Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Dua Pedang Merah dan Biru


__ADS_3

Cara adap dan adat pernikahan Tian Feng dan Naomi serta Alice sama dengan adat di dunia mereka, walau mereka menikah di Kahyangan, namun mereka tidak membuangnya.


Acara upacara pernikahan itu berlangsung aman, setelah upacara selesai, acara tarian dari para dayang juga meramaikan acara tersebut, belum lagi acara para Dewa yang memperagakan beberapa sihir mereka.


Xihua yang bersama dengan Lie Yie tidak henti-hentinya bertanya kenapa ayah serta ibunya duduk bersama Naomi, dan Lie Yie hanya bisa menjawab jika ayah serta ibunya dan Naomi sedang menyambut tamu.


Karena Xihua masih terlalu kecil untuk mengetahui semua itu, Lie Yie hanya bisa berbohong, namun nantinya Xihua pasti akan tahu seiring dengan bertambahnya usia.


Setelah acara upacara pernikahan selesai, para Dewa dan Dewi memberikan ucapan selamat kepada ketiga mempelai, salah satunya adalah Kaisar Langit.


"Sebenarnya mereka ini siapa? Apakah mereka ini adalah para Dewa atau Pendekar biasa yang memiliki kekuatan Dewa?" tanya Xi Liyi.


"Entahlah! Jika memang mereka adalah manusia berkemampuan Dewa seperti kita, namun dari aura yang di pancarkan oleh mereka semua sepertinya bukan! Sebab aura mereka semua berbeda seperti kita!" jawab Lio Long.


Di mata mereka semua kecuali Tian Feng, Naomi, Ho Chen dan Xihua, semuanya terlihat seperti manusia biasa, hanya saja ada pancaran aura aneh dari semuanya, dan yang paling menonjol adalah Kaisar Langit dan Kaisar Azura.


Aura keduanya sangat berwibawa seolah-olah mereka adalah seorang Raja besar yang memiliki martabat sangat tinggi melebihi dari semua Raja yang mereka ketahui.


"Saudaraku, selamat atas pernikahanmu, aku tidak menduga jika kamu akan memiliki dua istri!" kata Kaisar Azura.


Walau wajah serta bentuk tubuh Azura sudah berubah, namun Tian Feng masih bisa mengetahuinya dari bekas luka di pipi kanan.


Azura memang memiliki bekas luka di pipi kanannya, dia mendapatkan luka tersebut saat bertarung dengan Dewa Mata Tiga, saat itu kekuatannya masih berada di tahap Dewa Agung, dan kejadian itu sudah lama sekali berlalu.


Walau ada bekas luka di pipi kanannya, namun luka itu tidak mengurangi ketampanan Azura saat dirinya sudah melepaskan Ilmu sesatnya, walau wajahnya tidak setampan yang lainnya, namun wajah Azura cukup menarik dan tidak membosankan saat di lihat.


"Terima kasih atas ucapan selamat dan kesedian Kaisar Azura datang ke acara pernikahan kami!" kata Tian Feng yang merasa agak canggung karena dirinya masih mengingat akan pertarungannya dengan sosok yang sebelumnya jadi musuhnya itu.


Anehnya Tian Feng merasa Azura seperti telah melupakan semuanya, atau bisa di bilang seperti tidak pernah terjadi perseteruan sebelumnya.


"Bagaimana mungkin aku tidak datang menghadiri acara pernikahan saudara seperguruanku sendiri, setidaknya aku juga bisa ikut merasakan kebahagiaan kalian ini!" kata Azura dengan tertawa.


Disisi lain Naomi sedang memeluk ayahnya dengan meneteskan air matanya, rasa bahagia namun juga sedih menjadi satu di dalam perasaannya.


Naomi merasa bahagia karena sudah berhasil memiliki Tian Feng dan menjadi suami sahnya, namun di sisi lain dia merasa sedih saat mengingat jika dirinya sudah menikahi suami orang lain, walau pernikahan ini memang di setujui oleh Alice, namun dia sadar jika Alice pasti akan merasa kesedihan karena setelah ini suaminya akan membagi cintanya dengan dirinya.


"Ayah, andai pernikahan ini dilaksanakan di dunia kita, aku bisa saja membatalkannya, namun pernikahan ini terjadi disini, aku tidak bisa membatalkan semua ini karena akan membuat Guru Ho Chen kehilangan muka!" kata Naomi.


Hiroshi hanya bisa menghela nafas panjang, sejak awal dia memang ingin Tian Feng menjadi menantunya, namun dia tidak menduga jika Putrinya akan menjadi istri kedua Tian Feng, walau dia tahu jika seorang kesatria hebat memiliki istri lebih dari satu sangatlah wajar, hanya saja semua itu berada di luar dugaannya.


"Semuanya sudah terjadi Naomi, sekarang kamu sudah sah menjadi istri Tian, jadi sekarang kamu sudah memiliki status baru, yaitu nyonya Tian!" kata Hiroshi.


Chie Xie datang menghampiri Naomi yang terlihat seperti kurang bahagia. "Ada apa Jiejie?" tanya Chie Xie.

__ADS_1


"Xie Xie..!" Naomi segera merangkul Chie Xie yang sejak dulu sudah dianggap sebagai adiknya.


"Apakah Jiejie tidak senang menikah dengan Gege?" tanya Chie Xie.


Naomi melepaskan rangkulannya kemudian dia menggelengkan kepalanya seraya menjawab, "Tidak Xie Xie, aku sangat bahagia!" jawab Naomi.


"Jiejie, aku ini bukan lagi gadis kecil yang tidak tahu apa-apa, sebagian sesama wanita aku juga tahu akan perasaanmu!" kata Chie Xie.


Naomi hanya tersenyum lembut kemudian dia menatap kearah Alice yang sedang berbicara dengan beberapa Dewi serta ada Xihua di sampingnya.


"Mungkin ini memang sudah menjadi takdir hidupku!" batin Naomi kemudian dia melangkah menghampiri Alice.


Alice sendiri juga sedang berkenalan dengan beberapa Dewi, namun Alice tidak tahu jika sebenarnya sosok wanita yang mengucapkan selamat itu adalah para Dewi.


"Kamu dan Naomi benar-benar sangat cantik, kalian berdua memang pantas menjadi istrinya Dewa Sesat!" kata salah satu Dewi.


"Nona juga sekalian juga cantik semua, dan terima kasih atas pujiannya!" jawab Alice.


"Bibi bibi semua, apakah aku nanti boleh bermain dengan kalian!" tanya Xihua.


Salah satu Dewi duduk dan tersenyum lembut kepada Xihua. "Adik cantik, siapa namamu?" tanya Dewi tersebut.


"Namaku Xihua!" jawab Xihua.


"Eh Naomi, selamat atas pernikahanmu!" salah satu Dewi menyapa Naomi yang baru datang sekaligus mengucapkan selamat padanya.


"Terima kasih Dewi!" jawab Naomi dengan tersenyum lembut.


"Kalian berdua terlihat sangat akur, Dewa Sesat sungguh beruntung memiliki kalian!" puji Dewi yang lain.


"Sayang sekali Ibu Suri tidak bisa ikut hadir karena beliau sedang ada jamuan penting yang lain, jika tidak beliau pasti akan memberkati kalian dan akan memuji kalian juga!"


"Tidak apa-apa, lagi pula Ibu Suri sudah memberikan hadiah ini dan juga sebelumnya sudah memberikan restu kepadaku, itu sudah sangat cukup dan menjadi berkat bagi kami!" jawab Naomi.


Semuanya saling menikmati pesta dengan sangat meriah kecuali Kaisar Langit yang hanya sebentar berada disana, sebab dirinya juga akan ikut menghadiri jamuan dengan Ibu Suri.


Tarian indah dari para dayang istana yang diiringi dengan alunan kecapi dan seruling membuat seluruh Kahyangan merasa ikut menari, hanya saja kesenangan itu tidak berlangsung lama.


Dari jauh ada dua sosok yang baru saja datang, namun kedua sosok itu terlihat seperti sedang tergesa-gesa dan keduanya terbang menuju kearah paviliun Ho Chen.


"Bukankah itu suku dari dunia bawah?"


"Iya, seperti prajuritnya Azura!"

__ADS_1


"Kenapa mereka terlihat seperti panik?"


"Hem..!"


Setelah keempat prajurit penjaga itu selesai berbicara, kedua prajurit Azura itu juga tiba dihadapan mereka.


"Kawan, tolong pertemukan kami dengan ketua kami! Ini sangat penting dan juga mendesak!" kata salah satu dari prajurit Azura.


"Kaisar Azura sedang berada didalam dan...!"


"Tolonglah kawan, ini sangat penting sekali, saat ini Kerajaan kami sedang di serang oleh Hewan Iblis Ajaib suruan dari Kaisar Kegelapan, dan ada dua sosok yang memimpin penyerangan ini, mereka adalah dua Pengawal Kaisar Kegelapan!" kata salah satu dari mereka.


"Baik, ayo ikuti kami kedalam!" kata salah satu prajurit penjaga.


"Maaf Dewa, prajurit Kaisar Azura datang ingin bertemu dengan Kaisar Azura!" kata salah satu prajurit penjaga kepada salah satu Dewa yang pertama ia temui.


"Dia berada disana!" kata Dewa tersebut.


Kedua prajurit Azura segera melihat keberadaan Azura dan kemudian dengan cepat dan tanpa memperdulikan yang lain, keduanya segera menghampiri Azura.


"Tuanku-Tuanku!" seru salah satu dari mereka membuat semua yang berada disana menoleh termasuk Tian Feng dan juga Ho Chen, bahkan suara musik dan tarian segera terhenti.


"Kalian berdua! Ada apa kalian datang kesini?" tanya salah satu Panglima.


"Panglima Suo Zan, para Hewan Iblis Ajaib menyerang istana, mereka di pimpin oleh dua pengawal Kaisar Kegelapan!" jawab salah satu dari mereka.


Dua Panglima segera menghampiri kedua prajurit tersebut kemudian salah satunya bertanya, "Siapa kedua pengawal yang memimpin itu?"


"Mereka adalah si Dua pedang, yaitu Pedang Api Merah, dan Pedang Es Biru!" jawab satunya dengan perasaan takut.


"Dua Pedang Merah dan Biru itu, berani-beraninya mereka berdua menyerang Istana saat kami tidak ada di tempat!" kata Suo Zan kemudian dia berbalik dan berbicara kepada Azura.


"Tuanku, ijinkan aku, Gaozu dan Qinpi kembali, Tuanku tidak perlu ikut kembali, kami bertiga sudah cukup untuk menghentikan pasukan Hewan Iblis Ajaib beserta Dua Pedang Merah dan Biru!" kata Suo Zan kepada Azura.


"Apakah kalian yakin?" tanya Azura.


"Tuanku tidak perlu cemas, andaikan nanti ternyata ada Dewa Hitam disana, dia juga bukan tandingan ku!" kata Suo Zan.


"Iya aku tahu itu, namun bagiamana jika nanti Kaisar Kegelapan ternyata juga ada disana?" tanya lagi Azura.


"Jika demikian aku akan berusaha melawannya walau harus mati, dan nanti salah satu dari kami pasti akan memberi kabar kepada Tuan!" jawab Suo Zan.


"Hem..! Baiklah cepat pergi dan lindungi istana, dan kalian semua juga ikut pergi menemani Suo Zan!" kata Azura dan meminta ke delapan Panglima nya untuk ikut pergi.

__ADS_1


Semuanya segera berlutut dan memberi hormat kemudian mereka segera pergi kembali ke Dunia Bawah, sedangkan Azura memasang wajah dingin setelah kepergian semua panglimanya.


__ADS_2