
Berbeda seperti Tian Feng, Ho Chen justru memalingkan wajahnya dan lebih memilih melihat taman tanaman obat yang membentang seluas mata memandang, kayu-kayu langka yang sebagian ada kayu dari Alam dewa juga tumbuh di tempat Yao Shan, hanya dengan ini pemikiran Ho Chen menjadi penasaran, bagiamana bisa Yao Shan menanam bibit yang sebagian adalah tanaman dari Alam Dewa.
Tian Feng tetap fokus memperhatikan Yao Shan yang membuat obat dengan cara uniknya, dia tidak sedikitpun memalingkan wajah walau hanya sebentar karena takut akan ada gerakan yang akan ia lewati.
"Huff...!"
Yao Shan menghembuskan nafas kemudian tangan kanannya menjauh sedikit dari bawah kuali dan api emas sedikit mengecil. Yao Shan membuka penutup kuali dan terlihat ada pil bulat berputar-putar didalam kuali.
"Owh sudah jadi..!" seru Tian Feng.
"Belum, ini hanya pembuatan setelah ini ada proses pemisahan racun yang terkandung di dalam Pil, setelah itu yang terakhir adalah pemurnian!" kata Yao Shan.
Tian Feng mengangguk-anggukan kepalanya, dia tetap memperhatikan Pil yang masih berputar-putar dalam Air Energi di dalam kuali, setelah beberapa saat ada cairan lain yang keluar memisahkan diri dengan pil itu, warna cairan itu sedikit kehitaman.
"Ini adalah racun yang terkandung di dalam Pil, walau tidak memiliki efek apapun, namun jika mengkonsumsi pil terlalu banyak yang racunnya tidak dipisahkan, lama-lama akan mengakibatkan tubuh keracunan dan tidak bisa mengalami peningkatan apapun, bahkan berujung jadi penyakit!" kaya Yao Shan menjelaskan.
Yao Shan yang melihat Tian Feng yang bersungguh-sungguh memperhatikan cara dia membuat obat tersenyum, "Mungkin orang ini benar-benar ingin menjadi pakar Obat," batin Yao Shan.
Cairan kehitaman yang terpisah pelan-pelan berkurang dan akhirnya lenyap di gulung energi dalam kuali. Yao Shan mematikan Api emasnya dan kemudian Pil di dalam kuali terangkat dengan sendirinya keudara. Setelah terbang keluar dari dalam kuali, Yao Shan meletakkan telapak tangan kanannya di bawah Pil tersebut yang berwarna kehijauan.
"Yang ini adalah tahap terakhir, yaitu tahap memurnikan!" kata Yao Shan kemudian dia mengeluarkan Api Emas sekali lagi di telapak tangan dan membakar Pil yang melayang di atas telapak tangannya.
Pil itu langsung hilang terbungkus oleh Api Emas, setelah itu aroma obat yang sangat kental segera menyebar mengisi udara. Proses pemurnian itu hanya berlangsung sesaat dan setelah Api Emas mati, Pil tersebut jatuh tepat di telapak tangan Yao Shan.
"Ini adalah Pil Tulang Hati tingkat 4. Pil ini bisa menutup luka dalam yang paling parah sekalipun, selama ini bukan racun. Jika organ dalam tubuh hancur selama orang itu masih sadar, Pil ini bisa digunakan, namun tidak semua orang bisa meminumnya, andai kamu berada di tahap seperti Lan Wuan, pil ini tidak akan berguna, karena Pil ini hanya untuk orang yang memiliki kemampuan di tahap seperti Lan Qi kebawah!" kata Yao Shan.
Tian Feng memperhatikan Pil Tulang Hati yang sudah sempurna itu, warnanya Hijau kilat dengan bentuk bulat sebesar kuku jari dan diatasnya ada empat titik putih.
Yao Shan segera menyerahkan Pil itu kepada Tian Feng, "Ambillah dan cepat minum, setelah itu segera kamu serap dengan cara menggunakan Energi mu agar khasiat Pil nya lebih cepat bekerja, menurut dugaanku setidaknya dalam empat hari Dantian mu pasti sudah sepenuhnya pulih!" kata Yao Shan.
Tian Feng merasa tidak sabar mendengarkan itu, dia segera membersihkan tempat duduk dan kemudian mulai mengalirkan Chi dengan duduk bersila.
Setelah persiapan siap, dia segera menelan Pil itu dan langsung duduk menutup matanya sekaligus berusaha menyerap khasiat Pil Tulang Hati dengan energinya.
Tian Feng mulai merasakan perih di dalam perutnya saat Khasiat Pil mulai bekerja, rasanya sama seperti saat menyerap Mustika Siluman, rasanya seperti ada luka yang disiram dengan air garam, namun kali ini rasanya lebih sakit dari pada menyerap Mustika Siluman.
Keringat mulai membasahi sekujur tubuh akibat menahan rasa perih yang menyengat, namun itu tidak lama sebelum akhirnya dia merasa seperti ada hawa dingin yang mulai berkumpul.
Tian Feng tahu jika itu adalah efek pemulihan, namun Yao Shan menyarankan agar Tian Feng terus menyerap khasiat itu hingga benar-benar habis, dan mungkin akan membutuhkan waktu hingga tiga atau empat hari.
Tian Feng mengikuti saran Yao Shan, dia duduk bermeditasi menyerap khasiat Pil serta menyerap energi tanpa terganggu oleh apapun, sedangkan Ho Chen dan Yao Shan selagi menunggu hanya ngobrol, main catur dan terkadang Yao Shan pergi mengamati retakan dinding dimensi yang lain.
Tian Feng dengan tenangnya duduk di dalam pemulihan tubuhnya, dan selama tiga hari Tian Feng belum menunjukkan gerakan atau mau bangun.
"Hem? Sebaiknya kamu buat pelindung energi agar nanti ledakan energinya tidak merusak tanaman disini!" kata Yao Shan kepada Ho Chen saat merasakan sedikit getaran riak dari tubuh Tian Feng.
Ho Chen juga merasakannya dan mempertahankan riak energi mulai sedikit bergetar dari dalam tubuh Tian Feng. Ho Chen tertawa pelan dan kemudian dia mengibaskan tangannya untuk membuat dinding perisai pelindung disekitar Tian Feng.
Sebuah energi samar kota segera berkamuflase menutup Tian Feng, energi itu hanya selebar tiga meter persegi, hal itu hanya untuk menahan gelombang ledakan energi Tian Feng saat sudah pulih sepenuhnya.
__ADS_1
Tepat dihari yang keempat, Getaran di tanah mulai terasa. Ho Chen menyipitkan matanya dan Yao Shan menghela nafas menggelengkan kepala dengan wajah terlihat menyesal.
"Jika tahu begini, seharusnya aku suruh dia memulihkan diri di gunung sana!" kata Yao Shan.
Ho Chen hanya diam, namun dia sendiri juga tidak menyangka jika hal itu tiba-tiba akan terjadi. Ho Chen berpikir jika ledakan energi tidak mungkin terlalu berpengaruh mengingatkan kekuatan terakhir yang dimiliki oleh Tian Feng hanya di Tahap Raja Alam, namun siapa sangka jika Tahap Alam milik Tian Feng mengandung tekanan yang lebih kuat dari yang di perkirakan.
"Energi yang sebelumnya hilang kembali dia serap, tapi dia juga menyerap energi tambahan di dunia ini, padahal segel penguncian energi disini tidak Yao Shan buka, ini sungguh unik!" gumam Ho Chen.
"Dari pada kamu bergumam seperti itu, sebaiknya kamu pindahan dia kegunung sana sebelum dia merusak tanaman disini!" jerit Yao Shan.
Yao Shan jelas tidak mau jika sampai tanaman obat yang luas rusak akibat ledakan energi pelindung, walau sudah di tutup dengan perisai, nyatanya masih ada getaran yang akan mampu merusak tanaman terdekat.
Ho Chen segera membuka perisai dan seketika itu juga angin mulai berhembus dari tubuh Tian Feng, walau belum terlalu kencang, namun angin itu membuat wajah Yao Shan menjadi suram, "Cepat pindahkan..!" tangisan Yao Shan segera membuat Ho Chen menyentuh pundak Tian Feng dan kemudian dia menjentikkan jarinya dan Tian Feng serta Ho Chen langsung Pindah tempat.
Bam..!!!
Ledakan segera terjadi di puncak gunung yang agak jauh dari tempat Yao Shan, walau masih jauh, itu tetap membuat wajah Yao Shan menjadi lebih suram, "Orang ini...!" Yao Shan segera terbang keudara dan kemudian dia membuat segel tangan yang rumit dengan sangat cepat.
"Garis Dewa Bintang."
Tangisan pelan Yao Shan segera menciptakan sebuah diagram lukisan berwarna biru ungu di udara, diagram itu membentuk gambar bulat raksasa dengan memiliki tanda delapan bintang di pinggir dan gambar tapak tangan di tengah.
Yao Shan memutar telapak tangannya dan kemudian sebuah aura berwarna Biru menyebar membentuk sebuah perisai dinding pembatas.
Gelombang ledakan yang di sertai angin kencang segera membentur perisai biru dengan sangat kuat sehingga getaran perisai yang sangat kuat terlihat dari dalam oleh Yao Shan yang berharap-harap cemas.
Mereka merasakan ancaman besar itu berasal dari puncak gunung itu sehingga berniat untuk datang menghentikannya. Tak terhitung berapa jumlah Binatang Suci Ajaib yang datang dengan ekspresi marah terbang kesana dengan kecepatan tinggi.
Yao Shan sendiiri sedikit merasa lega saat badai angin sudah berhenti, namun itu tidak berselang lama saat awan hitam mulai berkumpul di puncak gunung.
Gemuruh petir yang tak terhitung jumlahnya mulai mengamuk dan kemudian bersatu hanya untuk jatuh menghantam tubuh yang sedang duduk dipuncak nya.
Hal itu juga membuat para Binatang Suci Ajaib yang mulai datang langsung berhenti saat merasakan sebuah ancaman besar, mereka mulai sedikit mundur karena rasa takut yang menyelimuti naluri buas mereka.
"Apakah dia akan naik ketahap Dewa setelah pulih? Ini benar-benar aneh! Aku saja dulu membutuhkan kelopak daun Lotus Emas untuk bisa mencapai tahap ini, dan dulu sepertinya tidak mengundang masalah besar seperti ini!" gumam Ho Chen.
Namun dia tidak bisa berlama-lama tertegun karena dia yakin jika sampai yang menyatu itu mengenai tubuh Tian Feng, yang ada Tian Feng justru akan mengalami cidera serius.
Ho Chen segera terbang keudara dan kemudian dia mengaktifkan wujud Dewa Langit setelah itu mengarahkan telunjuk jarinya ke arah petir yang sudah mulia turun untuk menyambar Tian Feng.
"Tehnik Halilintar."
Cahaya terang segera berkumpul di ujung jari Ho Chen kemudian dengan satu dorong pelan, sebuah petir besar langsung keluar dan melesat menuju kearah petir yang turun.
Bamm...!!
Suara gemuruh dan ledakan menggetarkan seluruh tempat itu, bahkan angin dan gelombang kejut membentur perisai biru hingga mulai terlihat ada retakan.
"Ha...!!!"
__ADS_1
Yao Shan mengangkat satu telapak tangannya kedepan dan kemudian gambar pola tangan diangram yang menggantung di langit keluar dan menuju kearah retakan sebelum akhirnya jatuh menjadi perisai tambahan.
"Orang ini memasuki terobosan hingga Tahap Dewa? Untung saja dia cepat dipindahkan, jika tidak...!" Yao Shan mengusap keringatnya, dia sudah tidak tahu lagi andai Tian Feng masih di bawah pohon.
Untungnya Yao Shan dapat merasakannya sebelumnya sehingga dengan cepat memindahkan Tian Feng, jika tidak semua tanaman pasti akan hancur.
Angin ribut di luar perisai masih mengamuk membuat par Binatang Suci Ajaib itu mundur lebih jauh, namun tidak berselang beberapa lama, badai segera berhenti dan awan hitam mulai berkurang setelah itu cahaya matahari perlahan-lahan menembus awan dan menyinari sosok yang sedang duduk tak bergerak.
"Orang ini..!" Ho Chen juga sudah kembali ke wujud normalnya, namun dia sendiri kesulitan untuk mengungkap rasa keterkejutannya.
"Ini mungkin yang disebut misteri kekuatan setelah yang bersembunyi di sudut kematian!"
Ho Chen sendiri tahu jika sendi Tian Feng belum sempurna, bahkan Ho Chen masih belum berdamai dengan Iblis Hatinya, namun saat ini kekuatan justru naik dan menembus ke tahap Dewa dengan sendi yang belum sepenuhnya sempurna.
"Aku yakin pemicunya adalah itu..!" gumam Ho Chen.
Selama kekuatan Tian Feng menurun karena hampir Mati, Tian Feng terus memperkuat Aura Kematian nya dari para siluman atau Binatang Iblis Ajaib, dengan ditambahkan energi dari Mustika Siluman, Dantian Tian Feng akhir menyerap energi yang lama hingga melebihi batas, namun sepertinya karena pengaruh kekuatan Pil, kemungkinan dantiannya berubah dan menjadi besar, karena itu energi yang awal sedang melonjak hingga menembus Tahap Dewa.
Secara perlahan-lahan energi Tian Feng menyusut namun tidak mengubah kekuatannya yang sudah berada di tahap Dewa.
Tian Feng secara perlahan-lahan membuka matanya, satu garis lurus berwarna merah tegak muncul di dahinya, "Guru!" orang yang pertama dia lihat adalah Ho Chen, namun tidak lama kemudian, dia melirik disekitar dan menemukan banyak tumbuhan yang layu.
"Kenapa aku berada disini?" tanya Tian Feng.
"Aku memindahkanmu karena jika kamu tetap berada disana, bisa-bisa Yao Shan muntah darah!" jawab Ho Chen.
Tian Feng mengangguk, walau dia tidak sadar, namun melihat kondisinya sepertinya tempat disekitarnya banyak yang rusak.
"Kekuatan ini...?"
Ho Chen mengangguk kemudian dia berkata, "Kamu sudah berhasil naik ke tingkat selanjutnya yaitu Tahap Dewa..!" jawab Ho Chen.
Tian Feng terkejut mendengarnya sampai-sampai dia sendiri merasa tidak percaya, "Naik ke Tahap Dewa..!" Tian Feng tersenyum, ingin rasanya dia melompat karena senang telah berhasil mencapai kekuatan yang tidak pernah di tahu dari dulu.
"Karena sekarang kamu berada di tahap Dewa dengan cara yang tak terduga, maka kamu harus membiasakan diri dengan kekuatan barumu, kamu bisa berlatih atau yang lainnya karena itu akan lebih penting dari pada buru-buru naik hingga ke Tahap Raja Bumi," kata Ho Chen.
Tian Feng mengangguk, dia memang masih ingin berencana belajar membuat Pil serta akan berlatih, jadi dia masih belum ingin buru-buru naik ketingkat berikutnya.
"Kamu ini hampir saja merusak tanaman ku!" Yao Shan muncul di hadapan Tian Feng sambil tersenyum, namun hatinya masih merasa tenggelam saat melihat banyak rumput dan tanaman kecil ajaib yang layu.
"Maafkan saya senior, saya juga tidak menduga akan naik seperti ini sehingga membuat senior khawatir," kata Tian Feng sambil menangkupkan tangannya kepada Yao Shan.
"Sudahlah, lagi pula semuanya sudah selesai, sekarang bagaimana, apakah kamu masih ingin belajar membuat Pil?" tanya Yao Shan.
"Iya senior, tolong bimbingannya!"
"Kalau begitu mulai hari ini kamu akan mempelajari beberapa cara mengendalikan Api, ayo ikut!" kata Yao Shan.
Tian Feng tersenyum lebar kemudian ketiganya terbang menunju kebawah pohon tempat sebelumnya untuk memulai latihan.
__ADS_1