan pemuda ini!" kata Taiyan Zin sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Tian Feng.
Tian Feng ingin muntah darah karena merasa jijik dengan sikap Taiyan Zin, walau ini baru pertama kalinya dia bertemu dengan Pendekar banci itu, karena dari dulu dia hanya mendengar namanya saja, namun tidak dengan Wei Fang, ini untuk ke-tiga kalinya dia bertemu.
"Taiyan Zin, dari tadi kamu selalu mengalihkan pembicaraan, jika kamu tidak juga berkata yang sebenarnya, maka aku akan bertanya dengan cara lama saja!" Wei Fang melepaskan energi nya yang sangat besar sehingga tercipta hembusan angin di sekelilingnya.
"Hahaha.. Wei Fang-Wei Fang! Apa kamu yakin ingin bertarung dengan ku di tempat ini? Apa kamu tidak takut jika nanti akan banyak orang yang terluka jika kita bertarung di tempat ini? Ingat kita ini sama-sama Pendekar Cahaya Tahap 3 dengan Jumlah Chi yang sama-sama mencapai batas, jadi pikir baik-baik sebelum kamu menyesali keputusan mu itu!" kata Taiyan Zin.
"Untuk orang seperti mu untuk apa harus harus memikirkan keputusan? Lagi pula mereka semua bisa pergi dari sini dan kita bisa melanjutkan urusan kita yang dulu pernah tertunda!" kata Wei Fang kemudian dia menatap kearah Tian Feng.
"Anak muda! Pergilah menjauh dari sini karena kami akan bertarung disini, begitu juga dengan kalian semua!" kata Wei Fang.
Semua orang yang masih berada di sana segera menjauhi arena, begitu juga dengan Yuan Xia dan Zang Yang.
"Tian ayo kita menjauh dari tempat ini!" ajak Yuan Xia dan Zang Yang.
"Kalian pergi saja, biar aku disini saja karena aku masih harus memastikan sesuatu, jadi Guru pergi saja dari sini dan bawa ayah kembali pulang!" kata Tian Feng.
"Tapi Tian...!"
"Guru, tolong percayalah padaku," kata Tian Feng.
Zang Yang terpaksa menurut karena dia sudah melihat sendiri kekuatan Tian Feng, dia segera kembali membawa Yuan Xia kembali ke rumahnya sedangkan Tian Feng masih berada di sana.
"Ada apa dengan mu anak muda? Apa kamu tidak dengar apa yang aku katakan tadi padamu?" tanya Wei Fang.
"Hei.. jangan bicara kasar seperti itu kepada pemuda yang sangat gagah ini, biarkan dia melihat kita bertarung disini!" kata Taiyan Zin kemudian dia menatap Tian Feng sambil tersenyum manis.
"Sayang, kamu mundur sedikit ya! Aku tidak mau nanti kamu terkena imbas pertarungan kami, kalau sampai kamu terluka nanti hatiku juga akan terluka!" kata Taiyan Zin sambil memainkan bibirnya seolah-olah memberikan kecupan dari jauh.
"Weeek...!" Tian Feng langsung merasa mual, baru kali ini dia merasa jijik, padahal dia sudah membunuh orang dengan cara sadis yang bisa membuat semua orang menguras isi perutnya, namun tidak bagi Tian Feng.
Kali ini terasa berbeda, bagi Tian Feng sikap dan tingkah Taiyan Zin itu lebih menjijikkan dari bangkai yang sudah membusuk.
"Panglima Wei! Maaf jika saya lancang, alasan saya tidak mau pergi karena ditempat ini tidak hanya ada si banci ini saja, melainkan ada dia orang lagi yang mengawasi kita dari jauh!" kata Tian Feng.
Wei Fang tidak terkejut mendengar perkataan Tian Feng, dia justru tersenyum lebar mendengarnya.
"Ternyata kamu juga menyadarinya anak muda! Karena itu aku bertanya padanya apa sebenarnya tujuannya datang kesini, namun sepertinya cara biasa tidak akan membuat dia mau berkata jujur!" kata Wei Fang.
"Wah..wah..wah, ternyata pemuda gagah ini juga mencurigai ku! Baiklah kalau kalian memang ingin tahu."
Taiyan Zin mengeluarkan setangkai bunga mawar berwarna hitam kemudian memetik satu persatu dari kelopak bunga itu.
__ADS_1
"Kami datang kesini untuk membantu Zhi Yu Zhuan, dia dan dua pejabatnya sudah sepakat untuk menguasai seluruh Wilayah Kerajaan Wu ini agar kami bisa menjadi satu Kerajaan kuat dan kemudian kami akan menaklukkan beberapa Negara yang ada di wilayah Kerajaan luar!" kata Taiyan Zin.
"Jadi semua ini adalah ulah Raja sialan itu? Benar-benar kurang ajar, akan aku urus nanti Zhi Yu Zhuan itu setelah membereskan kalian semua nya!" kata Wei Fang sekaligus mulai memegang galonnya dengan dua tangan.
"Kalian hanya berdua saja, sedang kami ada tiga, apa kalian yakin bisa menang?" tanya Taiyan Zin dan tepat di kelopak bunga yang terakhir, dia melepaskan energi yang sama kuatnya dengan Wei Fang.
Tidak hanya sampai di situ, dua orang lainnya juga muncul satu perempuan berumur 50 tahunan dan satu lagi pria paruh baya berumur 37 tahunan.
Ke-dua orang tersebut juga melepaskan energi yang sama besarnya dengan energi milik Wei Fang dan juga Taiyan Zin.
"Dewi Ular dan Racun Setan! Ternyata kalian yang sejak tadi mengawasi kami, sekarang kalian tiga pemimpin Tiga Bunga sudah berkumpul di satu tempat, jadi hari ini kita akan lihat siapa yang paling hebat di antara kita!" kata Wei Fang.
"Panglima, ijinkan saya ikut membantu!" kata Tian Feng.
"Saya juga Panglima!" Ying Lo yang sudah mengungsikan orang-orang penting juga datang.
"Kami berdua juga akan ikut membantu!" Li Xiang Fai dan Bai Ming juga melompat dan bergabung dengan yang lainnya.
"Beginikah aturan orang-orang dari aliran suci? Apakah kalian hanya berani bermain keroyokan?" tanya She Ying si Dewi Ular.
"Bukankah kami yang seharusnya bertanya seperti itu, awalnya kalian bertiga ingin mengeroyok Panglima Wei bukan, sekarang saat situasinya di balik kalian masih mau bicara aturan? Sungguh aneh!" Tian Feng secara terang-terangan menjawab sekaligus menyindir mereka.
"Begini saja! Aku akan melawan Panglima Wei, dan kalian berdua pilih sendiri lawan kalian, jika mereka berani satu lawan satu!" kata Taiyan Zin.
"Aku tidak keberatan jika kalian bertiga melawan diriku sekaligus, itupun jika kalian punya nyali dan juga mampu untuk mengalahkan ku!" Tian Feng justru menantang ke-tiganya sekaligus.
Tian Feng sangat yakin dengan jumlah Chi yang dimilikinya akan mampu menghadapi ke-tiganya sekaligus.
"Senior dan semuanya, sebenarnya saya ada janji dengan guru Mao Lao untuk melenyapkan Dewi Ular ini, namun jika sekarang ke-tiga ketua Organisasi ini berada disini, maka saya tidak keberatan melawan mereka sekaligus, jadi saya harap biarkan saya sendiri yang melawannya!" Tian Feng meminta secara hormat kepada mereka semua.
"Mao Lao? Apakah kamu benar-benar murid di Dewa Mabuk?" tanya Wei Fang.
Tian Feng ingin menjawab namun Ying Lo lebih dulu berbisik kepada Wei Fang jika Tian Feng juga menguasai jurus mabuk.
"Ternyata benar anak muda ini adalah murid Senior Mao Lao!" gumam Li Xiang Fai dan Bai Ming.
"Owh jadi kamu adalah murid si Tua Mabuk itu? Tapi kemana dia? Kenapa aku tidak melihat batang hidungnya disini? Apakah dia takut menghadapi ku sendiri sehingga menyuruh anak bau kencur ini untuk melawanku?" tanya She Ying.
"Tutup mulutmu, jangan sekali-kali kamu menghina guruku!" kata Tian Feng sambil menunjuk wajah She Ying.
"Memangnya kalau aku menghinanya kamu mau apa? Gurumu saja tidak bisa membunuh ku apalagi kamu? Dan sekarang kamu ingin melawan kami bertiga sekaligus? Apakah rasa kepercayaan dirimu itu sudah membuatmu tidak bisa berpikir jernih?" deretan pertanyaan She Ying yang mengandung kalimat sindiran membuat mata Tian Feng mulai berwarna merah.
"Tian kendalikan dirimu, sebaiknya kita hadapi mereka bersama-sama!" Ying Lo mengingatkan.
"Saya mohon kepada kalian semua untuk keluar dari arena ini, dan sekarang kalian akan menjadi saksi akan kematian tiga Ketua Organisasi Tiga Bunga keparat ini!" kata Tian Feng.
"Baik jika ini yang kamu mau anak muda, aku harap kamu tidak menyesalinya nanti saat nyawa mu hampir tiada!" kata Cin Peng ketua dari Bunga Racun.
Kini Taiyan Zin, She Ying dan Cin Peng sama-sama melepaskan energi besar mereka dan memusatkan energi tersebut kearah Tian Feng, mereka berniat menjatuhkan Tian Feng dengan tekanan tanpa harus menggunakan satu jurus kepada Tian Feng.
__ADS_1
Arena mulai bergetar dan air yang masih ada di masing-masing cangkir juga beriak akibat getaran yang di timbulkan oleh gabungan energi yang menekan Tian Feng.
Wei Fang ingin melepaskan energinya agar bisa menetralkan energi ke-tiga ketua Organisasi Tiga Bunga tersebut, namun Tian Feng mengarahkan telapak tangannya dan meminta Wei Fang untuk tidak ikut campur.
Wei Fang dan yang lainnya hanya bisa mengalah kepada keras kepalanya Tian Feng, mereka hanya akan menjaga Tian Feng jika pemuda bertopeng tersebut sedang dalam bahaya.
"Masing-masing dari mereka memiliki Chi sebanyak Seratus lebih, pantas saja mereka terpilih jadi Lima Pendekar terkuat!" batin Tian Feng dengan tersenyum lebar.
"Kenapa anak muda itu sama sekali tidak merasakan tekanan energi kita?" tanya Cin Peng.
"Dia hanya berpura-pura kuat saja, dengan tiga tekanan ini Wei Fang pun tidak akan sanggup menahannya, apalagi hanya pemuda ini! Aku yakin sebentar lagi dia akan jatuh berlutut!" kata She Ying.
Wei Fang dan yang lainnya hanya bisa merasa takjub melihat hal itu, mereka bertiga benar-benar tidak menduga jika Tian Feng sanggup bertahan dari tekanan sekuat itu, padahal batu lantai saja pecah karena tidak sanggup.
"Apakah hanya ini kekuatan tiga ketua Organisasi Tiga Bunga yang tersohor itu? Terlalu lemah!" kata Tian Feng yang berhasil mengejutkan mereka bertiga.
Tian Feng melepaskan seluruh Energi dari Chi yang ia miliki sehingga mampu mendorong balik energi ke-tiga lawannya.
Getaran dan tekanan yang jauh lebih kuat kini membuat semua arena retak, bahkan ke-tiga ketua Organisasi Tiga Bunga sekaligus kesulitan saat berusaha mendorong balik energi Tian Feng.
"Tubuh Raja Iblis."
Aura Pembunuh segera menutupi tubuh Tian Feng dan kemudian seluruh kulit Tian Feng berubah menjadi merah seperti daging merah tanpa kulit.
Gabungan Aura Pembunuh dan Energi Chi membuat tekanan yang tak terkendali, baik Wei Fang dan yang lainnya berusaha menahan tekanan Tian Feng yang seperti tidak terkontrol.
Tian Feng sendiri berniat menggunakan seluruh kekuatan untuk bisa melenyapkan tiga Pendekar hebat itu, walau dia tahu resiko akhir dari penggunaan Tubuh Raja Iblis.
"Iblis Penjaga Neraka-Amarah Kematian."
Tian Feng menggunakan jurus ke-enam dari Kitab Iblis Neraka, dengan jurus ini dia memiliki kecepatan tiga kali lipat dari biasanya dan itu sangat jelas saat Tian Feng bergerak maju dengan satu kali langkah kaki yang setiap pijakannya akan membuat lantai batu itu berlubang.
"Jurus Ular Hitam."
"Tangkai Bunga Beracun".
"Kelopak Bunga Hitam Ilusi."
Taiyan Zin, She Ying dan Cin Peng sama-sama melapaskan jurus dan ilmu andalah mereka untuk menyambut serangan Tian Feng yang sangat cepat.
Saat serangan jurus Tian Feng dan ke-tiganya bertemu, pukulan dan tapak serta tendangan beradu dan juga bergantian dalam memberikan perlawanan serta pertahanan.
Kecepatan serangan jurus ketiganya ternyata masih kalah jauh dengan Tian Feng yang sudah menggunakan ilmu perubahan Tubuh Iblis, dimana Tubuh serta kecepatan Tian Feng jauh melebihi kekuatan dan kecepatan normal.
Akan tetapi semua itu memiliki resiko yang tinggi dimana ada batasan waktu tertentu dalam penggunaan perubahan tubuh.
Jika Tian Feng tidak secepatnya menyelesaikan dan segera kembali ke bentuk normal dalam waktu Lima menit, maka dia akan benar-benar berubah, Tian Feng akan kehilangan akal dan tidak akan pernah sadar, karena tubuhnya akan di ambil alih oleh kekuatan Iblis.
Jika itu sampai terjadi, maka Tian Feng bisa di anggap sudah mati karena jiwanya sudah di menghilang dan hanya roh Iblis yang ada di dalam badannya menggantikan Jiwa Tian Feng.
__ADS_1
***
Bonusnya seperti biasa, besok malam.😅